Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGENALAN INVENTORI (Lot Sizing) Kuliah 6 LSiPro – FT Untirta Muhammad Adha Ilhami 3 rd Edition 2014 Muhammad Adha Ilhami.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGENALAN INVENTORI (Lot Sizing) Kuliah 6 LSiPro – FT Untirta Muhammad Adha Ilhami 3 rd Edition 2014 Muhammad Adha Ilhami."— Transcript presentasi:

1 PENGENALAN INVENTORI (Lot Sizing) Kuliah 6 LSiPro – FT Untirta Muhammad Adha Ilhami 3 rd Edition 2014 Muhammad Adha Ilhami

2 Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami konsep persediaan Mahasiswa mampu menentukan ukuran lot ekonomis bagi perusahaan Muhammad Adha Ilhami

3 Persediaan Muhammad Adha Ilhami Persediaan membentuk hubungan antara produksi dan penjualan produk Persediaan dikelompokan : 1. Bahan baku 2. Barang dalam proses 3. Barang jadi

4 Jenis Material Persediaan Bahan mentah Part atau suku cadang Work in process Component parts Tools, machinery, and equipment Finish Goods Muhammad Adha Ilhami

5 Jenis Persediaan Muhammad Adha Ilhami Supplier Raw material Finished product Customer PRODUCTION SYSTEM Work-in-process Production floor Customer order manufactuirng order material order purchase order ALIRAN MATERIAL ALIRAN INFORMASI

6 Kesalahan Dalam Manajemen Persediaan Muhammad Adha Ilhami Kesalahan dalam menetapkan persediaan dapat berakibat fatal, suatu contoh : Persediaan terlalu kecil Hilangnya kesempatan ; untuk menjual – memperoleh laba Persediaan terlalu besar Adanya biaya besar ; memperkecil laba – memperbesar resiko

7 Ongkos Persediaan Muhammad Adha Ilhami Ongkos simpan – Ongkos untuk menyimpan per unit per perioda – Bisa terdiri dari : (1) opportunity cost, (2) storage & space charges, (3) taxes & insurance, and (4) cost of obsolence. Ongkos pesan – Ongkos memesan per sekali pesan – Bisa terdiri dari : (1) preparing & placing orders, (2) handling & shipment, (3) machine setup cost, (4) inspection cost of received orders. Ongkos kekurangan persediaan – Kerugian sementara atau permanen akibat demand tidak bisa dipenuhi – 2 jenis : shortage / unit dan shortage / unit / period

8 Fungsi Inventori Inventori disediakan karena berbagai alasan, antara lain: 1.Motif Transaksi, yaitu motif untuk menjamin pemenuhan permintaan barang. 2.Motif Berjaga-jaga, terjadi bila adanya keinginan untuk meredam ketidakpastian baik ketidakpastian dari sisi pasokan (supplier) maupun ketidakpastian dari sisi pemakai barang (user). 3.Motif Berspekulasi, motif yang muncul karena adanya keinginan untuk melakukan spekulasi (speculative motive) dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda dari kenaikan harga barang di masa yang akan datang.

9 Tujuan Persediaan Mengantisipasi permintaan tak terduga Menghadapi permintaan musiman atau siklis Mengantisipasi variasi permintaan Memanfaatkan adanya discount Mengantisipasi kenaikan harga Trade-off antara ongkos simpan dan ongkos pesan Menghilangkan pengaruh ketidakpastian (mis: safety stock) Memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian Untuk mengantisipasi perubahan pada permintaan dan penawaran. Muhammad Adha Ilhami

10 Pemahaman Dasar Lot Sizing Muhammad Adha Ilhami  Perlu dipahami secara tepat konsep lead time.  Perlu diketahui bagaimana ukuran lot mempengaruhi lead time.  Perlu dipahami bagaimana teknik-teknik lot sizing.  Perlu dipahami logika pengaruh ukuran lot terhadap MRP

11 Definisi Lead Time “A span of time required to perform a process” Delivery Lead Time “The time from the receipt of customer order to the delivery of the product” Cumulative Lead Time “The longest planned length of time to accomplish the activity in question” Muhammad Adha Ilhami

12 Manufacturing Lead Times Muhammad Adha Ilhami Manufacturing lead time is simply the time required to buy or make an item. Manufacturing lead time consists of make item lead time and buy item lead time.

13 Make Item Lead Time Muhammad Adha Ilhami Preprocessing Lead Time: The time required to create a work order (discrete job) from the time you learn of the requirement. It is also known as "planning time" or simply "paperwork". Processing Lead Time: The time required to make/manufacture the item. Fixed lead time: The fixed lead time is a portion of processing lead time which is not dependent of order quantity Variable lead time: Portion of processing lead time which is dependent of order quantity The total lead time is equal to the fixed lead time plus the variable lead time multiplied by the order quantity. The planning process uses the total lead time to calculate order start dates from order due dates.

14 Buy Item Lead Time Preprocessing Lead Time: The time required to create a Purchase Order from the time you learn of the requirement. As for Make items, the buy item preprocessing lead time is also known as "planning time" or simply "paperwork". Processing Lead Time: The time required to buy an item. Post processing lead time: The time required to receive a buy or transfer item from the receiving dock to inventory (it includes quarantine, inspection time, etc.) Muhammad Adha Ilhami

15 Lead Time dalam Berbagai Strategi Manufaktur Muhammad Adha Ilhami

16 Pengertian Lot Muhammad Adha Ilhami Sebagai contoh, sebuah vendor menetapkan bahwa pemesanan hanya dapat dilakukan per pack yang berisi 10 material, dan perusahaan membutuhkan 15 unit material, maka perusahaan harus memesan material sebanyak 2 pack. “Ukuran pack yang harus dipesan disebut lot (satuan pembulatan)” Contoh lain, perusahaan akan memesan material sebanyak 18 unit, akan tetapi alat tranportasi hanya mampu mengangkut material sebanyak 10 unit. Maka perusahaan harus melakukan pemesanan sebanyak dua kali lot. Teknik pemesanan seperti ini bertujuan untuk meminimasi biaya pemesanan dan biaya simpan dari material. Dan teknik pemesanan ini dinamakan lot sizing.

17 Lot Sizing Muhammad Adha Ilhami Teknik yang dipergunakan dalam MRP untuk memperoleh ukuran Lot pengorderan yang paling ekonomis. Teknik Lot Sizing: (Metode Heuristik) 1.Lot For Lot (LFL) 2.Least Unit Cost (LUC) 3.Least Total Cost (LTC) 4.Part Period Balancing (PPB) 5.Period Order Quantity (POQ) 6.Economic Order Quantity (EOQ) 7.Fixed Period Requirement (FPR) 8.Fixed Order Quantity (FOQ)

18 1. Lot for Lot ( L4L ) Muhammad Adha Ilhami  Pesan sejumlah yang diperlukan (tidak ada on hand inventory).  Mengasumsikan bahwa order dapat dilakukan untuk jumlah berapapun.  Ukuran lot sama dengan jumlah rencana produksi.

19 Contoh Perhitungan L4L Muhammad Adha IlhamiPeriod GR SR1215 POH PORec PORel  Ongkos set up : 9 x $ 5.75= $  Ongkos simpan:= 0 +  Ongkos total = $  Contoh kasus, jika lead time 2, ongkos set up $ 5.75, dan ongkos simpan $ 0.05, maka:

20 2. Least Unit Cost ( LUC ) Muhammad Adha Ilhami  Prinsipnya, memeriksa satu per satu alternatif jumlah pemesanan dan memilih alternatif dengan biaya per unit terendah.  Pilih ongkos per unit terkecil selama periode berurutan.  Contoh kasus, jika lead time 2, ongkos set up $ 5.75, dan ongkos simpan $ 0.05, maka:

21 2. Least Unit Cost ( LUC ) Muhammad Adha Ilhami  Pilih ongkos per unit terkecil selama periode berurutan. PeriodeOrder Kumulatif Ongkos Set up Ongkos Simpan Ongkos Total Ongkos Per Unit D – x 0.05 = – x x 0.1 = – x x x 0.15 = – – x 0.05 = – x x 0.1 = – x x x 0.15 = –

22 Hasil MRP dengan LUC Muhammad Adha IlhamiPerioda GR SR53 POH PORec52 PORel52 Ukuran lot 53 unit pada pemilihan pertama, dijadwalkan sebagai scheduled receipts di periode 1. Hal ini dikarenakan lead time adalah 2 satuan waktu, yang artinya 2 satuan waktu sebelum periode pertama sudah harus dijadwalkan. Sehingga ini tidak bisa lagi dimasukkan sebagai planned order receipts. Sementara ukuran lot 52 pada pemilihan kedua, dijadwalkan sebagai Planned Order Releases di periode 3 karena periode tersebut belum lewat, sehingga bisa direncanakan (dimana lead time-nya adalah 2 satuan waktu maka planned order receipts-nya adalah di periode 5).

23 Biaya MRP dengan LUC Muhammad Adha IlhamiPerioda GR SR53 POH PORec52 PORel52 Berdasarkan MRP ditentukan bahwa dilakukan 2 kali setup. Diketahui pula bahwa terdapat inventori hampir pada seluruh perioda kecuali perioda 4 dan 9. Maka perhitungan biaya total adalah sebagai berikut: Biaya setup: 2 x 5,75 = $ 11,5 Biaya simpan: ( ) x 0,05 = $ 9,55 Total Biaya= $ 21,05

24 3. Least Total Cost ( LTC ) Muhammad Adha Ilhami  Pilih ongkos total minimum (menggabungkan kebutuhan sampai ongkos simpan mendekati ongkos pesan).  Contoh kasus, jika lead time 2, ongkos set up $ 5.75, dan ongkos simpan $ 0.05, maka:

25 Perhitungan LTC Muhammad Adha Ilhami PeriodeUnitPeriods Carried Period Carrying Cost Kumulatif x 0.05 x 0 = x 0.05 x 1 = x 0.05 x 2 = x 0.05 x 3 = x 0.05 x 4 =  Jadi, kebutuhan untuk periode 1 sampai 5 harus didatangkan pada periode 1 (SR) adalah = 61.  Perhitungan yang sama akan menghasilkan didatangkan pada periode 6 (dipesan pada periode 4) sebanyak 44.

26 Hasil MRP dengan LTC Muhammad Adha IlhamiPeriod GR SR61 POH PORec 44 PORel 44 Berdasarkan MRP ditentukan bahwa dilakukan 2 kali setup. Diketahui pula bahwa terdapat inventori hampir pada seluruh perioda kecuali perioda 5 dan 11. Maka perhitungan biaya total adalah sebagai berikut: Biaya setup: 2 x 5,75 = $ 11,5 Biaya simpan: ( ) x 0,05 = $ 8,95 Total Biaya= $ 20,45

27 4. Part Period Balancing ( PPB ) Muhammad Adha Ilhami  Suatu variasi LTC (bentuk lain dari pendekatan LTC)  Konversi ongkos pesan menjadi equivalent part periods (EPP) EPP = s/k s = ongkos pesan k = ongkos simpan per unit per periode

28 Perhitungan PPB Muhammad Adha Ilhami PeriodeKebutuhanPeriods Carried Part Periods Kumulatif mendekati EPP (=115)

29 Hasil MRP dengan PPB Muhammad Adha IlhamiPeriod GR SR61 POH PORec 44 PORel 44 Berdasarkan MRP ditentukan bahwa dilakukan 2 kali setup. Diketahui pula bahwa terdapat inventori hampir pada seluruh perioda kecuali perioda 5 dan 11. Maka perhitungan biaya total adalah sebagai berikut: Biaya setup: 2 x 5,75 = $ 11,5 Biaya simpan: ( ) x 0,05 = $ 8,95 Total Biaya= $ 20,45

30 Diskusi Muhammad Adha Ilhami Untuk kasus ini, biaya persediaan untuk teknik LTC & PPB adalah sama dan termurah. Mengapa L4L paling mahal untuk kasus ini? Dalam kondisi seperti apakah L4L dipilih?

31 Taksonomi Model Inventori Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Statis Dinamis Inventori Probabilistik Stasioner Non Stasioner Inventori Model paling sederhana Model paling kompleks

32 Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Inventori deterministik : Variabel dan faktor (kedatangan dan demand (D), lead time (L), serta sistem manajemen inventori) bersifat pasti, atau diasumsikan pengaruh perubahannya dapat diabaikan. Inventori deterministik: 1. Inventori deterministik Statis 2. Inventori deterministik Dinamis

33 Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Statik Inventori deterministik Statis : fenomena dimana besarnya permintaan diketahui secara pasti dan sama untuk setiap periodenya. Secara statistik variansi tidak signifikan sehingga nilainya dapat diabaikan (S = 0)

34 Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Dinamis Inventori Deterministik Dinamis : Ditandai dengan adanya keterkaitan yang tidak dapat diabaikan antara besarnya nilai permintaan dengan periodenya dan besarnya permintaan diketahui secara pasti dan nilainya berbeda untuk setiap periodanya. - Tidak digunakan nilai statistik (harga rata-rata dan standar deviasi) - Prinsip time phasing, nilai permintaan pada setiap periode perencanaan akan diberlakukan secara mandiri

35 Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Dinamis Bersifat diskrit: Demand (D) terjadi pada suatu titik waktu (point of time) yang diskrit dengan jumlah yang diketahui secara pasti (deterministik), besarnya tidak sama antara satu periode dengan periode lainnya (dinamis) Penentuan operating stock (ukuran lot ekonomis)

36 Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Dinamis Pendekatan penentuan ukuran lot pemesanan yang ekonomis permintaan deterministik dinamis : 1.Metode Optimasi / Analitik 2.Metode Heuristik

37 Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Dinamis  Metode Optimasi / Analitik : Menghasilkan solusi yang optimal. - Metode Wagner-Within (1958).  Metode Heuristik : Menghasilkan Solusi baik yang tidak selalu dapat dijamin keoptimalannya. −Metode Lot For Lot ( LFL) −Metode Least Unit Cost (LUC) −Metode Least Total Cost (LTC) −Metode Economic Part Period (EPP) −Metode Part Period Balancing (PPB) −Metode Period Order Quantity (POQ) −Metode Silver – Meal (1969)

38 Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Dinamis Asumsi 1.Permintaan dikatahui secara pasti, muncul pada awal periode perencanaan besarnya tidak selalu sama antara satu periode dengan periode perencanaan lainnya. 2.Horison perencanaan terbatas (finite) dan terdiri atas beberapa periode perencanaan yang sama panjang. 3.Ukuran lot pemesanan akan meliputi kebutuhan dan permintaan barang satu atau beberapa perode perencanaan secara utuh (integer) 4.Barang yang dipesan datang pada awal periode perencanaan. Pemesanan akan dilakukan L periode waktu sebelum waktu kedatangan barang direncanakan. 5.Tidak ada diskon dalam pembelian barang. 6.Barang yang dibeli bersifat independen antara barang yang satu dengan barang lainnya. 7.Tidak ada inventori awal dan akhir pada tiap periode perencanaan, tidak ada barang dalam daftar pesanan yang belum tiba pada saat pemesanan lain dilakukan.

39 Muhammad Adha Ilhami Komponen Model 1. Kriteria Kinerja Minimasi ongkos total inventori (O T )yang terdiri dari ongkos beli (O b ), ongkos pesan (O p )dan ongkos simpan(O s ). O T = O b + O p + O s 2. Variabel Keputusan Ukuran lot pemesanan ekonomis (q). Inventori Deterministik Dinamis

40 Muhammad Adha Ilhami Inventori Deterministik Dinamis 3. Parameter Harga satuan barang P (Rp/unit) Harga satuan pesan A (Rp./Pesan) Harga satuan ongkos simpan h (Rp./unit/horison perencanaan) Waktu ancang-ancang konstan L periode

41 Muhammad Adha Ilhami Iventori Deterministik Dinamis Metode Optimasi Populer untuk persoalan inventori deterministik dinamis dikembangkan oleh Wagner-Within (1958). Sesuai dengan karakteristik permintaannya yang bersifat dinamis maka metode ini menggunakan pendekatan programa dinamis dalam mencari solusi untuk menentukan ukuran lot pemesanannya.

42 Muhammad Adha Ilhami Metode Optimasi / Analitik Formulasi Model Dinamis Asumsi 1.Horison perencanaan terdiri atas N periode perencanaan, permintaan tiap periode perencanaan diketahui secara pasti dan jumlah permintaan tiap periodenya tidak harus sama besar. 2. Tidak ada ongkos kekurangan inventori. 3.Barang yang dipesan akan diterima pada awal periode dan permintaan barang pada suatu periode t (D t ) akan dipenuhi pada periode tersebut. 4.Setiap kali melakukan pemesanan dikenakan ongkos pesan (A) dan barang yang disimpan akan terkena ongkos simpan (h) yang besarnya sebanding dengan jumlah barang yang disimpan selama periode penyimpanannya.

43 Muhammad Adha Ilhami Metode Optimasi / Analitik (2) Formulasi Model Dinamis Fungsi tujuan : Pembatas : 1.I t = I t-1 + q t - D t 2.I o = 0 3.I N = di mana : O N : Ongkos inventori total selama N periode A: Satuan ongkos pesan (Rp./pesan) h: Satuan ongkos simpan (Rp./unit/periode) I t : Inventori pada akhir periode t q t : Ukuran lot pemesanan yang akan datang pada periode t D t : Permintaan pada periode t n: Batas maksimum periode yang dicakup pada pesanan q t e: Batas awal periode yang dicakup pada pemesanan q t

44 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within 1.Langkah 1 Hitung matriks ongkos total (ongkos pesan dan ongkos simpan) untuk semua alternatif pemesanan (order) selama horison perencanaannya (terdiri dari N periode perencanaan). Dimana : A: Ongkos pesan (Rp./pesan) h: Ongkos simpan per unit per periode (Rp./unit/periode) q et : D t : Permintaan pada periode t e: Batas awal periode yang dicakup pada pemesanan q et n: Batas maksimum periode yang dicakup pada pesanan q et

45 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within 2. Langkah 2 Hitung f n (ongkos minimum yang mungkin dari periode e sampai dengan periode n ), asumsi tingkat inventori di akhir periode n adalah nol. Mulai dengan f 0 = 0 Selanjutnya hitung secara berurutan f 1, f 2,......, f N. Nilai f N adalah nilai ongkos total dari pemesanan optimal f n = Min [ O en + f e-1 ] untuk e = 1,2,...,n dan n = 1,2, ,N setiap periode semua kombinasi dari setiap alternatif pemesanan yang mungkin dibandingkan Hasil kombinasi terbaik disimpan sebagai strategi f n terbaik untuk memenuhi permintaan selama periode e sampai dengan periode ke-n. Harga f N adalah nilai optimal dari cara pemesanan sampai periode ke-N.

46 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within 3. Langkah 3 Terjemahkan f N menjadi ukuran lot dengan cara seperti disajikan pada tabel 1 berikut : Tabel 1. Penjabaran f N kedalam ukuran lot pemesanan f N = O eN + f e-1 Pemesanan terakhir dilakukan pada periode e untuk memenuhi permintaan dari periode e sampai periode N. f e- 1 = O ve-1 + f v-1 Pemesanan sebelum pemesanan terakhir harus dilakukan pada periode v untuk memenuhi permintaan dari periode v sampai periode e f u-1 = O 1u-1 + f 0 Pemesanan yang pertama harus dilakukan pada periode 1 untuk memenuhi permintaan dari periode 1 sampai periode u-1.

47 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within (Contoh) Contoh 1. Diketahui permintaan barang setiap minggunya seperti diperlihatkan pada tabel dibawah ini: Permintaan barang tiap minggu (dalam unit) Jika ongkos pesan Rp ,- untuk setiap kali pesan dengan waktu ancang-ancang sebesar 1 minggu dan ongkos simpan sebesar Rp ,-/unit/minggu dan tidak ada inventori awal, bagaimana kebijakan inventorinya dengan menggunakan algoritma Wagner-Within? Minggu (t) Permintaan (D t )

48 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within (Contoh) Langkah 1 : parameter model sebagai berikut : A : Rp ,- /pesan h : Rp ,-/unit/minggu L : 1 minggu Hitung O en dengan menggunakan rumus berikut :

49 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within (contoh) Langkah 1 : O 11 = [(8-8)] = O 12 = [(28-8) + (28-28)] = O 13 = [(84-8) + (84-28) + (84-84)] = O 66 = [(40-40) + (129-28) + (129-84) + ( )] =

50 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within (contoh) Langkah 1 : Matriks hasil perhitungan O en (dalam ribuan rupiah) n e

51 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within (Contoh) Langkah 2 : Menghitung nilai f n dimana : f n = Min [ O en + f e-1 ] untuk e = 1,2,...,n dan n = 1,2, ,N f 0 = 0 f 1 = min [O 11 + f 0 ] = min [ ] = untuk O 11 + f f 6 = min [O 16 + f 0, O 26 + f 1, O 36 + f 2,O 46 + f 3,O 56 + f 4, O 66 + f 5 ] = min [ , , , , , ] = untuk O 56 + f 4 atau O 66 + f 5

52 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within (Contoh) Langkah 2 : Tabel Rekapitulasi Hasil Perhitungan f n (dalam ribuan rupiah) *) optimal n e * 6 fnfn

53 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within (Contoh) Langkah 3 : 2 solusi optimal karena f 6 mempunyai 2 alternatif untuk kombinasi O 56 + f 4 atau O 66 + f 5. Alternatif 1 f 6 = O 56 + f 4, berarti bahwa pemesanan sebesar 75 unit dilakukan pada periode 4 untuk memenuhi permintaan pada periode 5 dan 6. Selanjutnya periode sebelumnya bergantung pada f 4. f 4 = O 34 + f 2, berarti bahwa pemesanan sebesar 101 unit dilakukan pada periode 2 untuk memenuhi permintaan pada periode 3 dan 4, selanjutnya ukuran lot pemesanan untuk periode sebelumnya bergantung pada f 2. f 2 = O 12 + f 0, berarti bahwa pemesanan sebesar 28 unit dilakukan pada periode 0 untuk memenuhi permintaan pada periode 1 dan 2. Penjabaran dihentikan sebab semua periode telah tercakup.

54 Muhammad Adha Ilhami Algoritma Wagner – Within (contoh) Langkah 3 : Kebijakan inventori dengan algoritma Wagner-Within (alternatif 1) Perioda (t) Permintaan (D t ) Ukuran Lot Pemesanan Saat pemesanan (POR)


Download ppt "PENGENALAN INVENTORI (Lot Sizing) Kuliah 6 LSiPro – FT Untirta Muhammad Adha Ilhami 3 rd Edition 2014 Muhammad Adha Ilhami."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google