Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Hakekat Pembelajaran BAGAIMANA SAYA HARUS MENGELOLA KELASKU? AGAR SISWA TERMOTIVASI BELAJAR AGAR SISWA MUDAH MEMAHAMI MATERI PELAJARAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Hakekat Pembelajaran BAGAIMANA SAYA HARUS MENGELOLA KELASKU? AGAR SISWA TERMOTIVASI BELAJAR AGAR SISWA MUDAH MEMAHAMI MATERI PELAJARAN."— Transcript presentasi:

1

2

3 Hakekat Pembelajaran BAGAIMANA SAYA HARUS MENGELOLA KELASKU? AGAR SISWA TERMOTIVASI BELAJAR AGAR SISWA MUDAH MEMAHAMI MATERI PELAJARAN

4 Guru sering “mengambil alih” pekerjaan siswa. UNTUK ITU PEMBELAJARAN DI KELAS PERLU DIMANAJEMEN.

5 5  Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan pembelajaran murid (Charles, 2002)  Ada trend perubahan cara mengelola kelas yang baik. Dari pandangan lama yang berpusat kepada guru menjadi ke padangan baru yang berpusat kepada Siswa

6 6  Pola lama: 1)Penciptaan dan penerapan aturan untuk mengontrol tindak tanduk siswa. 2)Guru sebagai pengatur kelas.  Pola baru: 1)Memfokuskan pada kebutuhan murid mengembangan hubungan dan kesempatan untuk menata diri (Kennedy, 2001). 2)Menekankan pada pembimbingan murid untuk menjadi lebih berdisiplin diri dalam belajar. 3)Guru sebagai pemandu, koordinator dan fasilitator (Freiberg, 1999, Kauffman, 2002).

7  Kelas adalah multidimensional. Kelas adalah setting untuk banyak aktivitas belajar: membaca, menulis, sosial, bermain, berdebat dll.  Aktivitas terjadi secara simultan (dalam waktu bersama-sama)  Hal-hal terjadi secara cepat. Sehingga membutuhkan respon cepat.  Kejadian sering tidak bisa diprediksi. Kelas Padat, Kompleks, dan Berpotensi Kacau

8 Belajar akan efektif kalau kita (anak) dalam kondisi ‘fun’ (Gordon Dryden & Dr. Jeannette Vos). Hakikat mengajar bukanlah bagaimana memberikan materi sebanyak-banyaknya kepada anak, namun menciptakan suasana lingkungan agar anak tertarik untuk belajar (DePorter,1999)

9 Guru berbicara ± kata per menit. Jika konsentrasi siswa mampu mendengarkan ± kata per menit. Rata2 siswa yang tidak memperhatikan kurang lebih 40% dari waktu yang tersedia (Pollio, 1984).

10 Hanya 70 % siswa yang mampu bertahan konsentrasi pada 10 menit pertama pelajaran, dan hanya 20 % yang mampu bertahan konsentrasi pada 10 menit terakhir (Mc Keachie, 1986)

11  Membantu siswa menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar dan mengurangi aktivitas yang tidak diorientasikan pada tujuan  Mencegah murid mengalami problem akademik dan emosional

12 Pertimbangkan apa aktivitas yang akan dilakukan murid Buat gambar rencana tata ruang Libatkan murid dalam perencanaan tata ruang kelas Cobalah rancangan dan bersikaplah fleksibel dalam mendesainnya

13 13 Siswa Terlibat Suasana Menyenangkan Memberikan Keasyikan Belajar Kondisi belajar anak jadi maksimal Belajar tidak dlm suasana tertekan, formal, dan tegang Memfasilitasi semua untuk belajar

14

15 15 KOMPETENSI YG INGIN DIHASILKAN SISWA (MODALITAS BELAJAR, JML) MATERI YG DIPELAJARI MANAJEMEN KELAS INOVATIF MANAJEMEN KELAS INOVATIF MODEL PEMBELAJARAN YANG COCOK RUANG & SARANA, MEDIA PENDUKUNG

16 16 Ukuran & bentuk kelas Jumlah siswa di kelas Pola pengelompokan siswa Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita).

17 17  Kurangi kepadatan di tempat lalu lalang.  Pastikan bahwa guru dapat dengan mudah melihat semua siswa.  Materi pelajaran dan perlengkapan murid harus mudah di akses.  Pastikan murid dengan mudah dapat melihat semua presentasi kelas.

18 18 Gaya Auditorium Gaya Tatap muka (face-to-face) Gaya Off-set Gaya Seminar Gaya klaster

19 Semua anak duduk menghadap guru. Gaya ini membatasi kontak murid tatap muka dan guru bebas bergerak ke mana saja. Gaya auditorium seringkali dipakai ketika guru mengajar atau seseorang memberi presentasi ke kelas.

20 20 Murid saling menghadap. Ganguan dari murid lain akan lebih besar pada susunan ini ketimbang pada susunan auditorial.

21 21 Sejumlah siswa (biasanya 3 atau 4 anak) duduk di bangku tetapi tidak duduk berhadapan lansgung satu sama lain. Gangguan dalam gaya ini lebih sedikit ketimbang gaya tatap muka dan dapat efektif untuk kegiatan pemmbelajaran kooperatif.

22 22 Sejumlah besar siswa (10 atau lebih) duduk di susunan berbentuk lingkaran, atau persegi, atau bentuk U. Ini terutama efektif ketika Anda ingin murid berbicara satu sama lain atau bercakap-cakap dengan anda.

23 23 Sejumlah murid (biasanya 4 sampai 8 anak) bekerja dalam kelompok kecil. Susunan ini terutama efektif untuk aktivitas pembelajaran kolaboratif.

24 24 ‘Zona Aksi’ adalah kursi di depan dan tengah susunan lajur. Murid di kursi ini lebih mungkin berinteraksi dengan guru, mengajukan pertanyaan, dan mengawali diskusi ketimbang murid yang duduk di pinggir

25 25 Susunan yang dibuat guru yang mengajar di ruang yang relatif sempit. Guru menempatkan meja-meja murid dalam klaster. Susunan ini sesuai untuk pembelajaran kooperatif.

26 26 Cara menata meja untuk membantu kelompok kecil belajar. Di kelas ada 2 papan tulis, tetapi membuat papan itu merefleksikan aktivitas dan pencapain murid.

27

28 MODEL GAYA AUDITORIUM (KLASIKAL) MODEL GAYA KLASTER (KELOMPOK)

29

30

31

32

33 Pola duduk harus memudahkan aktivitas anak Pola duduk harus memungkinkan interaksi scr maksimal

34 Manfaatkan lingkungan sebagai media belajar Sesekali ajak belajar di luar kelas

35 Belajar secara langsung membuat belajar lebih bermakna

36 Ruang kelas harus menjadi pusat aktivitas anak

37 Ciptakan ruang yang membuat anak belajar aktif

38


Download ppt "Hakekat Pembelajaran BAGAIMANA SAYA HARUS MENGELOLA KELASKU? AGAR SISWA TERMOTIVASI BELAJAR AGAR SISWA MUDAH MEMAHAMI MATERI PELAJARAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google