Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NUR INDAH RISMAWATI, 2502407024 Kesenian Dengklung Al-Kafi Desa Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang: Refleksi Islami.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NUR INDAH RISMAWATI, 2502407024 Kesenian Dengklung Al-Kafi Desa Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang: Refleksi Islami."— Transcript presentasi:

1 NUR INDAH RISMAWATI, Kesenian Dengklung Al-Kafi Desa Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang: Refleksi Islami

2 Identitas Mahasiswa - NAMA : NUR INDAH RISMAWATI - NIM : PRODI : Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Pendidikan Seni Tari) - JURUSAN : Seni Drama, Tari, dan Musik - FAKULTAS : Bahasa dan Seni - nis_risma pada domain yahoo.com - PEMBIMBING 1 : Prof. Dr. M. Jazuli, M.Hum - PEMBIMBING 2 : Dra. V. Eny Iryanti, M.Pd - TGL UJIAN :

3 Judul Kesenian Dengklung Al-Kafi Desa Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang: Refleksi Islami

4 Abstrak Kesenian Dengklung Al-Kafi di desa Bandar kecamatan Bandar kabupaten Batang merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang bernafaskan Islami. Kesenian Dengklung Al-Kafi merupakan perpaduan antara musik Jawa dengan irama Timur Tengah. Alat musik Jawa yang dipertahankan adalah menggunakan kendang buntung, sedangkan ciri Timur Tengah berupa alat musik rebana dan kandungan nafas Islami yang terkandung pada sistem penyajian vokal yang didahului dengan vokalis solo (solis) yang kemudian disahut dengan koor (jamaah) yang dalam bahasa Jawa disebut gerong. Syair yang digunakan pada kesenian Dengklung menggunakan bahasa Arab yang berisi puji-pujian serta kisah kehidupan Rasulullah SAW yang diambil dari kitab Al-Berzanzi atau yang biasa disebut dengan berjanjen. Masalah yang dikaji pada penelitian ini yaitu (1) Refleksi Islami pada Syair Lagu, Iringan, Gerak Tari, dan Tata Busana pada kesenian Dengklung Al-Kafi, (2) Makna Simbolik Syair Lagu, Gerak Tari, dan Tata Busana yang terdapat pada kesenian Dengklung Al-Kafi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami, dan mendeskripsikan tentang “Refleksi Islami pada Kesenian Dengklung Al-Kafi desa Bandar kecamatan Bandar kabupaten Batang” terutama: (1) Refleksi Islami pada Syair Lagu, Iringan, Gerak Tari, dan Tata Busana pada kesenian Dengklung Al-Kafi, (2) Makna Simbolik Syair Lagu, Gerak Tari, dan Tata Busana yang terdapat pada kesenian Dengklung Al-Kafi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang sudah ada kemudian dianalisis kemudian disimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesenian Dengklung Al-Kafi mengandung refleksi Islami dan makna simbolik yang terdapat pada syair lagu, iringan, gerak tari dan tata busana kesenian dengklung Al-Kafi desa Bandar. Syair lagu yang digunakan menggunakan Shalawat Badar dan I’tiraf. Refleksi Islami pada kedua syair tersebut tercermin pada bait pertama yaitu selalu menyebut nama Allah pada awal melakukan kegiatan. Makna yang terkandung pada syair Shalawat Badar yaitu bahwa Allah selalu memberikan kasih sayang pada umat-Nya, sedangkan pada syair I’tiraf yaitu tentang permohonan ampun manusia kepada Allah. Alat musik yang digunakan yaitu alat musik rebana yang merefleksikan bahwa rebana adalah alat musik yang biasa digunakan untuk syiar agama Islam. Rebana yang digunakan pada penelitian ini diantaranya adalah kendang, kemung, kempur, bibit, kempling, jidur, dan tamri. Gerak tari pada gerak simpuh merefleksikan niat sebelum melakukan ibadah yang memiliki makna kerendahan diri seorang manusia di hadapan Allah, gerak sembahan merefleksikan kepasrahan diri manusia kepada Allah yang memiliki makna berdoa sebelum melakukan ibadah, gerak njut-njutan merefleksikan keseimbangan antara jiwa dan pikiran yang memiliki makna konsentrasi, kemudian gerak membasuh tangan, gerak berkumur dan menghirup air ke hidung, membasuh muka, membasuh lengan, menyapu kepala, membasuh telinga, membasuh kaki merupakan refleksi dari gerak wudhu yang memiliki makna kesucian atau kebersihan diri, gerak njot-njotan yang merefleksikan keseimbangan antara jiwa dan pikiran yang memiliki makna konsentrasi, dan gerak sembahan penutup yang merefleksikan kepasrahan diri dan memiliki makna seseorang berdoa setelah melakukan ibadah. Tata busana yang digunakan pada kesenian Dengklung Al-Kafi merefleksikan tentang kewajiban seorang muslim yaitu menutup aurat yang memiliki makna kesucian, kedamaian, kebahagiaan, dan ketenangan. Saran yang dapat disampaikan kepada grup kesenian Dengklung Al-Kafi hendaknya dapat berupaya untuk menggali generasi muda untuk mengembangkan kesenian Dengklung Al-Kafi agar tidak punah dan lebih dikenal oleh masyarakat luas. Bagi masyarakat desa Bandar Masyarakat hendaknya turut berpartisipasi dengan berapresiasi, memberikan saran dan kritik yang membangun perkembangan kesenian Dengklung Al-Kafi agar lebih dicintai oleh masyarakat karena kesenian Dengklung merupakan kesenian yang berdampak positif bagi penikmatnya. Bagi Pemerintah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata hendaknya lebih memperhatikan potensi yang ada pada kesenian Dengklung dengan mensosialisasikan kepada masyarakat Batang pada umumnya dan generasi muda pada khususnya.

5 Kata Kunci Refleksi Islami pada Kesenian Dengklung Al-Kafi.

6 Referensi Arikunto, Suharsimi Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta Azyumardi Pendidikan Agama Islam PadaPerguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama Republik Indonesia. Depdikbud Directory Kesenian Provinsi Jawa Tengah. Surakarta : Taman Budaya Jawa Tengah. Elmubarok, Zaim Mengenal Islam. Semarang: UPT MKU UNNES. Hadi, Abdul Islam Cakrawala Estetik dan Budaya. Jakarta : Pustaka Firdaus. Jazuli, M Telaah Teoritis Seni Tari. Semarang: IKIP Semarang Press. Kahmad, Dadang Sosiologi Agama. Bandung: Remaja Rosdakarya. Kayam, Umar Seni Tradisi Masyarakat. Jakarta: Balai Pustaka. Kader, Melvin Arti Nilai dan Seni (terjemahan Johny Prasetyo). New Jersey: Prentice Hall, Inc. Engglewood Cliffs. Kuntowijoyo Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta : Tiaara Wacana. Keesing, M Roger Antropologi Budaya Suatu Perspektif Kontemporer (terjemahan Samuel Gunawan.). Jakarta: Erlangga. Moleong, J, Lexy Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Pusat Pembinaan dan Bahasa Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : EPT Pendidikan dan Kebudayaan. Ramli, M Memahami Konsep Dasar Islam. Semarang: UPT MKU UNNES Ratna, Kutha Nyoman Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Denpasar: Pustaka Pelajar. Sedyawati, Edi Budaya Indonesia Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada Keislaman dalam Tari di Indonesia (Islam Kesenian, penyunting Jabrohim dan Saudi Belian). Yogyakarta : Universitas Ahmad Dahlan. Raharjo, Sapto Generasi Muda, Islam, Musik, dan Rock (Islam Kesenian penyunting Jabrohim dan Saudi Belian). Yogyakarta : Universitas Ahmad Dahlan. Shiddieqy, Hasbi. Pedoman shalat. Semarang : Pustaka Rizki Putra. Shihab, Quraish Islam dan Kesenian (Islam Kesenian, penyunting Jabrohim dan Saudi Belian). Yogyakarta : Universitas Ahmad Dahlan. Sinaga, Syah Syahrul “Fungsi dan Ciri Khas Kesenian Rebana di Pantura Jawa Tengah”. Harmonia Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni Vol. VII. No. 3 / September-Desember Semarang: UNNES. Sofwan, Ridin Islami di Jawa. Semarang : Pustaka Pelajar. Sukardi Penelitian Kualitatif-Naturalistik dalam Pendidikan. Yogyakarta: Usaha Keluarga. Sukiyanto Kesenian Dengklung PKK Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Semarang : UNNES. Suryabrata, Sumadi Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Suryana, Toto Pendidikan Agama Islam. Bandung : Tiga Mutiara. Usman, Husaini. Akbar, Setyadi Purnomo Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara. Widaryanto, F X Antropologi Tari. Bandung : Sunan Ambu Press STSI Bandung.

7 Terima Kasih


Download ppt "NUR INDAH RISMAWATI, 2502407024 Kesenian Dengklung Al-Kafi Desa Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang: Refleksi Islami."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google