Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGUJIAN HIPOTESIS PROPORSI 1 SAMPEL Mugi Wahidin, SKM, M.Epid Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul 2014/2015.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGUJIAN HIPOTESIS PROPORSI 1 SAMPEL Mugi Wahidin, SKM, M.Epid Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul 2014/2015."— Transcript presentasi:

1 PENGUJIAN HIPOTESIS PROPORSI 1 SAMPEL Mugi Wahidin, SKM, M.Epid Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul 2014/2015

2 POKOK BAHASAN Pengertian Tujuan Langkah Uji Jenis Contoh kasus

3 PENGUJIAN HIPOTESIS 1 SAMPEL Merupakan pengujian hipotesis deskriptif Pengujian generalisasi hasil penelitian yang didasarkan pada 1 sampel Pengujian variabel bersifat mandiri, hipotesis tidak berbentuk perbandingan ataupun hubungan antar 2 variabel atau lebih Bila H0 diterima (gagal ditolak) berarti dapat digeneralisasikan ke populasi

4 PENGUJIAN HIPOTESIS 1 SAMPEL Untuk statistik parametris (distribusi data normal) ◦ menggunakan uji t (t-test) 1 sampel yaitu untuk data interval dan rasio (mean)  dipelajari sesi 7 lalu ◦ Mnggunakan uji Z untuk mean jika σ diketahui ◦ Menggunakan uji Z untuk proporsi  dipelajari sesi ini Untuk statistik non parametris (distribusi data tidak normal/bebas) ◦ menggunakan uji binomial dan Chi Square 1 sampel (data nominal) dan uji Runs (data ordinal)  dipelajari pada satistik 3

5 UJI BEDA PROPORSI 1 SAMPEL Untuk mengetahui/menguji perbedaan proporsi populasi dengan proporsi sampel penelitian Jenis ◦ Uji dua pihak (two tail) ◦ Uji 1 fihak (one tail): fihak kanan atau fihak kiri

6 UJI BEDA PROPORSI 1 SAMPEL Hipotesis Two tail H0: p = P Ha: p ≠ P One tail H0: p = P Ha: p < P (fihak kiri) atau Ha: p > P (fihak kanan)

7 LANGKAH UJI Z 1 PROPORSI 1. Menghitung proporsi data penelitian 2. Menghitung nilai Z 3. Melihat harga probabilitas pada Z tabel 4. Hitung nilai probabilitas, bandingkan dengan α 5. Dapat dengan membandingkan nilai Z hitung dengan Z tabel, dengan membuat kurva 6. Membuat keputusan pengujian hipotesis

8 RUMUS p = proporsi data sampel P = proporsi data populasi (kondisi saat ini) Q = 1 – P n = jumlah data sampel

9 KEPUTUSAN HIPOTESISS Dengan probabilitas Jika p > α, maka H0 gagal ditolak (diterima) Jika p < α, maka H0 ditolak

10 1. UJI Z 2 FIHAK (TWO TAIL) Daerah penolakan H0 Daerah penerimaan H0 Kesimpulan hipotesis Jika Z hitung berada pada daerah penerimaan H0 (≤ Z tabel), maka H0 diterima (gagal di tolak) Jika Z hitung berada pada daerah penolakan H0 (> Z tabel), maka H0 di tolak  tidak melihat nilai + dan - 1,96 -1,96

11 CONTOH UJI DUA FIHAK (TWO TAIL) Soal Diketahui laporan Dinkes Kab bahwa di kabupaten X persalinan ditolong oleh dukun sebesar 40%. Seorang mahasiswa ingin mengetahui apakah informasi tersebut masih relevan, Diambil 250 sampel persalinan dengan wawancara pada setahun terakhir. Didapatkan 102 perempuan mengaku bersalin di dukun. Dengan dereajat kemaknaan 95% dan α 5%, apakah ada perbedaan proporsi antara laporan dinkes kab dengan hasil penelitian? (apakah informasi proporsi persalinan oleh dukun sebesar 40% masih berlaku)?

12 CONTOH UJI DUA FIHAK (TWO TAIL) Jawab: ◦ Diketahui n = 250, P = 0,40 Q = 1- P = 1 – 0,40 = 0,60 p = 102 /250 = 0,41 ◦ Ho: p = 0,40 Tidak ada perbedaan proporsi pesalinan antara data dinkes dengan data sampel ◦ Ha : p ≠ 0,40 Ada perbedaan proporsi pesalinan antara data dinkes dengan data sampel

13 CONTOH UJI DUA FIHAK (TWO TAIL) Jawab: Z = 0,41 – 0.40 √ (0,40 * 0,60) / 250 = 0,33 Lihat probabilitas pada tabel Z 0,33  0,1293 Nilai p = 0,5 – 0,1293 = 0,3707 (karena setengah kurva)  Nilai p ini adalah nilai 1 tail, maka untuk two tail (2 fihak) nilai dikali 2 = 0,3707 x 2 = 0,7414  Bandingkan dengan nilai α 0,05, maka 0,7414 > 0,05,  Berarti H0 gagal ditolak (diterima)

14 KURVA NYA Daerah penolakan H0 Daerah penerimaan H0 0,33 1,96 -1,96 Kesimpulan : Ho diterima Z hitung Z tabel 0,95

15 CONTOH UJI DUA FIHAK (TWO TAIL) Jawab: Kesimpulan: Secara statistik proporsi persalinan antara laporan dinkes kab dengan penelitian tidak berbeda, atau Proporsi persalinan sebesar 40% oleh dukun masih berlaku

16 2. UJI Z 1 FIHAK (ONE TAIL): FIHAK KIRI Hipotesis ◦ Ho : p ≥ 0,40 ◦ Ha : p < 0,40 Kesimpulan hipotesis Jika Z hitung berada pada daerah penerimaan H0 (≥ Z tabel) maka H0 diterima (gagal di tolak) jika Z hitung diluar daerah penerimaan H0, maka Ho ditolak P < α

17 UJI Z 2 FIHAK: Fihak Kiri Daerah penolakan H0 Daerah peenerimaan H0 - 1,96 -2,45 Kurva nya Kesimpulan : Ho ditolak Z hitung

18 3. UJI Z 1 FIHAK (ONE TAIL): FIHAK KANAN ◦ Hipotesis ◦ Ho : µ ≤ 0,40 ◦ Ha : µ > 0,40 Kesimpulan hipotesis Jika Z hitung berada pada daerah penerimaan H0 (≤ Z tabel), maka H0 diterima (gagal di tolak) jika Z hitung > Z tabel : Ho ditolak (perhatikan tanda + dan -) p < α

19 3. UJI Z 2 FIHAK: Fihak kanan Daerah penolakan H0 Daerah peenerimaan H0 1,96 -3,77 Kurva nya Kesimpulan : Ho diterima Z hitung Z tabel 0,95

20

21 Tugas individu Hasil survai tahun lalu di Kota Y 30% remaja merokok. Seorang mahasiswa FKM melakukan penelitian dengan mengambil 200 sampel semaja, dan didapatkan 75 remaja merokok. Apakah persentasi remaja merokok saat ini tidak sama dengan tahun lalu (30%)? Tentukan keputusan hipotesis dengan CI 95% dan signifikansi 0,05


Download ppt "PENGUJIAN HIPOTESIS PROPORSI 1 SAMPEL Mugi Wahidin, SKM, M.Epid Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul 2014/2015."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google