Universitas Hasanuddin Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Versi Juli 2007.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MODEL MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF
Advertisements

Assalamu'alaikum....
Ns. Dwi Indah Iswanti, S.Kep, M.kep
Metodologi Pembelajaran
1 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.
EXPERIENTIAL LEARNING
Model Pembelajaran Experiential Learning
COMPLETE, Profile Lulusan Undip
Apa yang dimaksud dengan pembelajaran diperguruan tinggi?
KEMAMPUAN YANG DIPEROLEH MAHASISWA
PEMBELAJARAN KBK.
Content PROBLEM BASED LEARNING PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Benny A. Pribadi METODEPEMBELAJARAN Benny A. Pribadi
Universitas Hasanuddin Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Versi Juli 2007.
KEMAMPUAN YANG DIPEROLEH MAHASISWA
Proses Pembelajaran berorientasi Pengembangan Soft Skills
Model Pembelajaran Kolaboratif
URAIAN RINGKAS CIRI BEBERAPA CARA BELAJAR YANG DILAKUKAN MAHASISWA
( STUDENT CENTERED LEARNING )
copyright: dit.akademik.ditjen dikti
SESI 7 ACTIVE LEARNING 1. Mengapa AL ? Konfusius (400 SM)
Program Dasar Pendidikan Tinggi Universitas Indonesia (PDPT-UI)
TOR EFLEKSI R.
Distance Learning.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING)
COMPLETE: Profile Lulusan Undip P2KKN | KKN-PPM Tim II Tahun 2016.
COMPLETE: Profile Lulusan Undip P2KKN | KKN-PPM Tim I Tahun
STUDENT CENTERED LEARNING (SCL)
Konsep Pengembangan Modul dan Penerapan model model SCL
MATERI 4 MODEL - MODEL PEMBELAJARAN SCL.
KKN Sebagai Salah Satu Proses Pembelajaran untuk Menghasilkan Lulusan COMPLETE Mukh Arifin LP2MP | Quality for Development.
METODE DAN DESAIN PELATIHAN
Bimbingan Tugas Akhir Program (TAP) Pertemuan ke 5
Model problem based learning
( STUDENT CENTERED LEARNING )
copyright: dit.akademik.ditjen dikti
COMPUTER MEDIATED LEARNING UNIVERSITAS INDONESIA
copyright: dit.akademik.ditjen dikti
Penerapan model pembelajaran
MODEL PEMBELAJARAN MIKRO
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING)
STRATEGI PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI
TEORI BELAJAR HUMANISTIK
( STUDENT CENTERED LEARNING )
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM.
SEMINAR MANAJEMEN PEMASARAN
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING )
MATERI 4 MODEL - MODEL PEMBELAJARAN SCL.
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING)
copyright: dit.akademik.ditjen dikti
Model problem based learning
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KEJURUAN
MATERI 4 MODEL - MODEL PEMBELAJARAN SCL.
Apa yang dimaksud dengan pembelajaran diperguruan tinggi?
MATERI 4 MODEL - MODEL PEMBELAJARAN SCL.
MODEL PEMBELAJARAN MASA KINI
SELF-DIRECTED LEARNING
MODEL - MODEL PEMBELAJARAN SCL.
disajikan oleh : Machmud SYAM
Model Pembelajaran Kolaboratif
Disampaikan : Setia Wirawan
STRATEGI KOGNITIF DEFINISI LATAR BELAKANG KEGUNAAN.
Model Pembelajaran Experiential Learning
PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING)
Tradition of Excellence Model Pembelajaran Student Centred Learning (SCL) Di susun kembali oleh: Sholeh Avivi Prodi Ilmu Pertanian, Faperta UNEJ Sekretaris.
Apa yang dimaksud dengan pembelajaran diperguruan tinggi?
Model Pembelajaran” adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang terorganisir secara sistemik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL)
Transcript presentasi:

Universitas Hasanuddin Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Versi Juli 2007

Belajar pada Hakekatnya adalah Berubah Dari belum mengerti menjadi mengerti. Dari sedikit bisa menjadi sangat mahir. Dari kurang beradab menjadi lebih beradab. Dari kurang berminat menjadi sangat antusias. Dari kurang bisa bergaul menjadi sangat komunikatif. Dari kurang bisa mengajar menjadi pengajar yang baik. Dari mengajar menjadi membelajarkan dengan pendekatan SCL.

Prakondisi “SCL” Rogers (1983) mengidentifikasi prakondisi penerapan SCL adalah keberadaan FIGUR yang dipercaya kelompok pembelajar memfasilitasi mereka.

TCL LOW LEVEL OF STUDENT CHOICE LOW LEVEL OF STUDENT CHOICE STUDENT PASSIVE STUDENT PASSIVE POWER IS PRIMARILY WITH TEACHER POWER IS PRIMARILY WITH TEACHER SCL SCL HIGH LEVEL OF STUDENT CHOICE HIGH LEVEL OF STUDENT CHOICE STUDENT ACTIVE STUDENT ACTIVE POWER IS PRIMARILY WITH THE STUDENT POWER IS PRIMARILY WITH THE STUDENT TCL – SCL: Sebuah Kontinum

THE RELIANCE ON ACTIVE RATHER THAN PASSIVE LEARNING; AN EMPHASIS ON DEEP LEARNING AND UNDERSTANDING INCREASED RESPONSIBILITY AND ACCOUNTABILITY ON THE PART OF THE STUDENT, AN INCREASED SENSE OF AUTONOMY IN THE LEARNER PROCESS AND COMPETENCE RATHER THAN CONTENT Perubahan Peran Mahasiswa

Perubahan Peran Dosen PENGAJAR MOTIVATOR, MEDIATOR, & FASILITATOR

Siswa Pasif Reseptif Transfer pengetahuan? SERING DINAMAKAN PENGAJARAN Teacher Centered Learning

PENGETAHUAN DIPANDANG SEBAGAI SESUATU YANG SUDAH JADI, YANG TINGGAL DITRANSFER DARI DOSEN KE MAHASISWA. PENGETAHUAN ADALAH HASIL KONSTRUKSI ( BENTUKAN ) ATAU HASIL TRANSFORMASI SESEORANG YANG BELAJAR. ) BELAJAR ADALAH MENERIMA PENGETAHUAN ( PASIF - RESEPTIF ) BELAJAR ADALAH MENCARI DAN MENGKONSTRUKSI (MEMBENTUK) PENGETAHUAN AKTIF DAN SPESIFIK CARANYA Perubahan Paradigma dalam Pembelajaran (1) 1. PENGETAHUAN2. BELAJAR

Menyampaikan pengetahuan (bisa klasikal) Menjalankan sebuah instruksi yang telah dirancang Berpartisipasi dengan mahasiswa dalam membentuk pengetahuan Menjalankan berbagai strategi yang membantu mahasiswa untuk dapat belajar Perubahan Paradigma dalam Pembelajaran (2) 3. MENGAJAR - MEMBELAJARKAN

AKTIF SPESIFIK Mencari dan mengkonstruksi pengetahuan lewat berbagai strategi MENJADI GREY BOX SERING DINAMAKAN PEMBELAJARAN Teacher Centered Learning

Sangat kondisional, tergantung pada berbagai faktor yang terkait, terutama pada lingkungan organisasi dan SDM penyelenggara; Pada tataran yang lebih mikro maka perubahan yang dilakukan akan bertumpu pada hakekat kompetensi yang ingin dicapai, kondisi peserta didik, tenaga akademik, tenaga penunjang, sarana dan lingkungan belajar. Efektivitas Perubahan Paradigma Pembelajaran

Perubahan cara pandang mengenai tujuan pendidikan: Pendidikan tidak hanya pengembangan kompetensi, namun menumbuhkembangkan kualitas kemanusiaan pada seseorang, beyond competence. Perubahan cara-pandang mengenai proses pendidikan: Pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya kegiatan pengalihan pengetahuan tetapi juga seluruh suasana, proses, ketauladanan, yang mempengaruhi secara langsung atau tidak langsung perkembangan potensi insani. Proses Pendidikan & Tujuan Pendidikan

Perubahan cara pandang mengenai mahasiswa. Mereka bukan benda atau bahan baku, tetapi anggota komunitas. Mereka bukan sederet gelas kosong, namun orang muda yang memiliki potensi keunggulan yang berbeda dan beragam. Perubahan cara pandang mengenai kecerdasan: Setiap kecerdasan penting, dan perlu dikembangkan sebaik mungkin. Mahasiswa & Kecerdasan

Proses belajar yang mekanistik menjadi proses belajar yang menggugah, memberi inspirasi, dan mencerahkan. Proses belajar yang individual menjadi proses belajar individual dan belajar dalam team secara seimbang. Perubahan Proses

Batasan SCL SCL describes ways of thinking about learning and teaching that emphasise student responsibility for such activities as planning learning, interacting with teachers and other students, researching, and assessing learning. (Cannon) SCL, focusing on the students’ learning And what students do to achieve this, rather than what the teacher does (Harden & Crosby)

Faktor Pembeda Model SCL Hard Skill Input Soft Skill Output Hard Skill Output Kegiatan Peserta Kegiatan Pengajar TEACHING Hard Skill Input Soft Skill Output Hard Skill Output Kegiatan Peserta Kegiatan Fasilitator LEARNING

WHAT THE STUDENT CAN LEARN UNAIDED ZPD WHAT THE STUDENT CAN LEARN WITH YOUR HELP Source : Carlile et al (2004:20) Zone of Proximal Development (ZPD)

Ragam Model SCL 1. P roblem-Based Learning (PBL) 2. P roject-Based Learning (PjBL) 3. C ollaborative Learning (CbL) 4. E xperiential Learning (EL) 5. C omputer-Assisted Learning (CAL) 6. C ase Study (CS) 7. C ooperative Learning (CL) 8. S elf-Directed Learning (SDL) 9. C ontextual Teaching & Learning (CTL) Disajikan karena sesuai dengan kondisi Unhas saat ini: telah diterapkan atau narasumber tersedia

Problem-Based Learning KEGIATAN PESERTA: Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh fasilitator KEGIATAN FASILITATOR: Merancang tugas untuk mencapai kompetensi tertentu Membuat petunjuk (metode) untuk peserta dalam mencari pemecahan masalah yang dipilih oleh peserta sendiri atau yang ditetapkan. SOFT SKILL OUTPUT: prioritas mengambil keputusan berfikir kritis selektif tanggung jawab

Project-Based Learning KEGIATAN PESERTA: Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis. Menunjukkan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum. KEGIATAN FASILITATOR: Merancang suatu tugas (proyek) yang sistematik agar mahasiswa belajar pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pencarian/ penggalian (inquiry), yang terstruktur dan kompleks. Merumuskan dan melakukan proses pembimbingan dan asesmen. SOFT SKILL OUTPUT: ketaat asas-an tanggung jawab inovasi, kreatif komunikaso aktualisasi

Collaborative Learning KEGIATAN PESERTA: Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri. KEGIATAN FASILITATOR: Merancang tugas yang bersifat open ended. Sebagai fasilitator dan motivator. SOFT SKILL OUTPUT: penghargaan apresiasi pendapat/toleransi networking share vision group decision making time management

KEGIATAN PESERTA:.mencari informasi ilmiah menceburkan diri (perlu kepercayaan) mengikuti aturan main mengaktifkan seluruh aspek diri secara total SOFT SKILL OUTPUT: kemahiran menyimak self-monitoring mencari dan menyatakan hikmah kesadaran diri mengidentifikasi, melabel dan mengungkapkan perasaannya Kerampilan komunikasi dan kerjasama mengekstrasi prinsip dari pengalamannya KEGIATAN FASILITATOR: memetakan taksonomi merancang rencana pembelajaran di dalam kelas: pembukaan, memastikan peserta aktif dalam siklus belajar menjembatani pengalaman dengan teori Experiential Learning

Computer-Assisted Learning KEGIATAN PESERTA:.mengikuti tatap muka melaksanakan tugas bertanya SOFT SKILL OUTPUT: berfikir kritis selektif dan inovatif tanggung jawab kreatif KEGIATAN FASILITATOR: persiapan pembelajaran penyampaian materi menjelaskan materi memberi tugas pendampingan

Case Study KEGIATAN FASILITATOR: Merancang pembelajaran dengan menggunakan kasus Mengarahkan diskusi kelas Menengahi perdebatan Mengemukakan isu penting Menarik simpulan diskusi KEGIATAN PESERTA:.Menganalisis kasus Mendiskusikan pemecahan kasus dalam kelompok dan di kelas SOFT SKILL OUTPUT: menganalisis masalah mengambil keputusan teamwork komunikasi presentasi

Upaya untuk melakukan transformasi pembelajaran dari “teaching based” ke “learning based”akan memerlukan energi sangat besar dan usaha yang berkelanjutan, karena tantangan yang dihadapi berada dalam banyak sistem dan dalam diri para pelaku pendidikan. Untuk Direnungkan

Tak seorang lain pun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu sendiri. Sang Guru pun tidak mampu. Dialog Guru dan Murid Seorang murid mengeluh kepada Gurunya: ”Bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami “ Jawab sang Guru : “ Bagaimana pendapatmu, Nak; andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu bagimu ?”