Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERSOALAN TRANSPORTASI TAK SEIMBANG 2. PERSOALAN TRANSPORTASI TAK SEIMBANG Pada umumnya masalah transportasi adalah tak seimbang dimana penawaran lebih.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERSOALAN TRANSPORTASI TAK SEIMBANG 2. PERSOALAN TRANSPORTASI TAK SEIMBANG Pada umumnya masalah transportasi adalah tak seimbang dimana penawaran lebih."— Transcript presentasi:

1

2 PERSOALAN TRANSPORTASI TAK SEIMBANG

3 2. PERSOALAN TRANSPORTASI TAK SEIMBANG Pada umumnya masalah transportasi adalah tak seimbang dimana penawaran lebih besar dari pada permintaan atau sebaliknya. Dalam kasus tak seimbang, metode solusi transportasi mem- butuhkan sedikit modifikasi, yaitu dengan me- nambah baris atau kolom “dummy” yg fungsinya menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Contoh: Sebuah Perusahaan Negara berkepentingan me- ngangkut pupuk dari 3 pabrik (penawaran) ke 3 Pada umumnya masalah transportasi adalah tak seimbang dimana penawaran lebih besar dari pada permintaan atau sebaliknya. Dalam kasus tak seimbang, metode solusi transportasi mem- butuhkan sedikit modifikasi, yaitu dengan me- nambah baris atau kolom “dummy” yg fungsinya menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Contoh: Sebuah Perusahaan Negara berkepentingan me- ngangkut pupuk dari 3 pabrik (penawaran) ke 3

4 pasar (permintaan). Kapasitas penawaran ke 3 pabrik, permintaan ke 3 pasar, dan biaya trans- portasi per unit adalah sbb : ___________________________________________________ P a s a r Pabrik 12 3 Penawaran (a j ) ___________________________________________________ ___________________________________________________ Permintaan (b j ) a i  b j ___________________________________________________ pasar (permintaan). Kapasitas penawaran ke 3 pabrik, permintaan ke 3 pasar, dan biaya trans- portasi per unit adalah sbb : ___________________________________________________ P a s a r Pabrik 12 3 Penawaran (a j ) ___________________________________________________ ___________________________________________________ Permintaan (b j ) a i  b j ___________________________________________________

5 Tabel Transportasi : ___________________________________________________ P a s a r Pabrik 12 3 Penawaran ___________________________________________________ Dummy 20 ___________________________________________________ Permintaan ___________________________________________________ Tabel Transportasi : ___________________________________________________ P a s a r Pabrik 12 3 Penawaran ___________________________________________________ Dummy 20 ___________________________________________________ Permintaan ___________________________________________________

6 Solusi Dasar Awal : (1). Metode Pojok Barat Laut : __________________________________ P a s a r Pabrik 12 3 Penawaran ___________________________________________________ Dummy 20 ___________________________________________________ Permintaan ___________________________________________________

7 Total Biaya Transportasi =120(8)+30(15)+50 (10)+20(9)+40(10)+20(0)= (2). Metode Biaya terendah __________________________________________________________ P a s a r Pabrik 12 3 Penawaran ___________________________________________________ Dummy 20 ___________________________________________________ Permintaan ___________________________________________________ Total Biaya Transportasi =120(8)+30(15)+50 (10)+20(9)+40(10)+20(0)= (2). Metode Biaya terendah __________________________________________________________ P a s a r Pabrik 12 3 Penawaran ___________________________________________________ Dummy 20 ___________________________________________________ Permintaan ___________________________________________________

8 Total Biaya Transportasi = 70(5)+50(6)+70(15) +10(12)+60(3)+20(0)= 1820 (3). Metode VAM P a s a r Oppot. Pabrik Penawaran Cost Dummy Permintaan Oppot-Cost

9 P a s a r Oppot. Pabrik Penawaran Cost Dummy Permintaan Oppot-Cost

10 Total Biaya Transportasi =70(8)+50(6)+70(10) +10(12)+60(3)+20(0)=1860 ______________________________________________ P a s a r Pabrik 12 3 Penawaran (a j ) ______________________________________________ _____________________________________________ Permintaan (b j ) a i  b j ______________________________________________

11 __________________________________________________________________ P a s a r Pabrik Dummy Penawaran ___________________________________________________ ___________________________________________________ Permintaan ___________________________________________________ Total Biaya Transportasi = 120(8) +30(15)+50(10)+ 20(9) +40(10)+20(0) =

12 (2). Metode Biaya Terendah __________________________________________________________________ P a s a r Pabrik Dummy Penawaran ___________________________________________________ ___________________________________________________ Permintaan ___________________________________________________ Total Biaya Transportasi = 70(5)+30(6)+20(0)+70(15)+10(12)+ 80(3) = =

13 (3). Metode VAM P a s a r Pabrik D Supply Op-Cost ___________________________________________________ ___________________________________________________ Demand ___________________________________________________ Opp-Cost

14 Total Biaya Transportasi =70(8)+10(5)+40(6)+ 60(10)+20(0)+80(3)= = DEGENERASI Untuk mengevaluasi kotak kosong dlm menen- tukan entering variabel, banyaknya kotak terisi (variabel basis) harus sama dengan m+n-1. Jika suatu tabel transportasi memiliki kurang dari m+n-1 kotak terisi, ini adalah degenerasi. Peristiwa ini dpt terjadi baik pada solusi awal atau selama iterasi berikutnya.

15 Dilarang menerapkan metode solusi stepping- stone dan MODI jika terjadi degenerasi. Tanpa m+n-1 variabel basis adalah tak mungkin me- nentukan semua jalur tertutup atau menyelesai- kan m+n-1 persamaan MODI (R i +K j )=C ij. Kita perhatikan Tabel transportasi berikut ini dgn solusi awal metode Pojok Barat Laut. Karena permintaan pada tujuan 1 identik dgn supply pada sumber 1 (100 unit), kotak terisi sebelah- nya tak ada lagi. Akibatnya, hanya ada 4 var. basis, semestinya ada 5 (m+n-1=5), sehingga terdapat solusi degenerasi.

16 Pabrik P a s a rSupply Demand

17 Untuk mengganti kekurangan ini, suatu alokasi khayal harus dibuat pd salah satu kotok kosong untuk membentuk kembali syarat m+n-1, shg nol dialokasikan ke salah satu dari dua calon, yaitu X 12 atau X 21. Alokasi nol menunjukkan bahwa tak ada barang nyata pada kotak itu, ttp ia diperlukan sebagai kotak yang ditempati utk tujuan memperoleh solusi. Pengaruh alokasi fiktif ini memungkinkan identifikasi semua jalur tertutup. Calon yg mungkin utk alokasi nol ada- lah X 12 dan X 21 karena mereka adalah dua var. yg secara normal mendpt alokasi dlm metode Pojok Barat Laut.

18 Pabrik P a s a rSupply Demand

19 (4). SOLUSI OPTIMUM Solusi optimum naik terhadap suatu masalah transportasi terjadi jika perubahan biaya C ij utk semua variabel non basis adalah positif. Jika suatu variabel non basis memiliki perubahan biaya sama dengan nol (C ij ), maka terjadi solusi optimum ganda. Artinya, biaya transportasi tetap sama tetapi terdapat suatu kombinasi alo- kasi yang berbeda. Perhatikan lagi solusi opti- mum masalah transportasi pupuk. Evaluasi var. non basis pada Tabel tsb menunjukkan bahwa solusi adalah optimum dengan biaya terkecil adalah

20 Pabrik P a s a rSupply Demand

21 Pabrik P a s a rSupply Demand


Download ppt "PERSOALAN TRANSPORTASI TAK SEIMBANG 2. PERSOALAN TRANSPORTASI TAK SEIMBANG Pada umumnya masalah transportasi adalah tak seimbang dimana penawaran lebih."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google