Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengantar Negosiasi Wiwiek Awiati & Fatahillah Indonesian Institute for Conflict Transformation (IICT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengantar Negosiasi Wiwiek Awiati & Fatahillah Indonesian Institute for Conflict Transformation (IICT."— Transcript presentasi:

1 Pengantar Negosiasi Wiwiek Awiati & Fatahillah Indonesian Institute for Conflict Transformation (IICT

2 0547TBD Negosiasi - Pengertiannya  Metode penyelesaian sengketa yang paling dasar, sederhana, dan tidak formal.  Suatu proses untuk mencapai kesepakatan dengan pihak lain (Goodpaster, 1993).  Komunikasi dua arah yang dirancang untuk mencapai kesepakatan pada saat kedua belah pihak memiliki kepentingan yang sama maupun berbeda, tanpa keterlibatan pihak ketiga penengah, baik pihak ketiga yang tidak berwenang mengambil keputusan (mediator) atau pihak ketiga yang berwenang mengambil keputusan (ajudikator)(Fisher & Ury, 1991).  Metode penyelesaian sengketa yang paling dasar, sederhana, dan tidak formal.  Suatu proses untuk mencapai kesepakatan dengan pihak lain (Goodpaster, 1993).  Komunikasi dua arah yang dirancang untuk mencapai kesepakatan pada saat kedua belah pihak memiliki kepentingan yang sama maupun berbeda, tanpa keterlibatan pihak ketiga penengah, baik pihak ketiga yang tidak berwenang mengambil keputusan (mediator) atau pihak ketiga yang berwenang mengambil keputusan (ajudikator)(Fisher & Ury, 1991).

3 0547TBD Negosiasi – Karakteristiknya Pembicaraan antara kedua belah pihak yang mempunyai kepentingan atau tujuan yang berbeda; Pembicaraan antara kedua belah pihak yang mempunyai kepentingan atau tujuan yang berbeda; Proses tawar-menawar atau penyesuaian di antara kedua belah pihak tersebut; Proses tawar-menawar atau penyesuaian di antara kedua belah pihak tersebut; Berupaya mencari kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak atas dasar kesamaan kepentingan; Berupaya mencari kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak atas dasar kesamaan kepentingan; Tanpa prasangka: segala komunikasi atau diskusi dalam rangka menyelesaikan sengketa tidak dapat digunakan sebagai bukti; Tanpa prasangka: segala komunikasi atau diskusi dalam rangka menyelesaikan sengketa tidak dapat digunakan sebagai bukti; Apabila berhasil, para pihak dapat menuangkan hasil kesepakatan itu dalam suatu perjanjian penyelesaian sengketa/ perdamaian. Apabila berhasil, para pihak dapat menuangkan hasil kesepakatan itu dalam suatu perjanjian penyelesaian sengketa/ perdamaian. Pembicaraan antara kedua belah pihak yang mempunyai kepentingan atau tujuan yang berbeda; Pembicaraan antara kedua belah pihak yang mempunyai kepentingan atau tujuan yang berbeda; Proses tawar-menawar atau penyesuaian di antara kedua belah pihak tersebut; Proses tawar-menawar atau penyesuaian di antara kedua belah pihak tersebut; Berupaya mencari kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak atas dasar kesamaan kepentingan; Berupaya mencari kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak atas dasar kesamaan kepentingan; Tanpa prasangka: segala komunikasi atau diskusi dalam rangka menyelesaikan sengketa tidak dapat digunakan sebagai bukti; Tanpa prasangka: segala komunikasi atau diskusi dalam rangka menyelesaikan sengketa tidak dapat digunakan sebagai bukti; Apabila berhasil, para pihak dapat menuangkan hasil kesepakatan itu dalam suatu perjanjian penyelesaian sengketa/ perdamaian. Apabila berhasil, para pihak dapat menuangkan hasil kesepakatan itu dalam suatu perjanjian penyelesaian sengketa/ perdamaian.

4 0547TBD Negosiasi – Tujuannya Mengatasi atau menyesuaikan perbedaan; Memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan) Mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak dalam rangka suatu transaksi atau menyelesaikan sengketa.

5 0547TBD Negosiasi - Keuntungannya a.menciptakan pengertian yang lebih baik mengenai pandangan pihak lawan; b.mempunyai kesempatan untuk mengutarakan pikiran atau isi hati dengan didengarkan oleh pihak lawan; c.memungkinkan penyelesaian masalah secara bersama- sama (joint problem solving); d.mengupayakan solusi terbaik yang dapat dipercayai, diterima, dan dijalankan kedua belah pihak; a.menciptakan pengertian yang lebih baik mengenai pandangan pihak lawan; b.mempunyai kesempatan untuk mengutarakan pikiran atau isi hati dengan didengarkan oleh pihak lawan; c.memungkinkan penyelesaian masalah secara bersama- sama (joint problem solving); d.mengupayakan solusi terbaik yang dapat dipercayai, diterima, dan dijalankan kedua belah pihak;

6 0547TBD Negosiasi – Keuntungannya (Cont’d…) e.dalam mengambil keputusan, para pihak tidak terikat pada kebenaran fakta-fakta yang terjadi atau masalah penegakan hukum; f.dapat diadakan dan diakhiri sewaktu-waktu apabila dikehendaki; e.dalam mengambil keputusan, para pihak tidak terikat pada kebenaran fakta-fakta yang terjadi atau masalah penegakan hukum; f.dapat diadakan dan diakhiri sewaktu-waktu apabila dikehendaki;

7 0547TBD Negosiasi - Kekurangannya a.Tidak dapat berjalan baik tanpa kemauan dan itikad baik para pihak untuk bernegosiasi dan melakukan konsesi; b.Tidak akan efektif apabila tidak dilakukan oleh pihak- pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan; c.Sulit berjalan baik apabila para pihak berada dalam situasi atau posisi yang tidak seimbang atau berat sebelah (misalnya jika salah satu pihak mempunyai kedudukan atau kekuatan yang jauh lebih besar); a.Tidak dapat berjalan baik tanpa kemauan dan itikad baik para pihak untuk bernegosiasi dan melakukan konsesi; b.Tidak akan efektif apabila tidak dilakukan oleh pihak- pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan; c.Sulit berjalan baik apabila para pihak berada dalam situasi atau posisi yang tidak seimbang atau berat sebelah (misalnya jika salah satu pihak mempunyai kedudukan atau kekuatan yang jauh lebih besar);

8 0547TBD Negosiasi - Kekurangannya (Cont’d…) d.Mungkin saja dilakukan oleh pihak yang hanya bermaksud untuk menunda-nunda penyelesaian suatu sengketa atau yang bermaksud untuk mengetahui informasi-informasi tertentu yang dirahasiakan pihak lawan; e.Dapat membuka rahasia mengenai kekuatan atau kelemahan salah satu pihak; f.Mungkin membuat kesepakatan yang kurang menguntungkan; g.Sengketa yang dapat diselesaikan hanyalah sengketa yang menurut hukum di Indonesia dapat didamaikan; d.Mungkin saja dilakukan oleh pihak yang hanya bermaksud untuk menunda-nunda penyelesaian suatu sengketa atau yang bermaksud untuk mengetahui informasi-informasi tertentu yang dirahasiakan pihak lawan; e.Dapat membuka rahasia mengenai kekuatan atau kelemahan salah satu pihak; f.Mungkin membuat kesepakatan yang kurang menguntungkan; g.Sengketa yang dapat diselesaikan hanyalah sengketa yang menurut hukum di Indonesia dapat didamaikan;

9 0547TBD Prasyarat negosiasi yang efektif Kemauan (willingness): mau menyelesaikan masalah dan bernegosiasi secara sukarela; Kesiapan (preparedness): siap melakukan negosiasi; Kewenangan (authoritative): mempunyai wewenang mengambil keputusan; Keseimbangan kekuatan (equal bargaining power): memiliki kekuatan yang relatif seimbang sehingga dapat menciptakan saling ketergantungan; Keterlibatan seluruh pihak terkait (stakeholdership): dukungan seluruh pihak terkait dalam proses negosiasi; Holistik (comprehensive): pembahasan permasalahan secara menyeluruh. Kemauan (willingness): mau menyelesaikan masalah dan bernegosiasi secara sukarela; Kesiapan (preparedness): siap melakukan negosiasi; Kewenangan (authoritative): mempunyai wewenang mengambil keputusan; Keseimbangan kekuatan (equal bargaining power): memiliki kekuatan yang relatif seimbang sehingga dapat menciptakan saling ketergantungan; Keterlibatan seluruh pihak terkait (stakeholdership): dukungan seluruh pihak terkait dalam proses negosiasi; Holistik (comprehensive): pembahasan permasalahan secara menyeluruh.

10 0547TBD Prasyarat negosiasi yang efektif (Cont’d) Komunikasi antara para pihak masih ada Rasa percaya antara para pihak masih ada Sengketa tidak terlalu pelik

11 0547TBD Tahapan Negosiasi 1.Tahap persiapan 2.Tahap orientasi dan mengatur posisi/ tawaran awal 3.Tahap argumentasi/ pemberian konsesi/ tawar-menawar 4.Tahap penutupan: merancang kesepakatan atau menjalankan upaya alternatif apabila tidak tercapai kesepakatan

12 0547TBD Kendala Dan Cara Mengatasinya Kendala Cara Mengatasi 1.Reaksi mereka Tidak bereaksi “ Go to the balcony ” 2.Emosi mereka (marah, takut, curiga) jangan melakukan kontra serangan “ Step to the their side ” 3.Posisi mereka Coba memahami keinginan pihak lawan “ Reframe ”

13 0547TBD Kendala Dan Cara Mengatasinya (Cont’d...) Kendala Cara Mengatasi 4.Ketidakpuasan mereka 1.Identifikasi kepentingan mereka, terutama kepentingan yang bersifat substantif, prosedural dan psikologis. 2.Gambarkan hasil yang akan mencerminkan keberhasilan mereka. 1.Identifikasi kepentingan mereka, terutama kepentingan yang bersifat substantif, prosedural dan psikologis. 2.Gambarkan hasil yang akan mencerminkan keberhasilan mereka. “ build them a golden bridge ” 5.Kekuatan mereka Meyakinkan mereka bahwa “harga” (keinginan “mengalahkan” yang harus mereka bayar akan “win pihak lain – loose” lebih “mahal” dibandingkan apabila mereka berhasil mencapai kesepakatan “ Use power to educate ”


Download ppt "Pengantar Negosiasi Wiwiek Awiati & Fatahillah Indonesian Institute for Conflict Transformation (IICT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google