Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1. OP dalam Perspektif Filsafat 2. OP dalam Perspektif Psikologi 3. OP dalam Perspektif Sosiologi 4. OP dalam Persepektif Komunikasi 5. OP dalam Perspektif.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1. OP dalam Perspektif Filsafat 2. OP dalam Perspektif Psikologi 3. OP dalam Perspektif Sosiologi 4. OP dalam Persepektif Komunikasi 5. OP dalam Perspektif."— Transcript presentasi:

1 1. OP dalam Perspektif Filsafat 2. OP dalam Perspektif Psikologi 3. OP dalam Perspektif Sosiologi 4. OP dalam Persepektif Komunikasi 5. OP dalam Perspektif Kehumasan Opini Publik dalam Perspektif Keilmuan

2

3 Filsafat Kebebasan Berpendapat Paham liberalisme mengatakan bahwa kemerdekaan mengeluarkan pendapat adalah demi kebenaran, atau dengan kata lain, kebebasan itu akan membantu orang menemukan kebenaran Apakah ‘kebenaran’ itu? Berikut beberapa aliran teori kebenaran: Coherence Theory Antara pendapat2 yang dimiliki seseorang harus ada persesuaian. Merupakan satu kesatuan bulat. Correspondent Theory Pernyataan manusia harus sesuai dengan kenyataan. Pendapat yang menang adalah yang benar Pragmatisme Dikembangkan William James dan John Dewey (akhir abad ke-19). Kebenaran harus tetap dicari. Manusia bertanggungjawab atas pendapat2nya, karena pendapat adalah penggerak tindakan. Pendapat seseorang adalah hasil pengalamannya, artinya pengalaman tentang apa yang pernah diajarkan kepadanya serta reaksi terhadapnya. Menekankan proses verifikasi

4 Kebenaran sebagai Pembatas Kebebasan Berpendapat “Speech, of any kind, must be free and must go unpunished unless there is some good reason for punishment” - Roger Fisher, 1961 ‘Half Truth’ merupakan pernyataan yang dapat mengganggu ketertiban karena dapat memberikan kesan yang lain dari yang sebenarnya. Demokrasi memberikan kebebasan yang dibatasi oleh penilaian tentang kebenaran Karena manusia dalam persoalan sehari-hari sukar menemukan kebenaran mutlak, maka kebebasan mutlak juga tidak ada. Manusia mau tidak mau melihat bahwa ia terikat pada ‘social truth’ masyarakatnya

5 Opini Publik Ditinjau dari Psikologi “Public Opinion refers to people’s attitude on an issue when they are members of the same social groups” “Public Opinion.. opposes or favors this or that, is expressed, is a source of wisdom or folly, or should not be heard” - Leonard W. Doob, 1956 Sikap adalah hasil “jawaban dalam diri” terhadap pengalaman pahit atau senang dalam masa lampau seseorang. Sikap bukan sesuatu yang diterima sejak lahir, melainkan hasil pengalaman dan belajar dari pengalaman Sikap yang mendahului pendapat adalah hasil dari rangsangan luar yang telah diolah manusia dalam dirinya sesuai dengan hasil pendidikannya, pengalamannya, dan perasaannya

6 Opini Publik Ditinjau dari Psikologi Manusia pada umumnya mempunyai keinginan untuk mendasarkan tindakannya sebanyak mungkin atas opini publik, yaitu karena opini publik merupakan “The Principal Sanction of Right Conduct” “It would be an illusion to assume that a “public opinion” exist apart from the opinion of the individuals composing the public” - Otto Friedman, 1950 Antara opini publik serta sikap pribadi manusia ada hubungan yang erat. Suatu Opini Publik akan tetap laten hingga saat adanya persoalan yang minta pemecahan, karena masyarakat terganggu dengan adanya pertentangan antara anggota masyarakat. Setelah dinyatakan, maka opini publik menjadi in actu (actual public opinion) yang berusaha mengakhiri perasaan tidak aman dan putus asa akibat adanya pertentangan tersebut.

7 Opini Publik Ditinjau dari Psikologi Sosial Hubungan antara Sikap (Pribadi) dan Pendapat (Opini): Pendapat yang dinyatakan (expressed) Pendapat yang tidak dinyatakan tetapi sebenarnya ada atau tidak disadari (latent) Pendapat yang telah tersebar tetapi tidak dinyatakan (internal public opinion) Internal public opinion dapat menjadi external public opinion karena kekuatan intesitas pendapat ini makin besar, sehingga timbul kebutuhan untuk menyatakannya, ataupun dapat dinyatakan karena suatu kejadian telah ‘memancingnya’

8 Opini Publik Ditinjau dari Sosiologi Menurut Emily S. Bogardus, 1949: Opini Publik merupakan dasar dari hukum Kekuatan hukum tergantung dari dukungan yang diberikan oleh Opini Publik kepadanya Apabila Opini Publik mempunyai pendapat atau sikap tertentu terhadap suatu persoalan, maka sikap itu mempunyai kekuatan hukum, tertulis ataupun tidak tertulis Opini Publik adalah pancaran dari more suatu masyarakat More adalah semua norma dan kebiasaan yang diarahkan kepada pengabdian pada masyarakat luas dan karenanya mempunyai sanksi tradisional maupun mistis.

9 Opini Publik Ditinjau dari Sosiologi Sifat-sifat Opini Publik sesuai dengan pandangan Sosiologi: Opini Publik mempunyai kelemahan juga,seperti sifat yang tidak jelas, tidak tepat, dan tidak dirumuskan dalam kodifikasi Opini Publik tidak “hidup” lama, tidak merupakan suatu pendapat Opini Publik adalah sederhana dalam metodenya, didorong oleh emosi dan nafsu manusia Walaupun demikian orang tidak dapat bergerak dalam masyarakat ataupun mengambil tindakan yang akan menimpa masyarakat apabila pendapat/ opini yang penuh emosi tidak diperhatikan

10 Opini Publik Ditinjau dari Ilmu Komunikasi “Some kinds of communication on some kinds of issues, brought to the attention of some kinds of people under some kinds of conditions, have some kinds of effects” - Bernard Berelson, 1950 “The expression of attitudes on social issue.” “Attitude are internal predispositions that cannot be directly observed.” “It becomes a social issue, and an object of public opinion only if others are stimulated to form opinion on the subjects.” - Irish and Prothro, 1965 “An act is externalized when it involves the environment as it runs to completion. When the environment is not involved the act is internalized.” - Harold Lasswell, 1949

11 Opini Publik Ditinjau dari Ilmu Komunikasi Pandangan Komunikasi terhadap Opini Publik Kemungkinan pro dan kontra (sebelum tercapai konsensus) Melibatkan lebih dari seorang Dinyatakan Mengadakan atau mungkin mengadakan tanggapan yang pro maupun kontra (favourable) Opini publik selanjutnya ditentukan oleh jarak geografis, pengetahuan, dan sikap kelompok Jenis Opini Publik dan Faktor yang Menentukannya (James N. Rosenau, 1961): Mass Public Attentive Public Opinion-Making Public

12 Opini Publik dalam Perspektif Kehumasan The Three Main Elements of Public Relations Edward Bernays (1961): Informing people Persuading people Integrating people with people Public Relations campaigns succeed to the extent that they promote mutual understanding between organization that sponsor the campaign and one or more of the publics on which the organization depends to achieve its goals (Straubhaar and LaRose, 2008) Public Relations is an art applied to a science; the art of intentionally manipulating Public Opinion in support of one’s products, services, ideas, or issues without regard for truth or reality (Ewen, 1996; Tye, 1998).


Download ppt "1. OP dalam Perspektif Filsafat 2. OP dalam Perspektif Psikologi 3. OP dalam Perspektif Sosiologi 4. OP dalam Persepektif Komunikasi 5. OP dalam Perspektif."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google