Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODE PENELITIAN PUSDOKINFO OLEH SRI ATI SUWANTO 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODE PENELITIAN PUSDOKINFO OLEH SRI ATI SUWANTO 1."— Transcript presentasi:

1 METODE PENELITIAN PUSDOKINFO OLEH SRI ATI SUWANTO 1

2 PENELITIAN DESKRIPTIF PENELITIAN DESKRIPTIF adalah penelitian yang mencoba mencari deskripsi yang tepat dan cukup dari semua aktifitas objek, proses dari manusia. Bila mungkin deskrepsi dapat dilakukan secara kuanntitatif, agar dapat dilakukan analisis statistik, tetapi tidak menutup kemungkinan dengan kualitatif dengan menggunakan uraian kalimat.

3 TAHAP2 PENELITIAN DESKRIPTIF : 1. Memeriksa situasi permasalahan 2. Mendefinisikan masalah dan menyatakan hipotesis 3. Membuat daftar asumsi 4. Memilih sumber dan sumber materi yg sesuai 5. Memilih tehnik pengumpulan data 6. Meyusun kategori untuk mengklasifikasikan data 7. Menyahihkan tehnik pengumpulan data 8. Melakukan observasi atas objek, bila diperlukan 9. Mendeskripsikan, analisis, dan menafsirkan temuan dalam istilah yg jelas dan tepat

4 4 PERTEMUAN KE 4 & 5: Jenis-2 Penelitian Kuantitatif 1. PENELITIAN DESKRIPTIF: 1 a) SURVEI. Survei meliputi kajian terhadap pandangan umum yg diungkapkan dlm bentuk jajak pendapoat, kajian ketersediaan SDM dan material di perpustakaan dan lab, serta kajian atas perilaku teretntu, seperti analisis pekerjaan dan kajian waktu dan gerak.. Alat survei yg biasa digunakan : kuesioner dan wawancara, walupun dpt juga menggunakan observasi. Survei dapat dibagi lagi menjadi : Survei eksploratif, survei analitis, dan survei deskriptif. Survei eksploratif sering dilaksanakan sebagai penelitian kualitatif dapat meningkatkan familiaritas peneliti dengan fenomena yg tengah dikaji, membantu menjelaskan kelas, mengatur prioritas unt. Keperluan penelitian mendatang, mengidentifikasi maslah baru, serta untuk mengumpulkan informasi untuk aplikasi praktis.

5 5 b) STUDI KASUS Studi kasus merupakan kajian mendalam tentang peristiwa, lingkungan dan situasi tertentu yang memungkinkan mengungkapkan tentang atau memahami sesuatu. Studi kasus cenderung menghasilkan kesimpulan dari suatu kekhususanyang dapat atau tdk dapat diterapkan pada situasi yang lebih umum. Hal ini bisa terjadi pada fenomena yang mewakili hal yg berbeda derajadnya dan bukan jenisnya. Studi kasus menghasilkan penelitian yang bersifat khusus, tidak dapat dibuat generalisasi.

6 c) KAUSAL KOMPARATIF Penelitian ini khusus disusun untuk menentukan hubungan yg ada antara beberapa faktor, variable, dengan tujuan menjelaskan hubungan atau saling ketergantungan. Contoh : penelitian ttg hubungan antara tingkat kecerdasan dan kunjungan ke perpustakaan. Dalam hal ini frekuensi kunjungan ke perpustakaan dan kecerdasan diukur untuk mengetahui apakah tingkat kecerdasan dan kunjungna ke perpustakaan saling berhubungan. 6

7 7 c) KORELASI Korelasi adalah hubungan statistik berdasarkan ukuran kuantitatif menyangkut dua parameter atau lebih. Kajian korelasi mirip dengan kausal komparatif, bedanya pada kajian korelasi terdapat 2 variabel atau lebih yang merupakan dimensi dari fenomena yang sama. Dalam hal ini pengukuran thd 2 variabel dikorelasikan untuk menaksir tingkat peluang hubungan antara variabel. Yang diperoleh dari kajian ini adalah tinggi rendahnya hubungan antar variabel, bukan ada tidaknya hubungan.

8 8 Pada kajian Pengembangan dibuat perbandingan antara status awal dan status berikutnya untuk menentukan faktor mana yang berpengaruh atau yang menyebabkann, dan bila terjadi seberapa besar pengaruh tsb. Pada kajian Pengembangan dibuat perbandingan antara status awal dan status berikutnya untuk menentukan faktor mana yang berpengaruh atau yang menyebabkann, dan bila terjadi seberapa besar pengaruh tsb. Kajian Pengembangan dibagi menjadi 2: 1) Kajian Lonngitudinal, dan 2) Kajian Lintas seksi. 1) Kajian Longitudinal; Kajian pengembangan disebut Longitudinal bila subjek atau fenomenna yang sama dikaji dalam waktu tertentu. Misalnya Kajian tentanng ketahanan gedung perpustakaan terhadap hujan dan matahari, dalam waktu misal dua tahun. Selama waktu itu dilakukan pengukurann secara sistematis dengan interval waktu yang tetap.

9 9 2) Kajian Lintas Seksi; Kajian ini merupakan perbandingan subyek atau fenomena pada berbagai tahap dalam perkembangan subyek atau fenomena tsb. Kajian ini merupakan upaya penting agar subyek yanng dikaji mewakili berbagai tahap dalam pengembangan mereka, sedapat mungkin identik dalam segala hal. Contoh: Sampel anak-2 dengan latar belakang keluarga dan kesempatan pendidikann yang sama pada usia, mislanya sepuluh, duabelas, dan empat belas.

10 10 e) KAJIAN KECENDERUNGAN/arah gejala ( Trend Studies) Kajian inni mnirip kanjian pengembangan, dalanm hal pengukuran atau penilaian pada tahap tertentu pada berbagai interval waktu untuk menentukan laju dan arah perubahan. Contoh : Kajian pengembangan: hasil jajak pendapat yang dilakukan pada waktu tertentu menjelang pemilihan umum. F) KEPUSTAKAWANAN BANDINGAN Kajian ini masih diperdebatkan apakah merupakan metode penelitian atau merupakan subyek penelitian. Kajian ini membandingkan satu fenomena yang sama di dua tempat yang berbeda. Conntoh : Perbedaann kultural perpustakaan di Belanda dan di Indonesia.


Download ppt "METODE PENELITIAN PUSDOKINFO OLEH SRI ATI SUWANTO 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google