Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KULIAH “ TELECOMMUNICATION NETWORK MANAGEMENT “ PASCA SARJANA MANAJEMEN TELEKOMUNIKASI ( UNIVERSITAS MERCU BUANA ) Oleh : Ir.Bambang Setiawan MT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KULIAH “ TELECOMMUNICATION NETWORK MANAGEMENT “ PASCA SARJANA MANAJEMEN TELEKOMUNIKASI ( UNIVERSITAS MERCU BUANA ) Oleh : Ir.Bambang Setiawan MT."— Transcript presentasi:

1 KULIAH “ TELECOMMUNICATION NETWORK MANAGEMENT “ PASCA SARJANA MANAJEMEN TELEKOMUNIKASI ( UNIVERSITAS MERCU BUANA ) Oleh : Ir.Bambang Setiawan MT

2 SISTIMATIKA THEMA 1. PENDAHULUAN Latar belakang (1) Jenis Jenis Produk Jasa Telekomunikasi (1) Perubahan Lingkungan Bisnis Jasa Telekomunikasi (1) THEMA 2. PENGETAHUAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI DAN PROSES PENGELOLAANNYA Bisnis Jasa Telekomunikasi dan Nilai Nilai Keberhasilan nya (2) Fungsi Fungsi Bisnis dan Key Performance Indicator (KPI) (2) Map Proses Pengelolaan Bisnis Jasa Telekomunikasi (2) THEMA 3. KONFIGURASI JARINGAN TELEKOMUNIKASI, FUNGSI DAN NILAI NILAI PENGELOLAAN JARINGAN Konfigurasi Jaringan Telekomunikasi (3) Fungsi Fungsi dan Key Performance Indicator (KPI) “ Telecomunication Network Management “ (3)

3 SISTIMATIKA THEMA 3. KONFIGURASI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DAN NILAI NILAI PENGELOLAAN JARINGAN (sambungan ) Performance Management (3) Configuration Management (3) Fault Management (3) Accounting Management (3) Security Management (3) Tugas Pertama (4) Kelompok Pembuatan Map Proses Pengelolaan Jaringan Telekomunikasi (Telecommunication Network Management ) (4) THEMA 4. TELECOMMUNICATION MANAGEMENT NETWORK ( TMN ) SESUAI REC.3010 ITU-T Telecommunication Management Network (TMN) (5) TMN Functional Model (5) TMN Standard Interface (5) TMN Logical Model (5) TMN Solution (5)

4 SISTIMATIKA THEMA 5. NET-EXPERT SEBAGAI FRAMEWORK TMN YANG EFFEKTIF ( suatu Contoh Product IT / Aplikasi OSS ) NetExpert Overview of Operation Principle (6) NetExpert Framework : Functional Components (6) NetExpert Application Rule Packages (6) THEMA 6. FUNGSI “ ENABLER “ DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI Peran Aplikasi (IT) dalam Manajemen Jaringan Telekomunikasi (7) Service Level Agreement (SLA) dan Interface Agreement (IA) (7) THEMA 7. OPPORTUNITY BISNIS DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI Business Imperative dan Opportunity nya dalam Manajemen Jaringan Telekomunikasi (8) Fraud Management dalam Manajemen Jaringan (8) Revenue Assurance Management dalam Manajemen Jaringan (8)

5 SISTIMATIKA THEMA 8. PERAN MANAJEMEN KUALITAS DALAM MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI Proses Bisnis dan Sistem Pengendaliannya ( Manajemen Proses ) (9) Peran Konsep / Methodologi dan Tool Manajemen Kualitas dalam peningkatan fungsi Manajemen Jaringan telekomunkasi (9) Methodologi Manajemen Kualitas ( Six Sigma, PDCA 7 Step, Lean, Lean Six Sigma ) (10) Tool Manajemen Kualitas ( VSM – Value Stream Map, Pareto 80-20, Fish- Bon, QFD – Quality Function Development, Balance Score Card, DOE - Design Of Experiment ) (10) Contoh Aplikasi Manajemen Kualitas dalam Manajemen Jaringan Telekomunikasi (10) THEMA 8. STUDI KASUS ( Tugas ke dua ) Studi Kasus Kelompok I : Rencana Peningkatan Fungsi Performance Management (11) Studi Kasus Kelompok II : Rencana Peningkatan Fungsi Configuration Management (11)

6 SISTIMATIKA Studi Kasus Kelompok III : Rencana Peningkatan Fungsi Fault Management (12) Studi Kasus Kelompok IV : Rencana Peningkatan Fungsi Accounting Management (13) Studi Kasus Kelompok V : Rencana Peningkatan Fungsi Security Management (13) THEMA 10. PENUTUP Tanya / Jawab mengenai Telecommunication Network Management (14) Usulan Perbaikan (14)

7 RENCANA KULIAH TELECOMMUNICATION NETWORK MANAGEMENT Dalam satu Semester terdapat 14 x Kuliah ( pertemuan ) & 3 (tiga) Tugas Nilai akhir Mahasiswa ditentukan oleh 3 Faktor : o Kehadiran ………………………….( 10 %) o Tugas ………………………………….( 50 %) o Ujian Tengah Semester ………… ( 10 %) o Ujian Akhir Semester ……………( 30 %) Thema Thema Kuliah : 1. Pendahuluan 2. Pengetahuan Bisnis Jasa Telekomunikasi dan Proses Pengelolaannya 3. Konfigurassi Jaringan Telekomunikasi dan Nilai Nilai Pengelolaan Jaringan 4. Telecommunication Management Network (TMN) sesuai Rec.3010 ITU-T 5. NetExpert sebagai Framework TMN yang effektif 6. Fungsi “ Enabler “ Dalam Mana jemen Jaringan Telekomunikasi 7. Opportunity Bisnis Dalam Imple- mentasi Manajemen Jaringan 8. Peran Manajemen Kualitas 10. Penutup

8 KULIAH KE 1 Thema PENDAHULUAN

9 LATAR BELAKANG

10 Pengembangan Teknologi, Globalisasi, Deregulasi Telekomunikasi, dan mening- katnya persaingan, berdampak pada semakin sulit bagi Bisnis Jasa Telekomuni- kasi untuk dapat tetap “ Survive dan Growth “, kemampuan Allignment ( pemberdayaan faktor internal ) dan Adaptabilitas ( penyesuaian faktor ex - ternal ) dari Sistem Pengelolaan Bisnis harus terus ditingkatkan. Identifikasi Proses Proses yang mendukung keberhasilan Bisnis dan sistem Pengelolaannya harus terus ditingkatkan menuju Porses dan Sistem Pengenda- lian ( Management ) yang “ ideal “. Secara umum keberhasilan Bisnis Jasa telekomunikasi yang “ Sustainable ” ( ber- kelanjutan ) hanya akan berhasil apabila selalu dapat dicapai Nilai Nilai yang diharapkan Stake Holder antara lain ; EVA ( Economic Value Added ), CVA ( Customer Value Added ), dan PVA ( People Value Added ). Aspek pengelolaan Bisnis Jasa Telekomunikasi terbagi atas Aspek (Proses) Utama /Core a.l ; Pelayanan (Customer Care),Pemasaran (Service Marketing),Pengelola- an Produk (Product Management ), Network Management dan Aspek (Proses) Pendukung / Support a.l. ; Keuangan, SDM, Logistik, Legal.

11 Seluruh Aspek Pengelolaan Bisnis harus dikelola dan disinergykan sebaik mungkin baik untuk Aspek Support (mesin “ Survive “ ) dan Aspek Core ( mesin “ Growth “) Telecommunication Network Management ( Manajemen Jaringan Telekomunikasi ) merupakan salah satu fungsi pengelolaan bisnis telekomunikasi yang sangat penting, keberhasilan aspek pengelolaan jaringan telekomunikasi akan mendukung keberha- silan pada aspek aspek pengelolaan yang lain (a.l. Pemasaran,Pelayanan, Penanga – nan Fraud, Perencanaan dan Pengembangan ) yang akhirnya akan berdampak pada meningkatnya “ Profit “ Perusahaan. Telecommunication Network Management atau lebih dikenal sebagai Network Operation Management merupakan Proses Utama ( Core Process ) sistem pengelo- laan bisnis jasa telekomunikasi, keberhasilan implementasinya akan berdampak pa da peningkatan Nilai Nilai Bisnis EVA dan CVA melalui perbaikan Kualitas Produk (Availability, Speed, dan Kualitas Kualitas Produk lainnya ) dan Kualitas Pelayanan (a.l. Provisioning, Time To Repair, dll ). Telecommunication Network Mangement merupakan kegiatan pengelolaan jari - ngan pada aspek Manajemen nya yang meliputi a.l. ; pengukuran performansi jaringan, pengumpulan data jaringan, validasi data jaringan, analisa gap, reko - mendasi, dan pengukuran kembali performansi jaringan. LATAR BELAKANG

12 Seperti halnya dengan permasalahan permasalahan bidang / industri telekomunikasi lainnya,agar dicapai suatu sistem pengelolaan aktifitas pengelolaan jaringan teleko - munikasi yang effektif,implementasi Telecommunication Network Management harus didukung oleh suatu Konsep Jaringan untuk Manajemen Jaringan Teleko - munikasi yang “ standard “ yang dalam hal ini sudah diatur oleh ITU-T Rec.3010 yaitu suatu konsep mengenai “ Telecommunication Management Network (TMN) “. Dalam Rec 3010 ITU-T mengenai TMN, telah distandarisasi fungsi fungsi manajemen jaringan telekomunikasi yang harus didukung yaitu fungsi ; Fault Management, Configuration Management, Performance Management, Accounting Management, dan Security Management. Jaringan TMN terdiri dari 2 (dua ) jenis perangkat yaitu perangkat Hard Ware yang terdiri dari jaringan data (a.l. perangkat transmisi,server) dan perangkat Soft Ware IT/Aplikasi yang untuk manajemen jaringan lebih dikenal dengan nama OSS (Opera- tions Support System ), sementara untuk kebutuhan pengelolaan aspek bisnisnya di - kenal sebagai BSS ( Business Support System ) dan untuk kebutuhan pelayanan pelanggan dikenal sebagai CSS ( Customer Support System ). LATAR BELAKANG

13 TMN dengan OSS nya diharapkan dapat dapat memecahkan berbagai permasalahan pengendalian perangkat dan jaringan a.l. masalah ; Cross Platform Compatibility, Flexibility, Distribution and Scalability, Operator Productivity, Implementation Speed / Development Productivity, Extensibility, Reusablility, Open Architecture, Vendor Idependence, implementasi pengendalian jaringan dapat Effektif. NetExpert adalah salah satu bentuk IT / Aplikasi OSS untuk mendukung TMN dalam menjalankan fungsi fungsi manajemen jaringan yang telah ditetapkan. Nilai Maksimal fungsi Telecommunication Network Management ( Pengelolaan Ja - ringan telekomunikasi ) akan dicapai apabila pengelolaan Proses Bisnis nya Ideal dan didukung oleh ; sistem “ Jaringan Manajemen Telekomunikasi “ (TMN) yang “ Andal “, yang didukung oleh OSS TMN yang Effektif, dan dikendalikan oleh “ Sistem Manajemen dan Tool Kualitas yang Effektif “. Peningkatan pengelolaan jaringan yang dilaksanakan melalui peningkatan pada aktifitas Transaksional ( Workforce ) dan peningkatan pada aktifitas Pengendalian ( Management ), diharapkan dapat meningkatkan fungsi Telecommunication Network Management secara keseluruhan, pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya Nilai Nilai Jaringan dengan “ sangat significant “. LATAR BELAKANG

14 JENIS JENIS PRODUK JASA TELEKOMUNIKASI

15 JENIS JENIS PRODUK JASA TELEKOMUNIKASI TELKOM 1. Telepon (Fixed Line) 1. TELKOM SLJJ 2. TELKOM Lokal 3. TELKOM SLI 2. Flexi (Fixed Wireless) 1. Flexi Classy 2. Flexi Trendy 3. Flexi Home 4. Flexi COMBO 3. Data & Internet 1. Speedy 2. TELKOMNet Instan ( ) 3. TELKOMNet Flexi up to 64 kbps 4. IVAS 5. Ventus 4. Network TELKOMPhone-VSAT Sama dengan TELKOMPhone-LDS, kecuali media transportasi melalui satelit. TELKOM Satelit - Sewa Transponder Jasa sewa kanal atau saluran pada satelit. Transponder yang disewakan adalah transponder satelit yang bekerja pada pita frekuensi radio klasifikasi C (C-band). DID Fasilitas untuk PBX agar pelanggan di luar PBX dapat menghubungi sambungan cabang PBX tersebut secara langsung tanpa melalui operator. 5. Content & Aplication FlexiTone Para pengguna telepon mobile rata-rata menghabiskan waktu 2.5 jam dalam setahun untuk mendengarkan tone konvensional saat menunggu lawan bicaranya mengangkat telepon [Sumber: Alcatel]. FlexiLand FlexiLAND merupakan pengembangan TelkomFLEXI, layanan portal online dan mobile yang menyediakan layanan seperti: blog (online diary), testimonial (komentar tentang seseorang), picture gallery, friend request,dll Ventus Merupakan layanan jasa nilai tambah dan konvergensi dari layanan surat-menyurat elektronis ( ) dan mobile system (cellular/wireless). I-VAS i-VAS 'Satu Kartu Multi Layanan Internet' yang menjadi alat bayar untuk berbagai konten atau layanan internet yang bersifat micropayment. A. PERSONAL 4. Public Phone 1. Telkom Coin 2..Warung Telkom

16 JENIS JENIS PRODUK JASA TELEKOMUNIKASI TELKOM 1.Telepon (F ixed Line) 1. TELKOM Teleconference 2. TELKOM Lokal 3. TELKOM Unicall (0.807) 4. TELKOM SLJJ 5. TELKOM SLI 6. TELKOM Free (0.800) 4. Network TELKOMPhone-VSAT Sama dengan TELKOMPhone-LDS, kecuali media transportasi melalui satelit. TELKOM Satelit - Sewa Transponder Jasa sewa kanal atau saluran pada satelit. Transponder yang disewakan adalah transponder satelit yang bekerja pada pita frekuensi radio klasifikasi C (C-band). DID Fasilitas untuk PBX agar pelanggan di luar PBX dapat menghubungi sambungan cabang PBX tersebut secara langsung tanpa melalui operator. 5. Content & Aplication FlexiTone Para pengguna telepon mobile rata-rata menghabiskan waktu 2.5 jam dalam setahun untuk mendengarkan tone konvensional saat menunggu lawan bicaranya mengangkat telepon [Sumber: Alcatel]. FlexiLand FlexiLAND merupakan pengembangan TelkomFLEXI, layanan portal online dan mobile yang menyediakan layanan seperti: blog (online diary), testimonial (komentar tentang seseorang), picture gallery, friend request,dll Ventus Merupakan layanan jasa nilai tambah dan konvergensi dari layanan surat-menyurat elektronis ( ) dan mobile system (cellular/wireless). I-VAS i-VAS 'Satu Kartu Multi Layanan Internet' yang menjadi alat bayar untuk berbagai konten atau layanan internet yang bersifat micropayment. B. KOORPORAT 1. Flexi-Triple C (CLASSY CORPORATE CUG) 2. Flexi Combo 3. Flexi Classy 4. Flexi Trendy 5. Flexi Home 2. Telepon Mobil Flexi ( Wireless ) 1. e-Business (TELKOMWeb Kiostron) 2. e-Business (TELKOMWeb Plazatron) 3. Solusi Enterprise - INFONET 4. Solusi Enterprise - IP Virtual Network 5. TELKOMLink DINAccess 6. TELKOM ISDN BRA 7. e-Business (i-deal) 8. Net ASTINET 9. TELKOMNET Whole Sale (VPN DIAL) 10. e.- Business (I-Settle) 11. e – Business (I-Xchange) 12. e - Business (I-Manage ) 13..Speedy 14. Telkom ISDN PRA 3. Data & Internet

17 Pre Paid Post Paid Portal WAP SMS Interconnection o Main Product / Services o Value Added Services (VAS) Virtual Private Network ( VPN ) Lease Line Collocation Others JENIS JENIS PRODUK JASA TELEKOMUNIKASI OPERATOR CELLULAR

18 PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

19  Liberalization / Privatization / Competition /  From Telephony infrastructure to Data infrastructure  From Internet to Intranet / Extranet CRM and SCM  Separation of Access / Transport / Services – different markets ( from Vertical to Horizontal structure )  Telecom and IT Industry meet in Service Domain PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

20  Open Network Provision ONP 1998  From tariffs to pricing structures and sometimes “ flat rates ”  Service bundling and pricing like any other Industry Liberalization And Privatization  WTO 2006 (apprx 75 countries)  Privatization  Interconnect - the key part of the framework  NRA and Legal Act PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

21 Role of the regulator (BRTI)  Ensure an equal playground for old and new telecom companies  Protect customers from price increases  Remove barriers that prevent competition  Guarantee Legal Act assurances in the long-term perspective  Interconnect regimes PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

22 Investments/ JVs/ Acquisitions Source: Ericsson Internal, EMC, press releases PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

23 Transition of Telecom Industries The Playground changes A New digital infrastructure Built on IP BM and value chain integration Between Industries From vertical to Horizontal = Different markets Market consolidation JV / M & A / Outsourcing IT & Telco merger Integration XML Web Service PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

24

25 From Telephony infrastructure to Data infrastructure Fixed Networks 1990 Telephony 95% - Data 5% 2000 Telephony 50% - Data 50% Soon Telephony 1% - Data 99% Mobile 2005 Telephony 50% - Data 50% (3G ) PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

26 From Internet to Intranet / Extranet CRM and SCM From Web Site to Intranet From Intranet to Extranet From Extranet to Interactivity From Interactivity to CRM / SCM Future – Self - Activation of services CMR – Web Services – Enterprise integration – 24 hrs government authority services PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

27 E-Business Supply Chain changes the rules PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

28 Internet, Intranet, Extranet Intranet Partner Customer Internet Homepage Internet Extranet Employees only Anybody, Somebody and Nobody PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

29 Separation of Access / Transport / Services – different markets (from Vertical to Horizontal structure) Different Markets New Entrants New Sales channels Price reductions Multi access to services PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

30 Industry moving from vertical integration to markets in horizontal layers Customer relations Network managment Services Access network Back-bone network Old incumbents: Vertically integrated New marketplace: Excellence in one segment Customer relations Network managment Services Access network Back-bone network PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

31 The Mobile Service Industry - like any other Industry! From vertical to horizontal Drivers From Infrastructure to Service Value chains and business models changing Service layer => The Web (in the long run) PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

32 Open approach required across the industry XHTML Location... Across technologies OMA End-user service scenario examples Messaging/ imaging Mobile shopping Mobile workplace Mobile music Mobile games LIF... Across standards fora OMA Terminals Apps and content Apps and content Networks and servers Networks and servers... Media and content Media and content Telecom IT... Across industries Across end-to-end chains OMA Instant Messaging Wireless Village WAP Forum PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

33 Devices/ Terminals Portal E-tailer Auction Information Broker Advertising Broker Content Aggregators Source Enablers Service Provider Network Provider Logistic Provider Defined Roles and Value Chain - Detailed ( Main Roles) Payment Transaction Handler Advertiser/ Sponsor Content Provider Application Service Provider PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

34 Telecom and IT Industry meet in Service Domain Independent Software Vendors Content and Service Providers Middleware System Integrators PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

35 IT – Industry and Internet – Impacts on the Telecom Industry IP in transport Price reduction All xxML Servers OSA De facto stds Eco systems via web Industry integrations Business integrations Software development PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

36 Customer Relationship Management (CRM) PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

37 Telecom becomes a strategic Industry Vertical to the IT industry PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

38 IT Application for Telecom Operations Exellence PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

39 BSS/OSS Market Forecast – Size and Forecast by Application ( Million $ ) PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

40 What is the money spent on ? PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

41 BSS / OSS have major impact on Opex PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

42 Segmentation in and within horizontal layers - what does it mean? Multi access forms Multi vendor suppliers A huge market for SI New business models in each layer Service development via web Self-Service activation in CRM systems Charging, billing and payment become crusial PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

43 Data& Information Data& Information Tele- communication Media & Entertainment Media & Entertainment Datacom Network and Context Application Protocols Content Network Operation F/M/D Transport Interconnect “TIME” Telecom / IT PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

44 Conclusions :  Continued competition - consolidation – partnering  Price reductions on access and transport  Many access formats – to my web based service profile or my office intranet  “ Like any other Industry ” – horizontal layers - ecosystems  IT Industry will drive the Telecom Industry to open up its value chain  Products become services – www. becomes the service layer  Telecom - a strategic Industry to reach other Industry Verticals PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

45 KULIAH KE 2 Thema PENGETAHUAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI DAN PROSES PENGELOLAANNYA

46 BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI DAN NILAI NILAI KEBERHASILAN BISNIS

47 Seluruh Aspek Pengelolaan Bisnis harus dikelola dan disinergykan sebaik mungkin baik untuk Aspek Support sebagai mesin “ Survive “ dan Aspek Core sebagai mesin “ Growth “. Network Operation Managemet ( Network Management ) merupakan Core Aspek ( Aspek atau Proses Utama ) untuk meningkatkan Nilai Nilai Bisnis Jasa Telekomu - nikasi EVA dan CVA melalui perbaikan Kualitas Produk (Availability, Speed,dan Kualitas Produk dll ) dan Kualitas Pelayanan ( Provisioning,Time To Repair, dll ). Peningkatan sistem pengelolaan jaringan dilaksanakan melalui peningkatan aktifitas Transaksional (Workforce) dan peningkatan aktifitas Pengendalian Jaringan ( Network Management ). Pada dasarnya keberhasilan suatu usaha ditentukan oleh seberapa jauh kemam - puannya dalam mengelola aktifitas internalnya dan memberikan hasil atau Nilai Nilai yang mencukupi bagi semua “ Stake Holder “ terkait a.l. ; Share Holder ( EVA), Customer (CVA), People (PVA), Vendor,Government, Competitor dan Communitas. BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI DAN NILAI NILAI KEBERHASILAN BISNIS

48 Peningkatan Aspek Internal “ Network Management “ akan berdampak kepada peningkatan Nilai Nilai EVA, CVA, dan secara tidak langsung juga akan berdampak pula kepada peningkatan Nilai PVA (People) khususnya Kompetensi dan Produktifitas SDM. Agar dapat selalu “ Survive dan Growth “, Perusahaan Jasa Telekomunikasi harus secara kontinyu mengupdate / membuang cara cara pengelolaan lama dan mendapat kan keuntungan ( Gain ) dengan pemanfaatan situasi menyatunya teknologi. Dengan mengerti dan melaksanakan konsep Network Manajemen dengan baik,imple- mentasi Aplikasi, membangun Infrastruktur Network Management, Perusahaan akan dapat memaksimalisasi Nilai Nilai system dan peralatan bisnis saat ini dan menyiap – kan untuk masa yang akan datang. BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI DAN NILAI NILAI KEBERHASILAN BISNIS

49 SISTEM PENGELOLAAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

50 Formulasi Tujuan Strategis Program Strategis Pembuatan Budgeting Operasi Dan Pengawasan Analisa, Performansi, Dan Diagnosa Proses Manajemen Strategis ( Perencanaan Strategis) Proses Manajemen Operasional Interelasi Manajemen Strategis Vs Manajemen Operasional Srategy Revision Program Revision Budget Revision Process Improvement Lingkup Manajemen Strategis Vs Manajemen Operasional Lingkup Manajemen Strategis Lingkup Manajemen Operasional

51 o Shared Service ( Legal & Agreement, Logistic, Finance, HR ) o Technostructure ( Planning and Business Development ) o Marketing and Product / Service Development o Project Management o Operational Activities - Card Management - Network Operation and Maintenance - Electronic Channels Management - Cellular Content Management - Operation and Customer Care Support ( Network Operation and Maintenance, Number Distribution, Voucher, billing and Activation ) o Customer Care and Delivery Channels FUNGSI FUNGSI UMUM PENGELOLAAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI CELLULAR

52 Customer Marketing & Offer Management Service Development & Management Resources Development & Management (Application, Computing and Network) Resources Development & Management (Application, Computing and Network) Supply Chain Development & Management Strategy & Commit Infrastructure Lifecycle Management Product Lifecycle Management Strategy, Infrastructure & Product Operations Customer Relationship Management Service Management & Operation Resources Management & Operation (Application, Computing and Network) Resources Management & Operation (Application, Computing and Network) Supply/Partner Relationship Management Operation Support & Readiness FulfillmentAssuranceBilling Strategic & Enterprise Planning Enterprise Risk Management Enterprise Effective-ness Management Knowledge & Re-search Management Financial & Asset Management Stockholder & External Relationship Management Human Resources Management Enterprise management Lingkup Manajemen Strategis Vs Manajemen Operasional (Standar Proses e-Tom level 1) Lingkup Manajemen Operasional Lingkup Manajemen Strategis Proses Manajemen Jaringan

53 LEVEL 0 LEVEL 1 LEVEL 2 A. Strategy, Infrastructure and Product ( 1. Marketing & Offer Management ( 1. Market Strategy & Policy (M&OM - SC) 2. Product & Offer Portfolio Planning (M&OM - SC) 3. Product & Offer Capability Delivery ( M&OM –ILM 4. Marketing Capability Delivery (M&OM – ILM) 5. Product & Offer Development & Retirement (M&OM - PLM) 6. Sales Development (M&OM - PLM) 7. Product Marketing Communications & Promotion (M&OM - PLM) 2. Service Development & Management 1. Service Strategy & Planning (SD&M - SC) 2. Service Capability Delivery (SD&M - ILM) 3. Service Development & Retirement (SD&M - PLM) 3. Resources Development & Management 1. Resource Strategy & Planning (RD&M – SC) 2. Resource Capability Delivery (RD&M – ILM) 3. Resource Development & Retirement (RD&M - PLM) 4. Supply Chain Development & Management 1. Supply Chain Strategy & Planning (SCD&M-SC) 2. Supply Chain Capability Delivery (SCD&M -ILM) 3. Supply Chain Development & Change Management (SCD&M - PLM) 4. S/P Interface Management (S/PRM - FAB) Dekomposisi Proses Operasional Pengelolaan Usaha Jasa Telekomunikasi (e-Tom level 1 - 3)

54 LEVEL 0 LEVEL 1 LEVEL 2 B. Operations 1. Customer Relationship Management 1. CRM Support and Readiness (CRM-OSR) 2. Customer Interface Management (CRM- FAB) 3. Marketing Fulfillment Response (CRM-F) Selling (CRM-F) 4. Order Handling (CRM-F) 5. Problem Handing (CRM-A) 6. Customer QoS/SLA Management (CRM-A) 7. Billing & Collection Management (CRM-B) 8. Retention & Loyalty (CRM-FAB) 2. Service Management & Operation 1. SM&O Support and Readiness (SM&O- OSR) 2. Service Configuration & Activation (SM&O - F) 3. Service Problem Management (SM&O - A) 4. Service Quality Management (SM&O - A) 5. Service & Specific Instance Rating (SM&O - B) 3. Resources Management & Operation 1. RM&O Support & Readiness (RM&O – OSR) 2. Resource Provisioning (RM&O - F) 3. Resource Trouble Management (RM&O – A) 4. Resource Performance Management ( RM&O - A) 5. Resource Data Collection & Processing ( RM&O - AB) Dekomposisi Proses Operasional Pengelolaan Usaha Jasa Telekomunikasi (e-Tom level 1 - 3)

55 LEVEL 0 LEVEL 1 LEVEL 2 B. Operations ( Sambungan ) 4. Supply/Partner Relationship Management 1. S/PRM Support & Readiness (S/PRM – OSR) 2. S/P Requisition Management (S/PRM - F) 3. S/P Problem Reporting & Management ( S/PRM - A) 4. S/P Performance Management (S/PRM - A) 5. S/P Settlements & Billing Management ( SIPRM - B) lllllll 6. S/P Interface Management (S/PRM - FAB) Dekomposisi Proses Operasional Pengelolaan Usaha Jasa Telekomunikasi (e-Tom level 1 - 3)

56 Fungsi Fungsi Pengelolaan Bisnis Jasa Telekomunikasi dan Key Performance Indicator (KPI) nya ( Telco Generik ) Fungsi ManajemenKey Performance Indivator (KPI) Fungsi ManajemenKey Performance Indicator (KPI) 1. Manajemen Pelayanan ( Customer Care Mgt) - Kepuasan Pelanggan - Sales 10. Manajemen Interkoneksi (Interconnection Mgt) - Interconnectin Revenue 2. Manajemen Pemasaran ( Service Marketing Mgt ) - Market Growth11. Manajemen Asset ( Asset Mgt ) - Asset Utilization 3. Manajemen Produk ( Product Mgt ) - Product Life Cycle (PLC)13. Manajemen Network Planning (Net.Plan.Mgt) - Effectifity Planning 4. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Fault Mgt - Availability Network - SMS Delivery 14. Manajemen Tarif & Char- ging (Tariff &Charg.Mgt) - Margin 5. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Prov.Mgt - Time to Install15. Manajemen Billing & Pem- bayaran ( Bill.& Pay.Mgt) - Accuracy - Billing Collected 6. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Cap.Mgt - Cap.Growth (-Development ) 16. Manajemen Pencurian ( Fraud Mgt) - Fraud.Rev.Recovery - Jumlah Kasus 7. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt )–Traffic Mgt - Success Full Call Ratio (SCR)17. Manajemen Jaminan Pendapatan( Rev.Ass.Mgt ) - Leakage.Rev.Recovery 8. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Cont.Mgt - Outage Hour ( Availability Net) 18. Manajemen Risiko ( Risk Mgt ) - Minimize Resiko 9. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Perf.Mgt - Performance Growth19. Manajemen Proses ( Process Mgt ) - Effektifitas Management

57 MAP PROSES PENGELOLAAN BISNIS JASA TELEKOMUNIKASI

58

59

60 KULIAH KE 3 Thema KONFIGURASI JARINGAN TELEKOMUNIKASI, FUNGSI, PROSES BISNIS STANDARD, MAP PROSES, DAN KPI MANAJEMEN JARINGAN

61 KONFIGURASI JARINGAN TELEKOMUNIKASI

62 DEFINISI SISTEM T Telekomunikasi adalah setiap pemancaran dan atau penerimaan informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dan bunyi melalui sistem kawat,optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya.

63 DEFINISI SISTEM MENURUT KONSEP TEKNIS TERMINAL – T SWITCHING – S TRANSMISI - TR T S TR S T

64 SISTEM TELEKOMUNIKASI NASIONAL REGULATOR OPERATOR VENDOR DIKLAT, PT, UNIVERSITAS MANUFACTURE

65 SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI GBR. 1 SISTEM JARINGAN 1.AKSES PELANGGAN 2.SIMPUL / SENTRAL SWITCHING 3.AKSES OPERATOR 4.BACK BONE / TRANSMISI

66 FUNGSI JARINGAN BACK BONE AKSES

67 BACK BONE TERRESTRIAL: HF VHF GEL. MIKRO FIBER OPTIK COAXIAL/SKKL SATELIT: GEO MEO LEO

68 HF & VHF SISTEM KOMUNIKASI HF SISTEM KOMUNIKASI VHF

69 GEL. MIKRO SIS. KOM GELOMBANG MIKRO

70 JARINGAN FIBER OPTIK ADD CROSS CONNECT

71 JARINGAN AKSES KABEL (WIRE) RADIO (WIRELESS)

72 TEKNIK AKSES DEDICATED : LEAST LINE MULTIPLE / SWITCHING : NOMOR RADIO : FDMA, TDMA, CDMA IP

73 FUNGSI SISTEM INFORMASI MUATAN CARRIER TRANSPORT JARINGAN L INTASAN

74 CARRIER ANALOG : CONT. WAVE AM, FM, PM DIGITAL : CONT. WAVE FSK, ASK, PSK PULSA PAM, PPM, PWM, PCM

75 NILAI SISTEM KAPASITAS KUALITAS KEHANDALAN

76 KAPASITAS BANDWIDTH BITRATE CHANNEL TIMESLOT THROUGHPUT

77 BANDWIDTH PADA JARINGAN : » MEDIA TRANSMISI » TRANSPONDER » ANTENNA » AMPLIFIER » FILTER PADA INFORMASI : » VOICE » DATA » GAMBAR/IMAGE

78 BITRATE PADA JARINGAN : » PDH/SDH » SENTRAL/SWITCHING » MEDIA TRANSMISI PADA INFORMASI : » SUARA » DATA » GAMBAR

79 CHANNEL FDM/FDMA Rx/Tx ANTENNA MEDIA TRANSMISI

80 FDM/FDMA FORMAT FDM : 1 CHANNEL 4 KHZ 12 CHANNEL 1 GROUP 5 GROUP 1 SUPPER GROUP 5 SUPPER GROUP 1 MASTER GROUP 3 MASTER GROUP 1 SUPPER MASTER GROUP

81 Rx/Tx DAN ANTENNA CH 1Rx1Tx1 CH 2Rx2Tx2Ch n CHATxARxA CHBTxBRxB Z Z Tx/Rx I TDD

82 MEDIA TRANSMISI MACAM2 MEDIA TRANSMISI 2 K // COAXIAL WAVE GUIDE STRIP / MICRO STRIP LINE

83 TIMESLOT TDM/TDMA PCM

84 PCM 30 :30/1/1 PCM 25 :24/1

85 TDM/TDMA SBn SB3 SB2 SB1

86 THROUGHT PUT n1n2

87 KUALITAS C/NS/N BER GoS QoSSLASLG

88 C/N dan S/N RFAF C/N [dB] S/N [dB]

89 BER SUARA DATA GAMBAR X X X Z

90 GOS dan QoS Dari sisi operator :Jml saluran (harapan)Jml sirkit Teoritis Dari sisi Pelanggan :Kehandalan (kenyataan)Loss Delay SLA SLG

91 Telecommunication Infrastructure ( Network )

92  BTS: Base Transceiver Station; the network entity which communicates with the mobile station  BSC: Base Station Controller; the network entity controlling a number of BTS  MSC: Mobile Switching Centre; the switching centre of a mobile phone network, the MSC has interfaces to the BSCs, HLR, VLR and other MSCs  GMSC: Gateway Mobile Services Switching Centre; the gateway between two networks  EIR: Equipment Identity Register; a database that contains a list of all valid mobile stations within a network based on their IMEI  AUC: Authentication Centre; the element within a GSM network which generates the parameters for subscriber authentication  HLR: Home Location Register; the data base within a GSM network which stores all the subscriber data – important element in the roaming process  VLR: Visitor Location Register PSTN ( Public Switch Telephone Network ) Access Network Core Network Cellular Infrastructure ( Network ) Domestic & International OTHER MOBILE TELECO NETWORK

93 Esia mobile Network & Cust. Telkomsel Net & Cust Interconnection Map Interconnection Between Telco Network Make Wider the Business Coverage ………… Exellkomindo Netw & Cust. Ratelindo / FW Netw & Cust. Other Mobil Or Telco Netw & Cust. Frend Mobile Netw & Cust. Indosat Mobile Netw & Cust. Indosat Domestic Netw & Cust. Telkom Domestic Netw & Cust. Indosat International Gate Way Telkom International Gate Way Other International Gate Way

94 TUJUAN MANAJEMEN JARINGAN

95 Formulasi Tujuan Strategis Program Strategis Pembuatan Budgeting Operasi dan Pengawasan Analisa, Performansi dan Diagnosa Proses Manajemen Strategis ( Perencanaan Strategis) Proses Manajemen Operasional Interelasi Manajemen Strategis Vs Manajemen Operasional Srategy Revision Program Revision Budget Revision Process Improvement Lingkup Manajemen Strategis Vs Manajemen Operasional Lingkup Manajemen Strategis Lingkup Manajemen Operasional

96 Mendukung Pengelolaan Bisnis dalam pencapaian Nilai Nilai Bisnis : Mendukung pencapaian Nilai CVA Customer Value Added (Kepuasan Pelanggan ) dan Nilai EVA Economic Value Added ( Profit Perusahaan ) melalui perbaikan dan peningkatan Fungsi Fungsi Manajemen Jaringan. Fungsi fungsi lain yang juga merupakan bagian dan terkait erat dengan fungsi fungsi diatas antara lain adalah fungsi fungsi ; Traffic Management, Fraud Management, Revenue Assurance Management. Perbaikan Fungsi Fungsi Manajemen Jaringan Telekomunikasi akan berdampak pada peningkatan performansi Pelayanan Pelanggan (CVA) yaitu pada aspek :  Time To Install  Time To Repair  Availability  Quality of Product ( Capacity, Bit Rate, S/N) TUJUAN MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

97 Perbaikan Fungsi Fungsi Manajemen Jaringan Telekomunikasi akan berdampak pada peningkatan performansi Keuangan Perusahaan (EVA) yaitu pada aspek :  Sales  Marketing  Productivity  Leakage and Fraud Minimize  Revenue / Profit TUJUAN MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

98 FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI Fungsi Fungsi Manajemen Jaringan Telekomunikasi sesuai Rec. ITU – T Rec.3010, adalah terdiri dari :  Performance Management  Configuration Management  Fault Management  Accounting Management  Security Management FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

99 FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN

100 PERFORMANCE MANAGEMENT Performance Management Definition o Performance Management meliputi seluruh kegiatan pengelolaan Trafik dan Jaminan Kualitas Jaringan. o Performance Management ditujukan untuk maksimalisasi kapabilitas pena - nganan trafik dengan melaksanakan analisis abnormalitas beban trafik dan atau iregulitas elemen jaringan, memanfaatkan Operating System (OS) da - lam memperoleh data kunci yang diperlukan. Performance Management Strategy o Performance Management harus dapat menjamin pemanfaatan jaringan secara optimal o Dalam hal terjadi lonjakan peningkatan trafik dari Pelanggan dan atau ka – rena kerusakan jaringan, maka Performance Management harus manjamin bahwa trafik yang masuk dapat diteruskan sampai tujuan. o Performance Management harus dapat memberi dukungan “ deteksi dini “ kepada semua fungsi manajemen jaringan terkait dalam hal terjadinya gang- guan pada jaringan. FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

101 Centralize Performance Management o Penerapan Centralize Performance Management menuntut sejumlah persya- ratan yang harus dipenuhi oleh elemen jaringan dan atau pusat manajemen jaringan. o Investasi Centralize Performance Management secara sekilas terlihat mahal namun akan menjadi murah apabila dilihat potensi keuntungan keuntungan yang akan didapat antara lain : -Keunggulan Kompetisi -Performansi Jaringan diketahui secara menyeluruh sehingga reaksi anomali jaringan lebih tepat. -Kecepatan dan ketepatan informasi yang mendukung akurasi keputusan -Pelayanan yang lebih baik FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI PERFORMANCE MANAGEMENT (Sambungan )

102 Fungsi Fungsi atau Proses Proses dalam Configuration Management o Proses Capacity Management, yaitu proses yang berkaitan dengan net- work Inventory,mengawasi capacity stock minimum existing network,dan memberikan masukan ke Network Planning. o Network Topology Service, yaitu proses yang berkaitan dengan peneta – pan konfigurasi dan routing jaringan. o Network Provisioning, yaitu proses instalasi perangkat dan fasilitas / trans misi baru, penyediaan service baru, instalasi service baru, penyiapan dan tracking order dan updating database setelah instalasi ( data base manage- ment ) Configuration Management Strategy o Menghindari tindakan penolakan Customer Order yang disebabkan tidak tersediannya sarana ( Capacity Management ) o Mengusahakan Konfigurasi dan Routing Jaringan yang EFFISIEN o Proses Manajemen yang terpusat ( electronic mail, centarlize data base, dan implementasi pengendalian proses order control yang effektif ) FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI CONFIGURATION MANAGEMENT

103 Prinsip Dasar Configuration Management o Kebenaraan dan Kelengkapan Informasi Order o Kecepatan dan Ketepatan Order o Order Control, setiap Order harus dimonitor aksesbilitasnya o Order Tracking, setiap order harus diidentifikasi dan dilacak kelancaran prosesnya. o Centralized Order, Control dan Tracking Centralized Configuration Management Implementasi Centralized Configuration Management akan mendukung tercipta – nya fungsi Configuration Management yang EFFEKTIF dan EFFISIEN antara lain karena : o Effisiensi SDM o Memudahkan pengontrolan dan tracking o Kecepatan Proses o Kejelasan Tanggung Jawab o Kepuasan pelanggan FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI CONFIGURATION MANAGEMENT ( Sambungan )

104 Fault Management Definition Fault Management merupakan seluruh kegiatan pengelolaan jaringan yang dibu- tuhkan untuk memelihara seluruh Network Element dalam batas batas yang telah ditentukan, dengan tujuan menjaga Performansi Network Element sehingga dapat memberikan service sesuai atau melebihi harapan Pelanggan. Maintenance Strategy Dalam menyusun strategi pemeliharaan harus dipertimbangkan hal hal sbb : ( ITU-T Recommendation M 3010 ) o Evolusi Network Element, mulai dari seluruhnya analog, campuran analog dan digitalsampai all digital,serta evolusi servce yang bisa diberikan oleh network a.l. CSS No.7, ISDN, IN, dll,dan kemampuan alat maintenance ( termasuk operating system) yang akan lebih maju ( misalnya kemampuan memonitor performansi ja ringan ) o Penerapan “ Overall Maintenance Philosophy “ yakni konsep ; Entity Main- tenance, Falures Classification dan Network Supervision. FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI FAULT MANAGEMENT

105 Maintenance Strategy ( sambungan ) o Harus dapat mendukung kegiatan maintenance lainnya yang berkaitan dengan administrasi operasi pemeliharaan seperti database, spare part, statistik gangguan dan lain lain. o Harus mempunyai tujuan uama untuk meminimalkan timbulnya ataupun pengaruh gangguan ( pro active maintenance ). Dalam hal terjadi gangguan harus dapat di- lakukan hal hal sebagai berikut : - Menugaskan teknisi / expert yang btepat untuk perbaikan - Menetapkan lokasi gangguan secara tepat - Menetapkan perangkat / Tool yang tepat - Informasi yang tepat - Waktu dan tindakan yang tepat Prinsip Prinsip Dasar Pemeliharaan Jaringan Untuk dapat menerapkan strategi umum diatas, bisa digunakan beberapa prinsip dasar Pemeliharaan Jaringan sebagai berikut : FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI FAULT MANAGEMENT ( Sambungan )

106 Prinsip Prinsip Dasar Pemeliharaan Jaringan ( sambungan ) o Preventive Maintenance Pemeliharaan jaringan yang dilaksanakan secara berkala, atau menurut kriteria yang telah ditetapkan, dengan tujuan mengurangi kemungkinan gangguan dan atau mencegah elemen dari degradasi fungsi. o Corrective Maintenance Pemeliharaan yang dilaksanakan setelah diketahui adanya gangguan dengan tujuan untuk memperbaiki sehingga dapat berfungsi seperti sediakala. o Controlled Maintenance Filosofi dasar pada bisa diterapkan pada network elemen analog, campuran analog – digital mapun digital penuh. Akan tetapi Controlled Maintenance akan lebih cocok diterapkan pada Network Digital, untuk perangkat Analog dibutuh kan tambahan External Maintenance Tool. FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI FAULT MANAGEMENT ( Sambungan )

107 Centralized Maintenance o Penggunaan Centralized Maintenance memberikan keuntungan keuntungan : - Organisasi Operasi, Maintenance dan Administrasi menjadi lebih Flexible - Pemanfaatan tenaga ahli menjadi lebih effisien - Meningkatkan efektifitas pemeliharaan - Penggunaan Data / Database lebih effektif - Mengurangi biaya pemeliharaan - Meningkatkan availabilitas Network Element - Meningkatkan Quality Of Service - Kondisi Network dapat diketahui secara menyeluruh sehingga mendukung tingkat akurasi pengambilan keputusan FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI FAULT MANAGEMENT ( Sambungan )

108 Accounting Management Definition Accounting Management adalah kumpulan kegiatan yang antara lain terdiri dari ; mengumpulkan, menginteprestasikan serta melaporkan data biaya dan pendapatan dari pengoperasian jaringan telekomunikasi. Fungsi Acounting Management Dalam rangka pencataan penggunaan jaringan oleh Pelanggan, suatu jaringan teleko munikasi umumnya dilengkapi oleh perangkat pencatat yang ditempatkan pada sub- sistem tertentu, pada jaringan telekomunikasi POTS ( Plain Ordinary Telephone Ser - vices ) atau telephone biasa pencatatan dilakukan pada Subsistem Switching yang umumnya dikenal sebagai fungsi CDC atau Call Data Record.Ouput Jaringan Teleko munikasi yang berupa CDC oleh Accounting Management pada fungsi Network Ma - nagement di Validasi, di Interpretasi, dan diberikan kepada fungsi Billing untuk dikeluar kan nya tagihan kepada Pelanggan.Mengingat banyaknya jenis produk dan serices yang digunakan Pelanggan fungsi ini menjadi “ semakin sulit “ sehingga pengelolaannya harus terus ditingKatkan. FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI ACCOUNTING MANAGEMENT

109 Security Management Definition Security Management adalah suatu kumpulan kegiatan untuk melindungi jaringan dan seluruh komponen didalamnya dari aspek yang merugikan Operator atau Pelang- gan antara lain ; akses keaplikasi, transfer informasi dalam jaringan, ketersediaan dan kesiapan Back Up atau Cadangan. Security umumnya berbanding lurus dengan biaya, semakin aman suatu jaringan ma ka akan semakin mahal dan produk jasa semakin tidak kompetitif, Fungsi Security Management harus sedemikain rupa sehingga jaringan cukup aman de Biaya yang seminimla mungkin. FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI SECURITY MANAGEMENT

110 PROSES BISNIS STANDARD MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

111 Fungsi Fungsi Manajemen Jaringan sesuai Rec. ITU-T 3010 akan terlaksana dengan baik ( optimal ) dan menghasilkan performansi jaringan yang maksimal bila dilaksana- kan dengan Proses Proses Bisnis yang Lengkap dan Standard sesuai hasil Kesepaka tan Forum Telekomunikasi Internasional E – Tom. PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

112 Customer Marketing & Offer Management Service Development & Management Resources Development & Management (Application, Computing and Network) Resources Development & Management (Application, Computing and Network) Supply Chain Development & Management Strategy & Commit Infrastructure Lifecycle Management Product Lifecycle Management Strategy, Infrastructure & Product (SIP) Operations (OPS) Customer Relationship Management Service Management & Operation (SMO) Resources Management & Operation (RMO) (Application, Computing and Network) Resources Management & Operation (RMO) (Application, Computing and Network) Supply/Partner Relationship Management Operation Support & Readiness FulfillmentAssuranceBilling Strategic & Enterprise Planning Enterprise Risk Management Enterprise Effective-ness Management Knowledge & Re-search Management Financial & Asset Management Stockholder & External Relationship Management Human Resources Management Enterprise management (EM) Proses Bisnis Network Manajemen PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

113 eTOM Business Process Framework Service & Resources / Product Network Management Service Management & Operation ( SMO) Resource Management & Operation (RMO) Resource Management & Operation (RMO) PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

114 Service Management & Operation (SM&O) DESCRIPTION ( Fault Management ) ( Performance Management ) ( Data Collection & Processing Management ) SM&O Support & Readiness SM&O Support & Readiness Service Configuration & Activation Service Problem Management Service Problem Management Service Quality Management Service Quality Management Service & Specific Instant Rating Service & Specific Instant Rating ( Resources Classes Management ) ( Configuration Management ) PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

115 Resource Management & Operation (RMO) DESCRIPTION ( Resources Classes Management ) ( Configuration Management ) ( Fault Management ) ( Performance Management ) (Data Collection & Processing Management ) RMO Support & Readiness RMO Support & Readiness Resource Provisioning Resource Provisioning Resource Trouble Management Resource Trouble Management Resource Performance Management Resource Data Collection & Processing PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

116 Berdasarkan standarisasi Forum Telekomunikasi Internasional E-Tom ( Enhance Telecommunication Operation Map ), Proses Bisnis Manajemen Jaringan sbb : Proses Level 0 : Manajemen Jaringan Proses Level 1 : 1. Service Management & Operation s (SMO) 2..Resource Management & Operations (RMO) Proses Level 2 : 1.1. SMO Support & Readiness 1.2. SMO Service Configuration & Activation 1.3. SMO Service Probem Handling 1.4. SMO Service Quality Management 1.5. SMO Service & Spesific Instance Rating 2.1. RMO Support & Readiness 2.2. RMO Resource Provisioning 2.3. RMO Resource Trouble Management 2.4. RMO Resource Performance Management 2.5. RMO Resource Data Collection & Processing PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

117 Proses Level 3 : 1. Service Management & Operation s (SMO) 1.1. SMO Support & Readiness Manage Service Inventory Enable Service Configuration & Activation Support Service Problem Management Enable Service Quality Management Support Service and Specific 1.2. SMO Service Configuration & Activation ( Configuration –Activation Management ) Design Solution Allocate Spesific Resources to Service Track & Manage Work Order Implement & Configure Service Test Service End to End Activate Service. PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

118 Proses Level 3 : 1. Service Management & Operation s (SMO) 1.3. SMO Service Probem Management ( Fault Management ) Evaluate & Quality Problem Diagnose Problem Plan & Assign Resolution Track & Manage Resolution Close & Report 1.4. SMO Service Quality Management Monitor Service Quality Analyze Service Quality Improve Service Identify & Report Service Constraint s PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

119 Proses Level 3 : 1. Service Management & Operation s (SMO) 1.5. Service & Specific Instance Rating Mediate Usage Records Rate Usage Records Analyze Usage Records PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

120 Proses Level 3 : 2. Resources Management & Operation (RMO) 2.1. RMO Support & Readiness Enable Resources Provisioning Enable Resources Performance Management Support Resource Trouble Management Enable Resource Data Collection and Processing Manage Resource Inventory Manage Workforce Manage Logistics 2.2. Resource Provisioning Allocate & Delver Resource Configure & Activate Resource Test Resource Collect, Update & Report Resource Configuration Data PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

121 Proses Level 3 : 2. Resource Management & Operation s (SMO) 2.3. Resource Trouble Management Survey& Analyze Resource Trouble Localize Resource Trouble Correct & Recover Resource Trouble Track & Manage Resource Trouble Report Resource Trouble Close Resource Trouble 2.4. Resource Performance Management Monitor Resource Performance Analyze Resource Performance Control Resources Performance Report Resource Performance PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

122 Proses Level 3 : 2. Resource Management & Operation s (RMO) 2.5. Resource Data Collection & Processing Collect Resource Data Process Resource Data Report Resource Data Audit Resource Usage Data PROSES BISNIS ( E - TOM ) PADA MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

123 MAP PROSES BISNIS MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

124 MAP PROSES BISNIS JASA JARINGAN TELEKOMUNIKASI (Contoh)

125

126

127

128 PERSIAPAN PENYUSUNAN PROSES BISNIS / MAP PROSES Identifikasi/penentuan visi, misi & strategi pengelolaan jaringan telekomunikasi ( Network Management ) Identifikasi / penentuan proses utama dan pendukung untuk pencapaian visi, misi Network Management Penentuan Interrelasi Proses Proses Utama Manajemen Jaringan Penentuan Key Indicator Keberhasilan (KPI) setiap Proses Utama yang diturunkan dari Visi/Misi Divisi, sebagai parameter pengendalian ( Manajemen Proses ) Perincian Proses Utama sampai dengan Proses terkecil (Sub, sub-sub proses) yang dikerjakan oleh unit kerja terkecil PEMBUATAN PROSES BISNIS / MAP PROSES

129 MERANCANG / MEMETAKAN PROSES BISNIS (WORK FLOW) Penetapan simbol-simbol proses untuk pembuatan proses pengelolaan bisnis yang detail (work flow) dengan menggunakan software aplikasi “visio” dengan stencil “TQM” Membuat work flow yang lengkap dari level Top Management (Level 0) s/d level pelaksana (Level 3/4), sehingga dapat menjadi alat utama dalam kegiatan manajemen proses Untuk itu work flow harus mencakup aspek-aspek sbb: –Input/output proses harus jelas informasinya (dari mana/ke mana dan jenis informasinya) –Closed loop –Dirinci s/d proses terkecil (tingkat pelaksana 1-2 orang) –Tiap proses terdapat ownernya (penanggung jawab) –Tiap proses ada ukuran keberhasilan, key indicator untuk proses besar dan metric untuk proses kecil –Untuk hubungan antar unit guna memperlancar proses perlu dilengkapi dengan “Interface Agreement” PEMBUATAN PROSES BISNIS / MAP PROSES

130 GAMBAR-GAMBAR PROSES BISNIS / MAP PROSES No. Proses Fungsi Pemilik Informasi Nomor urut proses/ kegiatan yang tercantum pada “Fungsi” Proses/kegiatan yg dilaksanakan atau dikendalikan oleh Pemilik Pemilik adalah unit kerja atau orang yg mengendalikan atau melaksanakan proses/ kegiatan Unit Lain Informasi Unit Lain Unit kerja/organisasi lain yang menerima keluaran dari atau memberikan masukan ke proses/ kegiatan utama, tanpa ikut memproses kegiatan tsb Informasi Proses Lain Proses Lain Proses/kegiatan lain atau yang dilakukan oleh unit kerja lain yang ikut terlibat dalam proses/ kegiatan utama Pendukung Sistem Fungsi Pendukung Sistem adalah suatu sistem atau alat yang mendukung pelaksanaan/ pengendalian proses/kegiatan utama System database Sistem atau alat yang dilengkapi dengan database yang mendukung pelaksanaan/ pengendalian proses/ kegiatan utama PEMBUATAN PROSES BISNIS / MAP PROSES

131 KPI Manajemen Jaringan Telekomunikasi Fungsi ManajemenKey Performance Indivator (KPI) Fungsi ManajemenKey Performance Indicator (KPI) 1. Manajemen Pelayanan ( Customer Care Mgt) - Kepuasan Pelanggan - Sales 10. Manajemen Interkoneksi (Interconnection Mgt) - Interconnectin Revenue 2. Manajemen Pemasaran ( Service Marketing Mgt ) - Market Growth11. Manajemen Asset ( Asset Mgt ) - Asset Utilization 3. Manajemen Produk ( Product Mgt ) - Product Life Cycle (PLC)13. Manajemen Network Planning (Net.Plan.Mgt) - Effectifity Planning 4. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Fault Mgt - Availability Network - SMS Delivery 14. Manajemen Tarif & Char- ging (Tariff &Charg.Mgt) - Margin 5. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Prov.Mgt - Time to Install15. Manajemen Billing & Pem- bayaran ( Bill.& Pay.Mgt) - Accuracy - Billing Collected 6. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Cap.Mgt - Cap.Growth (-Development )16. Manajemen Pencurian ( Fraud Mgt) - Fraud.Rev.Recovery - Jumlah Kasus 7. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Traffic Mgt - Success Full Call Ratio (SCR)17. Manajemen Jaminan Pendapatan( Rev.Ass.Mgt ) - Leakage.Rev.Recovery 8. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Cont.Mgt - Outage Hour ( Availability Net) 18. Manajemen Risiko ( Risk Mgt ) - Minimize Resiko 9. Manajemen Operasi Jar. (Net.Op. Mgt ) – Perf.Mgt - Performance Growth19. Manajemen Proses ( Process Mgt ) - Effektifitas Management KPI MANAJEMEN NETWORK

132 Strategic Allignment Matrix Pengelolaan Bisnis Jaringan Telekomunikasi

133 TUGAS PERTAMA PEMBUATAN PROSES BISNIS MANAJEMEN JARINGAN

134 Kelompok 1 ( Map Proses Performance Management ) Kelompok 2 ( Map Proses Configuration Management ) Pembagian Kelompok Tugas Pertama

135 Kelompok 3 ( Map Proses Fault Management ) Kelompok 4 ( Map Proses Security Management ) Pembagian Kelompok Tugas Pertama

136 o Identifikasi Fungsi / Proses Manajemen a) Internal Proses b) External Proses terkait o KPI tiap Fungsi / Proses Manajemen o Matrik Interelasi antar Fungsi Fungsi / Proses Proses Manajemen o Gambar / Map Proses Manajemen Rencana Pembuatan Tugas Program Dellivery Target Dellivery o Selesai dan di Presentasikan pada Kuliah ke 4 tanggal 4 April 2009

137 DISKUSI TUGAS PERTAMA PEMBUATAN PROSES BISNIS MANAJEMEN JARINGAN

138 PEMBUATAN MAP PROSES NETWORK / RESOURCE PERFORMANCE MANAGEMENT (KELOMPOK 1) Fungsi Fungsi / Proses Proses “ Internal “ Network Performance Management (KPI : Growth ASR, BER, Availability), adalah : 1. Monitor Resource Performance ( Performance Monitoring ) 2. Analyze Resource Performance ( Performance Analysis ) 3. Control Resources Performance ( Optimization ) 4. Report Resource Performance ( Report ) Monitor Resource Performance ( Performance Monitoring ) KPI : Response Time, Akurasi Validasi Memonitor informasi performansi jaringan baik secara real time maupun selama perioda waktu tertentu ( trend ), baik untuk performansi jaringan Normal maupun pada saat kondisi jaringan Tidak Normal ( meliwati batasan performansi yang telah ditetapkan ). Performansi jaringan yang dimonitor antara lain adalah performasi jaringan ( end to end ) antara lain ; ASR, BER, dan Availability. A.PROSES INTERNAL NETWORK / RESOURCE PERFORMANCE MANAGEMENT KPI : Growth of Quality ( ASR, BER, Availability )

139 PEMBUATAN MAP PROSES NETWORK PERFORMANCE MANAGEMENT (KELOMPOK 1) (sambungan) Analyze Resource Performance ( Performance Analysis ) KPI : Akurasi Analisa Melakukan Analisa dan Evaluasi atas informasi performansi yang diterima dan mela- porkan hasilnya kepada fungsi fungsi lain, baik analisa Informasi sesaat ( real time ) yang menyimpang maupun analisa informasi dalam suatu perioda tertentu ( untuk misi perbaikan performansi jangka menengah / panjang ) Analisa yang dilakukan antara lain adalah ; - Analisa Anomali performansi yang teridentifikasi oleh proses Performance Monitoring - Analisa Trend (kecondongan) Turunnya performansi sebelum performansi turun meliwati batas yang ditentukan atau Analisa Trend Naiknya performansi sebagai feedback usaha perbaikan ke fungsi fungs lain. Untuk menganalisa dapat menggunakan Konsep dan Tool analisa dalam Manajemen Kualitas antara lain Konsep analisa kualitas dalam konsep ; Sig Sigma, PDCA, Lean, dan Tool Kualitas antara lain ; QFD,Paretto , VSM.

140 PEMBUATAN MAP PROSES NETWORK PERFORMANCE MANAGEMENT (KELOMPOK 1) (sambungan) Control Resources Performance ( Optimization ) KPI : Akurasi / Impact Optimization Melakukan pengendalian atas performansi jaringan agar selalu dicapai performansi jaringan yang Optimal melalui “ Optimalisasi Proses “ ( Manajemen Proses ) Pada dasarnya Fungsi Performance Optimization bertanggung jawab atas terlaksana- nya fungsi Manajemen Proses dalam Pengelolaan Jaringan. Dari hasil Analisa Performansi Jaringan, Fungsi Performance Optimization akan melak sanakan : o Analisa Performansi ( efektifitas ) Proses Proses terkait o Memberikan Rekomendasi Perbaikan Proses o Mengukur Impact perbaikan Proses dan memfeedbackan ke Unit terkait Masukan untuk pengendalian Performansi Jaringan diterima dari fungsi Analyzis Performance sebagai bahan analisa performansi / effektifitas proses, selanjutnya hasilnya berupa Rekomendasi diberikan kepada Fungsi Fungsi Network Management lain untuk Perbaikan Proses

141 PEMBUATAN MAP PROSES NETWORK PERFORMANCE MANAGEMENT (KELOMPOK 1) (sambungan ) Report Resource Performance ( Report ) KPI : Akurasi,Timely Melakukan pembuatan Report (Laporan ) atas Performansi Jaringan dari hasil fungsi Analyze Resource Performance dan aspek aspek / fungsi fungsi pendukungnya yaitu ; o Monitor Resources Performance o Control Resources Performance dan Fungsi Fungsi External dari Proses Performance Management antara lain ; o Resources Trouble Management o Service Quality Management

142 PEMBUATAN MAP PROSES NETWORK PERFORMANCE MANAGEMENT (KELOMPOK 1) Fungsi Fungsi / Proses Proses “ External “ yang terkait dengan aktifitas “ Network / Resource Performance Management 1. Resource Trouble Management ( di Resources Management & Operation / RMO) 2. Service Quality Management ( di Service Management & Operation / SMO) B. PROSES EXTERNAL (TERKAIT ) NETWORK / RESOURCE PERFORMANCE MANAGEMENT

143 PEMBUATAN MAP PROSES NETWORK PERFORMANCE MANAGEMENT (KELOMPOK 1) (sambungan ) Matrik Interelasi Proses Network Performance Management Perf Monitoring (Resp. Time, Akurasi Val.) Performance Analysis (Akurasi Analisa) Optimization (Effektifitas Optimasi ) Report Resource Performance (Akurasi, Timely) Reource Trouble Management (RMO) Service Quality Management (SMO) Performance Monitoring (Resp. Time, Akurasi Validasi) - Performansi Riel Time - Performansi per – peroda waktu - Performansi Riel Time - Performansi per perioda waktu - Performansi Riel Time - Performansi per – perioda waktu - Performansi Riel Time - Performansi per perioda waktu - Performansi Riel Time - Performansi per perioda waktu Performance Analysis (Akurasi Analisa) - Hasil Analisa Anomali - Hasil Analisa Trend - Hasil Analisa Anomali - Hasil Analisa Trend - Hasil Analisa Anomali - Hasil Analisa Trend - Hasil Analisa Anomali - Hasil Analisa Trend - Hasil Analisa Anomali - Hasil Analisa Trend Optimization (Effektifitas Optimasi ) - Rekomendasi Perbaikan - Impact Perbaikan - Rekomendasi Perbaikan - Impact Perbaikan - Rekomendasi Perbaikan - Impact Perbaikan - Rekomendasi Perbaikan - Impact Perbaikan - Rekomendasi Perbaikan - Impact perbaikan Report Resource Performance (Akurasi,Timely) - Emergency Report - Periodic Report - Emergency Report - Periodic Report - Emergency Report - Periodic Report - Emergency Report - Periodic Report - Emergency Report - Periodic Report Reource Trouble Management (RMO) - Info. Closing Problem - Trouble Mgt Report - Info. Closing Problem - Trouble Mgt Report - Info. Closing Problem - Trouble Mgt Report - Info. Closing Problem - Trouble Mgt Report - Info. Closing Problem - Trouble Mgt Report Service Quality Management (SMO) - Info Closing Problem - Service Quality Mgt Report - Info Closing Problem - Service Quality Mgt Report - Info Closing Problem - Service Quality Mgt Report - Info Closing Problem - Service Quality Mgt Report - Info Closing Problem - Service Quality Mgt Report Ke Dari

144 PEMBUATAN MAP PROSES NETWORK PERFORMANCE MANAGEMENT (KELOMPOK 1) (sambungan ) Map Proses Network / Resource Performance Management KPI : Growth of Quality ( ASR, BER, Availability ) Dari

145 KULIAH HARI KE 4 Thema DISKUSI / PRESENTASI TUGAS PERTAMA

146 KULIAH HARI KE 5 Thema TELECOMMUNICATION MANAGEMENT NETWORK (TMN)

147 DEFINISI TELECOMMUNICATION MANAGEMENT NETWORK (TMN) ANSA WISE DEFINITION : The ITU’s Telecommunication Management Arshitecture is the standard for solving The problems occuring within telecommunication arena. Pricipally, theses mana – gement problem are caused by having non-homogeneous management systems for the different components making up the telecommunications framework, namely Mobile Radio Network,Data Network,Telephone Networks,and Content Networks. These are normally distributed, and so their management also raises problem that are commonly encountered in distributed systems. The solution provided by the TMN standard architecture is homogeneous management for these heterogeneous network. INTERNATIONAL ENGINEERING CONSORTIUM DEFINITION : The Telecommunication Management Network (TMN) provides a framework for achieving interconnectivity and coomunication across heterogeneous Operating System (OS) and Telecommunications Networks. TMN was developed by the Inter - National Telecommunication Union (ITU) as Infrastructure to Support Management And Deployement of Dynamic Telecommunication Services.

148 TMN FRAMEWORK ( STANDARISASI ITU-T ) MOBILE TELEPHONE DATA TMN Interface Layer (Transactional to Management Layer)

149 Telecommunications Network Data Communication Network OS TMN TMN FRAMEWORK ( STANDARISASI ITU-T )

150 Adanya TMN sebagai bagian dari jaringan telekomunikasi akan meningkatkan jaringan menjadi lebih ; flexible, scalable (kemampuannya lebih besar ), reliable ( andal ), mu- rah biaya operasi dan pemeliharaannya, dan mudah untuk ditingkatkan kemampuan- nya. Adanya sistem Network Management yang standard ( TMN )menjadikan jaringan lebih besar kemampuannya dan lebih efficient dalam melaksanakan aktifitas aktifitas pengendalian jaringan dan komunikasi antar jaringan. Aktifitas TMN dapat didistribusikan ( tidak selalu centerlize ) secukupnya dengan mem- pertimbangkan scalabilitas, optimum performance, dan effisiensi komunikasi. Prinsip TMN adalah menyatu dengan jaringan ( setiap penyimpangan jaringan akan di- deteksi dan segera diperbaiki ) berfungsi menerima informasi kesehatan jaringan dan mengirim perintah untuk pengendalian ( manajemen ) resources ( infrastruktur ). Jari – ngan Telekomunikasi yang disebut juga sebagai NE ( Network Elemen ) terdiri dari Switching System, Circuit ( Transmisi ), Terminal, Server untuk medelivery data dan kontent, dll, adanya TMN menjadikan Operations Support System (OSS) mempu ber- hubungan dengan Network Elemen (Nes). TMN FRAMEWORK ( STANDARISASI ITU-T )

151 os DCN MD NE ws QA TMN FUNCTIONAL MODEL

152 OS : performs operations system functions, including operations monitoring and controling telecommunications management functions : the OS can also provide some of the mediation, q-adaption, and WS functions. MD : performs mediation between local TMN interfaces and the OS informa- tion model ; mediation function may be needed to ensure that informa- tion, scope, and functionality are presentedin the exact way that OS expect. Mediation function can be implemented across hierarchies of cascaded MDs. QA : the QA enables the TMN to manage NEs that have non – TMN interface. the QA translates between TMN and non TMN interfaces. NE : in the scope of TMN, an NE contains manageable information that is mo nitored and controled by an OS. In order to be managed within the scope of TMN, an EN must have a standard TMN interface.If an NE does not have an standard interface, the NE can be still be managed via a Q adap- ter. TMN FUNCTIONAL MODEL

153 TMN STANDARD INTERFACE

154 TMN LOGICAL MODEL

155 KULIAH KE 6 Thema FUNGSI “ ENABLER “ DALAM MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

156 PERAN “ ENABLER “ DALAM IMPLEMENTASI FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI Secara umum semua pengelolaan aktifitas dengan skala besar dan kompleks mem- butuhkan alat dukung atau alat yang memperlancar seluruh proses pengelo- laan sedemikian rupa sehingga seluruh aktifitas (workforce dan manajemen) dapat berjalan “ effektif “ mendukung tercapainnya Nilia Nilai Usaha / Aktifitas. Dengan bertambahnya kompleksitas bisnis telekomunikasi, perkembangan tekno- logi ( mergernya teknologi ), meningkatnya persaingan bisnis, perubahan regulasi, dan semakin banyaknya Produk dan Service Telekomunikasi yang harus dikelola, be ban pengelolaan jaringan menjadi semakin besar dan kompleks. Perkembangan teknologi ( product dan service ) ternyata diikuti dengan perkem bangan teknologi IT khususnya Aplikasi, perkembangan teknologi aplikasi a.lk ; mesinnya semakin cepat, semakin besar kapasitas dukungnya, semakin baik dan semakin user friendly, sehingga pemanfaatan teknologi IT ( Aplikasi ) akan dapat berfungsi sebagai “ enabler “ Manajemen Jaringan Telekomunikasi. Dalam setiap pengelolaan aktifitas besar dan kompleks, daerah rawan umumnya pada daerah antara ( Interface ) baik antara Perusahaan dengan Pelanggan mau- pun antara Fungsi Fungsi didalam Perusahaan, untuk itu SLA dan IA akan sangat membantu Manajement Jaringan untuk lebih “ effektif “.

157 PERAN APLIKASI (IT ) SEBAGAI FUNGSI “ ENABLER “ DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN JARINGAN GAMBAR REKIN * MASTER PLAN IT “

158 CONTOH FUNGSI APLIKASI (IT) SEBAGAI “ ENABLER “ PROSES BISNIS DALAM PENGELOLAAN BISNIS EPC APLIKASI /IT

159 Workflow (Proses Bisnis level 4 ) - Business Process & Aplication Analysis ( Contoh )

160 PERAN SERVICE LEVEL AGEEMENT (SLA ) SEBAGAI “ ENABLER “ IMPLEMENTASI MANAJEMEN JARINGAN Sebagaimana halnya dengan hubungan bisnis, hubungan Perusahaan Jasa Teleko - munikasi dengan Pelangganya juga perlu dijamin oleh suatu “ Kesepakatan “ atau “ Kontrak “ agar masing masing pihak terlindungi akan Hak dan Kewajibannya. Disamping adanya Kontrak Bisnis tersebut,khusus untuk masalah pelayanann umum nya Perusahaan Telecommunikasi menjanjikan suatu standard kualitas produk dan pelayanan kepada Pelanggan yang ditulis dalam dokmen “ Service Level Agreement” atau SLA. Dalam SLA tertulis a.l. Produk dan Service yang akan diberikan kepada Pelanggan baik masalah kualitas maupun kuantitas, dan kompensasi bagi Pelanggan apabila jan ji Perusahaan tidak ditepati. Adanya SLA bagi Pelanggan merupakan jaminan kualitas Produk dan Pelayanan, bagi Perusahaan dapat merupakan acuan kedalam ( internal ) agar seluruh akifitas siner - gis mendukung tercapainya kualitas pelayanan yang telah diperjanjikan kepada Pelanggan, adanya SLA bagi perusahaan juga merupakan bagian dari sistem kendali seluruh aktifitas manajemen jaringan.

161 CONTOH SLA ANTARA PERUSAHAAN TELCO DENGAN PELANGGAN AMBIL DARI DOKUMEN IMAM SYNERJI

162 PERAN SERVICE INTERFACE AGEEMENT (IA) SEBAGAI “ ENABLER “ IMPLEMENTASI MANAJEMEN JARINGAN Masalah utama dalam pengendalian operasional aktifitas internal perusahaan adalah adanya “kebocoran “ dan “ tidak sinergysnya kerja “ antar fungsi fungsi internal. Proses Bisnis yang sudah jelas ternyata perlu diberdayakan lagi melalui adanya kontrak atau kesepakatan antar Fungsi Fungsi Internal Manejemen Jaringan. Kesepakatan antar Fungsi Fungsi internal yang terkait disebut juga sebagai Interface - Agreement atau IA, dimana dalam Agreement tersebut dijelaskan Hak dan Kewajiban masing masing Fungsi agar tiap fungsi dapat melaksanakan fungsinya dengan “optimal”. Masing masing Fungsi atau Proses mempunyai Kewajiban untuk memberikan suatu hasil kerjanya dengan jenis, kualitas dan kuantitas minimal ( tertentu ), dan waktu terbaik kepada Fungsi Fungsi yang lain, sebaliknya Fungsi tersebut mempunyai Hak untuk menerima hasil kerja fungsi lain sebagai Inputan bagi Prosesnya. Adanya IA dengan Proses Bisnis Ideal akan menghasilkan synergys aktifitas antara Fungsi yang “optimal “, yang akan menghasilkan performansi jaringan yang “ maksi - mal “.

163 CONTOH IA ANTARA FUNGSI FUNGSI INTERNAL PERUSAHAAN AMBIL DARI DOKUMEN IMAM SYNERJI

164 CONTOH SLA DAN IA SEBAGAI “ ENABLER “ DALAM PROSES BISNIS EPC APLIKASI /IT SLA IA

165 KULIAH KE 7 Thema OPPORTUNITY BISNIS DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

166 AMBIL DARI REVENUE ASSURACE

167 KULIAH KE 8 Thema PERAN MANAJEMEN KUALITAS DALAM MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

168 KULIAH KE 9 Thema TUGAS KE DUA

169 KONSEP / METODOLOGI MANAJEMEN KUALITAS DALAM MENDUKUNG FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN Masalah utama dalam pengendalian operasional aktifitas internal perusahaan adalah adanya “kebocoran “ dan “ tidak sinergysnya kerja “ antar fungsi fungsi internal. Proses Bisnis yang sudah jelas ternyata perlu diberdayakan lagi melalui adanya kontrak atau kesepakatan antar Fungsi Fungsi Internal Manejemen Jaringan. Kesepakatan antar Fungsi Fungsi internal yang terkait disebut juga sebagai Interface - Agreement atau IA, dimana dalam Agreement tersebut dijelaskan Hak dan Kewajiban masing masing Fungsi agar tiap fungsi dapat melaksanakan fungsinya dengan “optimal”. Masing masing Fungsi atau Proses mempunyai Kewajiban untuk memberikan suatu hasil kerjanya dengan jenis, kualitas dan kuantitas minimal ( tertentu ), dan waktu terbaik kepada Fungsi Fungsi yang lain, sebaliknya Fungsi tersebut mempunyai Hak untuk menerima hasil kerja fungsi lain sebagai Inputan bagi Prosesnya. Adanya IA dengan Proses Bisnis Ideal akan menghasilkan synergys aktifitas antara Fungsi yang “optimal “, yang akan menghasilkan performansi jaringan yang “ maksi - mal “.

170 KONSEP BALANCED SCORECARD

171 SISTIMATIKA The Strategic Planning and Performance Management Cycle Illustration Of BSC as a Performance Management Tool Balanced Scorecard’s Objectives and Advantages An Integrated Balanced Scorecard Framework The Balanced Scorecard ( BSC ) Perspectives Cause- Effect Relationships Map as a Tool for Increasing The Business Performance Relationship Between the Corporation’s Balanced Scorecards BSC as the “ Strategy Focused Control “  Balanced Scorecard Concept  Exelcomindo Balanced Scorecard Implementation  Telecommunication Operator Organization Structure

172 Long Term Plans 1- Year Business Planning Capital Allocation/ Budget Vision & Strategy Goals& Objectives Performance Management “How do we allocate our financial resources to succeed ?” “What do we need to do to reach the targets in the short term?” “How do we want to reach our targets in the long term?” “What do we want to achieve ?” “How do we want to compete in the market place?” “What do we want to achieve ?” “How do we want to compete in the market place?” Performance Management as a part of “ Strategic Planning Cycle “ Business Unit / Division Objectives Corporate Objectives Balanced Scorecard (BSC) “How do we measure success?” “Have we been successful?” “Are we on track / Do we need to take corrective actions?” “How do we measure success?” “Have we been successful?” “Are we on track / Do we need to take corrective actions?” Balanced Scorecard is an effective system and tool for Performance Management as “ a critical step “ in the “ strategic planning cycle “

173 Microwave Tower Climbing, ……..The Illustration of Performance Management Implementation Through Balance Scorecard (BSC) Concept Platform ……….for climbing readiness check and plan for better balance performance achievement ; checking the existing performance achievement Identify balance gap ( ballanced margin ) plan for the next balance performance target Performance Good Performance and Balance will bring us to the successful mission ( for short and long term mission ) Vision, Bussiness Objectives

174 The Balanced Scorecard measures the implementation of the strategy enabling the top management to identify shortfalls and trigger actions Balanced Scorecard’s Objectives and Advantages Balanced Scorecard Objectives and Advantages Balanced Scorecard Objectives and Advantages  Facilitates successful implementation of the strategy  Reports comprehensive set of key indicators developed in workshops by the future users  Enables the user to get a balanced view on the entities performance, to identify critical issues and to take corrective actions  Links strategies of entities with actions such as strategic initiatives  Links scorecard measures to information needs of different levels/entities within the company  Allows systematic and periodic strategic reviews of scorecard ensuring feedback and learning  Facilitates successful implementation of the strategy  Reports comprehensive set of key indicators developed in workshops by the future users  Enables the user to get a balanced view on the entities performance, to identify critical issues and to take corrective actions  Links strategies of entities with actions such as strategic initiatives  Links scorecard measures to information needs of different levels/entities within the company  Allows systematic and periodic strategic reviews of scorecard ensuring feedback and learning FOCUS ON KEY # OF MEASURES BALANCED BSCBSC CAUSE AND EFFECT RELATIONS CAUSE AND EFFECT RELATIONS BSC Key Word / Principle : Ballanced, KPI Measurement, Cause Effect Relations

175 VISION & MISSION TARGET GOALS STRATEGIC OBJECTIVES  METRICS  BUDGET  INITIATIVES AND ACTIONS  METRICS  BUDGET  INITIATIVES AND ACTIONS FINANCIAL “How to maximize Return on Investment and Economic value- added?” FINANCIAL “How to maximize Return on Investment and Economic value- added?” CUSTOMER “How to increase Customer satisfaction through superior execution?” CUSTOMER “How to increase Customer satisfaction through superior execution?” INTERNAL PROCESS “How to organize internal processes to leverage efficiency and efficacy?” INTERNAL PROCESS “How to organize internal processes to leverage efficiency and efficacy?” LEARNING AND GROWTH “How to develop tangible and intangible assets?” LEARNING AND GROWTH “How to develop tangible and intangible assets?” An Integrated Balanced Scorecard Framework Closed-loop Continuous Monitoring and Improvement Balanced Scorecard has a set of pragmatic and comprehensive measurements for transforming strategy into actions with closed-loop continuous monitoring and improvement… Four Strategic Planning Aspect To be Improved Continuesly Related to the BSC Four Aspect Achievement and Viseversa

176 The Balanced Scorecard (BSC) Perspectives Source: Kaplan et al FINANCIAL PERSPECTIVE Internal and external metrics to detail whether the strategy and its execution are contributing to bottom-line improvement. Key measures are related to profit and loss and financial strength Internal and external metrics to detail company’s potential for infrastructure and capability development with a view to adaptability to the changing Telecommunication environment. Key measures focus on employee competencies, systems investment and new product performance LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE External metrics to detail the company’s current and potential future position with customers and suppliers. Key measures are related to market share, customer satisfaction, supplier satisfaction CUSTOMER PERSPECTIVE Internal and external metrics to detail the company’s structure and key processes. Key measures focus on employee performance, structure effectiveness and process efficiency INTERNAL BUSINESS PROCESS PERSPECTIVE VISION AND STRATEGY VISION AND STRATEGY … covering four dimensions of business and organization aspects

177 Each Perspective has ; Objectives, Measures, Targets,and Initiatives / Programs and Changed if the StrategicPlanning was Changing Vision And Mission Customer Perspective Objectives Measures Targets Initiatives “To achieve its vision, how must a firm look to its customers?” Internal Process Perspective Objectives Measures Targets Initiatives “To satisfy its customers, which processes must a firm excel at ?” Learning & Growth Perspective Objectives Measures Targets Initiatives “To achieve its vision, how must a firm learn and improve?” Financial Perspective Objectives Measures Targets Initiatives “If a firm succeeds, how will it look to its shareholders?” Bottom-up Cause-Effect Chain CONCEPTUAL The four dimensions are elements of a cause-and-effect relationship ……… Cause and Effect Relationship in the BSC

178 Financial Dimensions Customer Dimension Internal Business Process Dimension Learning and Growth Dimension Return on Capital Employed Return on Capital Employed Customer Loyalty Service Availability Maintenance Quality Capacity Management Employee Skills ILLUSTRATIVE … which communicates the meaning of the strategy to the organization

179 The individual organization entity's strategies should be aligned with the overall corporate strategy and put into action Relationships Between the Corporation’s Balanced Scorecards Learning & Growth Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Financial Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Vision and Strategy Customers Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Internal Processes Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives CORPORATE BALANCED SCORECARD Learning & Growth Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Financial Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Vision and Strategy Customers Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Internal Processes Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives BUSINESS UNIT 1 Learning & Growth Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Financial Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Vision and Strategy Customers Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Internal Processes Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives FUNCTIONAL UNIT 1 Learning & Growth Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Financial Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Vision and Strategy Customers Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives Internal Processes Strat. Obj. Mea- sures Tar- gets Initi- atives DISTRICT 1 CAUSE-AND-EFFECT RELATIONSHIP CORPORATE LEVEL BUSINESS AND FUNCTIONAL UNIT LEVEL ILLUSTRATIVE (OTHERS)

180 The Balanced Scorecard enables control and transparency by bringing divisional / BU performance in the BoD’s field of view “Strategy Focused” Control BoD Primary Owner Metrics and KPIs linked to divisional strategic objectives Planning Steps Scorecard EBITDA and EBITDA Multiple Corrective Actions Vision, Strategy and Objective Long Term Plans Annual Planning Capital Allocation Budget Performance Management Is the initiative on track? Should we revise the initiative targets? Yes No Yes Update scorecard Is a corrective action needed? Define corrective action: who is accountable?, timeline? Do we need new metrics to track corrective action? No Maintain scorecard as is No Yes No Maintain scorecard as is Strategy Feedback LoopFeedback Loop Initiative Review Process Internal Budget Review Yes Start Here Feedback Loop

181 With each strategic planning cycle, the Balanced Scorecard is updated to reflect modifications in strategic focus Initiatives / Objectives Financial Dimension  Increase EBITDA and Net Income by 13.7 and 8.1 Trillion by FY2006  Maintain and expand largest and highest quality network  Maintain prudent financial policy  Manager ARPU and MOU levels in high growth environment  Maintain strong financial fundamentals from investor perspective Customer Dimension  Increase customer base to 13 million by 2006  Maintain and expand high quality network Financial Dimension  Increase EBITDA and Net Income by 13.7 and 8.1 Trillion by FY2006  Maintain and expand largest and highest quality network  Maintain prudent financial policy  Manager ARPU and MOU levels in high growth environment  Maintain strong financial fundamentals from investor perspective Customer Dimension  Increase customer base to 13 million by 2006  Maintain and expand high quality network Strategic Planning CycleInitiatives & ObjectivesScorecard Scorecard Detail What is our business mission? Where are we now? Where should we be in four years? How can we describe our market? Who are our competitors? What factors are for or against us? How should we advance? What should we concentrate on? Translate strategic objectives into set of initiatives with there own ‘cascaded-down’ objectives Develop business plan Build action plans Link strategic action plan to the management review process Identify performance measures Integrate measures into monthly review V. Performance Management

182 The Balanced Scorecard institutionalizes critical data gathering and analysis processes throughout the organization… Scorecard Data Gathering Processes Information Flow Decentralized Process Hybrid Process (Mixed Approach Based on Metric Type) DivisionsScorecard AdvantagesDisadvantages Responsibilities assigned within the divisions Distributed workload More efficient Less control Lack of organization support / representation for the scorecard “Data communicated and input in scorecard without review” Centralized Process DivisionsScorecardCentral Entity (BSC Team) AdvantagesDisadvantages Responsibilities assigned within the divisions More oversight and control Central entity, with BoD support, acts as champion of the scorecard… … and can drive data quality improvements Less efficient Requires dedicated resources to update the scorecard “Data quality analyzed by central entity and then input in scorecard”

183 … thereby enabling more robust data mining practices to support decision making Illustrative Scorecard Report Balanced Scorecard (Last Modified: July 10, 2003) Reporting Period: Frequency: Addressee: June 03 monthly CEO Financial Success Dimension Measures ActualPlan Act. vs. Plan Status ,31 42% ,50 40% % -13% 5% 17% 1% Detailed View Market Success Dimension Measures ActualPlan Act. vs. Plan Status Employee Productivity Ratio ARPU Operating Revenue Market Share EBITDA 13% % 0,013 15% % 0, % -5% 6% -18% -71% Detailed View Internal Capabilities Dimension Measures ActualPlan Act. vs. Plan Status Production Growth Sales Plan Pricing & Promotion Planning Network Performance Network Occupancy % 33% % 33% 15% 7% -4% -1% 0% Detailed View Learning & Growth Dimension Measures ActualPlan Act. vs. Plan Status Employee Satisfaction Index Sales Performance Business Partnership Training Support Service Infrastructure 8,7% 8,1% 23% ,5% 8,0% 25% % 1% -8% 5% -15% Detailed View Within or above planUnder plan but not critical yetUnder plan and critical ILLUSTRATIVE CLIENT CSI Rate Comparison New Product Penetration Service Quality Customer Growth

184 Cause Effect BSC Map as a Tool for Tracking the Performance Problem and Revise the Target and or Program Initiatives ( if necessary) …… ILLUSTRATIVE PROSVAL CONSULTINGStrictly Confidence Financial Perspective Internal Business Process Perspective Learning & Growth Perspective Customer Perspective

185 KULIAH KE 9 Thema IMPACT PENINGKATAN FUNGSI MANAJEMEN JARINGAN TELEKOMUNIKASI

186 KULIAH KE 10 Thema TUGAS KE DUA (Presentasi Kelompok 1 )

187 KULIAH KE 11 Thema TUGAS KE DUA (Presentasi Kelompok 2 )

188 KULIAH KE 12 Thema TUGAS KE DUA (Presentasi Kelompok 3 )

189 KULIAH KE 14 Thema Question and Answer For Improvement


Download ppt "KULIAH “ TELECOMMUNICATION NETWORK MANAGEMENT “ PASCA SARJANA MANAJEMEN TELEKOMUNIKASI ( UNIVERSITAS MERCU BUANA ) Oleh : Ir.Bambang Setiawan MT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google