Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STATISTIKA TERAPAN. MINGGU KE 2 BETA SURYOKUSUMO. PROSEDUR PENELITIAN DENGAN DATA STATISTIK.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STATISTIKA TERAPAN. MINGGU KE 2 BETA SURYOKUSUMO. PROSEDUR PENELITIAN DENGAN DATA STATISTIK."— Transcript presentasi:

1 STATISTIKA TERAPAN. MINGGU KE 2 BETA SURYOKUSUMO. PROSEDUR PENELITIAN DENGAN DATA STATISTIK

2 PENGERTIAN PENELITIAN Kamus umum bahasa Indonesia: Penelitian diartikan sebagai pemeriksaan yang teliti atau penyelidikan; kata penyelidikan diartikan sebagai pemeriksaan atau pengusutan, dan kata menyedlidik berarti memeriksa dengan teliti, mengusut dengan cermat, atau menelaah (mempelajari) dengan sungguh-sungguh. Dengan pengertian demikian maka kata penelitian dan penyelidikan dianggap bersinonim. Kata penelitian = research; mencari kembali dan terjemahan dari kata research adalah riset Penelitian adalah penyaluran rsa ingin tahu manusia terhadap sesuatu masalah dengan perlakuan tertentu ( seperti memeriksa, mengusut,, menelaah, dan mempelajari secara cermat dan sungguh-sungguh) sehingga di peroleh sesuatu (seperti mencapai kebenaran, memperoleh jawaban atas masalah, pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagainya)

3 PENELITIAN MEMILIKI BEBERAPA KOMPONEN Ada rasa ingin tahu dari manusia Ada sesuatu/ masalah Ada proses atau usaha untuk menyelesaikan sesuatu/ masalah. Ada hasilnya, seperti mencapai kebenaran.

4 JENIS- JENIS PENELITIAN BERDASARKAN HASIL/ALASAN YG DIPEROLEH Dibedakan atas dua: Penelitian dasar (basic research) Penelitian dasar adalah penelitian yg mempunyai alasan intelektual dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan secara tidak langsung dapat digunakan. Penelitian terapan (applied research) Penelitian terapan adalah penelitian yang mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang jauh lebih baik, lebih efektif dan efesien.

5 Berdasarkan bidang yang diteliti Penelitian sosial. Peneltian yg secara khususu meneliti bidang sosial; Penelitian eksakta, peneliti yg secara khusus meneliti bidang eksakta seperti kimia, fisika dll Berdasarakan tempat penelitian Penelitian lapangan (field research) Penelitian lapangan adalah penelitian yang langsung dilakukan dilapangan atau pada responden Penelitian kepustakaan (library research) Adalah penelitian yg dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil dari peneliti terdahulu Penelitian laboratorium (laboratory researach) Adalah penelitian yang dilaksanakan pada tempat tertentu (laboratorium) dan biasanya bersifat eksperimen atau percobaan

6 Berdasarkan teknik yang digunakan Penelitian survey. Penelitian survey adalah penelitian dengan tidak melakukam perubahan terhadap variabel-variabel yg diteliti Penelittian percobaan Penelitian percobaan adalah penelitian yang melakukan percobaan terhadap variabel-variabel yang diteliti

7 Berdasarkan keilmiahannya. Penelitian ilmiah Penelitian ilmiah adalah penelitian yg dalam pelaksanaannya menggunakan kaidah-kaidah ilmiah, artinya pokok pikiran yang dikemukakan disimpulkan melalui suatu prosedur yg sistematis dengan menggunakan pembuktian yg meyakinkan (ilmiah). Penelitian ilmiah didasarkan atas logika, terorganisasi, dan teliti dalam identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan yg valid, bukan atas dasar tebak-tebak, pengalaman, dan intuisi semata. Kadar ilmiah dapat dikur dengan dua cara: Kemampuannya untuk memberikan pengertian tentang masalah yg diteliti sehingga jelas. Kemammpuannya untuk meramalkan, artinya sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai, apabila data yang sama ditemukan di tempat waktu lain

8 CIRI-CIRI PENELITIAN ILMIAH Purposiveness, memiliki fokus tujuan yang jelas Rigor, teliti dan memilki dasar teori dan desain metodologi yang baik Testability, prosedur pengujian hipotesis jelas Replicability, pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau kasus sejenis lain. Objectivity, berdasarkan atas fakta dari data aktual, bukan penilaian yang subjektif dan emosional. Generalizability, semakin luas ruang lingkup penggunaan hasil penelitian semakin berguna. Precision, mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dan estimasi dapat dilihat. Parsimony, kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan medoe penelitiannya

9 Minggu ke 3 Jenis penelitian berdasarkan tingkat eksplanasinya Penelitian survey Grounded research Studi kasus Penelitian eksperimen Analisis data sekunder Tujuan penelitian Peranan penelitian Persyaratan penelitian Konsep dasar penelitian Teknik penelitian Prosedur penelitian Bahasan minggu ke 3

10 PROSEDUR PENELITIAN DENGAN DATA STATISTIK Pengumpulan dan pengolahan data statistik tidak lepas dari prosedur penelitian secara statistik sebagai keseluruhan. Umumnya, meodologi penelitian maupun pemecahan persoalan secara statistik mengenal beberapa langkah dasar sebagai berikut. Perencanaan penelitian Pengumpulan data atau fakta Pengolahan dan penataan data Penyajian data keadalam bentuk tabel maupun grafik Analisa dan interpretasi data METODOLOGIPEMECAHAAN-PERSOALAN SECARA STATISTIK.docxMETODOLOGIPEMECAHAAN-PERSOALAN SECARA STATISTIK.docx

11 PERENCANAAN PENELITIAN Mengapa peneliti harus merencanakan penelitian dan apa guna perencanaan sedemikian itu bagi pengumpulan data statistik? Peneliti mengerti betul pokok persoalan efesien yang menjadi obyek penelitian. Pedoman guna mengumpulkan daa secara terarah dan ekonomis.

12 PENGUMPULAN DATA ATAU FAKTA Pengumpulan data yang siap tersedia Data kuantitatif yang dikumpulan seyogyanya harus akurat, komprehensif dan relevan bagi persoalan yang diteliti. Data sedermikian itu dapat berupa data interen maupun daa ekstern. Penggunaan data primer lebih dianjurkan daripada data sekunder. Pengumpulan data asli Pengumpulan data asli (baru), peneliti dapat memahami lagsung persoalan yang akan ditelitinya sehingga dalam proses pengumpulan data asli peneliti dapat merumuskan variabel-variabel yg dikehendaki dan cara variabel variabel yang bersangkutan diukur. Praktek pengumpulan data yang lazim Menggunakan wawancara secara langsung Kuesioner yang dikirim ke alamat responden. Pengumpulan data untuk penelitian dapat saja bersifat data sensus atau sampel.

13 MERENCANAKAN PERTANYAAN SERTA MEMBUAT DAFTAR LAMPIRAN Perencanaan pertanyaan maupun daftar lampirannya bukan merupakan suatu tugas yg mudah. Bentuk pertanyaan maupun dafar lampiran yg efesien bagi pengumpulan data harus memiliki lima ciri dibawah ini: Pertanyaan maupun daftar lampiran pertanyaan harus jelas Pertanyaan yang bersifat sensitif harus dihindari Jawaban yang diiperoleh harus obyektif dan dapat disusun secara berlajur-lajur. Instruksi bagi pewawancaranya maupun perumusan istilah harus singkat dan jelas. Susunan pertanyaan harus direncanakan secara cermat. Bila daftar lampiran wawancara selesai dibuat, daftar lampiran tersebut harus terlebih dahulu di test (pre test). Guna memperoleh kepastian bahwa pertanyaannya telah dimengerti baik oleh pewawancara maupun responden.

14 MEMILIH JENIS SAMPEL Penggunaan karakteristik sampel untuk memperoleh keterangan mengenai karakteristik populasi dari mana sampel tersebut dipilih merupakan prosedur yang fundamental dalam penelitian statistik. Sampel harus representatif, dapat memberi gambaran yg tepat tentang karakteristik populasi yg diselidiki. Jenis sampel: Sampel random Sampel sistematis Sampel luas (area sampel) Sampel berstrata (stratified sample) atau campuran antara jenis diatas. Sampel kuota.

15 SAMPEL RANDOM Sebuah sampel yg terdiri dari unsur-unsur yg ipilih dari populasi dianggap random bila tiap unsur yg terdapat dala populasi tsb memiliki probabilitas yg sama untuk terpilih. Kadang disebut sample random sederhana ( simple random sample). Dalam praktek, proses pemilihan (penarikan) sampel secara random sebaiknya dilakukan dengan bantuan tabel bilangan random. Pemilihan sampel bersifat random akan memberikan hasil bila populasinya homogen.

16 SAMPEL SISTEMATIS Dianggap sistematis bila proses pemilihannya dilakukan secara sistematis dari populasinya. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara memilih secara menguji semua produk yg akan dihasilkan pada tiap-tiap satu jam interval.

17 SAMPEL LUAS Adakalanya disebut sampel kelompok (cluster sample) Prosedur pemilihan sampelnya menggunakan lokasi geografis sebagai dasarnya. Pada asasnya, prosedur pemilihan sampelnya merupakan prosedur pemilihan kelompok- kelompok secara random dari unit-unit yg tertentu. Misalnya prosedur pemilihan sampel dalam sensus pertanian dapat dilakukan dengan jalan melakukan pemilihan secara random terhadap Propinsi-propinsi tiap daerah pertanian yg berbeda. Kabupaten-kabupaten di tiap sampel propinsi Desa-desa dalam tiap sampel kabupaten Kampung-kampung dalam tiap sampel desa Seksi-seksi dalam tiap sampel kampung. Akhirnya semua petani yg bermukim diseksi-seksi yang terpilih harus diwawancarai.

18 SAMPEL BERSTRATA Bila populasi ternyata terdiri dari bermacam-macam jenis (heterogen), maka populasi sedemikian itu dapat dibagi kedalam beberapa stratum dan sampelnya dapat dipilih secara random dari tiap stratum. Prosedur pemilihan sampel yg berstata sedemikian itu tidak dapat digunakan kecuali bila kita memang memiliki keteranga-keterangan yang cukup tentang populasi serta stratum-statumnya. Pemilihan sampel berstrata acapkali dipergunakan dalam riset tentang opini umum serta riset tentang pasar. Sebagai contoh, survei tentang sikap langganan terhdap isi harian acapkali dilakukan oleh harian dengan bantuan sampel berstrata. Dalam hal tsb, jumlah harian yg berbeda dipakai guna menentukan jumlah stratum. Pentingnya setiap stratum akan tergantung pada jumlah yg berlangganan harian tertentu.

19 Andaikan 30 persen dari jumlah langganan berlangganan harian sinar harapan, 30 kompas, 20 harian tempo, maka suatu penelitian dengan sampel berstrata thdp 1000 orang langganan harus meliputi 300 orang sinar harapan dll Bila stratum-stratum diatas dapat dirumuskan secara baik dan dapat diukur secara tepat, maak sampel random berstrata mungkin lebih berguna daripada sampel random sederhana karena sampelnya umumnya lebih representatif. Selain itu bila sampelnya tidak besar, maka sampel berstrata umumnya lebih representatif daripada sampel random sederhana.

20 SAMPEL KUOTA Dalam riset pemasaran, yg dilakukan wawancara acapkali diharuskan memilih kuota dari stratum-stratum yg tertentu dan dianggap cukup reprensentatif bagi populasinya. Biasanya kuoata sedemikian itu sudah dispesifikasikan secara cermat dalam perencanaan sampelnya. Contoh. Indeks harga konsumen atau indeks harga grosir sebetulnya dibuat atas dasar harga barang-barang yang khusus dipilih dan dianggap representatif bagi populasi harga-harga konsumen maupun grosir

21 PENGOLAHAN DAN PENATAAN DATA Jika data kuantitatif telah terkumpul tahap berikutnya adalah mengorganisir atau mengelompokkan fakta dari data-data tersebut guna tujuan penelitian. Tahap ini sebenarnya lebih banyak berhubungan dengan proses pengolahan dan penataan data Komputasi Koding (coding) Mengidentifikasi jenis jawaban /fakta yg memiliki karakteristik yang sama dan menyusunnya kedalam kelompok atau kelas dinamakan klasifikasi Pemecahan kata-kata yang kurang jelas Pemeriksaan terhadap konsistensi jawaban Pemeriksaan terhadap kelengkapan daftar lampiran

22 CARA MENATA DATA YG PATUT DIPERHATIKAN Sheet pencatatan jumlah (tally sheet) Sortir dengan tangan Tabulasi secara masinal.

23


Download ppt "STATISTIKA TERAPAN. MINGGU KE 2 BETA SURYOKUSUMO. PROSEDUR PENELITIAN DENGAN DATA STATISTIK."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google