ILMU ALAMIAH DASAR MANAJEMEN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PEMBANGUNAN SOSIAL Fadli Abdul Aziz ( )
Advertisements

Pertumbuhan Pro-Kemiskinan
EKONOMI SUMBER DAYA ALAM (ESDA)
BAB 6 EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO.
Kebijakan pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Pemilihan Letak Bisnis dan lingkungan bisnis
Memahami Lingkungan Bisnis
MEMILIKI BEBERAPA KEKHASAN FUNDAMENTAL
KEMISKINAN Kemiskinan dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan: Ekonomi, Sosial, Pendidikan, Kesehatan. Menurut Andre Bayo (1981) Kemiskinan bersifat.
Pengertian Stratifikasi Sosial
MASALAH POKOK PEMBANGUNAN
Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan
Distribusi Pendapatan dan Pemerataan Pembangunan.
Pemberdayaan di Indonesia
Keragaman dan Karakteristik Negara Berkembang
PERENCANAAN OPERASIONAL
Pengangguran dan Inflasi
OLEH : KELOMPOK 6 FAUZAN AZWAR ( ) M. GUNAWAN RADITYA ( ) JANANURAGADI ( ) RANU WIRANTONO ( )
MASALAH SOSIAL & KEBERFUNGSIAN SOSIAL
Pertemuan 9 PERILAKU DAN PARTISIPASI POLITIK
Pembangunan Komparatif: Perbedaan dan Persamaan di Antara Negara Berkembang Ekonomi Pembangunan.
Teori – Teori Sosial Pip, Jones (2009).
Public Goods Barang publik
PERTEMUAN 9 KEMISKINAN DAN KESENJANGAN PENDAPATAN
Dukungan Lembaga Legislatif Dalam Percepatan Program Pengentasan Kemiskinan Disampaikan oleh: Dra. Sri Marnyuni (Anggota Komisi E – F-PAN DPRD Jawa.
DOSEN : H. R MARWAN INDRA SAPUTRA,SE. Msi/ Aris T,SE.MM.
KOMITMEN MASYARAKAT INTERNASIONAL TERHADAP PENDIDIKAN LITERASI
Manajemen Strategi: Pengantar
BAB 6 EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO.
IDEOLOGI-IDEOLOGI DUNIA
PROYEKSI PENDUDUK PROVINSI JAMBI
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN
CONTOH – CONTOH MASALAH SOSIAL
Oleh: Ricky W. Griffin Ronald J. Ebert
KEMISKINAN AMALUDIN, S.IP, MM.
KONDISI SOSIAL EKONOMI PERTANIAN DI INDONESIA
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN PENDAPATAN
Pertumbuhan Pro-Kemiskinan
Penduduk Dan Tingkat Pendidikan
DASAR_DASAR LOGIKA / 3 BAHAN TIGA DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
Materi Kuliah EKONOMI PEMBANGUNAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
BAB 2 STRATIFIKASI SOSIAL.
Sebutkan beberapa sifat dan hakikat kebudayaan
KEMISKINAN.
Ketenagakerjaan dalam Pembangunan Ekonomi
ETIKA BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN
DINAMIKA PENDUDUK Jumlah penduduk selalu berubah karena adanya peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk (migrasi). Tingkat kelahiran adalah.
PENGENTASAN KEMISKINAN & PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
KEMISKINAN Anis Fitrah Abadi [4] Fawaidul Amaliyah Putri [19]
URBANISASI DAN MIGRASI DESA-KOTA : Teori dan Kebijakan
KESEJAHTERAAN DAN KEMISKINAN (TEORI DAN PENGUKURAN)
Urbanisasi dan Migrasi
LINGKUNGAN SOSIAL PEMERINTAHAN DALAM EKOLOGI PEMERINTAHAN
PERTUMUHAN EKONOMI DAN PENENGGULANGAN KEMISKINAN
EKONOMI SUMBER DAYA ALAM (ESDA)
Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan
KEMISKINAN DI INDONESIA Kelompok : Putri Ella Agustina Fitri Handayani
NAMA : JURIYAH NIM : KELAS : EP-B
KETENAGAKERJAAN.
BAB 28 Pengangguran dan Tingkat Alamiahnya
17. Pembangunan Sosial Ekonomi 17. Pembangunan Sosial Ekonomi
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
POVERTY AND NUTRITIONAL STATUS
DINAMIKA PENDUDUK Jumlah penduduk selalu berubah karena adanya peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk (migrasi). Tingkat kelahiran adalah.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI MASALAH EKONOMI
KESEJAHTERAAN SOSIAL Materi kuliah pengantar ilmu sosial
Pengertian Stratifikasi Sosial
Diambil dari Buku “Panggilan Keberpihakan”
Negara Maju dan Berkembang
MUHAMMAD NUR JAMALUDDIN
Transcript presentasi:

ILMU ALAMIAH DASAR MANAJEMEN Disusun oleh : Muhammad Jeni Adkhan MANAJEMEN NPM: 10.11.1001.3443.069

Kemiskinan Penutup: Isi pendahuluan + Kategori kemiskinan + ilmu yang mencakup tentang kemiskinan +penyebab kemiskinan +cara mengatasi kemiskinan pendahuluan Penutup:

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup: PENDAHULUAN Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup: Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar. back

Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu :  Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa). Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $2/hari."[1] Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001.[1] Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut. Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang. BACK

Kemiskinan dipelajari oleh banyak ilmu, seperti ilmu sosial, ekonomi, dan budaya. ●Dalam ekonomi, dua jenis kemiskinan dipertimbangkan: kemiskinan absolut dan relatif. ●Dalam politik, perlawanan terhadap kemiskinan biasanya dianggap sebagai tujuan sosial dan banyak pemerintahan telah berupaya mendirikan institusi atau departemen. Pekerjaan yang dilakukan oleh badan-badan ini kebanyakan terbatas hanya dalam sensus dan pengidentifikasian tingkat pendapatan di bawah di mana warga negara dianggap miskin. Penanggulangan aktif termasuk rencana perumahan, pensiun sosial, kesempatan kerja khusus, dll. Beberapa ideologi seperti Marxisme menyatakan bahwa para ekonomis dan politisi bekerja aktif untuk menciptakan kemiskinan. Teori lainnya menganggap kemiskinan sebagai tanda sistem ekonomi yang gagal dan salah satu penyebab utama kejahatan. ●Dalam hukum, telah ada gerakan yang mencari pendirian "hak manusia" universal yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan. ●Dalam pendidikan, kemiskinan memengaruhi kemampuan murid untuk belajar secara efektif dalam sebuah lingkungan belajar. Terutama murid yang lebih kecil yang berasal dari keluarga miskin, kebutuhan dasar mereka seperti yang dijelaskan oleh Abraham Maslow dalam hirarki kebutuhan Maslow; kebutuhan akan keamanan dan rumah yang stabil, pakaian, dan jadwal makan yang teratur membayangi kemampuan murid-murid ini untuk belajar. Lebih jauh lagi, dalam lingkungan pendidikan ada istilah untuk menggambarkan fenomen "yang kaya akan tambah kaya dan yang miskin bertambah miskin" (karena berhubungan dengan pendidikan, tetapi beralih ke kemiskinan pada umumnya) yaitu efek Matthew. Perdebatan yang berhubungan dalam keadaan capital manusia dan capital individual seseorang cenderung untuk memfokuskan kepada akses capital instructional dan capital social yang tersedia hanya bagi mereka yang terdidik dalam sistem formal. BACK

Penyebab kemiskinan Kemiskinan banyak dihubungkan dengan: penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin; penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga; penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar; penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi; penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial. Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan BACK

Cara Mengatasi kemiskinan Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah: Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan. Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain. Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawat BACK

MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN DALAM MENYUSUN LAPORAN ILMIAH TERIMA KASIH MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN DALAM MENYUSUN LAPORAN ILMIAH INI