Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN. SIAPA PEMBAYAR PAJAK: WAJIB PAJAK 1. orang pribadi atau badan sebagai: pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN. SIAPA PEMBAYAR PAJAK: WAJIB PAJAK 1. orang pribadi atau badan sebagai: pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut."— Transcript presentasi:

1 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

2 SIAPA PEMBAYAR PAJAK: WAJIB PAJAK 1. orang pribadi atau badan sebagai: pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut pajak yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan

3 SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK 1. Official Assessment System:  Wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang terhutang ada pada pihak aparat pajak.  Wajib pajak bersifat pasif.  Hutang pajak timbul setelah dikeluarkan  Surat Ketetapan Pajak oleh aparat pajak

4 S ISTEM P EMUNGUTAN P AJAK 2. Self Assessment System:  Wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang terhutang ada pada wajib pajak sendiri.  Wajib pajak aktif.  Pihak aparat perpajakan tidak ikut campur melainkan hanya mengawasi

5 S ISTEM P EMUNGUTAN P AJAK 3. Withholding System  kewenangan untuk menentukan besarnya pajak terhutang ada pada pihak ketiga yang bukan wajib pajak dan bukan aparat pajak

6 Jenis Pajak Berdasarkan System Pemungutan 1. Official Assessment System  Pajak Bumi dan Bangunan 2. Self Assessment System  PPh Tahunan Wajib Pajak Badan  PPh Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi  PPh Pasal Withholding Assessement System  Pemotongan PPh Pasal 21  Pemotongan PPh Pasal 22  Pemotongan PPh Pasal 23  Pemotongan PPh Pasal 26  Pemotongan PPh Final

7 Aplikasi Stelsel dalam Sistem Pemungutan Pajak 1. Stelsel Nyata: pengenaan pajak didasarkan pada objek atau penghasilan yang sesungguhnya diperoleh oleh Wajib Pajak. Dengan demikian pajak baru dapat dipungut setelah akhir tahun pajak yaitu setelah diketahui penghasilan yang sesungguhnya. 2. Stelsel Fiktif: Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan dan anggapan tersebut tergantung bunyi undang-undangnya. Misalnya anggapan bahwa penghasilan tahun sekarang sama dengan penghasilan tahun lalu, sehingga pada awal tahun sudah dapat diketahui besarnya pajak terutang

8 Aplikasi Stelsel dalam Sistem Pemungutan Pajak 3. Stelsel Campuran: Kombinasi antara stelsel nyata dan stelsel fiktif. Pengenaan pajak dilakukan pada awal tahun berdasarkan anggapan dan pada akhir tahun dilakukan koreksi

9 S YARAT M ENJADI W AJIB P AJAK O RANG P RIBADI kewajiban pajak subjektif kewajiban pajak objektif • orang pribadi tersebut dilahirkan, berada, atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia dan • berakhir pada saat orang pribadi tersebut meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. Mempunyai penghasilan di atas penghasilan tidak kena pajak atau dalam satu tahun penghasilan neto harus Rp WAJIB PAJAK =

10 S YARAT M ENJADI W AJIB P AJAK B ADAN •+•+ kewajiban pajak subjektif kewajiban pajak objektif • badan tersebut didirikan di Indonesia dan • berakhir pada saat badan tersebut dibubarkan atau tidak lagi bertempatkedudukan di Indonesia. Mempunyai penghasilan tanpa syarat

11 D EFINISI N OMOR P OKOK W AJIB P AJAK (NPWP) 1. S arana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak. 2. NPWP juga dipergunakan untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi pajak

12 NPWP DAN P ENGUKUHAN PKP WAJIB PAJAK persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam UU PPh Persyaratan Subjektif persyaratan bagi subjek pajak yg menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/ pemungutan sesuai dengan Ketentuan UUPPh Persyaratan Objektif Bukan PengusahaPengusaha NPWPNPWP dan Pengukuhan

13 NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. (Pasal 1 angka 6 UU KUP) terdiri dari 15 (lima belas) digit, yaitu 9 (sembilan) digit pertama merupakan Kode Wajib Pajak dan 6 (enam) digit berikutnya merupakan Kode Administrasi Perpajakan – Kode WPKode KPP Kode cbg

14 P ENETAPAN NPWP S ECARA J ABATAN 1. Apabila Wajib Pajak atau PKP tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP, berdasarkan data yang diperoleh atau dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak 2. orang pribadi atau badan atau pengusaha telah memenuhi syarat untuk memperoleh NPWP dan atau dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak

15 Penghapusan NPWP Diajukan permohonan penghapusan NPWP oleh Wajib Pajak dan/atau ahli warisnya Wajib Pajak badan dilikuidasi karena penghentian atau peggabungan usaha Wajib Pajak Bentuk Usaha Tetap menghentikan kegiatan usahanya di Indonesia atau Dianggap perlu oleh Direktur Jenderal Pajak

16 P ENCABUTAN P ENGUKUHAN P ENGUSAHA K ENA P AJAK (PKP) 1. Pengusaha Kena pajak pindah alamat ke wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak lain, 2. bubar atau tidak memenuhi syarat lagi sebagai Pengusaha Kena Pajak.

17 W AJIB P AJAK N ON E FEKTIF 1. Wajib Pajak meninggal dunia/bubar. 2. Wajib Pajak orang pribadi yang telah meninggal dunia tetapi belum diterima pemberitahuan tertulisnya secara resmi dari ahli warisnya (belum dilampirkan surat keterangan/akte kematian). 3. Wajib Pajak badan yang telah bubar tetapi belum ada akte pembubarannya dari instansi yang berwenang atau belum ada penyelesaian likuidasi (bagi badan yang sudah mendapat pengesahan dari Departemen kehakiman) 4. Wajib Pajak yang tidak diketahui lagi alamatnya, walaupun sudah dilakukan pencarian oleh petugas verifikasi atau petugas yang ditunjuk untuk itu 5. Wajib Pajak yang secara nyata berdasarkan hasil penelitian/pengamatan tidak menunjukkan adanya kegiatan usaha lagi.

18 M ELAPORKAN P AJAK : S URAT P EMBERITAHUAN (SPT) Surat pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban menurut peraturan perundang-undangan perpajakan.

19 FUNGSI SPT PAJAK PENGHASILAN Sebagai sarana melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terhutang dan untuk melaporkan tentang: 1. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu tahun pajak atau bagian tahun pajak. 2. Penghasilan yang merupakan objek pajak dan atau bukan objek pajak 3. Harta dan Kewajiban 4. Pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan atau pemungut pajak orang pribadi atau badan lain dalam satu masa pajak yang ditentukan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku

20 F UNGSI SPT P AJAK P ERTAMBAHAN N ILAI DAN P AJAK P ENJUALAN ATAS B ARANG M EWAH Sebagai sarana melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah PPN dan PPnBM.yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang: 1. Pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran 2. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh PKP dan atau melalui pihak lain dalam satu masa pajak yang ditentukan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku. 3. Bagi pemotong atau pemungut pajak, fungsi SPT adalah sevagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau dipugut dan disetorkannya.

21 J ENIS S URAT P EMBERITAHUAN SPT Masa adalah Surat pemberitahuan untuk suatu masa pajak. Masa pajak adalah jangka waktu yang lamanya satu bulan takwim atau jangka waktu lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan paling lama tiga bulan. SPT Tahunan adalah SPT untuk suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak. SPT Masa SPT Tahunan

22 SPT Masa • SPT Masa PPh Pasal 21, • SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, • SPT Masa PPh Pasal 22, • SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2 (final). SPT Tahunan • SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi Formulir 1770 (SPT WPOP 1770), • SPT Tahunan Wajib Pajak Badan Formulir 1771 (SPT WP Badan 1771), • SPT Wajib Pajak Orang Pribadi Formulir 1770S (SPT WPOP 1770S). • SPT Wajib Pajak Orang Pribadi Formulir 1770SS (SPT WPOP 1770SS). Contoh SPT

23 S YARAT PENGISIAN SPT: B ENAR, L ENGKAP DAN J ELAS • Benar adalah benar dalam perhitungan, termasuk benar dalam penerapan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan, dalam penulisan, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya; • Lengkap adalah memuat semua unsur-unsur yang berkaitan dengan objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan; dan • Jelas adalah melaporkan asal-usul atau sumber dari objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan.

24 SANKSI ADMINISTRASI BERUPA DENDA: SURAT PEMBERITAHUAN TIDAK DISAMPAIKAN TEPAT WAKTU • Surat Pemberitahuan masa PPN dan PPnBM, denda sebesar Rp (lima ratus ribu rupiah). • Surat Pemberitahuan lainnya, denda sebesar Rp (seratus ribu rupiah) • Surat Pemberitahuan tahunan, denda sebesar Rp (satu juta rupiah) untuk Wajib Pajak Badan dan • Surat Pemberitahuan tahunan PPh, denda sebesar Rp (lima ratus ribu) untuk Wajib Pajak Orang Pribadi.

25 JATUH TEMPO PEMBAYARAN/PELAPORAN 1. Untuk SPT masa pajak paling lambat 15 (lima belas) hari setelah terutangnya pajak atau masa pajak berakhir. 2. Bergantung jenis SPT Masa: SPT Masa PPN: akhir bulan berikutnya setelah bulan terhutangnya pajak 1. Untuk SPT tahunan, kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasarkan SPT harus dibayar lunas paling lambat tanggal 25 (dua pulih lima) setelah tahun pajak atau bagian tahun pajak berakhir, sebelum SPT disampaikan.

26 JATUH TEMPO PELAPORAN: SPT Tahunan 2. SPT Tahunan Wajib Pajak Badan: paling lambat tanggal 30 April setelah berakhirnya tahun pajak 3. SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi: paling lambat tangl 31 Maret setelah berakhirnya tahun pajak

27 P ENYETORAN PAJAK TERUTANG DAN SANKSI KETERLAMBATAN • Sanksi apabila pembayaran atau penyetoran pajak dilakukan setelah tanggal jatuh tempo akan dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan • Bunga dihitung dari jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung 1 (satu ) bulan baik untuk pembayaran masa atau tahunan

28 Kantor Pos Warnet MEKANISME e-Registration Provider Wajib Pajak Konsentrasi Data Nasional KP.DJP Form Aplikasi pendaftarane-registration e-registration KTP, KK, SIUP DLL SKTS & NPWP SKTS & NPWP KANWIL KPP Kartu NPWP & SKT Kartu NPWP & SKT Kios Pendaftaran e-registration KTP, KK, SIUP DLL

29 S ANKSI DALAM PERPAJAKAN : S ANKSI A DMINISTRASI DAN P IDANA • Sanksi Administrasi berupa denda • Sanksi administrasi berupa bunga • Sanksi administrasi berupa kenaikan Sanksi Pidana: 1. tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, 2. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.

30 S URAT S ETORAN P AJAK bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan

31 H ASIL P EMERIKSAAN : S URAT K ETETAPAN P AJAK Hasil Pemeriksaan Kepada Wajib Pajak SKPKB SKPLB SKPKBT SKPN

32 H ASIL P EMERIKSAAN : S URAT K ETETAPAN P AJAK 1. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). SKPKB adalah SKP yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi, dan jumlah yang masih harus dibayar 2. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). SKPKBT adalah SKP yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan

33 H ASIL P EMERIKSAAN : S URAT K ETETAPAN P AJAK 3. Surat Ketetapan Lebih Bayar (SKPLB). SKPLB adalah SKP yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih bedar daripada pajak yang terutang atau tidak seharusnya terutang. 4. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). SKPN adalah SKP yang menentukan jumlah pokok pajak sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak

34 K EWAJIBAN W AJIB P AJAK 1. Kewajiban mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP 2. Kewajiban mendaftarkan diri untuk mendapatkan pengukuhan NPPKP 3. Kewajiban Pembayaran, Pemotongan/Pemungutan, Dan Pelaporan 4. Kewajiban Dalam Hal Diperiksa

35 HAK WAJIB PAJAK: KERAHASIAAN WAJIB PAJAK Wajib Pajak mempunyai hak untuk mendapat perlindungan kerahasiaan atas segala sesuatu informasi yang telah disampaikannya kepada Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka menjalankan ketentuan perpajakan. 1. Surat Pemberitahuan, laporan keuangan, dan dokumen lainnya yang dilaporkan oleh Wajib Pajak; 2. Data dari pihak ketiga yang bersifat rahasia; 3. Dokumen atau rahasia Wajib Pajak lainnya sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

36 Hak Wajib Pajak Pengurangan PBB Pengurangan PPh Pasal 25 Pengangsuran Pembayaran Penundaan

37 Penundaan Pelaporan SPT Tahunan Pembebasan Pajak Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak Pajak Ditanggung Pemerintah Insentif Perpajakan Hak WajbPajak

38 Banding Peninjauan Kembali (PK). Kelebihan Pembayaran Keberatan Hak WajbPajak

39 D ALUARSA DALAM PAJAK Besarnya pajak yang terutang yang diberitahukan oleh Wajib Pajak dalam SPT menjadi pasti sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun, setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak, atau tahun pajak tidak diterbitkan surat ketetapan pajak.


Download ppt "KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN. SIAPA PEMBAYAR PAJAK: WAJIB PAJAK 1. orang pribadi atau badan sebagai: pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google