Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Analitycal Hierarchy Process (AHP) Adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Analitycal Hierarchy Process (AHP) Adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan."— Transcript presentasi:

1

2  Analitycal Hierarchy Process (AHP) Adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki, dengan memberi nilai subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.

3  Dekomposisi  struktur masalah yang kompleks dibagi menjadi bagian-bagian secara hierarki.  Tujuan didefinisikan dari yang umum sampai khusus.  Dalam bentuk yang paling sederhana struktur akan dibandingkan tujuan, kriteria dan level alternatif.

4

5  Perbandingan penilaian/pertimbangan (comparative judgments).  Dibangun perbandingan berpasangan dari semua elemen yang ada dengan tujuan menghasilkan skala kepentingan relatif dari elemen.  Penilaian menghasilkan skala penilaian yang berupa angka.  Perbandingan berpasangan dalam bentuk matriks jika dikombinasikan akan menghasilkan prioritas.

6

7  Sintesa Prioritas  Dilakukan dengan mengalikan prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria bersangkutan di level atasnya dan menambahkannya ke tiap elemen dalam level yang dipengaruhi kriteria.  Hasilnya berupa gabungan atau dikenal dengan prioritas global yang kemudian digunakan untuk memboboti prioritas lokal dari elemen di level terendah sesuai dengan kriterianya.

8  Struktur yang berhirarki, sebagai konsekwensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam  Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkosistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan  Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.

9 Selain itu, AHP mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multi obyektif dan multi-kriteria yang berdasarkan pada perbandingan preferensi dari setiap elemen dalam hirarki. Jadi, model ini merupakan suatu model pengambilan keputusan yang komprehensif

10  Mendefinisikan struktur hierarki masalah yang akan dipecahkan.  Memberikan pembobotan elemen-elemen pada setiap level dari hierarki  Menghitung prioritas terbobot (weighted priority)  Menampilkan urutan/ranking dari alternatif- alternatif yang dipertimbangkan.

11  Dalam AHP matriks perbandingan berpasangan harus lah konsisten, apabila diperoleh hasil yang tidak konsisten maka proses pembuatan matriks harus diulangi.  Tabel nilai RI n RI005,80,91,121,241,321,411,451,49

12  Matriks perbandingan berpasangan dikatakan konsisten jika dan hanya jika untuk setiap i, j :

13  Ada 4 faktor pemilihan pekerjaan, yaitu lokasi, prospek, resiko, dan gaji. Nilai perbandingan berpasangan dibuat sebagai berikut : lokasi L P R G  Konsisten 

14  Untuk matriks perbandingan berpasangan yang konsisten seperti diatas, vektor bobor dengan jumlah bobot sama dengan 1 adalah :

15  Misalkan terdapat matriks perbandingan berpasangan seperti ini : L P R G

16 Matriks tersebut tidak konsisten, terlihat dari :  Nilai resiko 3 kali lebih penting dari prospek.  Nilai prospek 2 kali lebih penting dari lokasi.  Nilai resiko hanya 3 kali lebih penting dibanding dengan lokasi. Apabila A adalah matriks perbandingan berpasangan yang tidak konsisten, maka vektor bobot dapat didekati dengan cara :

17  Menormalkan setiap kolom j dalam matriks A, sedemikian hingga :  Untuk setiap baris I dalam A’, hitunglah nilai rata-ratanya : dengan wi adalah bobot tujuan ke I dari vektor bobot.

18  Lakukan normalisasi  A’(1,1) = 1/11 =  A’ (2,1) = 2/11 =  Dst…

19 LPRGRata2 L P R G jml11111 Rata : L = ( ) / 4 = P… dst

20  Kemudian nilai vektor bobot yang diperoleh adalah : W = [ 0.086; 0.130; 0.288; 0.496]

21  Pengujian terhadap matriks berpasangan A dilakukan sebagai berikut :  A(Wt) = 11/21/31/ /3¼ /

22  t  CI  CI/RI  Cukup konsisten

23  Jika ada n tujuan dan m alternatif pada AHP, maka proses perangkingan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sbb :  Untuk setiap tujuan i, tetapkan matriks perbandingan berpasangan A, untuk m alternatif.  Tentukan vektor bobot untuk setiap Ai yang merepresentasikan bobot relatif dari setiap alternatif ke j pada tujuan ke I (sij).  Hitung total skor.

24  Misalkan ada 4 alternatif yang dipilih, yaitu A, B, C dan D. pada tujuan pertama yaitu Lokasi, matriks perbandingan berpasangan yang ditetapkan adalah : ABCD A1½51/5 B217½ C 1/711/9 D3291 jml6/551/142235/18

25  Setelah dilakukan normalisasi  Sehingga : s 11 = 0.174, s 12 = 0.293, s 13 = dan s 14 = ABCDRata2 A B C D

26  Matriks perbandingan berpasangan yang ditetapkan adalah : ABCD A1952 B1/91 C1/5911/2 D 921 jml1 73/ /93 11/18

27  Setelah dilakukan normalisasi  Sehingga : s 21 = 0.511, s 22 = 0.035, s 23 = dan s 24 =  Dst….. ABCDRata2 A B C D

28  Matriks skor setiap alternatif dari setiap tujuan : ABCD L P R G

29  Vektor bobot yang diperoleh sebelumnya : W = [ 0.086; 0.130; 0.288; 0.496]  Skor total setiap alternatif  s1 = (0.174)(0.086) + (0.511)(0.130) + (0.212)(0.288) + (0.051*0.496) =  S2 =  S3 =  S4 = Karena alternatif D (s4) paling besar, maka alternatif D yang paling dipilih.

30 Adi berulang tahun yang ke-17, Kedua orang tuanya janji untuk membelikan sepeda motor sesuai yang di inginkan Adi. Adi memiliki pilihan yaitu motor Ninja, Tiger dan Vixsion. Adi memiliki kriteria dalam pemilihan sepeda motor yang nantinya akan dia beli yaitu : sepeda motornya memiliki desain yang bagus, berkualitas serta irit dalam bahan bakar.

31


Download ppt " Analitycal Hierarchy Process (AHP) Adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google