Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SUB SISTEM KONSUMSI (2) Keragaan Konsumsi Pangan di Indonesia Dini RA SKM, MSc/ FKM/ Univ Airlangga.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SUB SISTEM KONSUMSI (2) Keragaan Konsumsi Pangan di Indonesia Dini RA SKM, MSc/ FKM/ Univ Airlangga."— Transcript presentasi:

1 SUB SISTEM KONSUMSI (2) Keragaan Konsumsi Pangan di Indonesia Dini RA SKM, MSc/ FKM/ Univ Airlangga

2

3

4

5

6

7 Konsumsi Beras (gram/kapita/hari) Myanmar Laos Viet Nam Bangladesh Cambodia Indonesia Philippines Thailand Timor-Leste Madagascar Sri Lanka Nepal Guinea-Bissau China Korea, Republic of Sierra Leone Guyana Guinea Malaysia India Senegal Korea, Dem People's Suriname Cuba Solomon Islands Côte d'Ivoire Brunei Darussalam Mauritius Vanuatu Japan Costa Rica Comoros Liberia Peru United Arab Emirates Kuwait Maldives Ecuador Congo, Dem Republic of Angola Congo, Republic of Mozambique Ghana Benin Tanzania, United Rep of Liberia Central African Republic Madagascar Paraguay Togo Guinea Nigeria Rwanda Uganda Burundi Cameroon Côte d'Ivoire Gabon Zambia Malawi Comoros Sierra Leone Timor-Leste Indonesia Brazil Chad Colombia Sao Tome and Principe Philippines Kenya Malaysia Laos Venezuela, Boliv Rep of Dominican Republic Senegal French Polynesia Thailand Konsumsi Ketela (gram/kapita/hari)

8 Konsumsi Sayuran (gram/kapita/hari) Brunei Darussalam China Indonesia Japan Korea, Republic of Japan Malaysia Philippines Thailand Viet Nam Konsumsi Buah (gram/kapita/hari) Brunei Darussalam Japan Indonesia Malaysia Thailand Philippines Viet Nam Korea

9 Konsumsi Ikan laut (gram/kapita/hari) Malaysia Brunei Darussalam Japan Viet Nam Indonesia Korea, Dem People's Rep Myanmar Israel United Arab Emirates United States of America China Malaysia Brunei Darussalam Viet Nam Japan Thailand Philippines Indonesia Konsumsi daging (gram/kapita/hari)

10 Konsumsi Telur (gram/kapita/hari) Japan China Brunei Darussalam America Malaysia Israel Thailand Brazil Philippines Saudi Arabia Indonesia Japan Thailand Malaysia Indonesia Philippines Brunei Darussalam China Viet Nam Konsumsi Susu (gram/kapita/hari)

11 Konsumsi Kedelai (gram/kapita/hari)

12 Konsumsi Energi & protein tahun ProteinEnergi 52

13

14 Keragaman pangan 1.Ketersedian pangan Indonesia telah melebihi kebutuhan yakni sebesar 3031 kilo kalori (standar 2200) dan protein 76,28 gram per kapita per hari (standar 54 gram) 2.Konsumsi beras masih cukup tinggi yaitu sebesar 105,2 kg/kap/thn (Susenas 2005). Namun konsumsi pangan sumber protein, sumber lemak dan vitamin/mineral masih jauh dari harapan. 3.Konsumsi terigu cenderung mengalami peningkatan  dg bermunculannya produk2 olahan terigu: mie, roti

15 Keragaman pangan – contd. Faktor penyebab kurangnya keragaman pangan: 1.belum berkembangnya teknologi tepat guna & terjangkau mengenai pengolahan pangan berbasis tepung umbi- umbian lokal dan pengembangan aneka pangan lokal lainnya 2.Belum berkembangnya bisnis pangan utk peningkatan nilai tambah ekonomi melalui penguatan kerjasama pemerintah-masyarakat-swasta 3.Belum optimalnya usaha perubahan perilaku diversifikasi konsumsi pangan dan gizi sejak usia dini melalui jalur pendidikan formal dan non formal 4. Masih rendahnya citra pangan lokal

16 1.Meningkatkan kemampuan RT dlm mengakses pangan untuk kebutuhan setiap anggota rumah tangga dalam jumlah dan mutu yang memadai, aman dan bergizi seimbang 2.Mengembangkan program perbaikan gizi yang cost effective, diantaranya melalui peningkatan dan penguatan program fortifikasi pangan dan program suplementasi zat gizi mikro khususnya zat besi dan vitamin A 3.Mengembangkan jaringan antar lembaga masyarakat untuk pemenuhan hak atas pangan dan gizi 4.Meningkatkan efisiensi dan efektivitas intervensi bantuan pangan/pangan bersubsidi kepada masyarakat golongan miskin terutama anak-anak dan ibu hamil yang bergizi kurang. Arah kebijakan Peningkatan kuantitas dan kualitas konsumsi pangan menuju gizi seimbang

17 1.Penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk peningkatan daya beli pangan beragam dan bergizi seimbang 2.Peningkatan kelancaran distribusi dan akses pangan, melalui: 1.peningkatan kualitas dan pengembangan infrastruktur distribusi 2.peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana pasca panen, 3.pengembangan jaringan pemasaran dan distribusi antar dan keluar daerah dan membuka daerah yang terisolir Strategi Peningkatan kuantitas dan kualitas konsumsi pangan menuju gizi seimbang berbasis pada pangan lokal

18 4.Penguatan lembaga pemasaran daerah, 5.Pencegahan kasus penimbunan komoditas pangan oleh spekulan 6.Pemberian bantuan pangan pada kelompok masyarakat miskin dan yang terkena bencana secara tepat sasaran, tepat waktu dan tepat produk

19 3.Penjaminan Stabilitas Harga Pangan, melalui : 1.Pemberlakuan Harga Pembelian Pemerintah pada komoditas pangan strategis 2.Perlindungan harga domestik dari pengaruh harga dunia melalui kebijakan tarif, kuota impor, dan/ pajak ekspor, kuota ekspor pada komoditas pangan strategis 3.Pengembangan Buffer stock Management (pembelian oleh pemerintah pada waktu panen dan operasi pasar pada waktu paceklik) pada komoditas pangan strategis 4.Pencegahan impor dan/ ekspor illegal komoditas pangan

20 5.Peningkatan dana talangan pemerintah (propinsi dan kabupaten/kota) dalam menstabilkan harga komoditas pangan strategis 6.Peningkatan peranan Lembaga pembeli gabah dan Lembaga usaha ekonomi pedesaan 7.Pengembangan sistem informasi dan monitoring produksi, konsumsi, harga dan stok minimal bulanan 4. Peningkatan efisiensi dan efektivitas intervensi bantuan pangan/pangan bersubsidi kepada masyarakat golongan miskin (misalnya Raskin) dan mengembangkan pangan bersubsidi bagi kelompok khusus yang membutuhkan terutama anak-anak dan ibu hamil yang bergizi kurang

21 5. Pengembangan dan percepatan diversifikasi konsumsi pangan berbasis pangan lokal melalui pengkajian berbagai teknologi tepat guna dan terjangkau mengenai pengolahan pangan berbasis tepun gumbi-umbian lokal dan pengembangan aneka pangan lokal lainnya6. 6. Pengembangan bisnis pangan untuk peningkatan nilai tambah ekonomi, gizi dan mutu ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi seimbang melalui penguatan kerjasama pemerintah- masyarakat-dan swasta; 7. Pengembangan aspek kuliner dan daya terima konsumen, melalui berbagai pendidikan gizi, penyuluhan, dan kampanye gizi untuk peningkatan citra pangan lokal

22 Terima Kasih Dini RA SKM, MSc/ FKM/ Univ Airlangga


Download ppt "SUB SISTEM KONSUMSI (2) Keragaan Konsumsi Pangan di Indonesia Dini RA SKM, MSc/ FKM/ Univ Airlangga."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google