Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Space Occupying Process

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Space Occupying Process"— Transcript presentasi:

1 Space Occupying Process
Ujian– RUANGAN 2 Space Occupying Process Oleh : Dina Imelda Pembimbing : dr. Risono, Sp. S (K) 1

2 IDENTITAS PENDERITA Nama : Ny. SW Umur : 50 tahun
Jenis kelamin : Perempuan Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Agama : Islam Alamat : Sukomulyo Kadipiro Jawa Tengah Tgl MRS : ; pk WIB Tgl Pemeriksaan : ; pk WIB No. RM. :

3 I. ANAMNESIS Keluhan Utama (Auto & Alloanamnesis)
Nyeri kepala yang semakin memberat Keluhan Yang Menyertai Penurunan pendengaran telinga kiri, pandangan kabur, perubahan perilaku, gangguan penciuman, telinga kiri berdenging, kelemahan anggota gerak kanan, riwayat kejang

4 Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien adalah rujukan RS Panti Waluyo dengan Suspek tumor otak, cedera kepala ringan dan luka robek pada dahi kanan dan

5 8 Bulan SMRS -NK cekot-cekot hilang timbul dikepala bgn depan kiri, tidak menjalar ke bagian kepala lain -NK ringan, singkat, frekuensi jarang, hilang dengan obat warung dan istirahat -Tidak mengganggu aktifitas -Mual (-), Muntah (-) -Mata merah (-), wajah berkeringat separuh (-), kelopak mata bengkak (-), hidung berair saat nyeri kepala (-)

6 RPS Cont.. -Telinga kiri berdenging, hilang timbul, tidak berdenyut, tidak memberat, frekuensi cukup sering, namun tidak setiap hari -Keluar cairan dari 2 telinga (-), pusing berputar (-), penurunan pendengaran (-), nyeri telinga (-), Obat2an rutin diminum (-), terpapar suara sangat keras (-)

7 RPS Cont.. 5 Bulan SMRS -NK cukup sering dan mengganggu, minum obat warung lebih banyak dari biasanya -Tajam penglihatan menurun -Pandangan dobel (-), bicara pelo (-) -Sedikit kelemahan anggota gerak kanan, agak sulit mengancingkan baju, tidak dihiraukan, tetap menjalankan aktifitas seperti biasa

8 RPS Cont.. 2 Bulan SMRS -NK semakin terasa, semakin memberat, mulai mengganggu aktifitas, berobat ke mantri, diberi penghilang rasa sakit, dianjurkan beristirahat, dikatakan NK karena TD tinggi -Sering terlihat linglung jika hendak mengerjakan sesuatu -Kesulitan menyebutkan nama tempat -Masih mengenal baik orang-orang disekitarnya -Penurunan pendengaran telinga kiri -Kadang terlihat seperti menangis tanpa jelas penyebab saat diajak bicara -Bicara agak pelo

9 RPS Cont.. 1 Bulan SMRS -NK memberat, bangun pagi kepala selalu berat, kadang mual, namun tidak muntah, butuh waktu untuk bangun dari kasur -Mudah menangis tanpa sebab -Kelemahan anggota gerak kanan makin terasa, mulai kesulitan memegang benda -Bibir merot ke kiri saat bicara -Kejang 1x saat tidur, mata & kepala melirik ke kanan, 10 detik, diikuti kedua tangan dan kaki menjadi kaku, selama kejang tidak sadar, setelah kejang sadar penuh

10 RPS Cont.. -Mengompol (-) -Masih dapat membaca tulisan -Kesulitan berhitung dan menulis -Sulit membedakan bau-bauan -Masih mengerti pembicaraan dengan orang lain -Masih dapat membedakan rasa manis, asin, asam dan pahit -Masih dapat makan dan minum tanpa tersedak -BAB & BAK Normal

11 RPS Cont.. 2 Minggu SMRS -NK Sangat berat, dibagian depan hingga belakang kepala -Muntah-muntah -Dibawa ke mantri, dirujuk ke RS Namping, dirawat 3 hari, dikatakan dokter menderita tekanan darah tinggi dan sakit lambung

12 RPS Cont.. 2 Jam SMRS -Saat bangun tidur, merasa nyeri kepala, terjatuh, kepala membentur meja, muntah (-) -Saat kejadian dalam keadaan sadar, setelah terbentur menurut suami penderita terlihat sedikit mengantuk -Dibawa ke mantri, dirujuk ke RS Panti Waluyo, luka robek dijahit lalu di CT Scan, menurut dokter RS tsb dari hasil CT Scan kemungkinan tumor otak -Dirujuk ke RSDM karena pengguna Jamkesmas -Saat tiba di RSDM dalam keadaan sadar

13 Riwayat darah tinggi : (+)
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat sakit serupa : disangkal Riwayat darah tinggi : (+) sejak 3 tahun yang lalu, tapi tidak rutin kontrol Riwayat terpapar radiasi : disangkal Riwayat benjolan di anggota tubuh : disangkal Riwayat sakit gula : disangkal Riwayat sakit jantung : disangkal Riwayat batuk lama : disangkal

14 Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat keluhan yang sama : (-)
Riwayat sakit darah tinggi : (-) Riwayat sakit gula : (-) Riwayat sakit jantung : (-) Riwayat batuk lama : (-) Keadaan sosial ekonomi Pasien adalah seorang ibu dengan 3 orang anak, tinggal serumah dengan suaminya, bekerja sebagai pedagang dipasar. Pasien berobat dengan fasilitas Jamkesmas

15 Keadaan gizi : kesan cukup Riwayat penggunaan KB : disangkal
Riwayat Kebiasaan Kebiasaan makan : sering makan makanan dengan lauk ikan asin dan mie instan Keadaan gizi : kesan cukup Riwayat penggunaan KB : disangkal

16 II. PEMERIKSAAN FISIK Status Interna :
Kesan Umum : Kompos mentis, gizi kesan cukup Tanda Vital : TD 150/100 mmHg : N 80 x/mnt, reguler, isi kuat : RR 20 x/mnt : T 36,5 °C : VAS 7 Kepala : bentuk kepala normal Luka robek dahi kanan, post dijahit (+) Leher : P > KGB (-) bruit (-) Ketiak dan lipat paha: P> KGB (-)

17 Status Interna : Jantung: I : iktus cordis tidak tampak P : iktus kordis kuat angkat P : kesan batas jantung melebar A : BJ I-II reguler, bising (-) Paru dan Dada: I : pengembangan simetris : P : fremitus raba kiri = kanan : P : sonor / sonor : A: vesikuler (+/+),suara tambahan(-/-) wheezing (-/-)

18 Status Interna : Abdomen : I : cembung, vena tidak tampak P : supel, hepar, lien & massa tdk teraba P : timpani A: bising usus (+) kesan normal

19 Status Psikiatri Emosi : dbn Proses berpikir : dbn
Kecerdasan : Daya ingat : terganggu Menghitung : terganggu Perhatian : dbn MMSE : 17 - CDT : sulit dilakukan

20 Status Neurologis Kesan Umum & Fungsi luhur
Kepala : Luka robek di dahi kanan post dijahit (+) Kesadaran : kompos mentis / E4 V5 M6 Cara berbicara : disartria Fungsi psikosensorik : agnosia sensorik : (-) agnosia visual : (-) e. Fungsi psikomotorik : dbn

21 Status Neurologis Meningeal Sign Kaku kuduk : (-)
Tanda Laseque : (-/-) Tanda Kernig : (-/-) Tanda Brudzinski I : (-) Tanda Brudzinski II : (-) Tanda Brudzinski III : (-) Tanda Brudzinski IV : (-)

22 Status Neurologis Kolumna Vertebralis Kel. Bentuk : (-)
Nyeri tekan/ketok : (-) Tanda Patrick : (-) Tanda Kontrapatrick : (-) Gerak V.Cervikal (pasif) : fleksi, ekstensi & rotasi pasif: dbn Gerak tubuh : membungkuk, ekstensi, dan deviasi lateral: dbn

23 Status Neurologis Saraf Otak
Nervus I (Olfaktorius) Anosmia : +/+ Parosmia : -/- Halusinasi : -/- Nervus II (Optikus) Kanan Kiri Visus : 2/ /60 Kacamata : (-) (-) Lapang Pandang : dbn dbn Warna : dbn dbn Funduskopi : papil edem papil edem

24 Status Neurologis Saraf otak
Nervus III, IV, VI Kanan Kiri Celah mata : simetris simetris Posisi bola mata : ditengah ditengah Gerak bola mata : dbn dbn Pupil : ukuran : mm mm bentuk : bulat bulat R. cahaya langsung : (+) (+) R. cahaya tak langsung: (+) (+) Konvergensi : dbn dbn Akomodasi : dbn dbn

25 Status Neurologis Saraf Otak
Nervus V Kanan Kiri Sensorik I : dbn dbn Sensorik II : dbn dbn Sensorik III : dbn dbn Otot kunyah : dbn dbn Refleks kornea : (+) (+) Sensorik lidah : dbn dbn

26 Status Neurologis Saraf Otak
Nervus VII Saat diam Saat gerak Kanan kiri kanan kiri Otot dahi : simetris simetris Tinggi alis : simetris simetris Sudut mata : simetris simetris Sudut mulut : simetris tertarik ke kiri Lipatan nasolabial : simetris kanan lebih datar Memejamkan mata: simetris simetris Meringis : tertarik ke kiri Sekresi air mata : dbn dbn Pengecap lidah : manis (dbn) asam (dbn) asin (dbn) Hiperakusis : (-/-)

27 Status Neurologis Saraf Otak
Nervus VIII Kanan kiri Pendengaran : dbn ↓ Tinitus : (-) (+) Vertigo : (-) Nistagmus : (-) (-) Kesan: SNHL AS Tes Garputala AD AS Rinne (+) Schwabach N memendek Weber Lateralisasi ke kanan

28 Status Neurologis Saraf Otak
Nervus IX dan Nervus X Kanan Kiri Refleks muntah : (+) (+) Pengecapan : pahit (dbn) Posisi uvula : di tengah Arkus faring : simetris Menelan : dbn Bersuara : dbn Fenomena Vernet Rideau: simetris

29 Status Neurologis Saraf Otak
Nervus XI Kanan Kiri Bentuk otot : dbn dbn Mengangkat bahu : dbn dbn Berpaling : dbn dbn

30 Status Neurologis Saraf Otak
Nervus XII Kanan Kiri Atrofi lidah : (-) (-) Kekuatan : dbn dbn Posisi diam : ditengah Posisi dijulurkan : terdorong ke kanan

31 Status Neurologis Sistem Koordinasi
Kanan Kiri Gerakan abnormal : (-) (-) Uji jari-jari tangan : sde dbn Uji jari hidung : sde dbn Uji pronasi dan supinasi : sde dbn Uji hidung-jari-hidung : sde dbn Tapping jari-jari tangan : sde dbn Uji tumit lutut : sde dbn Tapping jari-jari kaki : sde dbn Cara berjalan : tidak dilakukan Uji Romberg : tidak dilakukan

32 Status Neurologis Sistem Sensorik
Lengan Tungkai Kanan Kiri kanan kiri Rasa eksteroseptif Rasa nyeri superfisial : dbn dbn dbn dbn Rasa suhu : dbn dbn dbn dbn Rasa raba ringan : dbn dbn dbn dbn Rasa proprioseptif Rasa getar : dbn dbn dbn dbn Rasa tekan : dbn dbn dbn dbn Rasa nyeri tekan : dbn dbn dbn dbn Rasa gerak dan posisi : dbn dbn dbn dbn

33 Status Neurologis Sistem Sensorik
Rasa kortikal Kanan Kiri Stereognosis : dbn dbn Barognosis : dbn dbn Pengenalan 2 titik : terganggu dbn

34 Status Neurologis Sistem Otonom
Miksi : dbn Defekasi : dbn Salivasi : dbn Sekresi keringat : dbn

35 Status Neurologis Sistem Motorik & Refleks
Ekstremitas Superior Lengan Atas bawah tangan Kanan kiri kanan kiri kanan kiri Pertumbuhan : N N N N N N Tonus : N N N N N N Kekuatan Fleksi : Ekstensi : Reflek fisiologis Bisep : / Trisep : / Reflek patologis Hoffman : ( / ) Tromner : ( / )

36 Status Neurologis Sistem Motorik & Refleks
Ekstremitas Inferior Tungkai atas bawah kaki Kanan kiri kanan kiri kanan kiri Pertumbuhan : N N N N N N Tonus : N N N N N N Kekuatan Fleksi : Ekstensi : Klonus Lutut : (-) Kaki : (-)

37 Status Neurologis Sistem Motorik & Refleks
Refleks Fisiologis & Patologis kanan kiri Refleks Patella : Refleks Achilles : Reflkes Babinski : (+) (-) Refleks Chaddock : (-) (-) Refleks Openheim : (-) (-) Refleks Gordon : (-) (-) Refleks Schaeffer : (-) (-) Refleks Mendel B : (-) (-) Refleks Rosolimo : (-) (-) Refleks dinding perut : (-) (-)

38 Status Neurologis Sistem Motorik & Refleks
Refleks Primitif Refleks memegang : (-) Refleks snout : (-) Refleks menghisap : (-) Refleks palmo-mental : (+/+)

39 III. PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Laboratorium TGL 12/12/13 13/12/13 15/12/13 16/012/13 Hemoglobin 12.6 g/dl 12.0 g/dl Hematokrit/Hct 34 % 38 % RBC 4.05 x 106 /µL 4.48 x 106 /µL WBC 13.1 x 103 /µL 8.9 x 103 /µL PLT Ur/Cr 32/0.8 mg/dl OT/PT 13/9 U/L GDS GDP/2PP 119 mg/dl 90 mg/dl Golongan darah O PT/APTT INR 13.7/31.5 1.110 Na/K/Cl 138/3.1/106 141/3.9/107 HBsAg Non Reaktif Kol.Total LDL/HDL/TG 124 77/51/91

40 III. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. CT Scan Kepala Tanpa Kontras (tgl 12 Desember 2013) Calvaria intak Kranioserebral space tak tampak melebar Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri tak tampak kelainan Tak tampak kalsifikasi abnormal Sulci dan gyri di hemisfer cerebri kanan kiri merapat Sistem ventrikel kiri tidak terlihat dan kanan tampak melebar Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak tampak kelainan Midline shifting (+) ke kanan Tampak lesi heterodens di frontoparietal kiri, bentuk bulat, dengan perifokal edem luas disekitarnya, batas cukup tegas, yang mendesak mid line shifting ke kanan dan mempersempit ventrikel lateralis kiri Kesan: Massa cerebri di lobus frontoparietal kiri suspek meningioma

41 CT Scan Kepala Polos

42 Px penunjang cont.. 2. CT Scan Kepala Kontras (tgl 16 Desember 2013)
Calvaria intak Kranioserebral space tak tampak melebar Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri tak tampak kelainan Tampak hiperostosis dari os parietal kiri Sulci dan gyri di luar lesi tampak menyempit Sistem ventrikel kiri tidak terlihat dan kanan tampak melebar Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak tampak kelainan Midline shifting (+) ke kanan

43 Px penunjang cont.. Tampak lesi solid ukuran 47.1 x 46.7 mm disertai jaringan nekrotik di dalamnya dengan perifokal edem yang luas di sekitarnya di ekstraaksial supratentorial yang pada post kontras tampak heterogen contras enhancement. Lesi tampak mendesak cornu anterior dan posterior ventrikel lateralis kiri, cornu anterior ventrikel lateralis kanan yang menyebabkan deviasi midline shifting ke kanan sejauh 21.3 mm. Broadbase lesi ke arah os frontoparietal kiri dan mendapat feeding dari arteri temporalis superficialis kiri yang merupakan cabang dari arteri karotis eksterna kiri dan draining vein dari sinus sagitalis superior. Kesan: massa solid ekstraaksial supratentorial dengan heterogen contras enhancement yang Broadbase os frontoparietal kiri disertai gambar hiperostosis dari os parietal kiri dengan feeding arteri temporalis superficialis kiri cabang dari arteri karotis eksterna kiri dan draining dari sinus sagitalis superior dengan edema dan deviasi midline shift ke kanan menyokong gambaran parasagital meningioma. Edema cerebri

44 CT Scan Kepala Kontras

45 2. Rontgen Thorax PA (tanggal 12 Desember 2013)
Cor : Membesar, CTR > 50%, tampak dilatasi aorta Pulmo: Tak tampak infiltrat dikedua lapang paru, corakan bronkhovaskular normal Sinus phrenicocostalis kanan kiri tajam Hemidiafragma kanan kiri normal Trakea di tengah Sisterna tulang baik Kesan : Cardiomegali 3. EKG (tgl 12 Desember 2013) : SR, HR 80 x/mnt

46 FOTO THORAX

47 EKG JANTUNG

48 IV. Resume a. Anamnesis: Cephalgia kronik progresif Perubahan perilaku
Penglihatan kabur Penurunan pendengaran telinga kiri Tinitus telinga kiri Sering lupa Kejang parsial secondary generalized Kelemahan anggota gerak kanan Bicara pelo dan bibir merot ke kiri saat bicara Muntah Riwayat hipertensi sejak dari 3 tahun yang lalu tidak kontrol rutin

49 b. Pemeriksaan Fisik Status interna : TD 150/100 mmHg, HR 80 x/mnt
Status neurologis : Kesadaran : GCS E4 V5 M6, kompos mentis Fungsi luhur : disinhibisi, gangguan memori, diskalkulia, disgrafia MMSE : 17 Tata bicara : disartria Fungsi sensoris : Ggn diskriminasi 2 titik Ekst. kanan Fungsi motorik : hemiparese dekstra Refleks patologis : positif sebelah kanan Refleks primitif : refleks palmomental (+) Nervi craniales : N. II  ODS: Papil edem, Parese N.VII dan N. XII dekstra UMN, Tinitus kiri, Obs. Hearing loss AS

50 c. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium : Hipokalemia, Leukositosis CT Scan Kepala Polos : Massa cerebri di lobus frontoparietalis kiri suspek meningioma CT Scan Kepala Kontras : Menyokong gbran parasagital meningioma, Edema cerebri Rontgen Thorax : Kardiomegali EKG : Sinus Rhythm, HR 80 x/menit

51 V. DIAGNOSIS Diagnosis Neurologis Diagnosis Lain
Diagnosis klinis : Cephalgia kronik progresif, hemiparese dekstra tipika, anosmia bilateral, diskalkulia, disgrafia, gangguan memori, diskriminasi dua titik terganggu dan disinhibisi, papiledema bilateral, kejang parsial secondary generalized Diagnosis topis : Frontoparietal Sinistra Diagnosis etiologis : Parasagital meningioma Diagnosis Lain Hipokalemia Leukositosis CKR + VL regio frontalis kanan Hiperensi Tinitus & Hearing Loss AS

52 VI. PENATALAKSANAAN A. Pengobatan Umum B. Pengobatan medikamentosa
prinsip 6 B B. Pengobatan medikamentosa IVFD NaCl 0.9% 20 tpm Inj. Deksamethasone 10 mg/6 jam (Tapp. Off) Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam Inj. Vit B1 100 mg/12 jam Phenitoin Caps 2x100 mg p.o KSR 3x600 mg tab p.o Amoxicillin 3x500 mg tab p.o Captopril 2x12.5 mg tab p.o

53 VI. PENATALAKSANAAN Non Medikamentosa Fisioterapi

54 VII. KONSULTASI/RAWAT BERSAMA
Rehabilitasi Medik (13 Desember 2013)  FT: Alih baring/2 jam, Proper bed positioning, ROM anggota gerak kanan Mata (13 Desember 2013)  ODS Papil Oedem THT (13 Desember 2013)  Ass: Obs. Tinitus & Hearing Loss AS Plan: Audiometri & Tympanometri Bedah Saraf (17 Desember 2013)  Pro kraniotomi eksisi tumor, tunggu jadwal operasi, medikasi luka post jahit per 3 hari

55 VIII. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan histopatologi jaringan tumor EEG

56 IX. PROGNOSIS Ad Vitam : Dubia ad bonam Ad Sanam : Dubia ad bonam
Ad Fungsionam : Dubia ad bonam

57

58 Follow Up Cont..

59 TERIMA KASIH


Download ppt "Space Occupying Process"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google