Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 13 KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 13 KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan 13 KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN

2 PERAN LSM (ORMAS) DALAM ADVOKASI &MOBILISASI SOSIAL

3 UU NO. 17 TH 2007 TTG RPJPN Pembangunan Kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang MDGs: -Kaitan dengan Kesehatan 1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan, 4. Menurunkan angka kematian anak, 5. Meningkatkan kesehatan Ibu, 6. memerangi HIV dan AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya serta 7. memastikan kelestarian lingkungan hidup UU NO. 36 TH 2009 TTG KESEHATANUU NO. 36 TH 2009 TTG KESEHATAN - PASAL 9: Hak & Kewajiban Setiap Orang atas Kesehatan -PASAL 11: Kewajiban setiap orang untuk ber-PHBS -PASAL 18: Tanggungjawab Pemerintah u/ Memberdayakan dan mendorong Peran Aktif Masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan -PASAL 174: Peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan LATAR BELAKANG

4 Dasar Hukum –Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 3 Pembangunan Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kamauan, dan berkemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan SDM yang produktif secara sosial dan ekonomis. –Peraturan Presiden Republik Indonesia No.54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. LATAR BELAKANG

5 Dasar Hukum –Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.03.01/160/I/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun –Kesepakatan Bersama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan tentang Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat LATAR BELAKANG

6 Sumber daya pemerintah terbatas, Kementerian Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri. Kesehatan adalah hak dan kewajiban individu, masyarakat. Sasaran MDG`s ke 8: pengembangan kemitraan. Ormas mempunyai hierarki sampai ke grass root Pengembangan model Peningkatan pemberdayaan masyarakat Penandatangan kesepakatan bersama antara Kementerian Kesehatan dgn 18 Ormas di bidang promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

7 NILAI-NILAI MISI RENSTRA KEMENTERIAN VISI Masyarakat Sehat yang mandiri dan berkeadilan VISI Masyarakat Sehat yang mandiri dan berkeadilan STRATEGI KEMENTERIAN KESEHATAN Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan Menciptakan tata kelola kepemerintaha n yang baik 1.PRO RAKYAT 2.INKLUSI F 3.RESPONSI F 4.EFEKTI F 5.BERSIH

8 PROMOSI KESEHATAN Upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong diri sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumberdaya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan

9 Meningkatkan persentase Rumah tangga ber PHBS dan Desa/Kelurahan Siaga Aktif melalui peningkatan Peran ORMAS TUJUAN SASARAN ORMAS yang telah melakukan MoU dengan Kementerian Kesehatan

10 10 PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) Masyarakat di desa atau kelurahan wajib melaksanakan PHBS PHBS merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat PHBS dilaksanakan di tatanan rumah tangga, institusi pendidikan, tempat kerja, tempat-tempat umum dan institusi kesehatan

11 Apa itu Rumah Tangga Ber-PHBS? R umah Tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator PHBS : Apa itu Rumah Tangga Ber-PHBS? R umah Tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator PHBS :

12

13 Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan Input ProcessOutput Target RPJMN Kesepakata n Kemkes dgn 18 Ormas DIPA Pusat Promkes Kebijakan Promkes Pedoman & Materi promkes. Dll. Pembentukan tim Pendamping/Pengarah Penandatangan Kontrak Penyusunan pedoman umum, materinya Penjadwalan Kegiatan Terlaksananya kegiatan Ormas Monev Pencatatan dan Pelaporan Meningkatnya capaian PHBS dan Desi (10%) 18 Ormas melaksanakan program PHBS dan Desa Siaga Terbentuknya Model-Model Pemberdayaan Masyarakat. Terdokumentasinya Kegiatan dalam bentuk Foto dan Video Tersosialisasinya keg. Melalui Media (Majalah, Radio, TV Lokal) Meningkatnya capaian PHBS dan Desi (10%) 18 Ormas melaksanakan program PHBS dan Desa Siaga Terbentuknya Model-Model Pemberdayaan Masyarakat. Terdokumentasinya Kegiatan dalam bentuk Foto dan Video Tersosialisasinya keg. Melalui Media (Majalah, Radio, TV Lokal) 2013 PHBS RT (65 %) Desa Siaga Aktif (55%) 2013 PHBS RT (65 %) Desa Siaga Aktif (55%) Impact

14 Prinsip, Landasan,dan Langkah dalam Kemitraan 3 Prinsip Kesetaraaan Keterbukaan Saling Menguntungkan 6Langkah Penjajagan Persamaan persepsi Pengaturan Peran Komunikasi Intensif Melaksanakan Keg Monev 7 Landasan Memahami kedudukan Memahami kemampuan Menghubungi Mendekati Terbuka/Membantu Mendorong/Mendukung Menghargai 7 Landasan Memahami kedudukan Memahami kemampuan Menghubungi Mendekati Terbuka/Membantu Mendorong/Mendukung Menghargai

15 KERANGKA KERJA KEMITRAAN ANTARA KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN ORMAS DALAM PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT M O N E V

16 PERAN ORMAS Membantu Puskesmas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan / pemberdayaan dan peningkatan PSM: Melakukan sosialisasi program kes Melakukan penyuluhan melalui kader2 nya Melakukan advokasi bersama kepada PEMDA setempat untuk memfasilitasi kegiatan/program kes Menjawab rumor yg salah yg beredar di masy bekerja sama dg jajaran kesehatan

17 PERAN DINAS KESEHATAN PROVINSI DIHARAPKAN : Memberikan asistensi teknis, pendampingan kepada pengelola Ormas tingkat prov-kabMemberikan asistensi teknis, pendampingan kepada pengelola Ormas tingkat prov-kab Membina kemitraan dengan Ormas/LSM lokal yang adaMembina kemitraan dengan Ormas/LSM lokal yang ada Memonitor kegiatan Ormas dan memberikan feedback yang membangunMemonitor kegiatan Ormas dan memberikan feedback yang membangun

18 PERAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA DIHARAPKAN : Memberikan asistensi teknis, pendampingan kepada pengelola kab-ranting Membina kemitraan dengan Ormas/LSM lokal yang ada Memonitor kegiatan Ormas dan memberikan feedback yang membangun

19 PERAN PUSKESMAS DIHARAPKAN : Memberikan asistensi teknis, pendampingan kepada pengelola Ormas tk Kec/desa/ranting Membina kemitraan dengan Ormas/LSM lokal yang ada Memonitor kegiatan Ormas dan memberikan feedback yang membangun Membina, merefreshing kader2 Ormas yang berperan

20 PENDAMPINGAN DALAM PROSES PEMBERDAYAAN PROVIDER (Pemerintah Pusat, Pemda, Nakes, ormas dan stakeholders terkait lainnya) MASYARAKAT Kurun Waktu UPAYA MASYARAKAT UPAYA PENDAMPINGAN Supply side DEMAND SIDE

21 Ruang Lingkup No Organisa si Lingkup kegiatanLokasiSasaran Kegiatan 1 Al Hidayah Pembinaan PHBS bagi Majelis Taklim dan Remaja Masjid 5 provinsi: Banten, SumSel, Kaltim, NTTdan Maluku 5 provinsi 25 kabupaten 50 kecamatan 500 kelompok 2FatayatDesa & Kelurahan Siaga Aktif Jawa Timur, Jambi, NTT, Bali, Kal Barat, Sul Sel. 6 provinsi 12 kabupaten 36 desa dan kelurahan 3KowaniPHBS RT & Tempat Kerja 5 kota: Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok Kantor & Perumahan Bayangkari & Persit (5 kota )

22 Ruang Lingkup No Organisa si Lingkup kegiatan LokasiSasaran Kegiatan 4Muhamadi- yah Desi & PKRSYogyakarta, Makassar, DKI Jakarta dan Bandung 2 prov, 4 kab, 8 kec, 16 Desi, 4 RS di 4 kota 5PB NUPesantren dan Santri Sehat Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur 3 provinsi, 10 kabupaten, dan 150 pesantren 6Pemudi Persis PHBS RTJawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten 2 prov, 4 kab, 24 kec, 48 desa 7PersisPesantren dan Santri Sehat DKI Jakarta dan Jawa Barat 2 prov, 30 pesantren 8PGIPHBS RTJakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi 5 gereja di 5 kota

23 Ruang Lingkup No Organisa si Lingkup kegiatan LokasiSasaran Kegiatan 9AisyiyahPHBS RTBali, Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan 3 provinsi, 6 kabupaten, 6 kecamatan dan 18 desa. 10Aliansi Pita Putih Indonesia KIBBLA, Desa Siaga Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, Sumatera Barat 5 prov, 10 kab, 40 desa 11Dharma Wanita Persiapan PHBS di RT & Tempat Kerja DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat 3 prov, 6 kab 12Kwartir Nasional Desa SiagaDKI Jakarta,, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Sumsel. 4 Provinsi, 4 Kwartir Daerah. 8 Kwartir Cabang

24 No Organisa si Lingkup kegiatan LokasiSasaran Kegiatan 13PELKESIPKRSSumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara 4 RS di 4 kabupaten. 14PERDHAKIPKRS, PHBS RT, PHBS Tempat Ibadah NTT, Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara 5 wilayah, 6 kabupaten, 60 Paroki; 10 RS. 15Pergerakan Wanita Nasional Indonesia Desi, PHBS RT, PHBS TU Kepulauan Riau, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. 3 provinsi, 6 kabupaten, 12 kecamatan, 48 desa. 16PHDIPHBS Tempat Ibadah (Pura Pasraman Sehat) DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Bali 3 provinsi,18 kabupaten, 18 Pura Ruang Lingkup

25 No Organisa si Lingkup kegiatan LokasiSasaran Kegiatan 17Muslimat NU Desa SiagaJawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Riau dan Sumatera Selatan 6 provinsi, 12 kabupaten, 12 kecamatan dan 24 desa. Ruang Lingkup

26 NoNo Sasaran Strategis Indikator Target Meningkatnya pelaksanaan pemberdayaan dan promosi kesehatan kepada masyarakat 1.Persentase rumah tangga ber-perilaku hidup bersih dan sehat Persentase Desa Siaga Aktif Jumlah Pos Kesehatan Desa yang beroperasi 70, , Indikator dan Target Ket : Jumlah target Poskesdes Beroperasi melebihi jumlah desa yang ada saat ini, jumlah desa menuurt Kemendagri sebanyak desa (Permendagri No 66 Tahun 2011) Perubahan target Poskesdes sesuai dengan Peraturan Preseiden Ri Nomor 29 tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2012 dan disusulkan dalam Midterm Review Renstra Kemenkes

27 Memotivasi, menggerakkan Masyarakat untuk Ber - PHBS

28 TERIMAKASIH

29 Kemampuan mahasisw a Komunikasi dalam pendidikan kesehatan Advokasi dalam pendidikan kesehatan Kemitraan dalam pendidikan kesehatan;

30 TUGAS MAHASISWA  Merangkum  Small group discussion ( 5 ORANG )  Paper/ MAKALAH MAKS 10 HAL /KEL  Presentasi

31 Prakondisi Untuk menuju IS Lingkungan Sehat 2.Perilaku Sehat 3.Pelayanan Kesehatan yang bermutu dan terjangkau

32 Misi IS Menggerakkan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan 2.Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat 3.Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau 4.Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkngannya

33 Pengertian Kemitraan Kemitraan ( partnership ) adalah bentuk kerjasama yang bersifat formal antar individu, kelompok atau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu Dalam kerjasama tersebut tentu harus ada komitmen untuk berbagi keuntungan dan menanggung resiko Kemitraan dibangun berdasarkan : Kesamaan kepentingan Saling percaya Tujuan yang jelas dan terukur Kesediaan berkorban waktu, tenaga dan biaya

34 Prinsip Kemitraan Persamaan ( equity ) Keterbukaan Saling menguntungkan ( mutual benefit )

35 Kemitraan di bidang Kesehatan Kemitraan di bidang kesehatan melibatkan 3 unsur kunci : 1.Unsur pemerintah dimana sektor kuncinya adalah kesehatan 2.Unsur swasta 3.NGO seperti LSM, Ormas dan organisasi Profesi 1.Membangun ke mitraan di bidang kesehatan dilakukan dengan berbagai model : 1.Lintas Program 2.Lintas sektor 3.Lintas organisasi

36 Model-Model Kemitraan Model Jejaring ( Networking ) –Model jejaring dibangun karena adanya kesamaan pelayanan, sasaran kesehatan seperti misalnya Koalisi Indonesia Sehat, Forum Promosi Kesehatan Model Terpadu –Model terpadu merupakan model yang didasari kepentingan bersama yang lebih luas serta tanggung jawab yang lebih besar –Contoh GERDUNAS TB, dan Gebrak Malaria

37 Proses pembentukan Kemitraan dan Aktivitas kerjanya Mengidentifikasi stakeholder yang potensial Menginisiasi pembentukan jaringan kerja dan merumuskan tujuan bersama Menginventarisasi dan memadukan sumberdaya untuk digunakan mencapai tujuan bersama Melaksanakan kegiatan secara terpadu Menyelenggarakan pertemuan berkala untuk perencanaan, monitoring dan evaluasi serta pertukaran informasi


Download ppt "Pertemuan 13 KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google