Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Morfologi Dewi Puspitasari. Morfologi Morfologi adalah studi gramatikal mengenai struktur internal kata. Objek kajian morfologi : 1.Kata, Morfem, Alomorf,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Morfologi Dewi Puspitasari. Morfologi Morfologi adalah studi gramatikal mengenai struktur internal kata. Objek kajian morfologi : 1.Kata, Morfem, Alomorf,"— Transcript presentasi:

1 Morfologi Dewi Puspitasari

2 Morfologi Morfologi adalah studi gramatikal mengenai struktur internal kata. Objek kajian morfologi : 1.Kata, Morfem, Alomorf, Morf 2.Proses morfemis

3 Kedudukan Objek Kajian Morfologi Kata Morfem Alomorf Morf

4 Morfem Satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna; bentuk yg sama yg terdapat berulang-ulang dalam satuan bentuk yg lain Kata dengan 1 morfem Ambil Bawa Curi Dukung Kata dengan lebih dari 1 morfem Diambil Dibawa Dicuri Didukung  {di} + {ambil/bawa/curi/ dukung} = 2 morfem

5 Alomorf Alomorf: perwujudan kongkret (di dalam pertuturan) dari sebuah morfem; bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama. Morfem {me} memiliki 6 alomorf, yaitu: 1./mə/ dalam “melarang” 2./məm/ dalam “membaca” 3./mən/ dalam “mencuci” 4./məñ/ dalam “menyukai” 5./məŋ/ dalam “mengganggu” 6./məŋə/ dalam “mengetahui”

6 Morf Morf: nama untuk semua bentuk yang belum diketahui statusnya; bagian dari suatu morfem yang belum menjadi anggota dari morfem tersebut. Morf /məm/ muncul 6 kali dalam kata: 1.membacabaca 2.membaikbaik 3.membekubeku 4.Membesarbesar 5.membuatbuat 6.Membusukbusuk

7 Kesimpulan morf 1 anggota dari suatu morfem yang belum memiliki hubungan dengan anggota lain, disebut dengan morf. alomorf Bila 1 anggota morfem tersebut, disandingkan dengan anggota yang lain yang memiliki fungsi dan makna yang sama sehingga membentuk satu kesatuan, maka disebut dengan alomorf.

8 Jenis Morfem 1.Morfem bebas dan Morfem terikat 2.Morfem utuh dan Morfem terbagi 3.Morfem segmental dan Morfem Surasegmental 4.Morfem bermakna leksikal dan Morfem tak bermakna leksikal

9 Morfem Terikat Morfem yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata, melainkan selalu ada bersama dengan morfem lain. Misalnya morfem {di} dan {ber} Morfem Bebas Morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai kata, bahkan sebagai kalimat jawaban atau perintah. Misalnya morfem {lihat} dan {orang}

10 Morfem Utuh Morfem yang terdiri dari satu kesatuan yang utuh. Misalnya morfem {orang}, {lihat} dan {pun} {ter} Morfem Terbagi Morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. Misalnya morfem {ke..an} dan {per...an}

11 a. Morfem Segmentalb. Morfem Suprasegmentalc. Morfem Segmental-Suprasegmental

12 Morfem Segmental Morfem seperti {lihat}, {orang}, {ter}, dan {lah} merupakan morfem segmental karena disusun oleh unsur- unsur segmental, yaitu konsonan dan vokal.

13 Morfem Suprasegmental Bahasa Sudan di Kongo Utara

14 Morfem Segmental- Suprasegmental Dalam bahasa Thai, morfem /muN/ diucapkan dengan nada yang berbeda menjadi: {mu ŋ } dgn nada netral berarti “memberi atap”; “mengerumuni” {m ȗ ŋ } dgn nada naik turun berarti “mengarah kepada” {mú ŋ } dgn nada naik berarti “kelambu”

15 Morfem Leksikal Morfem yang memiliki makna leksikal, yaitu makna dasar yang menunjuk pada benda, hal, perbuatan, atau sifat yang ada di alam sekitar. Misalnya morfem {pohon}, {duduk}, dan {sejuk} Morfem Gramatikal Morfem yang tidak memiliki makna dasar, tetapi kehadirannya membawa fungsi gramatikal. Misalnya morfem {ber-}, {me-}, {- kan}, dan {di-}

16 M. BebasM. Utuh M. Leksikal M. Terikat M. Utuh / Terbagi M. Gramatikal

17 Jenis KATA dengan jumlah morfem Monomorfemis Kata bermorfem satu: ambil Polimorfemis Kata bermorfem lebih dari satu: diambil

18 Contoh 2 Kalimat Amin sedang mempelajari soal itu, memiliki: 4 monomorfemis, yaitu, Amin, sedang, soal, dan itu 1 polimorfemis, yaitu mempelajari

19 Polimorfemis merupakan hasil dari proses morfologis Monomorfemis TIDAK mengalami proses morfologis

20 Jenis Proses Morfologis 1. Afiksasi 2. Reduplikasi 3. Modifikasi Intern 4. Komposisi

21 1. AFIKSASI

22 Arti AfiksasiPenambahan afiksPengimbuhan

23 Jenis Prefiks Awalan Infiks Sisipan Sufiks Akhiran Sirkumfiks Apitan

24 Contoh Prefiks berkata merasa Infiks telunjuk seruling Sufiks tulisan tuliskan Sirkumfiks kesatuan persatuan

25 2. REDUPLIKASI

26 Arti ReduplikasiPerulangan

27 Contoh Penuh anak-anak gunung- gunung sekali- sekali seorang- seorang Sebagian sekali-kali berturut- turut kehijau- hijauan berkejar- kejaran Perubahan Fonologis tetamu lelaki tali-temali gilang- gemilang sayur- mayur gerak-gerik

28 3. MODIFIKASI INTERN

29 Arti Modifikasi Intern Penambahan atau perubahan Intern Morfem dasar yang berkerangka tetap

30 Contoh ktb Kerangka atau akar kata ktb berarti “tulis” dari bahasa Arab dapat dibentuk dengan variasi berikut:

31 Contoh (lanjutan) katab berarti “menulis” (bentuk lampau) yaktubu berarti “menulis” (bentuk sedang) uktub berarti “tulislah” (bentuk perintah) kita:b berarti “buku” kita:bah berarti “tulisan” ka:tib berarti “penulis” maktab berarti “meja/kantor” mikta:b berarti “mesin ketik” maktu:b berarti “tertulis”

32 4. KOMPOSISI

33 Arti KomposisiPemajemukan Satu kata yang terbentuk dari dua atau lebih morfem

34 Contoh barangkalihulubalang jajaran genjang kaki limaperibahasarajasingarajawali

35 Tipe Proses Morfologis Infleksi Mengubah bentuk suatu kata untuk menetapkan hubungannya dengan kata-kata lain dalam kalimat. Terjadi pada pemakaian penanda jamak dalam bahasa Inggris. Misalnya kata girl ditambah dengan penanda jamak –s menjadi girls. Derivasi Mengubah suatu kata menjadi kata baru. Kata baru umumnya akan berbeda kelas katanya dengan kata yang belum mengalami derivasi. Misalnya kata love mengalami derivasi menjadi lovely, lovelines, atau lover.


Download ppt "Morfologi Dewi Puspitasari. Morfologi Morfologi adalah studi gramatikal mengenai struktur internal kata. Objek kajian morfologi : 1.Kata, Morfem, Alomorf,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google