Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Untuk Uji forensik dimana sampel DNA yang dimiliki jumlahnya tidak banyak dan tidak reproducible  Untuk penyelidikan kriminal ataupun genetika forensik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Untuk Uji forensik dimana sampel DNA yang dimiliki jumlahnya tidak banyak dan tidak reproducible  Untuk penyelidikan kriminal ataupun genetika forensik."— Transcript presentasi:

1

2  Untuk Uji forensik dimana sampel DNA yang dimiliki jumlahnya tidak banyak dan tidak reproducible  Untuk penyelidikan kriminal ataupun genetika forensik

3  mtDNA  Adalah DNA manusia yang ada di mitokondria. Bersifat haploid dengan sedikit perbedaan pada basa nitrogen dan panjang molekul yang relatif identik tiap mt DNA  Implikasi  Sulit dianalsia

4 Metode yang lazim untuk uji DNA nukleus  elektroforesis. Sayangnya metode ini sulit diterapkan pada mt DNA. Hal ini akibat perbedaan yang sedikit sehingga mudah terjadi overlapping

5  Denaturing Gradien Gel Electrphoresis (DGGE)  Single Strand Conformational Polymorphism (SSCP) Sayangnya metode-metode ini membutuhkan lebih banyak waktu dan penelitiannya lebih rumit serta sangat mahal

6  Cepat, murah, dan murah  Tidak membutuhkan manipulasi DNA yang berlebihan  Prinsip kerja  memisahkan campuran DNA untuk dibuat rangkaiannya.  Tujuan  Untuk mengetahui tingkat kecocokan dari dua buah sampel DNA

7  Sensitivitas DHLPC sangat tinggi  mendeteksi hingga setiap sequence yang berbeda ( substitusi, insersi, delesi,dll)  Bisa mendeteksi suatu campuran yang kompleks  Bisa mengukur dan memurnikan produk PCR  Mendeteksi hingga 95 – 100% mutasi pada DNA.

8  Dua macam Mt DNA didenaturasi  Campuran akan dikromatografi dengan pelarut cair tertentu  Didalam kolom kromatografi, DNA yang cocok akan membentuk heteroduplet  Heterodulpet akan keluar duluan, setelah itu dianalisa jenisnya.

9

10  Campuran dari dua atau lebih DNA dipanaskan sampai terdenaturasi.  Dimasukkan dalam kolom DHPLC akan membentuk homo & heteroduplices  Homoduplices  menggambarkan komponen asli dari campuran  Heteroduplices  cross-hybridization dari beberapa kontributor yang berbeda ke campuran.

11  Saat kondisinya setengah denaturing  dilarutkan ke dalam pelarut nonpolar ( ACETONITRILIE).  Heteroduplices  kurang stabil  ada 1 atau lebih pasangan basa yang tidak cocok, sehinga muncul sebagai early eluting peak pada grafik kromatografi.

12

13  Isolasi heteroduplices, kemudian baru diidentifikasi dengan menggunakan pembaca rangkaian DNA.

14  PCR enzym  Pelarut non polar (asetonitril)

15  Analisa dilakukan dengan DNA analyzer untuk melihat kecocokan pasangan basanya  Dapat juga dengan melihat yield heterodupleks untuk analisa semi- kualitatif persen kecocokan

16  Kecocokan DNA dari dua buah sampel berdasarkan pasangan basa nitrogennya

17  HPDLC adalah metode analisa DNA berdasarkan kesamaan pasangan basa, jadi tidak butuh fragmen besar, Mt DNA fragmennya kecil

18

19

20

21

22

23 Sampel yang mau diuji:  Kain yang digunakan manusia  Darah  Air liur  Semen  Rambut dengan akar (0,5 cm)

24  Menaruh 10 mikroliter darah ke kapas steril yang sudah terlebih dahulu direndam ke dalam air murni (nanopure water)  Dibiarkan di udara hingga kering selama 2 jam pada suhu ruangan.  Simpan pada suhu C.

25  Diekstraksi menggunakan EZ1 DNA Tissue kit run on the BioRobot® EZ1 with DNA Forensic Card (Qiagen Inc., Valencia, CA)  Setelah diekstraksi, masukkan ke dalam 200μL of TE (10mM Tris, 1mM EDTA), kemudian dideteksi dengan qRT-PCR, rantai dari hasil residu yang akan menginterferensi hasil disingkirkan dngan sentrifugasi dan dimasukkan ke dalam tabung baru.

26  Didalam kolom DHPLC, sampel akan diamplifikasi dengan PCR serta diretensi oleh asetonitril  Sampel Dianalisa

27  Sampel yang berupa potongan kain, kapas, atau karpet, dimasukkan ke dalam 190μL of the Qiagen’s proprietary “G2 Buffer” dan 10μL of proteinase K solution (600mAU/mL)  Vortex (diputar) selama 10 detik dan diinkubasi dengan suhu 56 o C selama 15 menit.  Pindahkan larutan ke tabung 2 mL baru dimasukkan ke dalam BioRobot® EZ1.

28  Didalam kolom DHPLC, sampel akan diamplifikasi dengan PCR serta diretensi oleh asetonitril

29  Aditya Rinus: - Definisi heteroduplices dan Tujuan analisis?  Khotib Sarbini: - Kenapa harus menganalisa mtDNA? Apa itu mitokondria  Kenny Lischer: - Apakah bisa menganalisa mt DNA dengan teknik RHPLC?

30  Republik Daudy: - Apa fase gerak yang dipakai pada analisa DHPLC mtDNA? Sampel DNA haploid atau diploid  Nindya Sani: - Analisa DNA selain sampel darah bisakah?  Pak Setiadi: - Bisakah menguji DNA selain manusia? Apakah masih perlu menggunakan elektroforesis?


Download ppt " Untuk Uji forensik dimana sampel DNA yang dimiliki jumlahnya tidak banyak dan tidak reproducible  Untuk penyelidikan kriminal ataupun genetika forensik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google