ANATOMI & BUDIDAYA TANAMAN KARET.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
CANGKOK Keuntungan : 1. Sifat2 tanaman yg tumbuh sama dengan induknya
Advertisements

MANAJEMEN DAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KARET
SORGHUM SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR
BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN
BUDIDAYA TANAMAN KOPI. Sejarah Kopi Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM. Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa.
TEKNIK PENGOLAHAN TANAH DAN PEMUPUKAN Dr
TEKNOLOGI PODUKSI TANAMAN PANGAN UTAMA
DEFINISI BENIH / BIBIT Dr
Dosis Pupuk KIMIA Semakin TINGGI
Teknis Budidaya Tanaman Cabe
PENGELOLAAN TANAH PADA TANAMAN MELON
PENANAMAN POHON Sri Wilarso Budi R Laboratorium Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB
Kredit : 3 SKS (2 + 1) Dosen : Kasiono SP
KACANG PANJANG.
LAND CLEARING DAN PERSIAPAN LAHAN TANAMAN SAWIT
Apakah mulsa itu? Mulsa adalah sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang disebar di permukaan tanah. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan.
REBOISASI DAN PENGHIJAUAN
(HEVEA BRASILLIENSIS)
Meningkatkan Produksi Durian Dengan Sistem Grafting
DALAM REHABILITASI LAHAN KRITIS
Tanaman Obat.
BUDIDAYA CENGKEH.
PERUMUSAN MASALAH PENDEKATAN IMPACT POINT
Risqa Perdana Putra Tri Dhika Utami Yanuarika Alyun TS
PELUANG AGROINDUSTRI PEDESAAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN
PENGOLAHAN TANAH PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN TANAMAN JAGUNG
JAGUNG Jagung merupakan komoditi tanaman pangan utama
Cover Crop dan Penanaman pada Kelapa Sawit
ANALISA PEMELIHARAAN Contoh analisa usaha sapi perah dengan 5 ekor induk 1. Biaya bibit 5 ekor x Rp Rp Kandang Rp
BUDIDAYA TANAMAN KARET Pengelolaan Hama Penyakit, Panen, dan Pasca Panen Kelompok 3: Rina Indriyani (H ) Rizqan Fahri (H ) Tri Dhika Utami (H )
BUDIDAYA KARET.
Pertemuan 6 PUPUK DAN PEMUPUKAN Marlen Sahureka.
Anthorium bunga Syarat tumbuh Suhu 14 – 28 oC
BUDIDAYA KAKAO DENGAN TEKNOLOGI SAMBUNG SAMPING
oleh: Mentari Rahma DPS ( ) Maryanto ( )
KELOMPOK TANI SUMBER TANI PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN
Devi Nuraini A Dian Rahayu Dwi Agustiyanto Edi Kurniawan FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012.
HASIL PERTANIAN BUAH-BUAHAN
Membibitkan tanaman perkebunan dan penanaman tanaman perkebunan
TEKNIK BUDIDAYA TOMAT.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN MUTU KARET RAKYAT DI PROV. JAMBI Ir. ENDRIZAL, M. Sc. Ka. Balai Pengkajian Teknologi.
Kelompok 7 Galih Pramono C Ridwan C
IN HOUSE TRAINING MAL SADAP & BUKA SADAP
3. Analisis Hara dan Pertumbuhan Padi pada Berbagai Varietas dan Kedalaman Muka Air pada Musim Tanam I dan II. Tempat dan Waktu :di Rumah Pastik di lahan.
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
TANAMAN LEGUMINOSA Kedelai
STADIA PERTUMBUHAN JAGUNG:
TEKNIK BUDIDAYA JAGUNG
TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
PADI ORGANIK SISTEM SRI.
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
DR. IR. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pelajaran Aplikasi Komputer
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
KENDALA PADA PELAKSANAAN STS :
Di susun Oleh : CUCU ENDAH LESTARI
KELAPA SAWIT.
UNSUR – UNSUR DAN CIRI – CIRI PERTANIAN
BUDIDAYA KEDELAI (Glycine max L.)
BERDASARKAN HASIL WAWANCARA DENGAN PETANI YANG SUKSES
PENANAMAN POHON. Pendahuluan Kegiatan penanaman merupakan kegiatan inti dari budidaya hutan yang mencakup areal yang luas, memerlukan biaya yang besar.
DINAS KEHUTANAN PROV. SULAWESI SELATAN. “MEWUJUDKAN HUTAN LESTARI, PERKEBUNAN PRODUKTIF MASYARAKAT SEJAHTERA MANDIRI ”
MESIN BUDIDAYA PERTANIAN
Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DALAM BUDIDAYA TANAMAN KELOMPOK II AGROTEKNOLOGI III AULIA DELFIYANTY
BUDIDAYA GANYONG Ganyong merupakan tanaman tropis yang tidak manja tahan terhadap naungan, Dapat tumbuh di segala jenis tanah dan iklim. tidak membutuhkan.
Transcript presentasi:

ANATOMI & BUDIDAYA TANAMAN KARET

PENDAHULUAN Karet alam merupakan salah satu komoditas pertanian yang penting untuk Indonesia dan lingkungan Internasional. Di Indonesia, karet merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak menunjang perekonomian negara. Hasil devisa yang diperoleh karet cukup besar. Bahkan, Indonesia pernag menguasai produksi karet dunia dengan mengungguli hasil dari negara-negara lain dan negara asal tanaman karet itu sendiri yaitu Amerika Selatan.

3 NEGARA PENGHASIL KARET THAILAND : 2 jt ha INDONESIA : 3-3,5 jt ha MALAYSIA : 1,3 jt ha

HASIL LAIN KARET KAYU BIJI USAHA TANI SAMPINGAN TERNAK

MORFOLOGI KARET Daun berwarna hijau Tinggi dewasa 15-25 m Getah yang keluar dari batang dinamakan LATEKS Bunga terdiri dari bunga jantan dan bunga betina

BAGIAN-BAGIAN TUBUH KARET BATANG MAD LATEKS BIJI PAYUNG TANGKAI DAUN ANKA TANGKAI DAUN HELAI DAUN

BAHAN OLAHAN KARET Lateks Kebun Sheet Angin Slab Tipis Lump Segar

PRAKOAGULASI (GUMPALAN) Penggumpalan Spontan Penggumpalan Buatan

BUDIDAYA KARET

SYARAT TUMBUH KARET Daerah penumbuhan karet 150 LS dan 150 LU Curah Hujan 1500-3000 mm / tahun Tinggi tempat 0-200 dpl Suhu 25-350C Kecepatan angin maksimum 30 km/jam Kemiringan tanah kurang dari 10% pH tanah berkisar 4,3 - 5,0 Drainase tanah sedang

TEKNOLOGI BUDIDAYA KARET Syarat tumbuh tanaman karet Klon-klon karet rekomendasi Bahan tanam/bibit Persiapan tanam dan penanaman Pemeliharaan tanaman: pengendalian gulma, pemupukan dan pengendalian penyakit Penyadapan/panen

KLON-KLON KARET REKOMENDASI Pemerintah telah menetapkan sasaran pengembangan produksi karet alam Indonesia sebesar 3 - 4 juta ton/tahun pada tahun 2025. Sasaran produksi tersebut hanya dapat dicapai apabila minimal 85% areal kebun karet (rakyat) yang saat ini kurang produktif berhasil diremajakan dengan menggunakan klon karet unggul.

KLON KARET REKOMENDASI Klon penghasil lateks : BPM 24, BPM 107, BPM 109, IRR 104, PB 217, PB 260 Klon penghasil lateks-kayu : BPM 1, PB 330, PB 340, RRIC 100, AVROS 2037, IRR 5, IRR 32, IRR 39, IRR 42, 112, IRR 118 Klon penghasil kayu : IRR 70, IRR 71, IRR 72, IRR 78

Gambar 1. Produksi Lateks Beberapa Klon Anjuran (. ,. dan Gambar 1. Produksi Lateks Beberapa Klon Anjuran (***, ** dan * adalah rata-rata produksi 15, 10 dan 5 tahun sadap)

BAHAN TANAM Hal yang paling penting dalam penanaman karet adalah bibit/bahan tanam, dalam hal ini bahan tanam yang baik adalah yang berasal dari tanaman karet okulasi. Persiapan bahan tanam dilakuka paling tidak 1,5 tahun sebelum penanaman. Dalam hal bahan tanam ada tiga komponen yang perlu disiapkan, yaitu: batang bawah (root stoct), entres/batang atas (budwood), dan okulasi (grafting) pada penyiapan bahan tanam. Persiapan batang bawah merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh bahan tanam yang mempunyai perakaran kuat dan daya serap hara yang baik. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan pembangunan pembibitan batang bawah yang memenuhi syarat teknis yang mencakup persiapan tanah pembibitan, penanganan benih, perkecambahan, penanaman kecambah, serta usaha pemeliharaan tanaman di pembibitan

PERSIAPAN TANAM & PENANAMAN Pelaksanaan penanaman tanaman karet diperlukan berbagai langkah secara sistematis mulai dari pembukaan lahan sampai dengan penanaman. Pembukaan lahan (Land Clearing) Persiapan Lahan Penanaman

Gambar 2. Cara Pengajiran pada Lahan Datar

Gambar 3. Cara Pengajiran Menurut Kontur

Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang untuk tanaman dibuat 60 cm x 60 cm bagian atas , dan 40 cm x 40 cm bagian dasar dengan kedalaman 60 cm. Pada waktu melubang, tanah bagian atas (top soil) diletakkan di sebelah kiri dan tanah bagian bawah (subsoil) diletakkan di sebelah kanan (Gambar 4). Lubang tanaman dibiarkan selama 1 bulan sebelum bibit karet ditanam.

Gambar 4. Pembuatan Lubang Tanam

SELEKSI & PENANAMAN BIBIT SELEKSI BIBIT Beberapa syarat yang harus dipenuhi bibit siap tanam adalah : Bibit karet di polybag yang sudah berpayung dua. Mata okulasi benar-benar baik dan telah mulai bertunas Akar tunggang tumbuh baik dan mempunyai akar lateral Bebas dari penyakit jamur akar (Jamur Akar Putih).

KEBUTUHAN BIBIT PENANAMAN Dengan jarak tanam 7m x 3m (untuk tanah landai), diperlukan bibit tanaman karet untuk penanaman sebanyak 476 bibit, dan cadangan untuk penyulaman sebanyak 47 (10%) untuk setiap hektar kebun diperlukan sebanyak 523 batang bibit karet. PENANAMAN Pada umumnya penanaman karet di lapangan dilaksanakan pada musim penghujan yakni antara bulan September sampai Desember dimana curah hujan sudah cukup banyak, dan hari hujan telah lebih dari 100 hari. Pada saat penanaman, tanah penutup lubang dipergunakan top soil yang telah dicampur dengan pupuk RP 100 gram per lubang, disamping pemupukan dengan urea 50 gram dan SP - 36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar (RP = Rock Phospate)

PEMELIHARAAN TANAMAN PENGENDALIAN GULMA Pemeliharaan dilakukan pada perkebunan tanaman karet meliputi pengendalian gulma, pemupukan dan pemberantasan penyakit tanaman. PENGENDALIAN GULMA Areal pertanaman karet, baik tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman sudah menghasilkan (TM) harus bebas dari gulma seperti alang-alang, Mekania, Eupatorium, dll sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Untuk mencapai hal tersebut, penyiangan pada tahun pertama dilakukan berdasarkan umur tanaman seperti berikut:

Tabel 4. Frekuensi Pengendalian Gulma dengan Herbisida Tabel 4. Frekuensi Pengendalian Gulma dengan Herbisida Berdasarkan Umur Tanaman Umur Tanaman (tahun) Kondisi tajuk Aplikasi herbisida Lebar piringan /jalur Frekuensi Waktu Tanaman belum menghasilkan 2 – 3 tahun 4 – 5 tahun Belum menutup Mulai menutup 3 – 4 kali 2 – 3 kali Mar, Jun, Sept, Des Mar. Sept, Jun 1.5 – 2.0 m Tanaman menghasilkan 6 – 8 tahun 9 – 15 tahun > 15 tahun Sudah menutup 2-3 kali 2 kali Mar, Sept, Jun Mar, Sept Mar, Spt 2.0 – 3.0 m

PROGRAM PEMUPUKAN Program pemupukan secara berkelanjutan pada tanaman karet harus dilakukan dengan dosis yang seimbang dua kali pemberian dalam setahun. Jadwal pemupukan pada semeseter I yakni pada Januari/Februari dan pada semester II yaitu Juli/Agustus.

Tabel 5. Rekomendasi Umum Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan Umur Tanaman Urea (g/ph/th) SP 36 KCl Frekuensi Pemupukan Pupuk Dasar - 125 1 2 3 4 5 250 300 150 100 200 2 kali/th

> 25 s/d 2 thn sblm peremajaan Tabel 6. Rekomendasi Umum Pemupukan Tanaman Menghasilkan Umur Tanaman Urea (g/ph/th) SP 36 KCl Frekuensi Pemupukan 6 – 15 16 – 25 > 25 s/d 2 thn sblm peremajaan 350 300 200 260 190 - 250 150 2 kali/th

PEMBERANTASAN PENYAKIT TANAMAN Penyakit karet sering menimbulkan kerugian ekonomis di perkebunan karet. Kerugian yang ditimbulkannya tidak hanya berupa kehilangan hasil akibat kerusakan tanaman, tetapi juga biaya yang dikeluarkan dalam upaya pengendaliannya. Oleh karena itu langkah-langkah pengendalian secara terpadu dan efisien guna memperkecil kerugian akibat penyakit tersebut perlu dilakukan. Lebih 25 jenis penyakit menimbulkan kerusakan di perkebunan karet. Penyakit tersebut dapat digolongkan berdasarkan nilai kerugian ekonomis yang ditimbulkannya.

Penyakit tanaman karet yang umum ditemukan pada perkebunan adalah : Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) Kekeringan Alur Sadap (Tapping Panel Dryness, Brown Bast)

PENYADAPAN / PANEN Produksi lateks dari tanaman karet ditentukan oleh keadaan tanah dan pertumbuhan tanaman, klon unggul, juga dipengaruhi oleh teknik dan manajemen penyadapan. Apabila ketiga kriteria tersebut dapat terpenuhi, maka diharapkan tanaman karet pada umur 5 - 6 tahun telah memenuhi kriteria matang sadap. Kriteria matang sadap antara lain apabila keliling lilit batang pada ketinggian 130 cm dari permukaan tanah telah mencapai minimum 45 cm. Jika 60% dari populasi tanaman telah memenuhi kriteria tersebut, maka areal pertanaman sudah siap dipanen.

BAGAN PENYADAPAN TANAMAN KARET UMUR SISTEM SADAP JANGKA WAKTU (TAHUN) 4BIDANG SADAP Remaja 0-5 - Teruna 6-7 s/2 d/3 67% 2 A 8-10 s/2 d/2 100% 3 Dewasa 11-15 s/d d/2 100% 4 B 16-20 a/2 d/2 100% Setengah tua 21-28 2 s/2 d/3 133% 8 B’+AH Tua 29-30 A’’+BH

Keterangan: A : Kulit Murni Batang A B : Kulit Murni Batang B A’ : kulit pulihan pertama A A” : kulit pulihan kedua A B’ : kulit pulihan pertama B AH : kulit murni atas A BH: kulit murni atas B

Tinggi bukaan sadap Waktu bukaan sadap Kemiringan irisan sadap Peralihan tanaman dari TMB ke TM Sistem sadap

Tabel 7. Bagan Penyadapan Tanaman Karet Umur Sistem Sadap Jangka Waktu (tahun) Bidang Sadap Remaja 0 – 5 - Teruna 6 – 7 8 – 10 s/2 d/2 67% s/2 d/2 100% 2 3 A Dewasa 11 – 15 16 – 20 4 B Setengah Tua 21 – 28 2 s/2 d/3 133% 8 B’ + AH Tua 29 – 30 A” + BH Cat : Tanaman Karet diremajakan pd umur 31 tahun Keterangan : A = Kulit Murni Bidang A B = Kulit Murni Bidang B A = Kulit Pulihan Pertama A A’ = Kulit Pulihan Kedua A B’ = Kulit Pulihan Pertama B AH = Kulit Murni atas A BH = Kulit Murni atas B

TERIMA KASIH