Al-Muhkam Wal Mutasyabih

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Q.S. At-Tahrim Ayat 8.
Advertisements

BAB IV. PERILAKU TERPUJI ADIL, RIDHA DAN AMAL SALEH
Keteladanan Rasulullah Saw. DALAM MEMBINA UMAT PADA PERIODE MAKKAH
Kode Kehormatan Pandu HW
Kedudukan Laki-Laki Dalam Islam Antara Hak dan Kewajiban.
Oleh: Prof. Dr. M. Ghalib M., M.A
RAHASIA KEHIDUPAN Seorang anak bertanya kepada ibunya:
MUNAKAHAT Standar Kompetensi:
Wahyu tuhan, teks dan ijtihad akal manusia; aspek ushul dan Furu’ dalam Islam Muhlisin.
TAKWA.
AL-ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN
BIRRUL WALIDAIN.
Sifat-sifat Terpuji By : Uswatun Hasanah.
KELOMPOK 2 ANISA KHAFIDA MADINATUL MUNAWAROH NURUL HASANAH
IMAN KEPADA ALLAH.
Al Qur’an sebagai sumber Utama Hukum Islam
Rakhmadani Hutama X SMA
Keteladanan Rasulullah Saw. DALAM MEMBINA UMAT PADA PERIODE MAKKAH
Ar-Risalah Pengertian Risalah Rasul dan Nabi Auliya dan Ulama.
Beribadah, bersyukur & Ikhsan
Hk Acara Perdata Peradilan Agama Dr. Gemala Dewi,SH.,LL.M
JUJUR, SANTUN, MALU AKHLAK TERPUJI.
LARANGAN PERKAWINAN DALAM ISLAM
BAB 5 K e r u k u n a n Antar Umat Beragama.
BAB II IMAN DAN TAQWA.
Perkara yang akan dipelajari:
Asas-asas Hukum Kewarisan Dalam Islam
SUNNAH (AL-HADITS) SEBAGAI SUMBER AJARAN AGAMA ISLAM
Sumber Hukum Islam Al-Qur’an Al hadist Ijtihad. ALQURAN SEBAGAI SUMBER HUKUM PERTAMA ISLAM DAN SEJARAH PEMBUKUAN ALQURAN.
    
“TAFSIR AYAT TENTANG PENEGAKAN HUKUM”
ASAS-ASAS HUKUM PERKAWINAN & HUKUM KEWARISAN
TAFSIR, TA’WIL DAN TARJAMAH
Hukum mendatangi peramal & mengundi nasib
DZIKIR BERSAMA FATWA TARJIH 06.
Munasabah Al-Qur’an Present By : Kelompok 5.
Etika Islam Dalam Penerapan Ilmu
BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
Mata Kuliah Al Qur’an Hadis Oleh Syukur
Tauhid Dzat, Sifat, Rububiyah dan Uluhiyah Pertemuan Ke-4
ZAT DAN SIFAT TUHAN SERTA TAUHID RUBUBIYAH DAN TAUHID ULUHIYAH
ASAS-ASAS HUKUM PERKAWINAN
Pertanggungjawaban pidana dalam islam
LAFADZ DARI SEGI TERANG DAN SAMAR
Azaria Cahyarani Muhammad Dicky Niea Ardella Wahyu Sada
Al-Fath (Lari Dari Perang)
Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan
MATA KULIAH TAUHID AKIDAH AKHLAK
AZAS-AZAS HUKUM ISLAM.
KODE D.11.2 TAFSIR SURAT ASY-SYU’ARA 214 OBJEK PENDIDIKAN
Summative assessment By: Rio & BAYU.
PRESENTED BY: YENI NURHASANAH
ASAS-ASAS HUKUM PERKAWINAN & HUKUM KEWARISAN
BAB IV. PERILAKU TERPUJI ADIL, RIDHA DAN AMAL SALEH
Present: Sinergi Foundation
Hak asasi manusia dan demokrasi DALAM islam
Present: Sinergi Foundation
By : 1. Rizal hartono 2.Muhammad fajar
AL-QUR’AN SEBAGAI SALAH SATU HUKUM ISLAM
Eksplorasi ayat-ayat al-qur’an dengan ilmu
Wahyu Rizki Nur Syamsi ( )
Disusun Oleh: Muhammad Ridwan, S.Pd.I
TAAT PADA ATURAN TAAT PADA ATURAN. QS. An – Nisa’ 4 : 59 Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara.
Surah Ad-Dhuha Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani
Sifat-sifat Allah.
AL QUR’AN SOLUSI SEMUA PROBLEMA
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
ASAS-ASAS HUKUM PERKAWINAN & HUKUM KEWARISAN
BAB 3: ORANG-ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT
Nama Kelompok : 1. Abdul Majid Ridwan 2. Kusnadi.
Transcript presentasi:

Al-Muhkam Wal Mutasyabih MATERI 7 Al-Muhkam Wal Mutasyabih

PENGERTIAN AL-MUHKAM AL-MUTASYABIH1 PENGERTIAN AL-MUHKAM AL-MUTASYABIH1. Al- MuhkamMuhkam berasal dari kata Ihkam yang bearti kekukuhan, kesempurnaan, keseksamaan, dan pencegahan. Sedangkan secara terminologi muhkam berarti ayat-ayat yang jelas maknanya, dan tidak memerlukan keterangan dari ayat-ayat lain.Contoh surat Al- Baqarah ayat 83 : وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

Yang artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

2. Al-MutasyabihKata mutasyabih berasal dari kata tasyabuh yang secara bahasa berarti keserupaan dan kesamaan yang biasanya membawa kepada kesamaran antara dua hal. Tasyahabad Isttabaha berarti dua hal yang masing-masing menyerupai yang lainnya. Sedangkan secara terminology Al Mutasyabih berarti ayat-ayat yang belum jelasmaksudnya, dan mempunyai banyak kemungkinan takwilnya, atau maknanya yang tersembunyi, dan memerlukan keterangan tertentu, atau Allah yang mengetahuinya. Contoh surat Thoha ayat 5 : الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى Artinya: Artinya :“( Allah ) yang maha pemurah, yang bersemayam diatas ‘Arasy”.

SECARA ISTILAH Secara istilah, para Ulama berbeda pendapat dalam merumuskanMuhkam dan Mutasyabih. Al- Suyuti telah mengemukakan 18 definisi atau tempat yang diberikan Ulama. Al-Zarqani mengemukakan 11 definisi yang sebagian dikuip dari Al-Suyuti.Diantara defenisi yang dikemukakan Al-Zarqani adalah :

1.Pendapat al-Alusi kepada pemimpin-pemimpin mazhab Hanafi. Ø  Muhkam ialah ayat yang jelas maksudnya lagi nyata yang tidak mengandung kemungkinan nasakh .Ø  Mutasyabih ialah ayat yang tersembunyi ( maknanya ), tidak diketahui maknanya baik secara aqli maupun naqli, dan inilah ayat-ayat yang hanya Allah yang mengetauhinya , seperti datangnya kiamat , huruf-huruf yang terputus di awal-awal surat

2. Pendapat dinisbahkan kepada ahli sunah sebagai pendapat yang terpilih  dikalangan mereka .Ø  Muhkam ialah ayat yang diketahui maksudnya, baik secara nyata maupun takwil .Ø  Mutasyabih ialah ayat yang hanya Allah lah yang mengetahui maksudnya, seperti datangnya hari kiamat, kelurnya Dajjal, huruf-huruf yang terputus-putus di awal- awal surat. 3.Pendapat dinisbahkan kepada Ibnu Abbas dan kebanyakan ahli fikih mengikutinya. Ø  Muhkam ialah ayat yang tidak mengandung kecuali satu kemungkinan makna Takwil. Ø  Mutasyabih ialah ayat yang mengandung banyak Takwil

4.  Pendapat ini diceritakan dari Imam Ahmad ra .Ø  Muhkam ialah ayat yang tidak berdiri sendiri dan tidak memerlukan keterangan .Ø  Mutasyabih ialah ayat yang tidak berdiri sendiri tetapi memerlukan keterangan .5.  Pendapat ini dinisbahkan kepada Imam Al-Haramain. Ø  Muhkam ialah ayat yang seksama susunan dan urutannya .Ø  Mutasyabih ialah ayat yang seharusnya tidak terjangkau dari segi bahasa kecuali bila ada bersamanya indikasi / melalui konteksi

6.   Pendapat Al-Thibi .Ø  Muhkam ialah ayat yang jelas maknya dan tidak masuk kepadanya isykal ( kepelikan ). Ø  Mutasyabih ialah lawannya. 7.      Pendapat dinisbahkan kepada Imam Al-Razi dan banyak peneliti yang memilih Ø  Muhkam  ialah ayat yang ditujukan makna kuat, yaitu lafal Al-Qur’an nas dan lafal zahir sunah. Ø  Mutasyabih ialah ayat yang ditunjukkan maknanya tidak kuat yaitu lafal mujmal, muawwal, dan musyki

Muhkam dan Mutasyabih terjadi banyak perbedaan pendapat Muhkam dan Mutasyabih terjadi banyak perbedaan pendapat. Yang terpenting di antaranya sebagai berikut : Muhkam adalah ayat yang mudah diketahui maksudnya, sedangkan mutasyabih hanya Allah-lah yang mengetahui akan maksudnya. Muhkam adalah ayat yang dapat diketahui secara langsung, sedangkan mutashabih baru dapat diketahui dengan memerlukan penjelasan ayat-ayat lain

. SIKAP ULAMA TERHADAP AYAT-AYAT MUTASYABIH DAN AYAT- AYAT MUHKAM Menurut Al-Zarqani, ayat-ayat Mutasyabih dapat dibagi 3 ( tiga ) macam :1. Ayat-ayat yang seluruh manusia tidak dapat mengetahui maksudnya, seperti pengetahuan tentang zat Allah dan hari kiamat, hal-hal gaib, hakikat dan sifat-sifat zat Allah. Sebagian mana firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 59 : وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ Artinya : “dan pada sisi Allah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yangmengetahui kecuali Dia sendiri

2. Ayat-ayat yang setiap orang bias mengetahui maksudnya melalui penelitian dan pengkajian, seperti ayat-ayat : Hutasyabihat yang kesamarannya timbul akibat ringkas, panjang, urutannya,danseumpamanya.    Contoh surat An- Nisa’ ayat 3 : وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا Artinya : “dan jika kamu takut tidak adakn dapat berlaku adil terhadap ( hak-hak ) perempuan yang yatim, maka kawinilah wanita-wanita”.

3. Ayat-ayat mutasyabihat yang maksudnya dapat diketahui oleh para Ulama tertentu dan bukan semua Ulama. Maksud yang demikian adalah makna-makna yang tinggi yang memenuhi hati seseorang yang jernih jiwanya dan mujahid. Sebagai mana diisyaratkan oleh Nabi dengan do’anya bagi Ibnu Abbas :Artinya :“ Ya Tuhanku, jadikanlah seseorang yang paham dalam agama,dan ajarkanlah kepada takwil

”Mengenal ayat-ayat yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah, pendapat Ulama terbagi kepada dua mazhab :

1. Mazhab Salaf.Yaitu mazhab yang mempunyai dan mengimani sifat-sifat Allah yang Mutasyabih, dan menyerahkan hakikatnya kepada Allah. 2. Mazhab Khakaf.Yaitu Ulama yang menakwilkan lafal yang maknanya lahirnya musthahil kepada makna yang baik bagi zat Allah, contohnya mazhab ini mengartikan mata dengan pengawasan Allah, tangan diartikan kekuasaan Allah, dan lain-lain.

FAKTOR-FAKTOR ADANYA MUHKAM DAN MUTASYABIH Disebabkan tersembunyinya apa yang dimaksud oleh syar’I (Allah SWT) dalam kalimah ayat tersebut. Kadang-kadang ia terdapat dalam  lafadz  atau  kata

فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ “Lalu dihadapinya berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya” (surat Shaffat: 93) : فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ Kata alyamiin mengandung 3 pengertian, yaitu:1. Menggunakan tangan kanan, tidak tangan kiri2. Memukul dengan keras, karena yang kanan ialah yang terkuat dari kedua  anggota badan3. Berarti sumpah.

KESIMPULAN Dari uraian ayat-ayat muhkam dan mutasyabih diatas, dapat dipahami sebagai berikut : Muhkam adalah ayat yang sudah jelas maksudnya ketika kita membacanya. Sedangkan ayat mutasyabihat adalah ayat-ayat yang perlu ditakwilkan, dan setelah ditakwilkan barulah kita dapat memahami tentang maksud ayat.Ayat mutasyabih adalah merupakan salah satu kajian dalam ilmu Al Qur’an yang para ulama menilainya dengan alasan masing-masing, seperti Ulama Tafsir, Madzhab Salaf, Madzhab Khalaf dan Ulama’ Ahlulbait

KELOMPOK 5 Asprilia Khalifa Ajeng Dwi Sulistio Gita R Kurniasanti M. Arif Rahman TERIMAKASIH 