Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik METODE PENELITIAN Semester Ganjil 2013/14 Pertemuan 2: Identifikasi dan Perumusan Masalah Penelitian Oleh : Puguh B. IRAWAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sekolah Tinggi Ilmu Statistik METODE PENELITIAN Semester Ganjil 2013/14 Pertemuan 2: Identifikasi dan Perumusan Masalah Penelitian Oleh : Puguh B. IRAWAN."— Transcript presentasi:

1 Sekolah Tinggi Ilmu Statistik METODE PENELITIAN Semester Ganjil 2013/14 Pertemuan 2: Identifikasi dan Perumusan Masalah Penelitian Oleh : Puguh B. IRAWAN 3SE2 (Selasa, Sesi 1, R. 255) 3SE3 (Kamis, Sesi 1, R.265) Jakarta, 21 Oktober 2013 – 6 Februari 2014 STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan1

2 Proses penelitian Kumar, Ranjit, 1996, Research Methodology: a step-by-step guide for beginners, Melbourne, Longman. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan2

3 Perumusan Masalah Penelitian: Tahap awal & terpenting dalam proses penelitian Sebagai kegiatan awal & terpenting dari suatu proses riset, perumusan masalah penelitian mencakup: 1. Observasi → mengamati fenomena spesifik & dinamikanya 2. Data pendahuluan → information on what and why 3. Kajian pustaka → memperluas dasar pengetahuan dari masalah yang akan diteliti. 4. Perumusan masalah penelitian (formulating research problems) → merumuskan focus studi penelian 5. Identifikasi peubah (variables) → mengidentifikasi jenis-jenis peubah, skala pengukuran 6. Penyusunan hipotesa-hipotesa (constructing hyphotheses) → perumusan hipotesa – definisi, fungsi, ciri-ciri, dan jenisnya. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan3

4 Observasi & Data Pendahuluan: Tahap awal & terpenting dalam proses penelitian Observasi: tahap awal untuk mengamati perubahan2 spesifik yg terjadi pada dimensi tempat & waktu tertentu, dg konsekuensi/akibat penting. Pengumpulan data pendahuluan: - Mencari informasi secara mendalam ttg apa yg diteliti; - Apa (WHAT) yang terjadi dan mengapa (WHY); - Berbasis wawancara tidak terstruktur; - Upaya meningkatkan kesadaran peneliti ttg yg terjadi; - Studi pustaka, utk identifikasi bgmn isu2 tsb diatasi dlm situasi lain; - Memberikan pandangan tambahan ttg faktor2 lain yg tdk muncul sblmnya; - Utk dpt fokus thd suatu masalah dan faktor-faktor yang berkaitan, yg selanjutnya akan diteliti dg wawancara formal yg terstruktur. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan4

5 Kajian Pustaka: Pentingnya & Prosedur “Literature Review” Pentingnya melakukan “literature review”: 1) Memberikan kejelasan dan fokus thd masalah yang akan diteliti 2) Meningkatkan keahlian peneliti ttg metodologi riset & analisis 3) Memperluas dasar pengetahuan penelitih atas bidang risetnya. Prosedur dalam kajian literatur/pustaka: 1) Cari literatur yang tersedia di bidang riset dari peneliti 2) Lakukan kajian thd buka pustaka yang dipilih 3) Kembangkan kerangka teori (THEORETICAL FRAMEWORK) yang sesuai dengan hasil kajian pustaka, dan observasi sebelumnya. 4) Kembangkan kerangka konseptual (CONCEPTUAL FRAMEWORK) yang sesuai. 5) Tuliskan hasil kajian literatur. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan5

6 Formulasi Masalah Penelitian: Tinjauan Umum Masalah Penelitian (research problem): 1) Secara umum, pertanyaan apapun yg ingin dijawab, asumsi atau keyakinan apapun yg ingin diteliti, dapat dijadikan sbg suatu masalah atau topik penelitian. 2) Tetapi, tidak semua pertanyaan dapat ditransformasi menjadi masalah penelitian, karena beberapa pertanyaan sangat sulit dijawab. 3) “ Potential research questions may occur to us on a regular basis, but the process of formulating them in a meaningful way is not at all easy task ”. (Powers, et.al., 1985: 38). 4) Formulasi masalah penelitian perlu: Pengetahuan memadai ttg topik yg akan diteliti & metodologi risetnya Kompleksitas dlm memformulasikan suatu ide menjadi suatu masalah yang “ researchable ”. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan6

7 Formulasi Masalah Penelitian: Signifikansinya 1) Sbg tahapan awal dan terpenting dari proses riset → spt penentuan suatu tujuan sblm melakukan perjalanan, atau fondasi bangunan. 2) Tanpa masalah penelitian yg jelas, perencanaan penelitian yang sistematis dan ekonomis adalah tidak mungkin. 3) “ If one wants to solve a problem, one must generally know what the problem is. It can be said that a large part of the problem lies in knowing what one is trying to do ”. (Kerlinger, 1986: 17). 4) Cara kita memformulasikan suatu masalah menentukan hampir setiap langkah penelitian yg mengikutinya: jenis rancangan studi yg akan digunakan, jenis strategi sampling yg akan diterapkan, instrument riset yg akan dikembangkan, jenis analisis yg akan dilakukan. 5) Formulasi masalah penelitian sbg input, dan kualitas hasil studi sbg output → “ garbage in, garbage out ” STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan7

8 Formulasi Masalah Penelitian: Sumber-sumber Masalah Riset Kebanyakan riset humanitas (sosekbud) berkaitan dg 4P: People → study population Problems Programs → subject areas Phenomena Sumber-sumber masalah riset: STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan8 Aspects of the study AboutStudy of Study populationPeopleIndividuals, organisations, groups, communities Subject areaProblemIssues, situations, associations, needs, population compositions, profiles, etc. ProgramContents, effectiveness, outcomes, satisfactions, consumers, service providers, etc. Phenom enon Cause & effect relationships, study of a phenomenon itself.

9 Formulasi Masalah Penelitian: Pertimbangan2 dalam memilih masalah penelitian 1) INTEREST – pilih topik yang benar2 kita tertarik → motivasi. 2) MAGNITUDE – pilih topik yang sesuai dg waktu & sumber daya tersedia. 3) MEASUREMENT OF CONCEPTS – jika studi ttg konsep, indikator & pengukurannya harus jelas. 4) LEVEL OF EXPERTISE – topik sesuai dg tingkat keahlian peneliti. 5) RELEVANCE – topik yg relevan dg pengetahuan yg berlaku, dan bermanfaat untuk formulasi kebijakan umum. 6) AVAILABILITY OF DATA – topik yg didukung oleh ketersediaan data yang relevan. 7) ETHICAL ISSUES – pertimbangan thd masalah2 sensitif dlm interaksi dg obyek penelitian. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan9

10 Formulasi Masalah Penelitian: Tahapan dalam formulasi masalah penelitian 1) IDENTIFY a broad area of interest in your academic/professional field. 2) DISSECT the broad area into sub-areas. 3) SELECT a sub-area in which you would like to conduct your research. 4) RAISE research questions that you would like to answer through your study. 5) FORMULATE objectives of your study. 6) ASESS these objectives to ascertain the feasibility of attaining them in the light of time, resources & technical expertise. 7) DOUBLE CHECK that you are sufficiently interested in the study and have adequate resources for undertaking it. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan10

11 Formulasi Masalah Penelitian: Memformulasikan tujuan-tujuan penelitian Tujuan penelitian: apa yang ingin dicapai dalam studi penelitian Tujuan studi dibedakan menjadi 2: tujuan utama – pernyataan tentang tujuan umum, yang bisa berisi hubungan-hubungan utama yang ingin dikaji. tujuan spesifik – memuat aspek-aspek spesifik dari topik yang akan diinvestigasi dalam kerangka tujuan utama studi → biasanya terdiri dari beberapa tujuan spesifik → diartikulasikan secara jelas dan to-the-point. → gunakan “ action-oriented words ”, seperti “Untuk meneliti hubungan antara …”, “Untuk mengukur …….” Wording dlm pernyataan tujuan harus bisa menentukan klasifikasi dari studi penelitian (deskriptif, korelasional, atau eksperimental). STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan11

12 Formulasi Masalah Penelitian: Memformulasikan tujuan-tujuan penelitian Karakteristik/ciri dari tujuan penelitian: Studi deskriptif Studi korelasional (eksperimental dan non-eksperimental) Studi testing hipotesis Studi deskriptif : dg jelas menguraikan fokus utama dari studi, bahkan bisa disebutkan nama organisasi & lokasi studi (misal, untuk menguraikan program2 kesehatan masyarakat di Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat) Studi korelasional: selain ketiga ciri tsb, juga menyebutkan peubah2 utama yang akan dikorelasikan (misal, untuk meneliti dampak dari peningkatan pendidikan wanita thd menurunnya angka fertilitas). Studi testing hipotesis : selain keempat ciri tsb, juga mengindikasikan arah dari hubungan yang akan diuji (misal, untuk memastikan bw peningkatan fasilitas kesehatan ibu & anak akan menurunkan angka kematian bayi) STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan12 LengkapJelasIdentifikasikan peubah2 utama untuk dikorelasikan SpesifikIdentifikasikan arah dari hubungan

13 Formulasi Masalah Penelitian: Mengembangkan definisi-definisi operasional Ilustrasi: Studi Hubungan antara Fertilitas & Mortalitas STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan13 Step 1: IDENTIFY Fertilitas dan Mortalitas Step 2: DISSECT 1. Tren fertilitas dan mortalitas di suatu negara 2. Determinan perilaku fertilitas 3. Hubungan fertilitas-mortalitas 4. Dampak program kesehatan thd mortalitas 5. Dampak KB thd fertilitas, dll Step 3: SELECT Hubungan antara fertlitas dan mortalitas Step 4: RAISE QUESTIONS 1. Apa yg terjadi pada fertilitas, jika mortalitas tutun? 2. Berapa lama waktu yg diperlu- kan antara awal penurunan mortalitas and awal penurunan fertilitas? 3. Faktor2 apa yang mempe- ngaruhi penurunan fertlitas? dll Step 5: FORMULATE OBJECTIVES Tujuan Utama : untuk mengeksplorasi hubungan antara fertilitas dan mortalitas. Tujuan-tujuan spesifik: 1.Untuk mengkaji sejauh mana penurunan fertilitas dikaitkan dg penurunan mortalitas; 2.Untuk memastikan lama waktu yg dibutuhkan antara penurunan mortalitas dan penurunan fertilitas; 3.Untuk mengidentifikasikan faktor2 yg pengaruhi fertilitas; 4.Untuk mengeksplorasi hubungan antara ciri2 sosek & demografi penduduk thd perubahan pada angka fertilitas dan mortalitas. Step 6: MAKE SURE Evaluasi tujuan2 tsb dari aspek: 1. Beban kerja 2. Waktu tersedia 3. Biaya 4. Keahlian Step 7: DOUBLE CHECK 1. Tertarik? 2. Setuju dg tujuan2 tsb 3. Sumber daya & keahlian?

14 Formulasi Masalah Penelitian: Mengembangkan definisi-definisi operasional Peneliti perlu memberikan definisi operasional dari peubah2 yang akan diteliti dan populasi yang diteliti → sebagai sumber informasi dari studi tsb. Operasionalisasi konsep2 dan populasi studi: Definisi operasional konsep2 dan populasi studi yang akan diteliti untuk menghidari ketidakjelasan & kebingungan. Untuk memudahkan dalam pemilihan responden yang sesuai. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan14 StudiKonsep yang ditelitiPopulasi yang diteliti Garis kemiskinan Peran keluarga Efektivitas program Anak-anak Imigran Anak usia muda Mengoperasionalisasikan konsep: Definisikan secara praktis, dapat diteliti dan dapat diukur untuk konsep ‘garis kemiskinan’, ‘peran keluarga’ & ‘efektivitas’. Mengoperasionalisasikan populasi studi: Definisikan istilah2 tentang anak-anak, imigran dan anak usia muda.

15 Formulasi Masalah Penelitian: Mengidentifikasi Peubah (Variables) Dalam proses formulasi masalah penelitian, 2 pertimbangan penting adalah: penggunaan konsep2 dan konstruksi hipotesa Konsep bersifat subyektif karena pemahamannya bisa beragam antar orang, oleh krn itu, konsep tsb mungkin tidak bisa diukur Dalam studi riset, konsep yang digunakan harus dapat dioperasionalisasikan dan dapat diukur (measurable), shg besarnya keragaman pada pemahaman responden dapat dikurangi, atau dihilangkan. Teknik untuk bagaimana mengoperasionalisasikan konsep, pengetahuan tentang peubah (VARIABLES), berperan besar dalam mengurangi subyektivitas ini.. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan15

16 Definisi PEUBAH (Variables) Penilaian ( judgements ) thd sesuatu berdasarkan perasaan atau kesukaan individu orang akan selalu beragam antar mereka. Oleh karena itu, penilaian thd sesuatu harus punya basis yang rasional dan dapat diukur. Peubah (variable): suatu konsep yang dapat DIUKUR. “ A variable is a property that takes on different values. Putting it redundantly, a variable is something that varies ….. A variable is a symbol to which numerals or values are attached ”. (Kerlinger, 1986:27). “ rational units of analysis that can assume any one of a number of designated sets of values ” (Black and Champion, 1976:34). Suatu konsep yang dapat diukur dg salah satu dari 4 jenis skala pengukuran (nominal/classificatory, ordinal/ranking, interval & ratio), yang memiliki tingkat presisi beragam dalam pengukurannya. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan16

17 Definisi Peubah: PERBEDAAN ANTARA KONSEP DAN PEUBAH Konsep adalah kesan subyektif atau persepsi (mental images) yang mana pengertiannya beragam secara menyolok antara individu. Peubah (variables) dapat diukur dengan tingkat presisi tertentu. MEASURABILITY adalah perbedaan utama antara konsep dan peubah Oleh karena itu, konsep harus dikonversikan ke peubah, sehingga konsep tsb dapat diukur walaupun tingkat keakuratannya tergantung dari skalanya. STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan17 KONSEPPEUBAH Efektivitas Dampak Besaran and pola perilaku fertilitas Dll Jenis kelamin (L & P) Umur Pendapatan Tingkat fertilitas Kesan subyektif. Tidak ada keseragaman dlm pema- hamannya antar individu. Tidak dapat diukur. Dapat diukur, walau tingkat presisi beragam antar skala dan antar peubah.

18 Definisi Peubah : BAHAN KULIAH PERTEMUAN 3 Konsep, indikator dan peubah Jenis-jenis peubah Dari sudut sebab-akibat (CAUSATION) Dari sudut rancangan studi Dari sudut unit pengukuran Jenis-jenis skala pengukuran STIS-Metode Penelitian-Puguh Irawan18


Download ppt "Sekolah Tinggi Ilmu Statistik METODE PENELITIAN Semester Ganjil 2013/14 Pertemuan 2: Identifikasi dan Perumusan Masalah Penelitian Oleh : Puguh B. IRAWAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google