Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh: Muntamah Q 100 080 299 Kartiko Q 100 080 296 Fajar Purnomo Q 100 080 311 Partono Q 100 080 312.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh: Muntamah Q 100 080 299 Kartiko Q 100 080 296 Fajar Purnomo Q 100 080 311 Partono Q 100 080 312."— Transcript presentasi:

1 PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh: Muntamah Q Kartiko Q Fajar Purnomo Q Partono Q

2 Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Classroom action research is a form of collective self-reflective enquiry undertaken by participants in social situation in order to improve the rational practices and the justice of their own or educational practices, as well as their understanding of these practices and the situation, in which these practices are carried out. It consists of planning, acting, observing, and reflecting (Mc. Taggart) Classroom action research is a form of collective self-reflective enquiry undertaken by participants in social situation in order to improve the rational practices and the justice of their own or educational practices, as well as their understanding of these practices and the situation, in which these practices are carried out. It consists of planning, acting, observing, and reflecting (Mc. Taggart)

3 Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa (Arikunto, 2006) Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa (Arikunto, 2006)

4 Sejarah Penelitian Tindakan Lahirnya rancangan penelitian tindakan kelas dapat ditelusuri dari awal penelitian dalam ilmu pendidikan yang diinspirasi melalui pendekatan ilmiah yang diadvokasi oleh filsuf John Dewey (1910) dalam bukunya How We Think dan The Source of a Science of Education. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980 di Amerika Serikat muncul keinginan mewujudkan kolaborasi, dengan demikian mampu mengembangkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan. Upaya kolaboratif ini dikenal sebagai suatu penelitian tindakan (action research) (Supardi, 2006: 101). Lahirnya rancangan penelitian tindakan kelas dapat ditelusuri dari awal penelitian dalam ilmu pendidikan yang diinspirasi melalui pendekatan ilmiah yang diadvokasi oleh filsuf John Dewey (1910) dalam bukunya How We Think dan The Source of a Science of Education. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980 di Amerika Serikat muncul keinginan mewujudkan kolaborasi, dengan demikian mampu mengembangkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan. Upaya kolaboratif ini dikenal sebagai suatu penelitian tindakan (action research) (Supardi, 2006: 101).

5 Ciri Penelitian Tindakan Kelas PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu, tetapi berasal dari adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks. Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu, tetapi berasal dari adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks. PTK hendaknya dimulai dari permasalahan yang sederhana, nyata, jelas, dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. PTK hendaknya dimulai dari permasalahan yang sederhana, nyata, jelas, dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Adanya kolaborasi (kerja sama) antara praktisi (guru, kepala sekolah, siswa, dan lain-lain) dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action) (Suhardjono, 2006) Adanya kolaborasi (kerja sama) antara praktisi (guru, kepala sekolah, siswa, dan lain-lain) dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action) (Suhardjono, 2006)

6 Tujuan PTK Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas. Meningkatkan sikap professional pendidik dan tenaga kependidikan. Meningkatkan sikap professional pendidik dan tenaga kependidikan. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable). (Suhardjono, 2006) Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable). (Suhardjono, 2006)

7 Manfaat PTK Supardi (2006: 108) menyatakan beberapa manfaat PTK antara lain: Supardi (2006: 108) menyatakan beberapa manfaat PTK antara lain: Inovasi pembelajaran; Inovasi pembelajaran; Pengembangan kurikulum di tingkat regional/nasional; Pengembangan kurikulum di tingkat regional/nasional; Peningkatan profesionalisme pendidikan. Peningkatan profesionalisme pendidikan.

8 Model Penelitian Tindakan Kelas Menurut Arikunto (2006: 16-19) terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Menurut Arikunto (2006: 16-19) terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.

9 Tahap 1: Menyusun rancangan tindakan (planning) Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Dalam tahap menyusun rancangan ini peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung. Dalam tahap menyusun rancangan ini peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung.

10 Tahap 2: Pelaksanaan Tindakan (Acting) Adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas. Pelaksana guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar, tidak dibuat-buat. Adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas. Pelaksana guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar, tidak dibuat-buat.

11 Tahap 3: Pengamatan (Observing) Kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat kepada guru pelaksanan yang berstatus sebagai pengamat agar melakukan “pengamatan balik” terhadap apa yang terjadi ketika tindakan berlangsung agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya. Kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat kepada guru pelaksanan yang berstatus sebagai pengamat agar melakukan “pengamatan balik” terhadap apa yang terjadi ketika tindakan berlangsung agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya.

12 Tahap 4: Refleksi (Reflecting) Merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan releksi ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan. Merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan releksi ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan.

13 Model Spiral PTK oleh Mc. Taggart Reflect Plan Siklus 1 Observe Act Reflect Revised plan Reflect Revised plan Siklus 2 Observe Act Observe Act

14 Supardi (2006: ) menyatakan empat tahapan dalam PTK yang dijabarkan sebagai berikut: Supardi (2006: ) menyatakan empat tahapan dalam PTK yang dijabarkan sebagai berikut: 1. Planning a. Identifikasi Masalah b. Perumusan Masalah dan Analisis Penyebab Masalah c. Pengembangan Intervensi

15 2. Acting 3. Observing a. Pengumpulan Data b. Sumber Data c. Critical Friend dalam Penelitian Tindakan d. Analisis Data 4. Reflecting 5. Akhir Tindakan

16 Pengumpulan Data Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Efek dari suatu intervensi (action) terus dimonitor secara reflektif. Untuk mendapatkan data yang akurat perlu disusun suatu instrumen yang valid dan reliable. Instrumen yang valid adalah instrumen yang mampu dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. Reliabilitas menyangkut akurasi dan konsistensi alat pengumpul data. Jika instrumen tidak konsisten (berubah-ubah) maka instrumen tersebut tidak dapat dipercaya. Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Efek dari suatu intervensi (action) terus dimonitor secara reflektif. Untuk mendapatkan data yang akurat perlu disusun suatu instrumen yang valid dan reliable. Instrumen yang valid adalah instrumen yang mampu dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. Reliabilitas menyangkut akurasi dan konsistensi alat pengumpul data. Jika instrumen tidak konsisten (berubah-ubah) maka instrumen tersebut tidak dapat dipercaya.

17 Critical Friend dalam Penelitian Tindakan Critical friend merupakan pihak ketiga yang dapat meningkatkan kualitas hasil penelitian tindakan. Dengan syarat sebagai berikut: Critical friend merupakan pihak ketiga yang dapat meningkatkan kualitas hasil penelitian tindakan. Dengan syarat sebagai berikut: Critical friend dipilih berdasarkan kebutuhan kelompok penelitian tindakan. Critical friend dipilih berdasarkan kebutuhan kelompok penelitian tindakan. Critical friend adalah teman positif yang siap membantu kegiatan penelitian. Critical friend adalah teman positif yang siap membantu kegiatan penelitian. Critical friend adalah teman yang siap berbagi pengalaman/pengetahuan. Critical friend adalah teman yang siap berbagi pengalaman/pengetahuan. Critical friend hadir karena diundang oleh peserta kelompok peneliti PTK. Jadi, selama dibutuhkan, harus siap membantu. Critical friend hadir karena diundang oleh peserta kelompok peneliti PTK. Jadi, selama dibutuhkan, harus siap membantu.

18 Analisis Data Data kuantitatif (nilai hasil belajar siswa) yang dapat dianalisis secara deskriptif. Dalam hal ini peneliti menggunakan analisis statistik deskriptif. Misalnya, mencari nilai rerata, persentase keberhasilan belajar, dan lain-lain. Data kuantitatif (nilai hasil belajar siswa) yang dapat dianalisis secara deskriptif. Dalam hal ini peneliti menggunakan analisis statistik deskriptif. Misalnya, mencari nilai rerata, persentase keberhasilan belajar, dan lain-lain. Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang ekspresi siswa tentang tingkat pemahaman terhadap suatu mata pelajaran (kognitif), pandangan atau sikap siswa terhadap metode belajar yang baru (afektif), aktivitas siswa mengikuti pelajaran, perhatian, antusias dalam belajar, kepercayaan diri, motivasi belajar dan sejenisnya. Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang ekspresi siswa tentang tingkat pemahaman terhadap suatu mata pelajaran (kognitif), pandangan atau sikap siswa terhadap metode belajar yang baru (afektif), aktivitas siswa mengikuti pelajaran, perhatian, antusias dalam belajar, kepercayaan diri, motivasi belajar dan sejenisnya.

19 Akhir Tindakan Yang perlu ditulis pada laporan setidaknya menyangkut aspek yang berkaitan dengan hal-hal berikut. Yang perlu ditulis pada laporan setidaknya menyangkut aspek yang berkaitan dengan hal-hal berikut. Setting yang memberi gambaran tentang kondisi lapangan/kelas tempat penelitian dilakukan, disertai penjelasan adanya perbedaan antara model pembelajaran yang biasa dilakukan dengan model yang sedang dilaksanakan melalui penelitian tindakan kelas. Setting yang memberi gambaran tentang kondisi lapangan/kelas tempat penelitian dilakukan, disertai penjelasan adanya perbedaan antara model pembelajaran yang biasa dilakukan dengan model yang sedang dilaksanakan melalui penelitian tindakan kelas. Penjelasan hasil pelaksanaan tiap siklus dengan data lengkap hasil pengamatan disertai hasil reflesinya. Penjelasan hasil pelaksanaan tiap siklus dengan data lengkap hasil pengamatan disertai hasil reflesinya. Setelah semua siklus dijelaskan, kemudian dianalisis dengan memerhatikan hasil keseluruhan siklus. Setelah semua siklus dijelaskan, kemudian dianalisis dengan memerhatikan hasil keseluruhan siklus.

20 DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suhardjono, dan Supardi Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara Mc. Taggart, Robin Action Research: A Short Theory. Victoria: Deaking University Press Wiriatmadja Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

21 TERIMA KASIH


Download ppt "PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh: Muntamah Q 100 080 299 Kartiko Q 100 080 296 Fajar Purnomo Q 100 080 311 Partono Q 100 080 312."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google