Pertumbuhan pada ikan Ima Yudha Perwira.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STRES PENGUBAH TINGKAH LAKU TERNAK
Advertisements

FOOD HABITS AND FEEDING HABITS
FOOD HABITS KEBIASAAN MAKANAN ( FOOD HABITS ) :
PERTUMBUHAN & PENENTUAN UMUR IKAN Oleh: DR. Windarti, MSc.
SISTEM PENCERNAAN.
Dari yang paling kecil sampai yang paling BESAR
Populasi Lingkungan Populasi :
Mata Pelajaran Kelas XI Semester 2 MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN
Administrasi Lingkungan Ilmu Administrasi Negara
PERTUMBUHAN Pertumbuhan merupakan phenomena komplek, dimulai ketika sel telur dibuahi sampai ternak mencapai ukuran dewasa. Perkembangan adalah proses.
BAB VI REGRESI SEDERHANA.
KECEPATAN METABOLISME DAN PENGUKURANNYA
Aplikasi Kurva Kuadratik
PERTUMBUHAN IKAN Kelompok 2 Endah Trilestari
BIOLOGI PERAIRAN Gilang Nurhadiansah Elisah Fiyanih Cyntia Kurniawati Hana Junita S M. Yogi Andhika
Produktivitas ditinjau dari aspek pertumbuhan dan perkembangan jaringan Sasaran : produksi daging atau edible portion per unit atau per ekor maksimal Tujuan.
ANALISIS TUMBUH BY :IR ABDUL RAHMAN MS.
Kesuburan Tanah.
MENYUSUN RANSUM BROILER
Produktivitas ditinjau dari aspek pertumbuhan dan perkembangan jaringan Sasaran : produksi daging atau edible portion per unit atau per ekor maksimal Tujuan.
Mengenal Tipe Kegemukan
ANALISIS DATA KATEGORIK
Wanda Lestari, STP, M.Gizi
KERAJAAN MAHLUK HIDUP Berdasarkan pada persamaan dan perbedaan anatomi dan fisiologinya, mahluk hidup(organisme) yang ada didunia dapat dikelompokan menjadi.
Estimasi Pengaruh Ketidakseimbangan Energi Terhadap Perubahan Berat Badan Pada Anak-Anak Ahmad Abdullah
GIZI PADA USIA LANJUT NADIA AULIYA PUTRI.
4. NUTRIEN UNTUK TERNAK (UDARA DAN AIR)
Peranan Mikroorganisme Dalam Bidang Peternakan
Komposisi Tubuh dan Makanannya
Mata Pelajaran Kelas XI Semester 2 MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN
Teori Pertumbuhan Pertumbuhan dimulai pada saat terjadinya pembuahan yang kemudian dilanjutkan dengan proses hiperplasia (peningkatan jumlah sel jaringan)
ILMU GIZI GIZI PADA IBU HAMIL DAN KOMPLIKASI KEHAMILAN
Pertumbuhan Bakteri.
MENAKSIR RATA-RATA µ RUMUS-RUMUS YANG DAPAT DIGUNAKAN
METODE PENILAIAN STATUS GIZI
KESEIMBANGAN ENERGI SYAFRIANI, SKM, M.KES.
Makan Ikan Perpanjang Umur
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Parameter Genetik Dan Fenotipik
OLEH : IR H ABDUL RAHMAN MS
MAKANAN & FUNGSINYA OLEH: IDA RIANAWATY
FISIOLOGI PERTUMBUHAN (GROWTH)
Ima Yudha Perwira, SPi, MP, MSc (Aquatic)
Tahapan pada budidaya ikan
Probabilitas dan Statistika
KELAS KONTROL MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM TANPA BERBASIS BIOENTREPRENEURSHIP FADHIL ARDHIANSYAH.
Pertumbuhan mikroba.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Prinsip Dasar Gizi Seimbang
ENERGY BUDGET.
Diet yang Tidak Diperbolehkan
Yosi safitry Pendidikan Biologi B.  Sering kurva dapat dijelaskan dengan matematika yang lebih sederhana, misalnya garis lurus atau kurva berbentuk.
PERTUMBUHAN IKAN Prof.Dr.Ir.Arief Prajitno, MS 22 oktober 2012
MATERI AJAR BIOLOGI KELAS X SEMESTER 2
CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN KALORI BAGI TUBUH IDEAL DAN SEHAT
Peran penting protein pada organisme hidup
DINAMIKA POPULASI #2 Markus Sembiring,S.Pi.,M.I.L
BIOLOGI POPULASI Populasi : sekumpulan individu yang berada di suatu tempat  Biologi Populasi : ilmu yang mempelajari sekumpulan individu dengan sifat-sifat.
Parameter Genetik Dan Fenotipik
Atika Yasmine Wulandari Herlinda Puspitasari
BIOTEKNOLOGI PERTEMUAN 13 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
Dr. Nur Ainun Rani, M.Kes, Sp.GK DIET SEIMBANG. Diet seimbang Pola makan yang seimbang antara zat gizi yang diperoleh dari aneka ragam makanan dalam memenuhi.
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN. Oleh : M. Ma’ruf Habibi Zat Makanan.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI Oleh: EDI EFIAN, S.Kep. Ners Oleh: EDI EFIAN, S.Kep. Ners.
FEKUNDITAS DIPELAJARI DARI ASPEK NATURAL HISTORY & DINAMIKA POPULASI, SIFAT RASIAL, PRODUKSI & STOK – REKRUITMEN SECARA TIDAK LANGSUNG DAPAT: (1) MENAKSIR.
KERUSAKAN BMT Artharini Irsyammawati,S.Pt.MP AI/BMT.
PEMELIHARAAN AYAM PETELUR KOMERSIL
Pengantar Praktikum Biologi Perikanan
Peningkatan fertilitas dan daya tetas pada pembibitan ayam hubungan kualitas telur dan performans DOC sri sudaryati.
hubungan kualitas telur dan performans DOC
Transcript presentasi:

Pertumbuhan pada ikan Ima Yudha Perwira

Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran panjang atau berat dalam suatu waktu akibat dari terjadinya pembelahan sel secara mitosis yang disebabkan oleh kelebihan jumlah input energi dan asam amino yang berasal dari makanan. Di dalam suatu jaringan tubuh ikan terdapat suatu pengelompokan sel, yaitu: sel yang dapat diperbaharui (kelompok sel yang mempunyai kemampuan untuk membelah secara mitosis sangat cepat), bagian yang dapat berkembang, dan bagian yang statis.

Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Ikan Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan. Faktor ini dapat digolongkan menjadi dua bagian besar, yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor-faktor ini ada yang dapat dikontrol ada yang tidak. Faktor dalam umumnya adalah faktor yang sulit dikontrol, diantaranya ialah keturunan, jenis kelamin, umur, parasit dan penyakit. Dalam suatu kultur, faktor keturunan mungkin dapat dapat dikontrol dengan mengadakan seleksi untuk mencari ikan yang baik pertumbuhannya. Faktror luar utama yang mempengaruhi pertumbuhan ialah makanan dan suhu perairan. Di daerah tropik, makanan merupakan faktor yang lebih penting dari suhu perairan.

Genetik mempengaruhi laju pertumbuhan ikan, dimana setiap species atau varietas (strain) mempunyai laju pertumbuhan yang berbeda. Ketersediaan pakan pakan yang berkualitas dalam jumlah yang cukup pada waktu yang tepat merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan ikan. Kebutuhan energi pada ikan diperoleh dari protein, lemak dan karbohidrat yang terdapat dalam makanan yang dimakannya. Sehubungan dengan hal ini, protein merupakan sumber energi utama pada ikan, terutama ikan karnivora.

Pertumbuhan Allometrik dan Isometrik Pertumbuhan allometrik yaitu jika suatu organ tumbuh dengan kecepatan pertumbuhan diikuti perubahan bentuk organisme. Pertumbuhan isometrik yaitu jika suatu organ tumbuh dengan pertumbuhan sisa organ tubuh lainnya. Pada situasi yang demikian perubahan ukuran tubuh tidak disertai dengan perubahan bentuk tubuh atau bentuk luar organisme tersebut.

Menurut Effendie (1979) Pertumbuhan dapat dinyatakan dengan suatu ekspresi matematika. Pengukuran waktu yang baik sehubungan dengan pertumbuhan pada ikan ialah umur dari ikan tersebut. Bila umur diketahui dengan tepat maka analisa pertumbuhan dapat dilakukan dengan baik. Beberapa ekspresi pertumbuhan antara lain kecepatan pertumbuhan mutlak, kecepatan pertumbuhan nisbi dan kecepatan pertumbuhan eksponensial (“instantaneous growth rate“).

Kecepatan pertumbuhan mutlak/absolut ialah perubahan ukuran baik berat atau panjang yang sebenarnya diantara dua umur atau dalam waktu satu tahun. Umumnya kecepatan pertumbuhan mutlak menurun apabila umur ikan makin bertambah. Kecepatan mutlak/absolute ini dapat dibuat persamaan dengan melihat panjang atau berat (Y) dengan waktu (T) : (Y2 – Y1) / (T2 – T1)

Kecepatan pertumbuhan nisbi/relatif dirumuskan sebagai persentase pertumbuhan pada tiap interval waktu, atau dengan kata lain ialah perbedaan ukuran pada waktu akhir interval dengan ukuran pada waktu awal interval dibagi dengan ukuran pada waktu akhir interval. Umumnya pertambahan dalam berat jauh lebih banyak digunakan karena mempunyai nilai praktis dari pada panjang. Perumusan kecepatan pertumbuhan nisbi tadi adalah sebagai berikut : h = (wt-wo)/wo Dimana h adalah kecepatan pertumbuhan nisbi, wt adalah berat akhir interval, dan wo adalah berat awal interval.

Hubungan Panjang dan Berat Hubungan  panjang dan berat adalah aspek  biologi perikanan yang perlu di pelajari. Panjang tubuh sangat berhubungan dengan  panjang dan berat seperi hukum kubik yaitu bahwa berat sebagai pangkat tiga dari panjangnya. Namun, hubungan yang terdapat pada ikan sebenarnya tidak demikian karena bentuk dan panjang ikan berbeda-beda. Hubungan bobot – panjang beserta distribusi panjang ikan sangat perlu diketahui umtuk mengkonversikan secara statistic hasil tangkapan dalam bobot ke jumlah ikan, untuk menduga besarnya populasi, dan untuk menduga laju kematiannya (Bayliff 1966).

Data hubungan bobot – panjang juga diperlukan dalam manajemen perikanan yaitu untuk menentukan selektifitas alat agar ikan-ikan non target tidak ikut tertangkap. Berdasarkan hubungan bobot-panjang ikan, dapat diketahui koefisien kondisi ikan yang menunjukkan kegemukan atau kemontokan relatif ikan tersebut. Hubungan panjang dan berat (Length-weight relationship/LWR) merupakan hal yang penting dalam penelitian ilmiah perikanan, karena hal ini memberikan informasi parameter-parameter populasi. Pertama, sebuah perubahan berat dan panjang memperlihatkan umur dan kelas kelompok tahun ikan; hal ini sangat penting dalam perikanan. Kedua, data panjang berat tersebut dapat digunakan untuk menaksirkan daya dukung stock perikanan tangkap. Selain itu, data panjang dan berat dapat juga menggambarkan petunjuk penting tentang perubahan iklim dan lingkungan.

Menurut King (1997) dalam Said (2007) hubungan panjang berat W = aLb Dimana W adalah berat ikan, L adalah panjang ikan, a dan b adalah konstanta. Dikatakan juga bahwa dalam pengukuran tersebut nantinya akan diperoleh nilai b, yang ikut menentukan seimbang tidaknya antara berat dan panjang ikan. Dimana nilai b yang mungkin muncul adalah b<3, b=3, b>3. Untuk mencari nilai a dapat digunakan rumus: (Log w) (Log2L) – (Log L) (Log L x Log W) N (Log2L) – (Log L)2 Sedangkan untuk mencari nilai b digunakan rumus: N (Log L x Log W) – (LogW) (Log L)

Nilai a dan b dimasukkan dalam persamaan: Y = a* + b X Sehingga persamaan regresi hubungan bobot – panjang ikan jantan adalah: Log W = a* + b log L Untuk memperoleh persamaan hubungan bobot dan panjang maka nilai a* di antilog (invers log). Sehingga  W = a L b Harga b ialah harga pangkat yang harus cocok dari panjang ikan agar sesuai dengan berat ikan. Menurut Carlander (1969) dalam Effendie (1997) harga eksponen ini telah diketahui dari 398 populasi ikan berkisar 1,2 – 4,0, namun kebanyakan dari harga b tadi berkisar dari 2,4 – 3,5.

Bilamana harga b sama dengan 3 (b = 3) menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan tidak berubah bentuknya yaitu pertambahan panjang ikan seimbang dengan pertambahan beratnya. Pertumbuhan demikian seperti telah dikemukakan ialah pertumbuhan isometrik. Apabila b lebih besar atau lebih kecil dari 3 dinamakan pertumbuhan allometrik. Harga b yang kurang dari 3 (b , 3) menunjukkan keadaan ikan yang kurus yaitu pertambahan panjangnya lebihcepat dari pertambahan beratnya, sedangkan harga b lebih besar dari 3 (b > 3) menunjukkan ikan itu montok, pertambahan berat lebih cepat dari pertambahan panjangnya.