Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MODEL TRANSPORTASI METODE STEPPING STONE Evi Kurniati, STP., MT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MODEL TRANSPORTASI METODE STEPPING STONE Evi Kurniati, STP., MT."— Transcript presentasi:

1 MODEL TRANSPORTASI METODE STEPPING STONE Evi Kurniati, STP., MT

2 Memakai dasar dari hasil Metode NWCR Pada tabel hasil NWCR: - Kotak yang terisi disebut kotak basis. - Kotak yang tidak terisi disebut kotak non basis. Total biaya transpor (Z1) pada NWCR adalah ,- Apakah sudah minimum?  TUGAS Untuk mengetahui, kita harus menghitung nilai Zij-cij pada kotak bukan basis. Nilai Zij-cij = Indeks Perbaikan = IP  Besarnya penurunan biaya angkut kalau ada pengangkutan barang dari daerah asal (Ai) ke tujuan (Tj) Jika IP  0, maka pemecahan sudah minimum. Jika tidak, maka pemecahan dilanjutkan hingga semua IP  0.

3 Contoh kasus 2: Ada semen yang harus diangkut dari 3 toko ke 4 lokasi proyek. Tabel biaya sebagai berikut: Biaya (ratus ribu rupiah); semen suplai-demand (ton) L T L1L2L3L4S T11)2)3)4)6 T24)3)2)0)8 T30)2) 1)10 d468624

4 Pemecahan dengan NWCR LTLT L1L2L3L4S T11) (4) 2) (2) 3)4)6 T24)3) (4) 2) (4) 0)8 T30)2) (4) 1) (6) 10 d Total biaya transport Z1= c 11.x 11 + c 12.x 12 + c 22.x c 23.x 23 + c 33.x 33 + c 34.x 34 = 1(4) + 2(2) + 3(4) + 2(4) + 2(4) +1(6) = 42 ratus ribu rupiah = ,- (Apakah sudah minimum?)

5 LANGKAH-LANGKAH : (1) Membuat jalur/lintasan mulai dari kotak non basis yang akan dihitung IP-nya. (2) Dari suatu kotak nonbasis, ditarik garis lurus ke kotak basis terdekat dengan syarat kotak yang dihubungi mempunyai partner pada kolom/baris yang sama agar garis bisa terus bersambung sampai kembali ke kotak semula. (3) Awal perjalanan diberi kode *. (4) Menghitung nilai IP-nya. Dimulai dengan tanda + lalu – dan seterusnya berganti-ganti. Yang diperhitungkan adalah biaya (c).

6 Hasilnya: Nilai IP: IP31 = c 33 – c 23 + c 22 – c 12 + c 11 – c 31 = 2 – – – 0 = 2 IP32 = c 33 – c 23 + c 22 – c 32 = 2 – – 2 = 1 IP21 = c 22 – c 12 + c 11 – c 21 = 3 – – 4 = -2 IP24 = c 23 – c 33 + c 34 – c 24 = 2 – – 0 = 1 IP13 = c 12 – c 22 + c 23 – c 12 = 2 – – 3 = -2 IP14 = c 12 – c 22 + c 23 – c 33 + c 34 – c 14 = 2 – – – 4 = -4 Tabel yang dihasilkan 

7 Tabelnya: Tabel 1. Ternyata nilai IP-nya masih ada yang positif dan > nol, maka pemecahan belum optimum. Nilai Z1 masih belum minimum dan bisa dikecilkan lagi.

8 (5) Memilih kotak yang harus masuk basis atau keluar basis. Kriteria: Kotak dengan nilai IP positif terbesar harus masuk basis lebih dulu. Kalau sama besar, pilih sembarang aja. Dalam kasus ini, kotak (3,1) harus masuk basis karena IP-nya terbesar (2). Cara menentukan kotak yang harus keluar basis: (a) Dari cara mencari IP 31 ; IP31 = c 3 3 – c 23 + c 22 – c 12 + c 11 – c 31, perhatikan biaya dengan tanda + yaitu c 33, c 22 dan c 11 yang memiliki variabel x 33, x 22 dan x 11.

9 b) Kita cari kotak yang nilai var. terkecil, kotak ini harus keluar dari basis. Min (x 33, x 22, x 11 ) = Min (4, 4, 4)  karena nilai sama, kita pilih salah satu. Misal: x 11 = 4 = minimum. Ingat kotak yang masuk basis adalah kotak (3,1) dengan variabel x 31. Maka: nilai x 31 sama dengan nilai minimum yang baru kita pilih. x’ 31 = x11 = 4  diisikan ke kotak (3,1) Nilai variabel lain yang terlibat pembentukan jalur didapat dengan aturan: Tanda biaya +  nilai variabel baru = nilai variabel lama – nilai minimum. Tanda biaya -  nilai variabel baru = nilai variabel lama + nilai minimum. Sehingga, x’ 33 = x 33 – 4 = 4 – 4 = 0Nilai variabel di luar lintasan, tetap x’ 23 = x = = 8 x’ 22 = x 22 – 4 = 4 – 4 = 0 x’ 12 = x = = 6 x’ 11  keluar basis, sehingga tidak perlu ditulis Tabel Hasil 

10 Hasilnya: Tabel 2 LTLT L1L2L3L4S T1 1)2) (6) 3)4) 6 T2 4)3) (0) 2) (8) 0) 8 T3 0) (4) 2) (0) 1) (6) 10 d468624

11 (6) Ulangi langkah (4), menghitung nilai IP. Nilai IP dicari dengan cara yang sama. Untuk mengisi kotak-kotak non basis. Dihasilkan tabel berikut: Tabel 2. Masih ada 2 kotak yang nilainya > 0 yaitu kotak (3,2) dan (2,4). Lanjutkan ke langkah (5), kita pilih kotak (2,4) untuk masuk basis. IP 24 = c 23 – c 33 + c 34 – c 24 = 2 – – 0 = 1

12 Dari perhitungan IP 24, biaya dengan tanda + yaitu c 23, c 34. Sehingga: Min (x 23, x 34 ) = Min (8, 6) = 6  kotak (3,4) minimum, keluar basis. Maka: x’24 = x34 = 6; x’23 = x23 – 6 = 8 – 6 = 2 x’33 = x = = 6 Nilai kotak lain yang tidak terlibat jalur, tetap. Diperoleh: LTLT L1L2L3L4S T1 1)2) (6) 3)4) 6 T2 4)3) (0) 2) (2) 0) (6) 8 T3 0) (4) 2) (6) 1) 10 d468624

13 (7) Ulangi lagi langkah (4), dengan menghitung nilai IP-nya didapat tabel berikut: Tabel 3. Ternyata masih ada 1 kotak yaitu (3,2) yang > 0. Kotak ini harus masuk basis.

14 Dari perhitungan IP 32, tanda + ada pada c 33 dan c 22. Sehingga: Min (x 33, x 22 ) = Min (6,0) = 0, kotak (2,2) harus keluar basis. Maka:x’ 32 = x 22 = 0 x’ 33 = x 33 – 0 = 6 x’ 23 = x = 2 Hasilnya: LTLT L1L2L3L4S T1 1)2) (6) 3)4) 6 T2 4)3)2) (2) 0) (6) 8 T3 0) (4) 2) (0) 2) (6) 1) 10 d468624

15 (8) Lakukan pengecekan lagi dengan langkah (4). Hasilnya, Tabel 4. Karena semua nilai IP sudah  0, maka pemecahan sudah optimum. Berarti biaya angkut sudah minimum. (Z 4 = Z min ) Z 4 = c 31.x 31 + c 12.x 12 + c 32.x 32 + c 23.x 23 + c 33.x 33 + c 24.x 24 = 0(4) + 2(6) + 2(0) + 2(2) + 2(6) +0(6) = 28 ratus ribu rupiah = ,-

16 Dari Contoh kasus I Diperoleh penyelesaian NWCR Penyelesaian: Gudang Pabrik G1G2G3G4G5S P150 (400) 80 (400) P24070 (500) 60 (100) P (300) 40 (800) 1100 d Biaya total: Z = (50) (80) (70) (60) (60) (40) 800 = Selesaikan dengan metode Stepping Stone

17


Download ppt "MODEL TRANSPORTASI METODE STEPPING STONE Evi Kurniati, STP., MT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google