Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ARGUMENTASI DAN SILOGISME Oleh: dedy Djamaluddin malik (Kuliah ke-5)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ARGUMENTASI DAN SILOGISME Oleh: dedy Djamaluddin malik (Kuliah ke-5)"— Transcript presentasi:

1 ARGUMENTASI DAN SILOGISME Oleh: dedy Djamaluddin malik (Kuliah ke-5)

2 DEFINISI ARGUMENTASI  Ekspresi verbal dari penyimpulan tidak langsung (deduksi dan induksi) disebut argumentasi.  Argumentasi adalah suatu diskursus (wacana) yang secara logis mendeduksi (menjabarkan) satu proposisi dari proposisi-proposisi lainnya.  “An argument is a set of statements in which a claim is made, support is offered it, and there is an attempt to influence someone in a context of dissagrement”.  A claim is an expressed opinion or a conclusion that the arguer wants accepted.

3 RANTAI ARGUMEN ACCEPTED CLAIM REASONING EVIDENCE

4 Argumentasi dalam Perspektif  Argumentation is the process of making claims intended to justify beliefs, attitudes, and values so as to influence other.  An argument is made up of a claim and support.  An argument reaches decision making for personal interest, policy and laws.  An argumentation involves critical thinking

5 ANATOMI ARGUMENTASI  Argumen adalah satu atau dua pernyataan yang dipakai untuk memberi dukungan kepada kongklusi.  Pernyataan yang memberi dukungan bagi kongklusi disebut “reason” (penalaran) atau premis.  The premises are the reasons that support a conclusion (Premis adalah alasan (penalaran) yang mendukung konklusi).  Premis mempunyai dua “kata kunci”: premises indicator” dan “premises markers”.

6 PREMISE INDICATORS  Sebab, karena, jika, sebagaimana ditunjukkan oleh, alasannya; bukti terdiri dari; sedangkan; asumsikan bahwa; melihat bahwa; kedua. Premis itu bisa berupa: “matter of fact” dan “matter of opinion”.  Contoh: “Kamu harus segera lulus sarjana sebab kamu akan mendapat gaji tinggi dengan gelar sarjana itu.”  “Hidupmu Akan sukses jika rajin belajar”.  Sebagaimana ditunjukkan oleh data statistik, kemiskinan terus berkurang dan kesejahteraan masyarakat mulai lebih meningkat.

7 CONCLUSION/KESIMPULAN  Conclusion (konklusi) adalah keyakinan atau “point of view” yang didukung dan didiperkuat oleh premis-premis.  Indikator konklusi: maka; karena; jadi; dengan demikian; kesimpulannya; “accordingly” (oleh sebab itu); berdasarkan semua alasan ini; “as a result”; “we may infer”; akibatnya.  Contoh: “Berdasarkan semua alasan yang dikemukakan tadi, jelaslah bahwa hidup itu tidak gampang”.

8 ASSUMPTIONS  Asumsi adalah keyakinan atas kebenaran dan ketidakbenaran yang “melandasi” pernyataan yang terkandung di dalam setiap premis.  Makin banyak pilihan barang sejenis yang dibutuhkan konsumen, makin bagus. Makin sedikit pilihan barang, makin tidak bagus.  Makin banyak aktivitas mahasiswa di luar kampus, makin tinggi peluang tingkat kematangan mahasiswa dalam mengambil keputusan.

9 TIGA PERSPEKTIF DLM ARGUMENTASI  Logical perspective: memandang argumen sebagai serangkaian premis dan kesimpulan yang dikaji apakah premis-premis dan kesimpulannya valid atau tidak.  Dialectical perspective: menggambarkan argumentasi sebagai proses penemuan isu, membuat alternatif- alternatif, dan membuat standar penilaian dan menolak keputusan sampai teruji dan terbukti kebenarannya.  Rhetorical perspective: menekankan argumentasi sebagai metoda untuk mempengaruhi nalar, sikap dan perilaku khalayak.

10 SILOGISME PERSPEKTIF LOGIKA  Silogisme adalah suatu argumen deduktif yang terdiri dari dua premis dan satu kesimpulan.  Silogisme adalah setiap penyimpulan tidak langsung, yang dari dua proposisi (premis-premis) disimpulkan satu proposisi yang baru, yakni kesimpulan.  Kesimpulan sangat bergantung pada premis-premis (mayor dan minor). Bila premis-premisnya benar, maka kesimpulannya akan benar,

11 MACAM SILOGISME  Silogisme kategoris: yaitu silogisme yang mengandung tiga proposisi: premis mayor, premis minor dan konklusi.  Silogisme hipotetis: yaitu suatu silogisme yang premis mayornya berupa keputusan hipotetis, sedangkan premis minor dan kesimpulannya berupa keputusan kategoris.  Perhatikan materi kuliah “proposisi”.

12 TIGA MACAM PENALARAN  Scientific reasoning: memaparkan argumen berdasarkan teori dan fakta-fakta sebab-akibat.  Contoh: Teori Darwinisme sosial untuk menjelaskan mengapa ada yang “kalah” dan yang “menang”; ada miskin ada kaya; ada yang cepat mati ada yang berumur panjang.  Contoh: teori kekerasan media  Contoh: teori reception: words don’t mean, people mean.

13 PENALARAN LEGAL/HUKUM  Penalaran yang bersumber dari hukum atau konvensi atau berdasarkan hak dan kewajiban.  Contoh: anak dari keluarga yang “pecah” adalah “milik” bapaknya.  Contoh: merokok tidak boleh karena melanggar peraturan Pemda.  Contoh: shalat itu wajib agar orang menjadi baik.  Contoh: kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum dijamin UUD 1945 Pasal 28

14 PENALARAN MORAL  Penalaran moral adalah cara berpikir berdasar penilaian moral, agama, adat, dan kemanusiaan.  Contoh: “korupsi itu, melanggar moral, meskipun “sulit menghindarinya”.  Contoh: “meskipun peminta-minta di pinggir jalan itu menipu, tapi karena dia meminta, wajib lah kita memberi, kalau ada uang.  Contoh: saling nyontek itu bagian dari perkawanan untuk saling memberi, tetapi salah tempat karena ujian merupakan test yang bersifat individual bukan test kerjasama kolektif.

15 Buatlah contoh-contoh penalaran  Scientific reasoning:  transactional theory  uses and gratification theory  agenda setting theory  social learning theory (reward and punishment)  Law reasoning: desersi, pengubahan patok di daerah perbatasan antarnegara, pelanggaran lalu lintas.  Moral reasoning: menitipkan nenek ke panti asuhan adalah tindakan yang lebih aman daripada di rumah yang tak punya pembantu.


Download ppt "ARGUMENTASI DAN SILOGISME Oleh: dedy Djamaluddin malik (Kuliah ke-5)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google