Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kasus 2 Sampel Independen: UJI MEDIAN dan UJI FISHER Kelompok 2: Agustin Darmayanti Joanico J. Freitas Nurine Kristy Nurul Ardhiani Kelas 2A Sekolah Tinggi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kasus 2 Sampel Independen: UJI MEDIAN dan UJI FISHER Kelompok 2: Agustin Darmayanti Joanico J. Freitas Nurine Kristy Nurul Ardhiani Kelas 2A Sekolah Tinggi."— Transcript presentasi:

1 Kasus 2 Sampel Independen: UJI MEDIAN dan UJI FISHER Kelompok 2: Agustin Darmayanti Joanico J. Freitas Nurine Kristy Nurul Ardhiani Kelas 2A Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

2

3 Untuk dua kelompok sampel independen berukuran kecil Berfungsi untuk menganalisis data (nominal maupun ordinal) terpisah Tes ini menentukan apakah kedua kelompok terkait berbeda dalam proporsi elemen yang masuk dalam dua klasifikasi yang ada Digunakan bila setiap anggota dari dua kelompok sampel dapat digolongkan dalam dua kelas yang saling asing satu sama lain

4 AB A+B CD C+D A+CB+DN Grup I Grup II -+ Jumlah Tabel Kontingensi: Mewakili sembarang klasifikasi, contohnya di atas dan di bawah median, lulus dan gagal, setuju dan tidak setuju, dan sebagainya. Mewakili dua kelompok sampel independen, contohnya kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, laki-laki dan perempuan, bekerja dan menganggur, dan sebagainya.

5 Nilai p bisa dihasilkan dengan dua cara, pertama adalah melalui penghitungan dengan rumus: Jika harga p yang dihasilkan lebih kecil atau kurang dari α, maka diputuskan untuk menolak H o Atau bisa dihasilkan dengan melihat tabel I pada lampiran di buku Statistik Nonparametrik Sidney Siegel. Tabel hanya bisa digunakan untuk nilai A+B dan C+D lebih kecil atau sama dengan 15.

6 Contoh 1 Jika dalam suatu observasi dihasilkan data seperti tercantum dalam tabel berikut: Grup I Grup II +- Jumlah Maka kita hanya perlu melakukan substitusi nilai A, B, C, dan D ke dalam rumus p atau melihat nilai p dalam tabel I

7 Bila diketahui α = 0,05, maka dapat diputuskan untuk menolak H o karena nilai p lebih kecil daripada α.

8 Penggunaan rumus: Contoh 1 sangat sederhana perhitungannya karena salah satu sel bernilai nol (kiri bawah). Tapi jika tidak ada sel yang bernilai nol, harus diingat bahwa penyimpangan yang lebih ekstrim dari distribusi yang diasumsikan di bawah Ho dapat terjadi dengan total marjinal yang sama, dan harus dipertimbangkan penyimpangan-penyimpangan yang lebih ekstrim yang mungkin terjadi.

9 Contoh 2 Jika dalam suatu observasi dihasilkan data seperti tercantum dalam tabel berikut: Grup I Grup II +- Jumlah Maka kita hanya perlu melakukan substitusi nilai A, B, C, dan D ke dalam rumus p atau melihat nilai p dalam tabel I. Namun karena nilai sel terkecil bukan nol, melainkan 2, maka prosedur berikut harus dilakukan.

10 Buat tabel kontingensi dengan jumlah marginal yang sama, namun dengan kondisi yang lebih ekstrem, seperti di bawah: Grup I Grup II +- Jumlah Dan: Grup I Grup II +- Jumlah

11 Lalu substitusi nilai A, B, C, dan D ke dalam rumus p. Penghitungan dilakukan untuk masing- masing tabel. Jumlahkan ketiga nilai p dan bandingkan dengan nilai α, jika diketahui α =0,05.

12 p = 0, , , = 0,2308 Karena nilai p lebih besar dari nilai α, maka diputuskan untuk menerima H o Begitu pula bila nilai sel terkecil adalah 3, maka perlu dilakukan 4 kali penghitungan p dengan 4 kemungkinan baru kemudian dijumlahkan.

13 Contoh 3 Seorang peneliti ingin meneliti mengenai proporsi jenis pekerjaan penduduk di bidang pertanian dan non pertanian di suatu wilayah kecil. Penduduk dibedakan berdasarkan tempat tinggal mereka, yaitu desa dan kota. Hipotesisnya ialah bahwa penduduk dengan pekerjaan di bidang non pertanian di desa lebih besar daripada penduduk dengan pekerjaan pertanian di kota.

14 Setelah dikelompokkan, datanya adalah sbb: Desa Kota PertanianNon pertanian Jumlah Contoh 3 (Lanjutan) Apakah pernyataan peneliti tersebut benar? (α=5%)

15 H o : Proporsi penduduk dengan pekerjaan pertanian dan proporsi penduduk dengan pekerjaan non pertanian di desa dan kota adalah sama. H 1 : Proporsi penduduk dengan pekerjaan di bidang non pertanian di desa lebih besar daripada penduduk dengan pekerjaan pertanian di kota. α: 0,05 Wilayah kritik: p-value ≤ α Jawaban

16 Terdapat 2 tabel kontingensi karena nilai terkecil pada sel adalah Desa Kota PertanianNon pertanian Jumlah Desa Kota PertanianNon pertanian Jumlah

17 Maka: Keputusan : Tolak Ho, karena p-value ≤ α Kesimpulan: Proporsi penduduk dengan pekerjaan di bidang non pertanian di desa lebih besar daripada penduduk dengan pekerjaan pertanian di kota. P-value = 0, , =0,

18

19 A. FUNGSI Untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel bebas bila datanya berbentuk nominal atau ordinal (besar sampel antara Fisher dan Chi-kuadrat). Untuk menguji apakah 2 sampel dari 2 populasi independen memiliki median yang berbeda.

20 Bentuk Isian Data Kelompok Jumlah Kelompok IKelompok II Banyak skor di atas median gabungan ABA+B Banyak skor di bawah median gabungan CDC+D Jumlah mnN = m+n

21 B. PROSEDUR UJI 1) Tentukan median gabungan dari skor m+n. 2) Kita bagi dua kedua himpunan skor tersebut, apakah berada di bawah atau di atas median gabungan, masukkan dalam tabel 2x2 3) Tentukan Hipotesis, dimana : H o : Populasi dua kelompok mempunyai median yang sama H 1 : Populasi dua kelompok tidak mempunyai median yang sama

22 B. PROSEDUR UJI (lanjutan) 4) Tentukan tingkat signifikansi (α) dan nilai χ 2 tabel dari tabel-C 5) Untuk Uji Khi-kuadrat: Tolak H o jika χ 2 hitung > χ 2 tabel Gagal Tolak H o jika χ 2 hitung ≤ χ 2 tabel Untuk Uji Fisher: Jika probabilitas (p) yang diperoleh dari penggunaan tes ini sama dengan atau kurang dari α, tolak H o

23 C. RUMUS UJI 1) Uji Fisher 2) Uji Chi-Kuadrat

24 D. ATURAN Jika m+n > 40, gunakan tes χ 2 dengan koreksi Yate’s (koreksi kontinyuitas) Jika 20 < m+n < 40, tes χ 2 bisa digunakan bila frekuensi harapan minimal 5. Bila ada frekuensi harapan < 5 makan gunakan tes Fisher. Jika m+n < 20, gunakanlah tes fisher.

25 D. ATURAN (lanjutan) Jika ada skor yang jatuh tepat pada median gabungan : 1. Jika m+n besar dan sedikit yang jatuh tepat pada median gabungan, kasus tersebut digugurkan dari analisis. 2. Skor tersebut dimasukkan ke dalam kategori ≤ Median

26 Contoh Soal Data kadar Na+ (dalam mg) yang ada pada darah penderita hipertensi dan orang sehat. Sehat : Hipertensi : Apakah median dua kelompok tersebut sama? 10,22,20,02,60,043,145,863,61,80,03,70,0 92,854,851,661,7250,884,534,762,211,039,1

27 Jawaban N = 22 dengan median gabungan (Me) = 54,7 Dibuat tabel 2x2 Kelompok Jumlah SehatHipertensi Banyak skor di atas median gabungan 167 Banyak skor di bawah median gabungan Jumlah1210N = 22

28 Jawaban H o : Median dua kelompok tersebut sama. H 1 : Median dua kelompok tersebut tidak sama. Digunakan tingkat sig. α = 5% Dengan menggunakan uji Fisher : Keputusan : Tolak H o, karena p < 0,05 Kesimpulan : Median dua kelompok tersebut (sehat dan hipertensi) tidak sama.

29 Kelompok 2 Uji median dan uji eksak fisher


Download ppt "Kasus 2 Sampel Independen: UJI MEDIAN dan UJI FISHER Kelompok 2: Agustin Darmayanti Joanico J. Freitas Nurine Kristy Nurul Ardhiani Kelas 2A Sekolah Tinggi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google