Antinutrisi M.K. NTDBMT.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENYIMPANAN DAN PENGGUDANGAN
Advertisements

ZAT ANTI NUTRISI MENGHAMBAT PENCERNAAN / METABOLISME PROTEIN
PROSES PEMBUATAN BUNGKIL
Bahan Pakan dan Pemberian Ransum
BMT SUMBER ENERGI  Bahan sumber utama energi / tenaga
Tiga dari hal2 yg ada dibawah ini terdapat pd klien
SISTEM PENCERNAAN.
Kuliah Pengetahuan Bahan Agroindustri VITAMIN
HIJAUAN KERING DAN JERAMI
Departemen Peternakan Fak.Kedokteran Hewan UNAIR
PROTEIN.
METODE UNTUK MENENTUKAN AVAILABILITAS ASAM AMINO PADA UNGGAS
ANTI NUTRISI.
FISIK : TEKSTUR WARNA UKURAN KIMIA : KARBOHIDRAT PIGMEN ASAM ORGANIK FENOL.
Prinsip-prinsip Penanganan dan Pengolahan Bahan Agroindustri
MINERAL MINERAL : SENYAWA ANORGANIK YANG DIBUTUHKAN TERNAK DALAM JUMLAH YANG SEDIKIT, UNTUK MENGATUR BERBAGAI PROSES DALAM TUBUH AGAR BERJALAN NORMAL.
SIFAT SIFAT DAGING.
MENYUSUN RANSUM BROILER
TEKNOLOGI LIMBAH PERTANIAN (JERAMI)
PENGENALAN BAHAN PAKAN
SEREALIA DAN KACANG-KACANGAN
Materi kuliah: gizi dan kesehatan (bag.2)
AIR.
NUTRIEN PENYUSUN PAKAN DAN TUBUH TERNAK nick. co
Sejarah kimia pangan di mulai pada tahun 1700an, ketika para ahli kimia terlibat dalam penemuan senyawa kimia penting dalam bahan pangan termasuk Carl.
PEMELIHARAAN KESEHATAN
METODE PENGOLAHAN BUTIRAN/ KONSENTRAT
NUTRIEN PENYUSUN PAKAN DAN TUBUH TERNAK nick. co
Kimia mineral pangan.
METODE UNTUK MENENTUKAN AVAILABILITAS ASAM AMINO PADA UNGGAS
4. NUTRIEN UNTUK TERNAK (UDARA DAN AIR)
LIPIDA.
TEKNOLOGI PKN KONSENTRAT
Peranan Mikroorganisme Dalam Bidang Peternakan
STABILITAS MINERAL SELAMA PENGOLAHAN PANGAN
Zat Makanan Proses Pencernaan Alat Pencernaan Gangguan Pencernaan
11. VITAMIN VITAMIN : SENYAWA ORGANIK YANG DIBUTUHKAN TERNAK DALAM JUMLAH YANG SANGAT SEDIKIT, GUNA MENGATUR BERBAGAI PROSES DALAM TUBUH AGAR BERJALAN.
Komposisi Tubuh dan Makanannya
LIMBAH INDUSTRI PETERNAKAN SEBAGAI BAHAN PAKAN
METABOLISME LEMAK/LIPIDA
MINERAL (LANJUTAN) Seng sebagaian besar terdapat dalam tulang, namun semua jaringan tubuh yang lain juga mengandung seng. Kulit, rambut dan bulu ternak.
MINERAL (LANJUTAN) Seng (Zn) sebagaian besar terdapat dalam tulang, namun semua jaringan tubuh yang lain juga mengandung seng. Kulit, rambut dan bulu ternak.
Teknologi Pengolahan Konsentrat Secara Fisik
TEKNOLOGI PKN KONSENTRAT
TEKNOLOGI PAKAN Pokok Bahasan : PENGELOLAAN BAHAN PAKAN/PAKAN
TEKNOLOGI PAKAN Pokok Bahasan : PENGELOLAAN BAHAN PAKAN/PAKAN
Metabolisme Karbohidrat dalam Rumen
KARBOHIDRAT.
IPTEK PENGOLAHAN BMT BAHAN PAKAN SUPLEMEN DAN SUBSTITUSI
VITAMIN.
Polisakarida Posikarida memiliki pola umum (C6H10O5)n
POLA HIDUP SEHAT DENGAN MEMPERHATIKAN VITAMIN YANG ADA DALAM TUBUH
BAHAN PAKAN FORMULASI RANSUM
METABOLISME SEL Rangkaian reaksi biokimia dalam sel hidup.
GIZI PADA LANSIA Oleh : SILVIA MELINI
Peranan Mikroorganisme Dalam Bidang Peternakan
KEBUTUHAN ASAM AMINO DAN ASAM LEMAK SERTA EFEKNYA BAGI TERNAK UNGGAS
Universitas dr soetomo Sutrisno adi prayitno, stp, mp
TUBUH HEWAN dan MAKANANNYA
Oleh: Weni Pratiwi Azhar Billah Aziz Agung Kurniaji
PENCERNAAN DAN NUTRISI
PENCERNAAN DAN NUTRISI
Peranan Mikroorganisme Dalam Bidang Peternakan. Probiotik dan Manfaatnya Pada Pencernaan Ternak.
POLA HIDUP SEHAT DENGAN MEMPERHATIKAN VITAMIN YANG ADA DALAM TUBUH
TEKNOLOGI PAKAN Pokok Bahasan : PENGELOLAAN BAHAN PAKAN/PAKAN
ILMU NUTRISI UNGGAS (Lanjutan)
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN. Oleh : M. Ma’ruf Habibi Zat Makanan.
KERUSAKAN BMT Artharini Irsyammawati,S.Pt.MP AI/BMT.
SIKLOPROPINOID: JARINGAN A. LEMAK TAK JENUH YANG TERDIRI ATAS A. STERCULAT DAN A. MALVALAT YANG TERBENTUK DALAM MINYAK BIJI KAPUK PADA TINGKAT 1-2% DARI.
Vitamin-vitamin Larut Air
Transcript presentasi:

Antinutrisi M.K. NTDBMT

ANTI NUTRISI ADALAH : Zat secara alami terdapat dalam BMT yang dapat Menurunkan nilai nutrisi Berefek negatif yaitu : laju pertumbuhan lambat, efisiensi penggunaan pakan rendah, perubahan sistem hormonal, dan kerusakan alat-alat tubuh.

Pendahuluan Berbagai macam antinutrisi/senyawa toksik ada pada biji cereal, biji legum dan tanaman lain. Beberapa senyawa bisa menjadi tidak aktif dengan berbagai proses seperti pencucian, perebusan dan atau pemanasan. Adanya antinutrisi dalam bahan pakan merupakan pembatas dalam penggunaan bahan pakan dalam ransum.

Klasifikasi ZAT penghambat pencernaan/ metabolisme protein: Protease inhibitor Lectin (haemoglobin) Saponin Ikatan polyphenol

Klasifikasi ZAT penurun daya larut/ mengganggu penggunaan mineral : Asam phytat Asam oxalat Glucosinolat Gossypol

Klasifikasi ZAT mengurangi aktifitas/ meningkatkan kebutuhan vitamin tertentu : Anti vitamin A, D, E, K Anti thyamin, asam nicotinat, pyridoxin, cyanocobalamin. cyanida

1 Protease Inhibitor Protease inhibitor adalah senyawa yang bisa menghambat trypsin dan chymotrypsin dan ada pada tanaman dengan level yang rendah kecuali kedele. Kedele cenderung mengandung protease inhibitor tinggi. Pada umumnya protease inhibitor pada cereal lebih rendah daripada biji legum

Memakan kedele mentah mengakibatkan meningkatnya berat pankreas. Protease inhibitor mudah di netralkan dengan pemanasan. Kerusakan aktivitas trypsin inhibitor tergantung : 1. suhu 2. waktu pemanasan 3. ukuran partikel 4. kandungan air.

Cara pemanasan yang sering dilakukan : Tetapi pengolahan untuk menetralkan trypsin inhibitor harus dipertimbangkan jangan sampai merusak nilai nutrisi dari kedele. Cara pemanasan yang sering dilakukan : 1. sangrai 2. menggunakan extruder

Cara mengurangi Protease Inhibitor pada BMT Pemanasan basah (dimasak/ auto claving) Pemanasan kering (sangrai/ oven) Extruksi Pemanasan dengan sinar infra merah

2. LECTIN Terdapat secara alami pada BMT nabati dan hewani Umumnya dijumpai pada biji-bijian dan beberapa umbi. Meskipun tergolong protein, sifat fisik-kimia lectin tidak sama dengan protein. Dalm saluran pencernaan lectin dinon actifkan oleh pepsin (ada beberapa lectin tahan pepsin) Tidak menimbulkan perbesaran pankreas Pada marmut akan menyebabkan gangguan mata, sedangkan pada tikus tidak ada efeknya.

2. Lectin Menempel pd mukosa sel Kerusakan sel Usus kecil Lectin Katabolisme Protein Jaringan meningkat Kemampuan Dinding sel 22/09/2018 team Nutrisi

3. SAPONIN Glukosa yang banyak terdapat ditanaman, dalam 3 bentuk : Rasa pahit Buih dalam larutan cair Dapat menyebabkan haemolisa butir darah merah Hidrolisa saponin sapogenin

3. SAPONIN Efek biologis utama adalah interaksi dengan membran sel Efek saponin pada ternak : Monogastrik ayam lebih sensitive dari pada babi. Pemberian 0,4-0,5% saponin akan menurunkan konsumsi pakan (akibat rasa pahit) Produksi telur BB menurun Lemak hati Ruminansia mengakibatkan bloat atau kembung.

3. Saponin Sebagian besar saponin ditemukan pada biji-bijian dan forage feed : contoh alfalfa, sunflawer, soybean, peanut. Efek saponin - Menurunkan konsumsi ransum karena rasa pahit dan terjadinya iritasi pada oral mucosa dan saluran pencernaan. - menurunkan pertumbuhan - berperan dalam absorpsi kholesterol, asam lemak dan vitamin larut lemak

Anak ayam makan 0,9 % triterpenoid saponin bisa: - menurunkan konsumsi ransum - menurunkan pertambahan berat badan - menurunkan kecernaan lemak - meningkatkan ekskresi kholesterol - menurunkan absorpsi vitamin A dan D

4 Tanin Tanin diklasifikasikan ke dalam 2 kelas berdasarkan monomer fenolik yang membangun tanin : hydrolizable tanin condensed tanin

Hydrolizable tanin mudah dihidrolisa secara kimia atau oleh enzim terdapat dibeberapa legum seperti Acacia spp.

Condensed tanin paling banyak menyebar di tanaman dan dianggap tanin tanaman sebagian besar biji legum mengandung condensed tanin terutama terdapat pada testanya. Warna testa makin gelap maka kandungan tanin makin tinggi. Contoh : sorgum, millet, rapeseed, flava bean, cottonseed meal.

Peranan tanin pada tanaman : melindungi biji dari predator burung melindungi perkecambahan setelah panen melindungi biji dari pertumbuhan jamur Kandungan tanin pada ransum berpengaruh : kecepatan pertumbuhan efisiensi ransum penurunan produksi telur meningkatkan kejadian leg abnormalitas

Cara Mengatasi efek tanin dalam ransum Suplementasi DL-metionin Suplementasi agen pengikat tanin: 1. Gelatin 2. PVP = polyvinyl pyrrolidone 3. Polyethylene glycol Menurunkan kadar tanin bahan pakan : perendaman perebusan fermentasi Recontituted = penambahan air + inkubasi pada kondisi anaerob

5 Phytat Sebagian besar P di dalam tanaman berikatan dengan asam phytat terdiri dari 2/3 total P Unggas tidak mempunyai aktivitas phytase sehingga sangat sedikit P-phytat dapat dicerna. Aktivitas phytase dinyatakan dalam unit phytase (FTU). Phytase umumnya enzim mikrobial yang diproduksi dg fermentasi

Kandungan P-phytat dan aktivitas phytase dari beberapa bahan pakan FTU/kg % % dr total P Cereal dan by product Jagung 0,24 72 15 Gandum 0,27 69 1193 Sorghum 66 24 Barley 64 582 Oat 0,29 67 40 Dedak gandum 0,92 71 2957

Kandungan P-phytat dan aktivitas phytase dari beberapa bahan pakan FTU/kg % % dr total P Oilseed meal : Soybean meal 0,39 60 8 Canola meal 0,70 59 16 Sunflawer meal 0,89 77 Peanut meal 0,48 80 3 Cottonseed meal 0,84 70 NA

Mineral yang terikat dengan asam phytat : Ca, P, Zn dan Cu Cara pemecahan masalah adanya P-phytat dalam ransum : Penambahan phytase menambah biaya phytase mudah rusak selama proses pelleting sebagian besar phytase di denaturasi pada t ± 65oC. Penambahan sumber mineral P lainnya

6. ASAM OXALAT Terdapat dalam tumbuhan dan hewan dlm bentuk bebas atau ikatan garam. Lobak dan bayam sangat tinggi kandungan as. Oxalat (600 mg %) Kacang ercis, kacang panjang, dan asparagus rendah kandungan as. Oxalat Efek nutrisi : dapat membentuk ikatan dg Ca sehingga Ca tidak dapat digunakan. Ruminansia : tidak masalah, karena bakteri rumen dapat mendekomposisi. As. Oxalat menjadi ikatan Ca-oxalat. Monogastrik : menyebabkan PBB rendah dan penurunan retensi Ca.

7. GLUKOSINOLAT Banyak terdapat di: akar, batang, dan biji-bijian serta selalu diikuti dengan adanya “enzim thioglukosidase” Efek biologis : menghambat pertumbuhan hormon thyroid gondok. Enzim thioglukosidase dpt menghidrolisis glucosinolat menjadi glukosa, as. sulfat, isothiocyanat/ thiocyanat. Banyak terdapat pd kubis serta di bakteri usus. Pada ruminan tidak menimbulkan masalah (krn aktifitas bakteri rumen)

8 Gossypol Penggunaan bungkil biji kapuk pada hewan monogastrik dibatasi oleh kandungan serat kasar dan senyawa toksik, yaitu tanin dan gossypol Bungkil biji kapuk mengandung 0,5 % gossypol bebas Gossypol ditemukan dalam bentuk : bebas bentuk racun bentuk ikatan non toksik

Struktur Gossypol

Selama pemanasan tinggi untuk ekstrak minyak Terjadi : group aldehyde gossypol bereaksi dengan E- amino group dan residu asam amino lainnya. Ikatan ini tdk toksik tetapi menurunkan ketersediaan lisin. Broiler bisa aman dengan tingkat toleransi sampai 100 ppm free gossypol Ayam petelur mengandung < 50 ppm gossypol mencegah terjadinya green discoloured pada kuning telur dan menurunkan fertilitas

9 Mimosin Leucaena leucocephala atau lamtoro mengandung mimosin sebesar 3-5 % BK. Karena adanya mimosin ini penggunaannya dalam ransum non ruminansia sebesar 5-10 % tanpa menimbulkan gejala toxicosis Efek merugikan dari mimosin: menurunkan pertumbuhan menurunkan produksi telur Ayam muda lebih sensitif daripada ayam tua

10 Cyanogenic glycocida (Cyanogen) Cyanogen adalah senyawa yang terkena asam diikuti dengan hidrolisis oleh spesifik enzim melepaskan hydrogen cyanida (HCN). Beberapa tanaman yang mengandung cyanogenic glycocida seperti : cassava - linamarin, lotaustralin forage sorghum - dhurrin linseed - linustatin, neolimestatin, linamarin

Singkong mengandung cyanogenic tinggi terutama singkong pahit. Cara mengurangi cyanogenig glycocida : 1. proses pembuatan pati menghilangkan cyanogen 2. pencacahan – dikeringkan atau sebelumnya disimpan lebih dulu dalam keadaan basah bisa mengurangi 2/3 cyanogen dari segar. Performan unggas yang makan singkong tidak berpengaruh bila dosis HCN < 100 ppm

Efek HCN pada tubuh HCN diperoleh dari proses hidrolisis linamarin oleh enzim beta glucosidase menghasilkan D. glucose dan aceton cyanohydrin. Aceton cyanohydrin dengan bantuan enzim hydroxynitrile-lyase melepas aceton dan HCN. HCN yang dilepas diserap oleh saluran pencernaan masuk ke darah. Ion CN mengikat Fe heme dan bereaksi dengan ferric dalam mitokondria membentuk komplek stabil dan menahan jalur respiratory, sehingga hemoglobin tidak bisa melepaskan oxygen ke dalam sistem transfer elektron.

11. ANTI VIT A D E K Anti vit A Anti vit D Anti vit E Anti vit K Menurunkan jumlah vit A & karoten dlm plasma darah Dapat dirusak dg pemanasan /autoclaving dg tekanan atmosfer selama 15 mnt Anti vit D Penyebab rachitis Anti vit E Destropi otot pd ayam dan kambing Terdapat dikacang kara Anti vit K Adanya dicoumarol yaitu menurunnya protombin dalam darah shg menggangguproses pembekuan darah akibat menurunkan penggunaan vit K dlm proses pembentukan protombin dlm hati. Terdapat di Sweet Clover

12. ANTI VIT B COMPLEX Anti Thiamine Anti As. Nicotinat = anti pellagra/ dermatitis Anti Pyridoxine Anti vit B-12

MYCOTOKSIN Ada 4 cara infeksi jamur yang mempengaruhi ayam dan hewan lainnya: Jamur menginfeksi bahan pakan di lapangan sebelum panen Jamur menginfeksi bahan pakan selama penyimpanan setelah panen. Jamur menginfeksi campuran bahan pakan di dalam bin dan peralatan pakan. Jamur menginfeksi di saluran pencernaan atau saluran pernafasan.

Jamur yang menginfeksi di ladang : 1. Diplodia 4. Cladosporium 2. Gibberella 5. Nigospora 3. Fusarium 6. Cephalosporium Jamur yang sangat berbahaya menginfeksi bahan pakan selama panen dan penyimpanan: Aspergillus flavus Jamur yang menginfeksi saluran pencernaan: Candida albicons

Senyawa toksik yang diproduksi jamur yang ditemukan pada biji Mycotoksik Jamur Aflatoksin A. flavus B1,B2,G1 dan G2 A. Parasiticus Ochratoxin A,B A. Ochraceus T-2 toxin F. Tricinctum Rubratoksin A,B P. rubrum Citrinin P. citrinum Kojic acid Beberapa spesies jamur Scott et all (1982)

Mycotoksin ditemukan dalam bahan pakan jagung gandum sorghum padi barley biji kapuk Sensitivitas hewan dipengaruhi oleh level aflatoksin: level paling rendah 20 ppb level > 1200 ppb bisa menyebabkan efek toksik pada ayam level 200 ppb adalah level minimum yang bisa mempengaruhi pertumbuhan

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur dan produksi mycotoxin pada biji cereal Faktor Internal Faktor Ekternal Komposisi pakan(lemak, KH, trace metal,dll RH > 70 % baik untuk jamur pH. pH turun, pertumbuhan turun Suhu optimal utk tumbuh jamur dan produksi mycotoxin bervariasi. Aspergillus dan Penicillium lebih baik tumbuh pada suhu lebih tinggi daripada Fusarium Kadar air :KA > 13 % utk Aspergillus dan Penicillium KA . 20 % utk Fusarium O2/CO2 : untuk organisme aerobic Water activity (aw) : KA rendah tapi aw tinggi, mudah tumbuh Aspergillus. Permukaan biji : lebih lkecil atau lebih halus, mudah tumbuh jamur

Cara menghambat pertumbuhan jamur: Kadar air <13 % Penambahan anti jamur : asam organik (mis. Asam propionat, dll)

Non-Starch Polysaccarida = NSP NSP seperti beta glucan dan arabinoxylan (pentosan adalah karbohidrat komplek yang terlihat di endosperm cell wall dari biji cereal. Karbohidrat ini sukar dicerna sehingga lolos dari saluran pencernaan dan mengikat air sehingga viscosity cairan di saluran pencernaan tinggi. Viscosity meningkat menyebabkan transport nutrien menurun dan absorpsi menurun.

NSP mempengaruhi mikroflora di saluran pencernaan. Ada 3 katagori NSP 1. beta glucan pada barley 2. arabinoxylan pada gandum 3. oligosaccharida pada bungkil kedele NSP mempengaruhi mikroflora di saluran pencernaan. Efek NSP menurun pada unggas yang lebih tua dan pada cereal yang disimpan lama