TUNE – UP.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERAWATAN.
Advertisements

DASAR-DASAR MESIN & SISTEM BAHAN BAKAR
TEKNOLOGI OTOMOTIF DASAR (2 sks TEORI) * Sistem Bahan Bakar M. Bensin
Aris Oktarianto Bustanil Arifin Karno
TECHNICAL TRAINING DEVELOPMENT.
MEKANISME KATUP prepare by RAMN.
EFI Electronic Fuel Injection
SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
Valve Timing Valve timing diagram (2NZ-FE engine without VVT-i, leaded gasoline type)‏ Compression stroke Intake stroke TDC Valve overlap Intake valve.
PRIYANTO, ANALISIS GANGGUAN SISTEM INJEKSI BAHAN BAKAR MESIN DIESEL HYUNDAI FE 120 PS DAN CARA MENGATASINYA.
SISTEM PENGAPIAN PADA MOTOR BAKAR
Pemakaian minyak pelumas
UAP Daya dalam bidang Pertanian
Sistem Bahan Bakar Sistem Bahan Bakar
TROUBLE SHOOTING SISTEM REM FISHBONE.
Pengenalan Motor Bensin.
DASAR DASAR MESIN.
FUEL SYSTEM FUNGSI Untuk mensuplai kebutuhan bahan bakar kedalam silinder sesuai dengan kebutuhan mesin.
FUEL SYSTEM (CONVENTIONAL TYPE)
EFI (Electronic Fuel Injection)
SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
Motor 2 Tak Motor bensin 2 tak tidak dilengkapi dengan mekanisme katup, tetapi hanya dilengkapi dengan saluran pemasukan, saluran pembuangan dan saluran.
1.Cara Pengolahan: Pemisahan secara destilasi/penyulingan 2. Karakteristik Gasoline: - Jernih dan tidak berwarna. - Baunya khas. - Mudah menguap dengan.
Sistem Governor Control Valve Hena Imawati D/SKL.
Prinsip Dasar Komponen Siklus Pendinginan Pemeriksaan Visual Sistem Air Conditioner Pada Kendaraan Eka Wijayanto :24 AM TUGAS MEDIA PEMBELAJARAN.
Melaksanakan perbaikan sistem kelistrikan bodi
PERAWATAN.
MELAKSANAKAN PENGELAS PEMOTONGAN TERMAL, DAN PEMANASAN
MELAKSANAKAN PERBAIKAN KELISTRIKAN BODI
VARIABLE VALVE TIMING – inteligent
SISTEM BAHAN BAKAR.
BAB III PRINSIP KERJA MOTOR BAKAR
PERIODIC MAINTENANCE PROCEDURE
Electronic Fuel Injection
Teknologi Dan Rekayasa
1. Apakah EFI itu ? EFI adalah singkatan dari Electronic Fuel Injection. Dimana pengontrolan campuran udara dan bahan bakar dilakukan secara elektronik.
Prof.Dr.oec.troph.Ir.Krishna Purnawan Candra, M.S.
MEMPERBAIKI PANEL UTAMA YANG DILAS
KOMPONEN UTAMA MESIN.
CARA KONSERVASI ENERGI TERHADAP KENDARAAN BERMOTOR
Garis Besar Garis Besar
Sistem Pengapian.
Melaksanakan perbaikan sistem kelistrikan bodi
PERIODIC MAINTENANCE PROCEDURE
MOTOR DIESEL Pendahuluan Motor Diesel
Sistem Pengapian Elektronik
Karburator 1.Memahami materi bagian bagian utama pada karburator 2.Memahami materi perbandingan campuran 3.Memahami materi dasar karburator 4.Mamahami.
Oleh : Suwarto PROGRAM KEAHLIAN GANDA TEKNIK SEPEDA MOTOR PB SMK NU MA,ARIF KUDUS.
Charging System Oleh : Otomotif, FT-UMM Cak sol.
Tujuan sistem pengapian pada kendaraan adalah: Menyediakan percikan bunga api bertegangan tinggi pada busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.
PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk
SISTEM PENGALIRAN BAHAN BAKAR EMS Oleh : Suwarto PROGRAM KEAHLIAN GANDA TEKNIK SEPEDA MOTOR PB SMK NU MA,ARIF KUDUS.
TEKNIN MOTOR BAKAR INTERNAL
KOMPONEN UTAMA MESIN.
SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL. Sistem Pengapian otomotif.
Charging System Otomotif, SMK Muh 1 Sleman Cak sol.
MOTOR BAKAR 4 LANGKAH Oleh : Aris Wijaya Wildanis Setiawan Brian Dewangga Angger Kusuma.
MESIN DIESEL. SEJARAH MESIN DIESEL Mesin diesel ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari Diesel menginginkan.
Oleh : NOVIADI SAPUTRA, ST. KOMPETENSI DASAR MEMAHAMI PRINSIP KERJA SISTEM INJEKSI BENSIN MERAWAT SECARA BERKALA PADA SISTEM INJEKSI BENSIN.
DIMENSI DAN BERAT KERING Panjang keseluruhan 1905 mm Lebar keseluruhan 715 mm Tinggi keseluruhan 1075 mm Jarak antara as roda 1220 mm Jarak ketinggian.
 Motor 4 Tak Motor 4 Tak  Efisiensi Pembakaran Motor Bensin Efisiensi Pembakaran Motor Bensin  Injeksi Bahan Bakar Mekanis Injeksi Bahan Bakar Mekanis.
Electronic Fuel Injection. Perbandingan antara Karburator dengan EFI Pembentukan campuran udara dan bahan bakar Perbedaannya terdapat pada cara mendeteksi.
Engine Management System Toyota TCCS Toyota Computer Control System.
PELATIHAN MEKANIK TINGKAT - I DASAR-DASAR MESIN & SISTEM BAHAN BAKAR SISTEM BAHAN BAKAR DASAR-DASAR MESIN & SISTEM BAHAN BAKAR.
MEKANISME KATUP. Teknologi dan Rekayasa Tujuan Pembelajaran  Siswa dapat mengerti komponen utama dari mekanisme katup  Siswa dapat menguji mekanisme.
Pemakaian minyak pelumas SAE 30 SAE 20 W 50 SAE 15 W 40 Api Service SE/SF.
VCT BATCH 5 JAWA TENGAH - DIY Kabupaten Pemalang.
Sistem Pengapian. Proses Pembakaran Motor Bensin Busi.
Sistem Pengapian Elektronik. Keunggulan Pengapian Elektronik Tegangan yang dihasilkan koil lebih tinggi yaitu V Sehingga kekuatan api busi.
Suaatu sistem pengaturan pada engine yang mengatur dan mengontrol seluruh sistem pada engine, yang dikendalikan oleh Electronic Control Unit (ECU), sehingga.
Transcript presentasi:

TUNE – UP

Prosedur Tune – Up Mesin dengan sistem Carburator Mesin dengan sistem Injeksi

Prosedur Tune – Up ST 100 Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Platina dalam keadaan baik dan celah paltina sesuai standar (0,4 – 0,5 mm). Kondensor dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja. Pasang tachometer/dwell pada mesin. Setel putaran mesin 850 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Menggunakan timing light setel ignition timing pada 8o BTDC pada 850 rpm (ST 100 T1) atau 10o BTDC pada 850 rpm (ST 100 T2 – ST 100 T5). Setel putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai putaran maximum. Posisikan kembali pada putaran 900 rpm dengan memutar ISAS. Turunkan putaran mesin sampai 830 rpm dengan memutar IMAS. Naikkan putaran mesin ke stationer standar (850 +/- 50 rpm) dengan memutar ISAS. Periksa prosentase CO gas buang. Spesifikasi: E/G idle mixture CO = 1,5 % +/- 0,5 % E/G idle speed = 850 +/- 50 rpm. Rapikan kembali peralatan dan kendaraan.

Prosedur Tune – Up SJ 410 Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Platina dalam keadaan baik dan celah paltina sesuai standar (0,4 – 0,5 mm). Kondensor dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja. Pasang tachometer/dwell pada mesin. Setel putaran mesin 850 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Menggunakan timing light setel ignition timing 10o BTDC pada 850 rpm. Setel putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai putaran maximum. Posisikan kembali pada putaran 900 rpm dengan memutar ISAS. Turunkan putaran mesin sampai 830 rpm dengan memutar IMAS. Naikkan putaran mesin ke stationer standar (850 +/- 50 rpm) dengan memutar ISAS. Periksa prosentase CO gas buang. Spesifikasi: E/G idle mixture CO = 1,5 % +/- 0,5 % E/G idle speed = 850 +/- 50 rpm. Bila dilengkapi AC, setel idle up AC pada 1000 rpm. Rapikan kembali peralatan dan kendaraan

Prosedur Tune – Up SA 410 Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Platina dalam keadaan baik dan celah paltina sesuai standar (0,4 – 0,5 mm). Kondensor dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja (91oC), ditandai dengan berputarnya Extra fan dan berhenti pada temperatur 86oC. Pasang tachometer/dwell pada mesin Lepaskan selang vakum distributor, dan tutup selang vakum dengan ditekuk dan diikat atau disumbat. Setel putaran mesin 850 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Menggunakan timing light setel ignition timing 8o BTDC pada 850 rpm. Setel putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai putaran maximum. Posisikan kembali pada putaran 900 rpm dengan memutar ISAS. Turunkan putaran mesin sampai 830 rpm dengan memutar IMAS. Naikkan putaran mesin ke stationer standar (850 +/- 50 rpm) dengan memutar ISAS. Periksa prosentase CO gas buang. Spesifikasi: E/G idle mixture CO = 1,5 % +/- 0,5 % E/G idle speed = 850 +/- 50 rpm. Bila dilengkapi AC, setel idle up AC pada 1000 rpm. Setel throttle positioner dengan melepas selang vakum VTV (Vacuum Transmiting Valve), kemudian tutup/sumbat , dan setel aktuator sampai putaran 1600 rpm. Pasang kembali selang vakum VTV. Rapikan kembali peralatan dan kendaraan

Prosedur Tune – Up SA 310 Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Celah rotor signal dengan generator signal sesuai standar (0,2 – 0,4 mm). Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja (91oC), ditandai dengan berputarnya Extra fan dan berhenti pada temperatur 86oC. Pasang tachometer/dwell pada mesin Lepaskan selang vakum distributor, dan tutup selang vakum dengan ditekuk dan diikat atau disumbat. Setel putaran mesin 850 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Menggunakan timing light setel ignition timing 4o BTDC pada 850 rpm. Setel putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai putaran maximum. Posisikan kembali pada putaran 900 rpm dengan memutar ISAS. Turunkan putaran mesin sampai 830 rpm dengan memutar IMAS. Naikkan putaran mesin ke stationer standar (850 +/- 50 rpm) dengan memutar ISAS. Periksa prosentase CO gas buang. Spesifikasi: E/G idle mixture CO = 1,5 % +/- 0,5 % E/G idle speed = 850 +/- 50 rpm. Bila dilengkapi AC, setel idle up AC pada 1000 rpm. Setel throttle positioner dengan melepas selang vakum VTV (Vacuum Transmiting Valve), kemudian tutup/sumbat , dan setel aktuator sampai putaran 1600 rpm. Pasang kembali selang vakum VTV. Rapikan kembali peralatan dan kendaraan.

Prosedur Tune – Up SF 413 Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Celah rotor signal dengan generator signal sesuai standar (0,2 – 0,4 mm). Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati. Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja (91oC), ditandai dengan berputarnya Extra fan dan berhenti pada temperatur 86oC. Pasang tachometer/dwell pada mesin Setel putaran mesin 700 +/- 50 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Menggunakan timing light setel ignition timing 6o BTDC pada 700 +/- 50 rpm. Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai putaran maximum. Posisikan kembali pada putaran 700 +/- 50 rpm dengan memutar ISAS. Periksa prosentase CO gas buang. Spesifikasi: E/G idle mixture CO = 1,5 % +/- 0,5 % E/G idle speed = 700 +/- 50 rpm. Hidupkan lampu besar dan setel putaran mesin pada 750 rpm dengan memutar idle up lampu. Hidupkan A/C dan setel putaran mesin pada 850 rpm dengan memutar idle up A/C. Matikan A/C dan lampu besar. Lepas selang vakum throttle position, dan sumbatlah selang tersebut. Setel throttle position pada 1600 rpm. Catatan : bila kunci kontak posisi off mesin sukar dimatikan , maka setel pada 1400 – 1500 rpm. Pasang kembali selang vakum throttle position. Rapikan kembali peralatan dan kendaraan.

Prosedur Tune – Up SF 416 Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Celah rotor signal dengan generator signal sesuai standar (0,2 – 0,4 mm). Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati. Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja (91oC), ditandai dengan berputarnya Extra fan dan berhenti pada temperatur 86oC. Pasang tachometer/dwell pada mesin. Setel putaran mesin 700 +/- 50 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Menggunakan timing light setel ignition timing 6o BTDC pada 700 +/- 50 rpm. Setel putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai putaran maximum. Setel kembali putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Ulangi 6 dan 7 sekali lagi. Turunkan putaran mesin pada 830 rpm dengan memutar IMAS. Setel ISAS pada 700 rpm. Periksa prosentase CO gas buang. Spesifikasi: E/G idle mixture CO = 1,5 % +/- 0,5 % E/G idle speed = 700 rpm. Hidupkan lampu besar, setel idle up lampu pada 750 rpm. Hidupkan A/C, setel idle up AC pada 850 rpm. Matikan lampu dan A/C. Rapikan kembali peralatan dan kendaraan.

Prosedur Tune – Up SL 413 Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Celah rotor signal dengan generator signal sesuai standar (0,2 – 0,4 mm). Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati. Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja. Pasang tachometer/dwell pada mesin. Setel putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai didapat putaran maximum. Setel putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Turunkan putaran mesin pada 830 rpm dengan memutar IMAS. Setel putaran mesin pada 800 rpm dengan memutar ISAS. Periksa prosentase CO gas buang. Spesifikasi: E/G idle mixture CO = 1,5 % +/- 0,5 % E/G idle speed = 800 rpm. Rapikan kembali peralatan dan kendaraan.

Prosedur Tune – Up SL 410 R Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Celah rotor signal dengan generator signal sesuai standar (0,2 – 0,4 mm). Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati. Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja. Pasang tachometer/dwell pada mesin. Setel putaran mesin pada 1000 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai didapat putaran maximum. Setel putaran mesin pada 1000 rpm dengan memutar ISAS. Turunkan putaran mesin pada 830 rpm dengan memutar IMAS. Setel putaran mesin pada 800 rpm dengan memutar ISAS. Periksa prosentase CO gas buang. Spesifikasi: E/G idle mixture CO = 1,5 % +/- 0,5 % E/G idle speed = 800 rpm. Hidupkan A/C, setel idle up A/C pada 1000 +/- 50 rpm melalui idle up adjusting screw. Matikan A/C. Rapikan peralatan dan kendaraan.

Prosedur Tune – Up SE 416 Sebagai langkah pendahuluan, periksa untuk meyakinkan bahwa: Busi dalam keadaan baik dan celah busi sesuai standar (0,7 – 0,8 mm). Celah rotor signal dengan generator signal sesuai standar (0,2 – 0,4 mm). Saringan udara dalam keadaan baik. Katup choke terbuka penuh. Semua perlengkapan listrik mati. Kompresi mesin sesuai standar. Vakum mesin sesuai standar. Sistem saluran bahan bakar dalam keadaan baik. Celah katup sesuai standar.

Lakukan penyetelan sebagai berikut: Hidupkan mesin sampai temperatur kerja (91oC), ditandai dengan berputarnya Extra fan dan berhenti pada temperatur 86oC. Pasang tachometer/dwell pada mesin. Setel putaran mesin 700 +/- 50 rpm dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). Menggunakan timing light setel ignition timing * 8o +/- 2o BTDC pada 800 rpm. Setel putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Putar idle mixture adjusting screw (IMAS) sampai putaran maximum. Setel kembali putaran mesin pada 900 rpm dengan memutar ISAS. Ulangi 6 dan 7 sekali lagi. Turunkan putaran mesin pada 830 rpm dengan memutar IMAS. Setel ISAS pada 800 rpm. Hidupkan lampu besar, setel idle up lampu pada 850 rpm. Hidupkan A/C, setel idle up AC pada 950 rpm. Matikan lampu dan A/C. Rapikan kembali peralatan dan kendaraan.

Prosedur Tune – Up SY 416 Langkah pendahuluan: Sebelum melakukan penyetelan idle mixture pastikan bahwa: Lead wire dan hose sistem electronic fuel injection (EFI) terpasang dengan baik. Mainnya kabel gas sesuai spesifikasi. Celah katup sesuai spesifikasi. Timing pengapian sesuai spesifikasi. Busi dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik Fuel filter dalam keadaan baik. Air intake system dalam keadaan baik. Accessories (wiper, heater, lampu penerangan, A/C, dll) dalam keadaan baik. ECM/PCM tidak mendeteksi/menyimpan DTC (Diagnostic Trouble Code).

Catatan: sebelum menghidupkan mesin, tempatkan tuas transmisi pada posisi netral dan tarik tuas rem tangan. Menyetel idle speed/IAC duty: Periksa idle speed/IAC duty. 2. Setel idle speed/duty pada 750 rpm, dengan memutar idle speed adjusting screw (ISAS). 3. Setelah penyetelan pasang adjusting screw cap ke throttle body. 4. Lepaskan service wire dari diagnosis connector 1 dan pasang cover ke relay box. Menyetel idle mixture: (untuk kendaraan tanpa oxygen sensor) Seluruh kendaraan yang tidak dilengkapi dengan oxygen sensor, penyetelan CO-nya telah dilaksanakan di pabrik, tetapi karena berbagai faktor, kemungkinan setelan dapat berubah, maka perlu dilakukan pengecekan kembali saat service berkala, dengan cara: Gunakan CO meter, periksa apakah idle mixture CO % sesuai spesifikasi, jika tidak setel dengan memutar mixture adjusting knob. Catatan: Idle mixture ajusting knob, penyetelen: Arah “ A “ menambah CO %. Arah “ B “ mengurangi CO %. 3. Jika idle mixture telah disetel, periksa idle speed/IAC duty. 4. Ulangi langkah 2 dan 3 sampai betul-betul sesuai spesifikasi. Engine idle mixture CO % : 0,8 – 1,3 Engine idle speed rpm : 750

Prosedur Tune – Up SY 415 Langkah pendahuluan: Sebelum melakukan penyetelan idle mixture pastikan bahwa: Lead wire dan hose sistem electronic fuel injection (EFI) terpasang dengan baik. Mainnya kabel gas sesuai spesifikasi. Celah katup sesuai spesifikasi. Timing pengapian sesuai spesifikasi. Busi dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik Fuel filter dalam keadaan baik. Air intake system dalam keadaan baik. Accessories (wiper, heater, lampu penerangan, A/C, dll) dalam keadaan baik. ECM/PCM tidak mendeteksi/menyimpan DTC (Diagnostic Trouble Code).

Catatan: sebelum menghidupkan mesin, tempatkan tuas transmisi pada posisi netral dan tarik tuas rem tangan. Menyetel idle mixture: (untuk kendaraan tanpa oxygen sensor) Seluruh kendaraan yang tidak dilengkapi dengan oxygen sensor, penyetelan CO-nya telah dilaksanakan di pabrik, tetapi karena berbagai faktor, kemungkinan setelan dapat berubah, maka perlu dilakukan pengecekan kembali saat service berkala, dengan cara: Periksa idle speed/IAC duty. Gunakan CO meter, periksa apakah idle mixture CO % sesuai spesifikasi, jika tidak setel dengan memutar mixture adjusting knob. Catatan: Idle mixture ajusting knob, penyetelen: Arah “ A “ menambah CO %. Arah “ B “ mengurangi CO %. 3. Jika idle mixture telah disetel, periksa idle speed/IAC duty. 4. Ulangi langkah 2 dan 3 sampai betul-betul sesuai spesifikasi. Engine idle mixture CO % : 0,8 – 1,3 Engine idle speed rpm : 700 +/- 50 rpm

Prosedur Tune – Up SQ 420 Langkah pendahuluan: Sebelum melakukan penyetelan idle mixture pastikan bahwa: Lead wire dan hose sistem electronic fuel injection (EFI) terpasang dengan baik. Mainnya kabel gas sesuai spesifikasi. Celah katup sesuai spesifikasi. Timing pengapian sesuai spesifikasi. Busi dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik Fuel filter dalam keadaan baik. Air intake system dalam keadaan baik. Accessories (wiper, heater, lampu penerangan, A/C, dll) dalam keadaan baik. ECM/PCM tidak mendeteksi/menyimpan DTC (Diagnostic Trouble Code). Catatan: sebelum menghidupkan mesin, tempatkan tuas transmisi pada posisi netral dan tarik tuas rem tangan.

Menyetel idle mixture: (untuk kendaraan tanpa oxygen sensor) Seluruh kendaraan yang tidak dilengkapi dengan oxygen sensor, penyetelan CO-nya telah dilaksanakan di pabrik, tetapi karena berbagai faktor, kemungkinan setelan dapat berubah, maka perlu dilakukan pengecekan kembali saat service berkala, dengan cara: Periksa idle speed/IAC duty. Gunakan CO meter, periksa apakah idle mixture CO % sesuai spesifikasi, jika tidak setel dengan memutar mixture adjusting knob. 3. Jika idle mixture telah disetel, pastikan idle speed sesuai spesifikasi. Engine idle mixture CO % : 0,8 – 1,3 Engine idle speed rpm : 750 +/- 50 rpm

Prosedur Tune – Up RH 415 Langkah pendahuluan: Sebelum melakukan penyetelan idle mixture pastikan bahwa: Lead wire dan hose sistem electronic fuel injection (EFI) terpasang dengan baik. Mainnya kabel gas sesuai spesifikasi. Celah katup sesuai spesifikasi. Timing pengapian sesuai spesifikasi. Busi dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik Fuel filter dalam keadaan baik. Air intake system dalam keadaan baik. Accessories (wiper, heater, lampu penerangan, A/C, dll) dalam keadaan baik. ECM/PCM tidak mendeteksi/menyimpan DTC (Diagnostic Trouble Code). Catatan: sebelum menghidupkan mesin, tempatkan tuas transmisi pada posisi netral dan tarik tuas rem tangan.

Menyetel idle mixture: (untuk kendaraan tanpa oxygen sensor) Seluruh kendaraan yang tidak dilengkapi dengan oxygen sensor, penyetelan CO-nya telah dilaksanakan di pabrik, tetapi karena berbagai faktor, kemungkinan setelan dapat berubah, maka perlu dilakukan pengecekan kembali saat service berkala, dengan cara: Periksa idle speed/IAC duty. Gunakan CO meter, periksa apakah idle mixture CO % sesuai spesifikasi, jika tidak setel dengan memutar mixture adjusting knob. 3. Jika idle mixture telah disetel, pastikan idle speed sesuai spesifikasi. Engine idle mixture CO % : 0,5 – 1,3 Engine idle speed rpm : 750 +/- 50 rpm

Prosedur Tune – Up XL – 7 Langkah pendahuluan: Sebelum melakukan penyetelan idle mixture pastikan bahwa: Lead wire dan hose sistem electronic fuel injection (EFI) terpasang dengan baik. Mainnya kabel gas sesuai spesifikasi. Celah katup sesuai spesifikasi. Timing pengapian sesuai spesifikasi. Busi dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik Fuel filter dalam keadaan baik. Air intake system dalam keadaan baik. Accessories (wiper, heater, lampu penerangan, A/C, dll) dalam keadaan baik. ECM/PCM tidak mendeteksi/menyimpan DTC (Diagnostic Trouble Code). Catatan: sebelum menghidupkan mesin, tempatkan tuas transmisi pada posisi netral dan tarik tuas rem tangan.

Menyetel idle mixture: (untuk kendaraan tanpa oxygen sensor) Seluruh kendaraan yang tidak dilengkapi dengan oxygen sensor, penyetelan CO-nya telah dilaksanakan di pabrik, tetapi karena berbagai faktor, kemungkinan setelan dapat berubah, maka perlu dilakukan pengecekan kembali saat service berkala, dengan cara: Periksa idle speed/IAC duty. Gunakan CO meter, periksa apakah idle mixture CO % sesuai spesifikasi, jika tidak setel dengan memutar mixture adjusting knob. 3. Jika idle mixture telah disetel, pastikan idle speed sesuai spesifikasi. Engine idle mixture CO % : 0,8 – 1,3 Engine idle speed rpm : 750 +/- 50 rpm

Prosedur Tune – Up SQ 416 Langkah pendahuluan: Sebelum melakukan penyetelan idle mixture pastikan bahwa: Lead wire dan hose sistem electronic fuel injection (EFI) terpasang dengan baik. Mainnya kabel gas sesuai spesifikasi. Celah katup sesuai spesifikasi. Timing pengapian sesuai spesifikasi. Busi dalam keadaan baik. Saringan udara dalam keadaan baik Fuel filter dalam keadaan baik. Air intake system dalam keadaan baik. Accessories (wiper, heater, lampu penerangan, A/C, dll) dalam keadaan baik. ECM/PCM tidak mendeteksi/menyimpan DTC (Diagnostic Trouble Code). Catatan: sebelum menghidupkan mesin, tempatkan tuas transmisi pada posisi netral dan tarik tuas rem tangan.

Menyetel idle mixture: (untuk kendaraan tanpa oxygen sensor) Seluruh kendaraan yang tidak dilengkapi dengan oxygen sensor, penyetelan CO-nya telah dilaksanakan di pabrik, tetapi karena berbagai faktor, kemungkinan setelan dapat berubah, maka perlu dilakukan pengecekan kembali saat service berkala, dengan cara: Periksa idle speed/IAC duty. Gunakan CO meter, periksa apakah idle mixture CO % sesuai spesifikasi, jika tidak setel dengan memutar mixture adjusting knob. 3. Jika idle mixture telah disetel, pastikan idle speed sesuai spesifikasi. Engine idle mixture CO % : 0,8 – 1,3 Engine idle speed rpm : 750 +/- 50 rpm