Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Tujuan Pelayanan Setiap peserta pelatihan ini dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam perintisan satu jemaat setempat atau jaringan jemaat setempat yang.
Advertisements

Matakuliah : R0772 – Arsitektur Tradisional
KEKUASAAN DI DALAM KELUARGA
Bab IV Masyarakat Hukum Adat
SEJARAH DAN PERIODISASI TARI DI INDONESIA
OLEH MUNAWAR KHOLIL, SH MH
HUKUM PERSEORANGAN ADAT
KELAHIRAN ALAM SEMESTA
Suku Asmat: Sosok Budaya Indonesia di Papua
MASYARAKAT HUKUM ADAT INDONESIA
Susunan masyarakat hukum adat
HUKUM WARIS ADAT Perkawinan, selain bertujuan memperoleh keturunan juga untuk dapat bersama-sama hidup pada suatu masyarakat dalam suatu perikatan (keluarga).
PRANATA SOSIAL Oleh: Tim.
Budaya Kalimantan.
HUKUM KEBIASAAN & HUKUM ADAT M. Hamidi Masykur, S.H., M.Kn
TUGAS SOSIOLOGI SUKU TENGGER SMA NEGERI 1 WARU 2011.
PERKAWINAN Dimana menetap setelah menikah? Utrolokal Virilokal
GENDER (APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA)
Kepentingan Wahyu Bagi Kehidupan Gereja Wahyu 1:1-3 Oleh :
A. PENGERTIAN PRANATA SOSIAL
SISTEM KEPERCAYAAN DAN KEJAHATAN
PENYESUAIAN DIRI DALAM PERKAWINAN
KEBUDAYAAN BATAK DAN SUNDA
2. Ginting terdiri dari Suka dan Munte.
MARI BERBAGI DALAM EKARISTI: ALLAH YANG BERBAGI AGAR KITA PUN BERBAGI
SEKILAS TENTANG SURGA (WAHYU 21 : 1-27).
1. Bangsa dalam arti sosiologis anthroplogis
Diferensiasi Sosial Artinya klasifikasi masyarakat secara mendatar/horizontal/tidak menimbulkan kelas-kelas sosial. Misalnya perbedaan agama, suku, klan,
AKIBAT PERKAWINAN & PUTUSNYA PERKAWINAN
SEJARAH INDONESIA.
DIFERENSIASI SOSIAL.
KEMAJUAN PERADABAN DUNIA (Hubungan Iman Kristen dg Ilmu Pengetahuan)
MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI
Disarikan dari tulisan
AKIBAT PERKAWINAN & PUTUSNYA PERKAWINAN
Mata Kuliah Keluarga dan Kewarisan Adat
TIPOLOGI PERDESAAN NUR ENDAH JANUARTI.
Di bawah ini yang bukan merupakan ciri-ciri badaniah adalah....
1. Bangsa dalam arti sosiologis anthroplogis
By Hukum 2012 A Kelompok Perkawinan
Sosiologi Agama Emile Durkheim
Sistem KEKERABATAN.
MASYARAKAT HUKUM ADAT INDONESIA
Mata Kuliah Keluarga dan Kewarisan Adat
Pencegahan Perkawinan
Legenda Gunung Semeru Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno abad 15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan.
Kebudayaan Minggu 5.
SOCIAL INSTITUTION Pertemuan Keempat TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM:
PEMERINTAHAN YANG BERSIH
HUKUM KEBIASAAN & HUKUM ADAT
KELUARGA DAN FUNGSI KELUARGA
BAGIAN-BAGIAN HUKUM ADAT
Bindo sepuluh II (5) KD: 13.1 Menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalui rekaman Tujuan.
TEORI FIGURE/GROUND Teori2 figure/ground dipahami dr tata kota sbg hubungan tekstural antara bentuk yg dibangun (building mass) dan ruang terbuka (open.
Melville J Horskovits dan Bronislaw Malinowski
Perkembangan Arsitektur
KRISIS (DIDALAM DAN DILUAR)
Assalamu’alaikum Wr Wb. Manfaat Pandangan Hidup 1. Kekokohan dan Tujuan 2. Pemecahan Masalah 3. Pembangunan Diri Manfaat Pandangan Hidup 1. Kekokohan.
Pekabaran Injil di Sumatra Utara Tokoh-tokoh PI: Tokoh-tokoh PI: H. Neubronner van der Tuuk Ludwig Ingwer Nommensen ( ) G. Van Asselt.
RUWATAN Kelompok 3.
KEBUDAYAAN SUMATERA UTARA
SISTEM KEKERABATAN Dasar kekerabatan masyarakat Asmat adalah keluarga inti monogami, atau kadang-kadang poligini, yang tinggal bersama- sama dalam rumah.
BAB 03 SOCIAL INSTITUTION
DI BIDANG PENDIDIKAN & IPTEK
SOCIAL INSTITUTION Pertemuan Keempat TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM:
PENGANTAR HUKUM EKONOMI
PERSATUAN DALAM IBADAH
Makna denotasi Merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus. Contoh : Adik makan nasi. Makan artinya memasukkan.
Tujuan Materi Latihan Profil Referensi X X Tujuan Materi Latihan Profil Referensi X X Untuk mengubah judul media dan alamat hyperlink pada menu utama,
“AKU MENJADIKAN SEGALA SESUATU BARU”
Transcript presentasi:

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] http://www.gobatak.com/latar-belakang-perang-antar-huta-batak/ KEBUDAYAAN SUKU BATAK Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] Suku Batak Tapanuli Selatan: Batak Toba, Angkola, dan Mandailing Tapanuli Utara: Batak Dairi, Pak-Pak, dan Karo Timur danau Toba: Batak Simalungun >> Kebudayaan tidak tertutup, tapi terbuka, shg ada pengaruh Hindu/Hindu Jawa. Kebudayaan asing dihisab ke dalam kebudayaannya scr organis. Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] Sistem Religi Memiliki sistem religi yang lebih dikenal drpd suku Dayak/Ngaju, krn sudah tertulis di dalam buku sihirnya (magic bark book), Pustaha 5 Dewa: Mula Jadi na Bolon, dewa tertinggi, tiada berawal//berakhir, pencipta segala sesuatu, yg berkuasa utk mencipta hnya dg sabdanya (pengaruh Kristen?), menciptakan dewa tritunggal (Debata na Tolu) Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] http://encyclopediasatanica.wordpress.com/2013/09/27/magic-bark-book-pustaha/ Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] Sistem Religi Dewa tritunggal,  terlahir dari tiga butir telur yang dierami seekor ayam betina raksasa : Batara Guru, (anak pertama Mula Jadi), mahadewa, penguasa dunia atas, penjaga keadilan, tata tertib, hakim yg adil, berdiam di Banjar Dolok (kota di gunung), dihubungkan dg kuda hitam Soripada/Sripathi, Sori, anak kedua Mula Jadi, (=Wisnu, Hindu), ahli pidato, mudah marah, tindakannya tdk bs dikendalikan, mudah diredakan dg memintanya dg sangat, bersemayam di Banjar Tongatonga, dikaitkan dg kuda putih Mangalabulan, (anak ketiga Mula Jadi) dewa jahat, sering menjerat manusia > jatuh, sangat ditakuti, berdiam di Banjar Toruan (kota di bawah tanah), dikaitkan dg kuda belang Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] Sistem Religi Pohon-Hidup/Dunia, pohon harihari sundung di langit, puncaknya hingga di langit, dikisahkan ditanam di Angkola Jula (Batak Selatan) sebelum dunia ada Sbg pintu gerbang dunia atas Sbg penghubung alam bawah dengan alam atas Menggambarkan seluruh kosmos sbg suatu totalitas Memegang peranan penting dlm penentuan nasib manusia Budayawan Toba Samosir, Monang Naipospos, “Sangkamadeha" merupakan penggambaran pohon kehidupan pemberian sang pencipta (Mulajadi Nabolon) kepada manusia (www.antaranews.com). Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] Naga Padoha http://rajapadoha.wordpress.com/ Sistem Religi Msh ada dewa tertinggi lainnya: Debata Asiasi, menciptakan keseimbangan diantara dewa tritunggal. Naga Padoha/Raja Padoha, seekor naga, ada sejak semula dg sendirinya. Dewa lain: Boru Saniang Naga, Boraspati ni Tano, dan Pane na Bolon. Ketiganya menjelma diri ke dalam kekuatan2 alam dan gejala2 alam Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] TATA TERTIB SOSIAL Patriliniear, mengikuti garis ayah, keturunan hanya diperhitungkan menurut garis ayah). Kelompok Pertama: Kelompok keluarga Kelompok Kedua: Kelompok kerabat, terdiri 4/5 angkatan, kelompok yg plg penting, hidup dlm satu desa / desa tetangga, setiap hr bertemu, saling tolong menolong Kelompok Ketiga: di atas kel.2, terdiri 6/7 angkatan keturunan, msh saling mengenal, jarang ketemu, hnya pd saat pesta Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] TATA TERTIB SOSIAL Kelompok Keempat: terdiri 10/15 angkatan, oleh Suku Bata Toba disebut SAOMPU = Ompu, nenek, nenek-moyang Mereka mewujudkan suatu persekutuan “sapanganan” = suatu persekutuan perjamuan atau upacara korban: - Sapanganan manuk (manuk=ayam), krn disembelih seekor ayam>> kel.2 Sapanganan babi >> kel.3 - Sapanganan lombu (=kerbau) >> kel.4 Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] TATA TERTIB SOSIAL Kelompok besar membentuk MARGA Dipakai nama keluarga Tiap marga memiliki nenek moyang sendiri, meskipun sudah bersifat mistis, = nenek moyang hidup di zaman bahari yg sudah tdk dpt diketahui dg jelas Satu Marga terdiri 15 s.d 20 lebih angkatan http://hmpmanullang.wordpress.com/2009/09/ Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] PERKAWINAN Peraturan perkawinan eksogami (suatu perkawinan antara etnis, klan, suku, kekerabatan dalam lingkungan yang berbeda) Perkawinan dan persekutuan seksuil diantara anggota marga sendiri adalah terlarang Melanggarnya berarti menodai darahnya Memilih istri tdk boleh sekehendak sendiri Perkawinan bukan urusan perorangan, diatur oleh kelompok Sistem hubungan beredar Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] PESTA http://www.silaban.net/2006/07/31/horjabius-lake-toba-sumatra-indonesia/ HORJA, untuk memperingati nenek moyang marga yg sebenarnya BIUS, untuk memperingati nenek moyang suku, tdk semua suku hadir, tiap tahun ada pesta Bius, utk mensucikan tahun sesudah musim menuai, memakai korban Kerbau, adegan peperangan semu, mementaskan mite perjadian terkait dewa tertinggi, tiang korban dianggap sbg pohon dunia. Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] http://www.gobatak.com/category/visit-huta/page/3/

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] TUGAS Buatlah paper 2 halaman tentang senirupa di Suku Batak. Ditulis dengan kalimat sendiri, diperkuat dengan kutipan (sumber acuan) Paper disertai gambar, dan sumber referensi Dikumpulkan via email ranang ad isi-ska dot ac dot id, terakhir hari ini. Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]

Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ] Referensi Harun Hadiwijono. 1984. Religi Suku Murba di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia Wawasan Budaya Nusantara [ ISI Surakarta ]