Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 SDM Aparatur merupakan tiang utama pelaksana tugas pemerintahan dan pembangunan  Kedudukan PNS menurut UU 43 tahun 1999  Pelayan Masyarakat yang Profesional,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " SDM Aparatur merupakan tiang utama pelaksana tugas pemerintahan dan pembangunan  Kedudukan PNS menurut UU 43 tahun 1999  Pelayan Masyarakat yang Profesional,"— Transcript presentasi:

1

2  SDM Aparatur merupakan tiang utama pelaksana tugas pemerintahan dan pembangunan  Kedudukan PNS menurut UU 43 tahun 1999  Pelayan Masyarakat yang Profesional, jujur, adil, netral dan akuntabel  Sejak reformasi ditandai dengan munculnya UU 43 tahun 1999 tentang Perubahan UU 8 tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Kepegawaian  Manajemen PNS  Manajemen PNS merupakan keseluruhan upaya-upaya utk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan derajat profesionalisme penyelenggaraan tugas, fungsi, dan kewajiban kepegawaian, yg meliputi perencanaan, pengadaaan, pengembangan kualitas, penempatan, promosi, penggajian, kesejahteraan dan pemberhentian  Pembinaan SDM PNS dilakukan melalui penerapan manajemen PNS, yang diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdayaguna dan berhasil guna.

3 Pasal 12 (1) Manajemen Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdayaguna dan berhasilguna. Pasal 12 (2) Untuk mewujudkan penyelengaraan tugas pemerintahan dan pembangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diperlukan Pegawai Negeri Sipil yang profesional, bertanggung jawab, jujur, dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. Pasal 20 Untuk lebih menjamin obyektifitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja.

4 Distribusi tidak merata Penempatan dalam jabatan belum mengacu kompetensi Kinerja masih rendah Perencanaan pegawai Pengadaan PNS Penempatan dalam jabatan Penilaian kinerja Pengembangan kualitas Penegakan disiplin Penggajian dan kesejahteraan Pemberhentian dan pensiun PNS yang : Perofesional Netral sejahtera Penyelenggar aan tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna pelayanan publik yang berkualitas dan akuntabel

5 Rekrutmen dan penataan PNS Netralitas PNS Profesionalisme dalam pengembangan karier PNS Disiplin PNS Pengembangan MIS berbasis teknologi informasi Peningkatan pelayanan PNS Remunerasi dan kesejahteraan PNS

6 6 1.REKRUTMEN DAN PENATAAN PNS Penyusunan formasi PNS sebagai bagian dari perencanaan SDM PNS, didasarkan pada analisis kebutuhan riil organisasi yang meliputi jenis pekerjaan, sifat pekerjaan, analisis beban kerja dan tuntutan kinerja organisasi, prinsip pelaksanaan pekerjaan dan peralatan yang tersedia a. Penyusunan formasi berbasis kompetensi b. Rekrutment berdasarkan merit system Tes Kompetensi Dasar Tes Kompetensi Bidang (Substantif) c. Materi Tes terdiri d. Pengembangan rekrutmen dan seleksi CPNS dengan Computer Asissted Test (CAT)

7 Masa Moratorium telah berakhir, untuk pengadaan CPNS dimungkinkan bila : Pertama perekrutan harus memiliki peta jabatan rencana kebutuhan pegawai untuk 5 tahun ke depan yang didukung oleh analisis jabatan dan analisis beban kerja memiliki rencana dan melaksanakan redistribusi pegawai memiliki pola rekrutmen CPNS yang terbuka, fair, bersih, efisien, dan akuntabel. Kedua, perekrutan hanya dilakukan oleh kementerian/lembaga/ pemerintah daerah yang anggaran belanja pegawainya di bawah 50% dari APBD Ketiga perekrutan hanya dilakukan setelah mendapat izin dari Komite Pengarah Reformasi Birokrasi yang diketahui Wakil Presiden.

8 PP NO 56 TAHUN 2012 jo PERKA BKN NO 9 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN CPNS 1.T.HONORER K-1 2.T.HONORER K-2 3.PELAMAR UMUM 4.DOKTER 5.TENAGA AHLI TERTENTU/ KHUSUS PENGANGKATAN SEBAGAI CPNS EVALUASI MEKANISME WASDAL PENGADAAN CPNS PERSYARATAN PEMBENTUKAN TIM ( TIMLAKNAS & INST.) UJIAN SELEKSI (TKD & TKB) KHUSUS TH. K-2 DAN UMUM PENETAPAN NIP PENEMPATAN/ PENUGASAN

9 9 1.PNS hrs Profesional 2.PNS harus bebas dari pengaruh ke-kuatan politik 3.PNS tidak diskrimi-natif dlm membe-rikan pelayanan 4.PNS dilarang menjadi anggota dan atau pengurus par-tai politik 5.PNS dilarang menggunakan fasilitas jabatan untuk kepentingan politik 2. NETRALITAS PNS 1.Peran dan fungsi PNS sbg alat pemersatu, pelayan, penyelenggara pemerintahan tidak berjalan 2.Diskriminasi pelayanan 3.Pengkotak-kotakan PNS 4.Konflik kepentingan 5.Tidak Profesional lagi 1.Peran dan fungsi PNS sbg alat pemersatu, pelayan, penyelenggara pemerintahan tidak berjalan 2.Diskriminasi pelayanan 3.Pengkotak-kotakan PNS 4.Konflik kepentingan 5.Tidak Profesional lagi REGULASI 1.Psl 3 UU 43 Th PP 37 Tahun PP 53 Tahun 2010 PNS YANG NETRAL DARI UNSUR POLITIK

10 Ciri Profesioal antara lain :  Berfikir konseptual (ada landasan berfikir, mis: peraturan, teori, dsb)  Berfikir alternatif (kreatif, inovatif, inisiatif, change).  Bertindak pragmatis (memiliki keterampilan/ keahlian, kecakapan diagnosis, & kompetensi yang aplikatif).  Patuh pada etika. 3.PROFESIONALISME

11 11 a. Analisis dan evaluasi jabatan oleh setiap instansi b. Kepastian pola karir PNS  mengatasi Mismatch c. Pengangkatan jabatan didasarkan pada standar kompetensi atas rekomendasi Assessment Center 1) Penyusunan dan Pelaksanaan Standar Kompetensi Jabatan 2) Assessment Center. d.Pengembangan jabatan fungsional  “ramping struktur dan kaya fungsi.” e.Penilaian prestasi kerja sebagai pertimbangan utama dalam pengembangan karir f.Diklat PNS didasarkan analisis kebutuhan diklat PROFESIONALISME DLM PENGEMBANGAN KARIER

12 12 a.Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. b.Apabila nilai-nilai tersebut telah menyatu dalam dirinya, maka sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi dirasakan sebagai beban, bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bila tidak berbuat seperti nilai-nilai yang telah lazim dilakukan. c.Terdapat empat faktor yang perlu diperhatikan dalam menumbuhkan disiplin dikalangan PNS yaitu : 1)Faktor kesadaran 2)Faktor keteladanan 3)Faktor motivasi 4)Faktor penegakan peraturan d.Berkaitan dengan hal tersebut, maka peningkatan disiplin PNS didasarkan kepada reward and punishment 4. DISIPLIN PNS

13 1. Kewajiban dan Larangan (Psl 3 dan Psl 4) 13 a.17 Kewajiban dan 15 Larangan (PP 30/1980 = 26 kwajiban dan 18 larangan) b.Beberapa larangan masih dirinci 2. PNS tidak mentaati Psl 3 dan Psl 4, dijatuhi hudis 3. PP Disiplin tidak mengesampingkan tuntutan pidana

14 PP No. 53 Thn 2010PP No. 30 Thn 1980 HUDIS TK. RINGAN a.Teguran lisan b.Teguran tertulis c.Pernyataan tdk puas scr tertulis a.Teguran lisan b.Teguran tertulis c.Pernyataan tdk puas scr tertulis HUDIS TK. SEDANG a.Penundaan KGB selama 1 thn b.Penundaan KP selama 1 thn c.Penurunan pangkat stingkat lbh rendah selama 1 thn a.Penundaan KGB paling lama 1 thn b.Penurunan gaji sbsar 1 x KGB paling lama 1 thn c.Penundaan KP paling lama 1 thn

15 PP No. 53 Thn 2010PP No. 30 Thn 1980 HUDIS TK. BERAT a.Penurunan pangkat setingkat lbh rendah selama 3 thn b.Pemindahan dlm rangka penurunan jabt setingkat lbh rendah c.Pembebasan dari jabtn d.PDH tdk atas permintaan sendiri sbg PNS e.PTDH sbg PNS a.Penurunan pangkat setingkat lbh rendah paling lama 1 thn b.Pembebasan dari jabtn c.PDH tdk atas permintaan sndiri sbg PNS d.PTDH sbg PNS

16 a. Akurasi Database PNS aktif scr terus menerus b. Akurasi Database Pensiun c. Akurasi Database Pejabat Negara d. MIS Kepegawaian Nasional secara bertahap e. On line System  melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) :  BKN Pusat dengan seluruh Kanreg  BKN dgn Instansi Pusat & Daerah  BKD Prop dengan BKD Kab/Kota PENGEMBANGAN MIS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

17  Untuk memperbaiki kinerja dan kualitas pelayanan PNS perlu disempurnakan sistem penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS  Selama ini penilaian pelaksanaan pekerjaan terjebak pada formalitas  Tidak merepresentasikan kinerja individu  Telah ditetapkan peraturan yang mengatur tata cara penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS yaitu dengan PP 46 Th Tentang Penilaian Prestasi kerja PNS dan Peraturan Kepala BKN No. 1 Th 2013  Akan diberlakukan secara efektif mulai tahun 2014  Penilaian prestasi kerja PNS dilakukan dengan menilai secara sistematis terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja PNS  Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh setiap PNS pada satuan organisasi sesuai dengan sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja  Sasaran kerja pegawai (SKP) adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS

18 SKEMATIS PENILAIAN PRESTASI KERJA KINERJA PNS PRESTASI KERJA PNS PERILAKU KERJA PNS SKP ASPEK: KUANTITAS KUALITAS WAKTU BIAYA ASPEK: ORIENTASI PELAYANAN INTEGRITAS KOMITMEN DISIPLIN KERJASAMA KEPEMIMPINAN BOBOT 40 % BOBOT 60 % KONTRAK KINERJA PENGAMATAN

19 FORMULIR SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL NOI. PEJABAT PENILAINOII. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI 1Nama1 2NIP2 3Pangkat/Gol.Ruang3 4Jabatan4 5Unit Kerja5 NOIII. Kegiatan Tugas Jabatan ANGKA KREDIT TARGET KUANT/ OUTPUT KUAL/ MUTU WAKTUBIAYA Jakarta, ….Januari 20.. Pejabat PenilaiPegawai Negeri Sipil Yang Dinilai Nama NIP NIP

20 PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL Jangka waktu penilaian …. Januari s/d 31 Desember 20…. NO I. Kegiatan Tugas JabatanAK TARGET AK REALISASI PENGHITUNGAN NILAI CAPAIAN SKP Kuant/ output Kual/ Mutu WaktuBiaya Kuant/ output Kual/ Mutu WaktuBiaya II. Tugas Tambahan dan Kreativitas/: a. Tugas Tambahan b. Kreativitas NILAI CAPAIAN SKP Jakarta, 31 Desember 20…. Pejabat Penilai Nama NIP.

21 21 ► Formula Rumus Penilaian Capaian SKP, aspek : Kuantitas :  Penilaian SKP (kuan) = X 100 Ket : RO = Realisasi Output TO = Target Output contoh : RO TO       100 x 5000

22 22 Kualitas :  Penilaian SKP (kual) = X 100 Ket : RK = Realisasi Kualitas TK = Target Kuallitas Contoh : RK TK       100 x 8585 = 85

23 c. Aspek Waktu 1. Jika kegiatan tidak dilakukan maka realisasi waktu 0 (nol) : 2. Jika aspek waktu yg tingkat efisiensinya ≤ 24 % diberikan nilai baik sampai dengan sangat baik : 3. Jika aspek waktu yg tingkat efisiensinya > 24 % diberikan nilai cukup sampai dengan buruk : 1,76 x Target Waktu (TW) – Realisasi Waktu (RW) Target Waktu (TW) 4. Untuk menghitung presentase tingkat efisiensi waktu dari target waktu : 1,76 x Target Waktu (TW) – Realisasi Waktu (RW) Target Waktu (TW) x 100 1,76 x Target Waktu (TW) – Realisasi Waktu (RW) Target Waktu (TW) x 0 x 100 x Realisasi Waktu (RW) Target Waktu (TW) Realisasi Waktu (RW) Target Waktu (TW) x % -

24 d. Aspek Biaya 1. Jika kegiatan tidak dilakukan maka realisasi biaya 0 (nol) 1,76 x Target Biaya (TB) – Realisasi Biaya (RB) Target Biaya (TB) 1,76 x Target Biaya (TB) – Realisasi Biaya (RB) Target Biaya (TB) 2. Jika tingkat efisiensi ≤ 24 % (bernilai baik-sangat baik) 1,76 x Target Biaya (TB) – Realisasi Biaya (RB) Target Biaya (TB) 1,76 x Target Biaya (TB) – Realisasi Biaya (RB) Target Biaya (TB) 3. Jika tingkat efisiensi > 24 %, diberikan nilai cukup sampai dengan buruk. 4. Untuk menghitung presentase tingkat efisiensi biaya dari target biaya: x 0 x 100 x 100 1,76 x Target Biaya (TB) – Realisasi Biaya (RB) Target Biaya (TB) 1,76 x Target Biaya (TB) – Realisasi Biaya (RB) Target Biaya (TB) x Realisasi Biaya (RB) Target Biaya (TB) Realisasi Biaya (RB) Target Biaya (TB) x 100 % 100 % -

25 25 ► Tugas Tambahan NoTugas TambahanNilai 1 Tugas tambahan yang dilakukan dalam 1 (satu) tahun sebanyak I (satu) sampai 3 (tiga) kegiatan 1 2 Tugas tambahan yang dilakukan dalam 1 (satu) tahun sebanyak 4 (empat) sampai 6 (enam) kegiatan. 2 3 Tugas tambahan yang dilakukan dalam 1 (satu) tahun sebanyak 7 (tujuh) kegiatan atau lebih. 3

26 ► Kreativitas NoTugas TambahanNilai 1 Apabila hasil yang ditemukan merupakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi unit kerjanya dan dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh kepala unit kerja setingkat eselon II. 3 2 Apabila hasil yang ditemukan merupakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi organisasinya serta dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh PPK. 6 3 Apabila hasil yang ditemukan merupakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi Negara dengan penghargaan yang diberikan oleh Presiden. 12

27 27 Penilaian Capaian SKP untuk sub kegiatan : Formula : Penilaian SKP (Kuan) + Penilaian SKP (Kual)+ Penilaian SKP (Waktu) Contoh : 100 x 5000  100 x 85 3  100 x 12 12) - 12 x (1,76 = 87,  85 3 

28 PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL NO I. Kegiatan Tugas Pokok JabatanAK TARGET AK REALISASI PENGHITUNGAN NILAI CAPAIAN SKP Kuant/ output Kual/ Mutu WaktuBiaya Kuant/ output Kual/ Mutu WaktuBiaya Menetapkan persetujuan kenaikan pangkat gol.ruang III/d ke bawah Prov. Lampung dan instansi vertikal nota nota ,00 ( =261) 87,00 (261 : 3) 2Menetapkan persetujuan peninjauan masa kerja gol.ruang III/d ke bawah Provinsi Lampung dan Instansi vertikal - 25 nota nota ,0085,33 3Menetapkan persetujuan mutasi lain-lain gol.ruang III/d ke bawah Provinsi Lampung dan instansi Vertikal - 20 nota nota ,0085,33 4Membuat konsep SK pindah Instansi pusat dan daerah -30 SK SK ,0087,00 5Membuat laporan kenaiakn pangkat, PMK, mutasi lain dan pindah instansi pusat dan daerah -2 lap lap ,0085,33 II. Tugas Tambahan dan Kreativitas/ Unsur Penunjang : a. Tugas Tambahan b. Kreativitas JUMLAH NILAI CAPAIAN SKP ( : 5) = 86,00 (Baik) Jangka waktu penilaian 5 Januari s/d 31 Desemer 2014 Jakarta, 31 Desember 2014 Pejabat Penilai (Dra. Sri) NIP

29 29 4. UNSUR YANG DINILAIJUMLAH a. Sasaran Kerja PNS (SKP) 86 x 60 %51,60 b. Perilaku Kerja 1. Orientasi Pelayanan 90Baik 2. Integritas 90Baik 3. Komitmen 90Baik 4. Disiplin 90Baik 5. Kerjasama 90Baik 6. Kepemimpinan Jumlah Nilai rata – rata Nilai Perilaku Kerja 90 x 40 %36,00 Nilai Prestasi Kerja 87,60 (Baik) 5. KEBERATAN DARI PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI (APABILA ADA) Tanggal,

30 30 6.TANGGAPAN PEJABAT PENILAI ATAS KEBERATAN Tanggal, KEPUTUSAN ATASAN PEJABAT PENILAI ATAS KEBERATAN Tanggal,

31 31 8. REKOMENDASI Dapat dipromosikan 9. DIBUAT TANGGAL, 2 Januari 2014 PEJABAT PENILAI ( Dra. Sri ) NIP DITERIMA TANGGAL, 7 Januari 2014 PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI ( Elisya, SH ) NIP DITERIMA TANGGAL 12 Januari 2014 ATASAN PEJABAT YANG MENILAI ( Dra. Heri Susilowati, MM ) NIP

32 Dengan perubahan sistem penilaian pekerjaan berbasis kinerja diharapkan penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS lebih obyektif, transparan dan terukur. Dengan hasil penilaian pekerjaan yang lebih obyektif, akan menunjang proses pembinaan PNS lebih transparan, adil dan akuntabel.

33 slawi_bkn yk.33


Download ppt " SDM Aparatur merupakan tiang utama pelaksana tugas pemerintahan dan pembangunan  Kedudukan PNS menurut UU 43 tahun 1999  Pelayan Masyarakat yang Profesional,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google