Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Hipotesis penelitian diterima, yang artinya ada hubungan positif yang signifikan ada hubungan positif yang signifikan antara Sikap terhadap K3 dengan Kepuasan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Hipotesis penelitian diterima, yang artinya ada hubungan positif yang signifikan ada hubungan positif yang signifikan antara Sikap terhadap K3 dengan Kepuasan."— Transcript presentasi:

1 Hipotesis penelitian diterima, yang artinya ada hubungan positif yang signifikan ada hubungan positif yang signifikan antara Sikap terhadap K3 dengan Kepuasan Kerja pada buruh di tempat bekerjanya.

2 Untuk Subjek Penelitian : Selalu memperhatikan, melakukan, mengindahkan K3 di tempat kerjanya senantiasa, agar terhindar dari risiko-risiko kerja yang mungkin selalu ada. Dengan terlindungnya dari risiko kecelakaan kerja, diharapkan akan dapat menjalankan pekerjaan dengan senang/puas hati. Untuk Pihak Perusahaan : Investasi awal bagi perusahaan kepada profitabilitas/keuntungan maupun pencapaian target (goal) produksi perusahaan. Dengan adanya keselamatan dan kesehatan yang baik untuk para buruhnya, maka buruh akan bekerja dengan kondisi yang terbaik untuk perusahaannya.

3 Untuk Penelitian Lebih Lanjut Mencoba mengembangkan penelitian dengan mencari pengaruh, kontribusi, perbedaan, dan yang lainnya. Mengembangkan dengan mengkombinasikan variabel yang lainnya, misalnya : motivasi kerja, komitmen kerja, budaya kerja, persepsi terhadap program K3, iklim K3, dan lain sebagainya. Menggunakan subjek penelitian selain buruh, misalnya : pekerja lepas pantai, pekerja pertambangan, pegawai bank, pegawai rumah sakit, dan yang lainnya. Diharapkan dari kesemuanya ini, nantinya dapat memperkaya dan memajukan penelitian ilmiah di Indonesia.

4 Sikap : Sikap adalah suatu reaksi kepada respon suka atau tidak suka dalam hal perasaan, pemikiran, dan predisposisi tindakan terhadap berbagai obyek dan situasi terkait.

5 Stimulus (obyek sikap) SIKAP AFEKSI KOGNISI PERILAKU Respon Syaraf Simpatetik (afeksi) Respon Persepsual (keyakinan) Tindakan Kelihatan (perilaku) VAR. BEBAS Yang dapat diukur Intervening VAR. TERIKAT Yang dapat diukur

6 Komponen – Komponen Sikap : Komponen kognisi Merupakan serangkaian informasi yang diyakini individu dalam menentukan sikap terhadap sesuatu yang berkaitan dengan informasi tersebut. Merupakan suatu pendapat dengan suatu nilai pernyataan. Komponen afeksi Berhubungan dengan perasaan, reaksi emosional individu terhadap seseorang atau sesuatu. Yang di refleksikan dengan pernyataan. Komponen perilaku (konasi) Merupakan suatu kecenderungan perilaku terhadap seseorang atau sesuatu.

7 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ? Suatu kondisi dimana terlindungnya tubuh secara aman dari ancaman risiko kecelakaan kerja, dan dalam kondisi kesehatan yang terbebas dari penyakit, baik fisik, mental, maupun sosial selama bekerja di area lingkungan kerja. Tujuan K3 : melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal

8 Elemen – Elemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Komitmen Manajemen dan Keterlibatan Pekerja Komitmen manajemen dan keterlibatan pekerja adalah saling melengkapi. Komitmen manajemen misalnya memberikan sumber dan kekuatan motivasi untuk mengorganisasi dan mengontrol kegiatan dalam suatu organisasi dan menerapkan komitmennya untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja dengan sekuat tenaga, sebagaimana juga tujuan organisasi lainnya, (dilakukan sekuat tenaga). Keterlibatan karyawan memberikan sumbangsih melalui bagaimana para pekerja mengembangkan dan mengekspresikan komitmen mereka terhadap perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, untuk mereka sendiri dan untuk rekan- rekan kerjanya.

9 Kontrol dan Pencegahan Bahaya (Risiko kecelakaan kerja) Kontrol dan pencegahan risiko / bahaya (kecelakaan) didasarkan oleh kebulatan tekad bahwa bahaya (risiko) atau potensi bahaya itu ada. Kemungkinan bahaya terjadi, dan hal tersebut dapat dicegah / dikurangi dengan desain yang efektif dari tempat kerja atau cara bekerjanya. Ketika tidaklah mungkin untuk melenyapkan risiko namun, risiko tersebut dapat dikontrol untuk mencegah ketidakamanan atau ketidaksehatan terhadap diri pekerja secara umum. Pengurangan atau kontrol dapat disempurnakan dengan sikap atau cara kerja yang tepat, yaitu mungkin dengan mengenali risiko atau potensi risiko (bahaya).

10 Identifikasi Bahaya dan Evaluasi Analisis di lingkungan kerja melibatkan berbagai jenis dari pemeriksaan tempat/lingkungan kerja, untuk mengidentifikasi tidak hanya risiko yang ada, tapi juga melihat pada kondisi di lapangan dan pelaksanaannya, dimana perubahan yang terjadi dapat menciptakan risiko bahaya. Ketidaksigapan terhadap risiko kecelakaan yang berawal dari kegagalan / kesalahan memeriksa tempat kerjanya adalah sebuah tanda yang pasti bahwa kebijakan keselamatan dan kesehatan dan prakteknya tidak efektif. Manajemen yang efektif, secara aktif menganalisa pekerjaan dan tempat kerja untuk mengantisipasi dan mencegah kejadian yang membahayakan.

11 Pelatihan Kerja Pelatihan kerja ditujukkan kepada tanggung jawab keselamatan dan kesehatan semua personil yang memiliki perhatian terhadap tempat kerjanya. Seringkali hal ini lebih efektif di kala perusahaan akan memasukkan pekerja baru (recruitment), pelatihan ini dimaksudkan tentang bagaimana syarat pelaksanaan kerja dan praktek pelaksanaan kerjanya. Kerumitannya tergantung pada ukuran dan kompleksitas tempat kerja, faktor risiko alam juga potensi risiko dari tempat/lingkungan kerja.

12 Sikap terhadap K3 Suatu reaksi kepada respon suka atau tidak suka dalam perasaan, pemikiran, dan predisposisi tindakan terhadap suatu kondisi dimana terlindungnya tubuh secara aman dari ancaman risiko kecelakaan kerja, dan dalam kondisi kesehatan yang terbebas dari penyakit, baik fisik, mental, maupun sosial, selama bekerja di area lingkungan kerja.

13 Sikap terhadap K3 Pelatihan Kerja Kontrol dan Pencegahan Bahaya (Risiko kecelakaan kerja) Identifikasi Bahaya dan Evaluasi Komitmen Manajemen dan Keterlibatan Pekerja

14 Kepuasan Kerja Kepuasan kerja adalah suatu reaksi emosional yang positif (suka) atau sebaliknya bersifat negatif (tidak suka) yang merupakan hasil dari pandangan para pekerja terhadap pekerjaannya.

15 Kepuasan Kerja Pay Operating conditions Promotion Coworkers Supervision Nature of work Fringe benefits Communications Contingent rewards

16 Aspek - aspek Kepuasan kerja Pay :Kepuasan terhadap gaji dan kenaikan gaji Promotion :Kepuasan terhadap kenaikan jabatan Supervision :Kepuasan terhadap kesiapan pengawas (supervisor) Fringe benefit :Kepuasan terhadap keuntungan sampingan Contingent rewards :Kepuasan terhadap penghargaan (tidak selalu uang) yang diberikan untuk kinerja yang baik Operating conditions : Kepuasan terhadap peraturan dan prosedur Coworkers : Kepuasan terhadap rekan sekerja Nature of work :Kepuasan terhadap jenis pekerjaan yang telah dilakukan Communication :Kepuasan terhadap komunikasi dengan pihak perusahaan

17 Identifikasi Variabel : Prediktor (x1) / Independent : Sikap terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kriterium (x2) / Dependent : Kepuasan kerja Subjek Penelitian : 50 orang buruh (pria/wanita) yang bekerja di bagian produksi, PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing I (PT. MKM I) Status Karyawan: Kontrak / Tetap

18 Angket A : Sikap terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Angket B : Kepuasan Kerja (menggunakan JSS)

19 Hasil Uji Angket A (Sikap terhadap K3) : Validitas (Azwar, ≥ 0,300) : 38 aitem – 8 aitem gugur = 30 aitem valid Bergerak dari nilai 0,332 sampai dengan 0,606 Reliabilitas (0 sampai 1) : Dari hasil uji reliabilitas alat ukur tersebut diperoleh nilai 0,890, ini artinya alat ukur tersebut dapat dipercaya untuk mengukur variabel penelitian ini.

20 Hasil Uji Angket B (Kepuasan Kerja) : Validitas (Azwar, ≥ 0,300) : 36 aitem – 6 aitem gugur = 30 aitem valid Bergerak dari nilai 0,355 sampai dengan 0,846 Reliabilitas (0 sampai 1): Dari hasil uji reliabilitas alat ukur tersebut diperoleh nilai 0,954, ini artinya alat ukur tersebut dapat dipercaya untuk mengukur variabel penelitian ini.

21 Uji Normalitas (p>0,05) Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov(a) StatisticdfSig. Sikap_terhadap_k (*) Kepuasan_Kerja (*) This is a lower bound of the true significance. a Lilliefors Significance Correction

22 ANOVA(b) Model Sum of SquaresDfMean SquareFSig. 1Regression (a) Residual Total a Predictors: (Constant), Sikap_thd_K3 b Dependent Variable: Kepuasan_Kerja Uji Linearitas p = 0,032 (p< 0,05) ANOVA(b)

23 Sikap_thd_K3Kepuasan_Kerja Sikap_thd_K3Pearson Correlation 1.303(*) Sig. (2-tailed).032 N 50 Kepuasan_KerjaPearson Correlation.303(*)1 Sig. (2-tailed).032 N 50 * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Uji Hipotesis r = 0,303 dan p = 0,032 (p<0,05) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap terhadap K3 dengan kepuasan kerja pada buruh pabrik Correlations

24 Bagaimana sikap terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Kepuasan Kerja Buruh di lingkungan kerja? SkalaTotal Subjek Total Aitem Mean Empirik Mean Hipotetik SD Sikap terhadap K , Kepuasan Kerja , SD(55) -1SD(80) x(105) 1SD(130) 2SD(155) Sangat rendah Rendah Rata-rata Tinggi Sangat tinggi


Download ppt "Hipotesis penelitian diterima, yang artinya ada hubungan positif yang signifikan ada hubungan positif yang signifikan antara Sikap terhadap K3 dengan Kepuasan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google