Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Didit Wahyu Kuncoro Pembimbing: Dr Indriany SpS

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Didit Wahyu Kuncoro Pembimbing: Dr Indriany SpS"— Transcript presentasi:

1 Oleh: Didit Wahyu Kuncoro Pembimbing: Dr Indriany SpS
Laporan Kasus 1 poliklinik Seorang wanita 39 tahun dengan keluhan vertigo, gait ataksia dan kejang suspek Multiple Sklerosis Oleh: Didit Wahyu Kuncoro   Pembimbing: Dr Indriany SpS

2 ANAMNESIS IDENTITAS PASIEN Nama : Ny S Umur : 39 tahun
Jenis kelamin : Perempuan Pekerjaan : Ibu rumah tangga Agama : Islam Alamat : Kembang Rt/Rw 01/03 Canden Sambi Boyolali Jawa Tengah Tgl pemeriksaan : 26 November 2014 jam 10.00 No CM :

3 ANAMNESIS KELUHAN UTAMA ( autoanamnesis dan alloanamnesis )
 Pusing berputar KELUHAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN UTAMA Jalan sempoyongan, badan terasa lemas, riwayat kejang, sulit BAB

4 RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
8 bulan yll penderita sering mengeluh pusing berputar di rasakan terus menerus tidak berkurang dengan tidur ataupun istirahat Pusing tidak bertambah berat dengan perubahan posisi kepala Pusing tidak disertai gangguan pada telinga misalkan telinga berdenging atau terasa penuh Pusing tidak disertai mual ataupun muntah Penderita merasa dirinya yang berputar terhadap sekelilingnya dan masih dapat melakukan aktivitas sehari hari sendiri

5 RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG..
8 bulan yll Pandangan mata dikeluhkan agak kabur tetapi tidak terasa nyeri pada bola mata ataupun dibelakang bola mata ataupun nyeri saat melirik. Pandangan dobel (-) Saat menonton televisi mendadak penderita kejang. Menurut suaminya saat kejang mata melirik ke kanan, bibir merot ke kanan, tangan dan kaki kaku kelojotan, tidak sadar, keluar busa dari mulut, kepala menoleh ke kanan, lidah tergigit, tidak ngompol, kejang selama kira kira 5 menit, saat kejang pasien tidak sadar, setelah kejang pasien sadar tetapi bingung. Kejang berulang sampai lebih dari 10x dalam sehari

6 8 bulan yll oleh keluarga dibawa ke RS swasta di solo dan mondok selama 10 hari. Dilakukan pemeriksaan CT Scan dan dikatakan hasilnya normal 4 hari setelah pulang, penderita kembali kejang dengan pola yang sama seperti sebelumnya, oleh keluarga dibawa kembali ke RS swasta yang sama dan mondok 6 hari. Selama di RS hanya kejang 1x Kemudian pasien pulang dan keluhan dirasakan berkurang banyak. Penderita beraktivitas seperti sediakala Keluhan dirasakan menghilang. Kejang (-)

7 4 bulan yll penderita kembali mengeluh keluhan pusing berputar disertai rasa lemas seluruh badan dan mendadak kembali kejang, kira kira 3x dalam sehari dan dibawa ke RS yg sama dan dilakukan pemeriksaan rekam otak (keluarga pasien tidak tahu bagaimana hasilnya) keterbatasan biaya penderita di rujuk ke RSDM dan mondok selama 14 hari

8 4 bulan yll Selama dirawat pasien masih mengeluh pusing berputar walau sudah berkurang banyak, kepalanya terasa kenceng, badan lemas Lengan dan tungkai kanan kadang masih bergerak gerak seperti kejang tetapi penderita masih sadar. Selain itu penderita juga mengeluh tangan dan kakinya terasa tebal tebal

9 4 bulan yll Di RSDM dilakukan pemeriksaan MRI kepala dan pasien di ijinkan rawat jalan Selama 3 bulan di rumah pasien sama sekali tidak kejang dan keluhan lain di rasakan berangsur membaik

10 Penderita mengeluhkan pusing berputar yang kambuh lagi
Poliklinik Saraf RSDM Penderita mengeluhkan pusing berputar yang kambuh lagi seluruh badannya terasa lemas, seperti tidak mempunyai tenaga untuk beraktivitas tangan gemetar kalau hendak memegang suatu benda kalau berjalan sempoyongan seperti mau jatuh dan tidak stabil

11 Menurut suaminya setelah sakit ini penderita nafsu makannya menurun
Poliklinik Saraf RSDM Penderita juga mengeluh sulit BAB. Biasanya setiap hari BAB 2-3x setelah sakit ini 3 hari sekali Menurut suaminya setelah sakit ini penderita nafsu makannya menurun berat badannya juga turun kira kira 5kg dalam 1 bulan ini keluhan dirasakan semakin hari semakin memberat Penderita mulai di bantu aktivitas sehari harinya oleh suaminya.

12 RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Darah tinggi : disangkal Kencing manis : disangkal Sakit jantung : disangkal Mondok : 4x karena kejang Cedera kepala : disangkal

13 RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Riwayat kencing manis : disangkal Riwayat sakit jantung : disangkal Riwayat penyakit serupa : disangkal Riwayat hipertensi : disangkal KEADAAN SOSIAL EKONOMI Penderita seorang istri dari seorang suami dengan 2 orang anak. Tinggal bersama suami dan kedua anaknya dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Berobat dengan menggunakan fasilitas BPJS PBI

14 RIWAYAT KEBIASAAN DAN GIZI
Riwayat olahraga : tidak pernah Riwayat minum alkohol : disangkal Riwayat merokok : disangkal Keadaan gizi : kesan cukup

15 PEMERIKSAAN FISIK STATUS INTERNA Kesan umum : kesadaran kompos mentis , gizi kesan cukup Tanda vital : tensi : 120/80 mmHg nadi : 78x/menit , reguler respirasi : 20 x/menit, reguler suhu : 36,4˚C Kepala dan leher : kepala : dalam batas normal (dbn) Leher :pembesaran KGB (-), JVP tidak meningkat, bruit (-) Jantung : Inspeksi : iktus cordis tidak tampak Palpasi : iktus cordis tidak kuat angkat Perkusi : kesan normal Auskultasi : BJ I-II, regular bising (-)

16 STATUS INTERNA… Paru : Inspeksi : pengembangan simetris Palpasi : fremitus raba simetris Perkusi : sonor/sonor Auskultasi : suara dasar vesikuler (+/+) suara tambahan ronki basah kering (-/-), wheezing (-/-) Abdomen Inspeksi : cembung, vena tidak tampak Palpasi : supel, hepar dan lien tidak teraba Perkusi : timphani Auskultasi : bising usus (+) normal

17 STATUS PSIKIATRI Emosi : dbn Proses berpikir : dbn
Kecerdasan : daya ingat : dbn menghitung: dbn pengertian : dbn persamaan : dbn Perhatian : dbn

18 STATUS NEUROLOGIS Kesan Umum dan Fungsi Luhur
Kepala : dalam batas normal Kesadaran/GCS : E3V4 M5 Cara berbicara : dbn Fungsi psikosensorik : agnosia sensorik : dbn agnosia visual : dbn Fungsi psikomotorik : dbn Tanda Rangsangan Selaput Otak Kaku kuduk : (-) Tanda Brudzinski I : (-) Tanda Lasegue : (-) Tanda Brudzinski II: (-) Tanda Kernig : (-) Tanda Brudzinski III: (-) Tanda Brudzinski IV: (-)

19 STATUS NEUROLOGIS… Kolumna Vertebralis Kelainan bentuk : (-)
Nyeri tekan/ketok lokal : (-) Tanda Patrick : (-) Tanda Anti Patrick : (-) Tanda Nafzinger : (-) Gerakan vertebrae cervikal: dbn Gerakan tubuh : membungkuk, ekstensi dan deviasi lateral : dbn

20 NERVUS CRANIALIS Nervus I (Olfaktorius) Kanan Kiri Anosmia : (-) (-)
Parosmia : (-) (-) Halusinasi : (-) (-)

21 NERVUS CRANIALIS… Nervus II Kanan Kiri Visus : >3/60 >3/60
Kacamata : (-) (-) Lapang Pandang : dbn dbn Warna : dbn dbn Funduskopi : dbn dbn

22 NERVUS CRANIALIS… Nervus III, IV, VI Kanan Kiri
Celah mata : simetris simetris Posisi bola mata : ditengah ditengah Gerak bola mata : dbn dbn Pupil : Ukuran : 3 mm 3 mm Bentuk : bulat bulat R. cahaya langsung : (+) (+) R. cahaya tidak langsung : (+) (+) Konvergensi : dbn dbn Akomodasi : dbn dbn

23 NERVUS CRANIALIS… Nervus V Kanan Kiri Sensorik I : dbn dbn
Sensorik II : dbn dbn Sensorik III : dbn dbn Otot kunyah : dbn dbn Refleks masseter : dbn dbn Refleks kornea : (+) (+) Sensorik lidah : dbn dbn

24 NERVUS CRANIALIS… Nervus VII Saat diam saat gerak
Kanan kiri kanan kiri Otot dahi : simetris simetris Tinggi alis : simetris simetris Sudut mata : simetris simetris Sudut mulut : simetris simetris Lipatan nasolabial: simetris simetris Memejamkan mata: simetris simetris Meringis : simetris simetris Sekresi air mata : dbn dbn Pengecap lidah : manis (dbn) asam (dbn) asin (dbn) pahit (dbn)

25 NERVUS CRANIALIS… Nervus VIII Kanan kiri Pendengaran : dbn dbn
Hiperakusis : dbn dbn Vertigo : (+) Nistagmus : (-) (-)

26 NERVUS CRANIALIS… Nervus IX dan Nervus X Kanan Kiri
Refleks muntah : (+) Pengecapan : dbn dbn Posisi uvula : ditengah Arkus faring : simetris Menelan : dbn Bersuara : dbn Fenomena Vernet Rideau : dbn

27 NERVUS CRANIALIS… Nervus XI Kanan Kiri Bentuk otot : dbn dbn
Mengangkat bahu : dbn dbn Berpaling : dbn dbn

28 NERVUS CRANIALIS… Nervus XII Kanan Kiri Atrofi lidah : (-) (-)
Kekuatan : simetris Gerak spontan : (-) Posisi diam : simetris Posisi dijulurkan : simetris

29 Pemeriksaan Sistem Koordinasi Ekstremitas
Kanan Kiri Gerakan abnormal : (-) (-) Uji jari-jari tangan : dismetria Uji jari hidung : dismetria Uji pronasi dan supinasi: dbn dbn Uji hidung-jari-hidung: dismetria Tapping jari-jari tangan: dbn dbn Uji tumit lutut : dbn dbn Tapping jari-jari kaki: dbn tde Cara berjalan : gait ataksia Uji Romberg : sde

30 Pemeriksaan Sistem Sensorik
Lengan Tungkai Kanan Kiri kanan kiri Rasa eksteroseptif Rasa nyeri superfisial : dbn dbn Rasa suhu : dbn dbn Rasa raba ringan : dbn dbn Rasa proprioseptif Rasa getar : dbn dbn Rasa tekan : dbn dbn Rasa nyeri tekan : dbn dbn Rasa gerak dan posisi: dbn dbn Rasa kortikal kanan kiri Stereognosis : dbn Barognosis : dbn Pengenalan 2 titik : dbn

31 PEMERIKSAAN SISTEM OTONOM
Miksi : dbn Defekasi : retensi alvi Salivasi : dbn Sekresi keringat : dbn

32 PEMERIKSAAN SISTEM MOTORIK DAN REFLEKS
Ekstremitas superior Lengan Atas bawah tangan Kanan kiri kanan kiri kanan kiri Pertumbuhan normal normal normal normal normal normal Tonus normal normal normal normal normal normal Kekuatan Fleksi Ekstensi Reflek fisiologis Bisep : Trisep : Reflek patologis Hoffman : (-) (-) Tromner : (-) (-)

33 SISTEM MOTORIK… atas bawah kaki Ekstremitas Inferior Tungkai
kanan kiri kanan kiri kanan kiri Pertumbuhan : normal normal normal normal normal normal Tonus : normal normal normal normal normal normal Kekuatan : Fleksi : Ekstensi : Klonus Lutut : (-) (-) Kaki : (-) (-)

34 SISTEM MOTORIK… Refleks kanan kiri Refleks patella : +2 +2
Refleks Achilles : Reflkes Babinski : (-) (-) Refleks Chaddock : (-) (-) Refleks Openheim : (-) (-) Refleks Gordon : (-) (-) Refleks Schaeffer : (-) (-) Refleks Mendel B : (-) (-) Refleks Rosolimo : (-) (-) Refleks dinding perut : (-) (-)

35 Refleks Primitif Refleks memegang : (-) Refleks snout : (-)
Refleks menghisap : (-) Refleks palmo-mental : (-)

36 PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tanggal 14 agustus 2014 Hb : 12,9 g/dl GDS : 121 mg/dL Hct : 36 % Ureum : 24 mg/dl RBC: 4,08 .10³/uL Kreatinin : 0,8 mg/dl WBC: 13,3 .10³/uL SGOT : 60 U/L PLT : ³/uL SGPT : 104 U/L Gol darah: O Na : 134 mmol/l Kalium : 3,9 mmol/l Chlorida : 109 mmol/l

37 EKG Sinus rhythm, 78 x/menit

38 MSCT Kepala tanpa kontras (14 Agustus 2014)
Tak tampak lesi hipo/iso/hiperdens di brain parenchym Midline shiffting (-) Sulci dan gyri tak tampak kelainan Sistem ventrikel dan sisterna tak tampak kelainan Pons, cerebellum dan cerebellopontin angle tak tampak kelainan Tak tampak kalsifikasi abnormal Tampak perselubunngan disinus maksilaris kiri Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri tak tampak kelainan Craniocerebral space tak tampak melebar Caklvaria intak Kesan Tak tampak SOL/infark maupun perdarahan intracranial Mucocele di sinus maksilaris kiri

39 MRI kepala tanpa kontras (20 Agustus 2014)
coronal coronal

40 MRI kepala tanpa kontras (20 Agustus 2014)
coronal coronal

41 MRI kepala tanpa kontras (20 Agustus 2014)
sagital sagital

42 MRI kepala tanpa kontras (20 Agustus 2014)
Tampak multiple lesi simetris kanan dan kiri pada periventrikuler, parietal, corona radiata, gray matter lobus temporal, sentrum semiovale, corpus callosum, hemisphere cerebellum, dan diparietal kanan, capsula interna kanan, serta thalamus kiri, yang pada T1 hiperintense, pada T2 hiperintense, tampak pula lesi mulai dari cortex sampai medulla (junxtacortical lession) pada lobus parietal kanan dan kiri Tampak pula lesi hiperintens pada cortical white matter pada lobus temporal kanan Tak tampak dilatasi fissura choroid kanan kiri, tampak bentuk dan ukuran hippocampus kanan kiri normal Tampak lesi menempati intrasella yg hipointense dengan gambaran balooning sella (+) Tampak lesi bulat kecil multiple menempati ganglia basalis kanan kiri yang pada T1 hipointens pada GRE tampak hiperintens Sulcy dan gyri diluar lesi tampak baik Sistem ventrikel dan sisterna tampak baik Tak tampak deviasi midline struktur Pons dan cerebellum tampak baik Tampak lesi bentuk membulat pada cavum sinus maksilaris kiri yang pada T1/T2 hiperintens Mastoid, orbita dan paranasalis kanan kiri di luar lesi nampak baik DWI : tampak restricted diffusion area pada cortical white dan grey matter lobus temporal kanan yang mengesankan suatu lesi aktif MR angiography compliment : circulus Willisi tampak patent, tak tampak aneurysma maupun vascular malformation

43 KESIMPULAN MRI Lesi yg pada T1 hipointens, pada T2 hiperintens simetris di periventrikel, parietal, corona radiata, grey matter lobus temporal, sentrum semiovale, corpus callosum, hemisphere cerebellum, dan di parietal kanan, capsula interna kanan, serta thalamus kiri menyokong gambaran multiple sklerosis Lesi intrasella cenderung suatu empty sella Small vessel iskemik ganglia basalis bilateral Lesi hiperintens pada cavum sinus maksilaris curiga polip sinus maksilaris kiri (saran MRI brain kontras + MRI spine untuk melacak adakah lesi di medulla spinalis)

44 EEG (24 November 2014) Impresi :
Rekaman EEG saat ini menunjukkan adanya abnormalitas elektrofisiologik pada regio frontotemporal kanan

45 RESUME Anamnesis Penderita mengeluh pusing berputar tanpa mual atau muntah, disertai lemas seluruh tubuh, kepala kencang, jalan sempoyongan, tangan gemetaran kalo hendak memegang suatu benda, sulit BAB, menurunnya nafsu makan, berat badan turun 5kg dalam sebulan Keluhan di rasakan kambuh lagi setelah 6 bulan sembuh dan saat ini semakin memberat 3 bulan yang lalu mondok diRSDM karena kejang, pusing berputar, kepala kenceng, kedua kaki dan tangan terasa tebal tebal, badan terasa lemas 8 bulan yang lalu awal mulai kejang, mata melirik ke kanan, bibir merot ke kanan, tangan dan kaki kaku kelojotan, tidak sadar, keluar busa dari mulut, kepala menoleh ke kanan, lidah tergigit, tidak ngompol, kejang selama kira kira 5 menit setelah kejang pasien sadar tetapi bingung. Kejang berulang sampai lebih dari 10x dalam sehari. Selain itu juga mengeluh pusing berputar Pasien menyangkal punya riwayat hipertensi, diabetes dan merokok

46 RESUME… PEMERIKSAAN FISIK STATUS INTERNA
1. Kesan Umum : kesadaran compos mentis, gizi cukup 2. Tanda Vital : Tensi : 120/80mmhg Nadi : 78x/menit, reguler Suhu : 36,4˚C Respirasi : 20 x/menit, reguler

47 RESUME… STATUS NEUROLOGIS 1. Kesadaran : GCS E3 V4 M5 2. Fungsi luhur : dbn 3. Cara bicara : dbn 4. Meningeal sign : dbn 5. Nervi craniales : N VIII vertigo 6. Fungsi motorik : dbn

48 7. Fungsi koordinasi : dismetri,tremor intensi 8
7. Fungsi koordinasi : dismetri,tremor intensi 8. Fungsi keseimbangan: gait ataksia 9. Fungsi sensorik : dbn 10. Fungsi otonom : retensi alvi 11. Kolumna vertebralis : dbn

49 Resume Pemeriksaan Penunjang
MSCT kepala tanpa kontras : dbn MRI kepala tanpa kontras : kesan Multiple Sklerosis EEG : abnormalitas elektrofisiologik pada regio frontotemporal kanan

50 DIAGNOSIS Diagnosis neurologis Diagnosis Klinis :
Vertigo, gait ataxia, tremor intensi, malaise, pandangan kabur, anorexia, retensi alvi, akut simptomatik seizure Diagnosis Topis : Periventrikel, parietal, corona radiata, grey matter lobus temporal, sentrum semiovale, corpus callosum, hemisphere cerebellum, dan di parietal kanan, capsula interna kanan, serta thalamus kiri Diagnosis Etiologis : Suspek Multiple Sklerosis, epilepsi simptomatik

51 PENATALAKSANAAN Umum : prinsip 6 B
Breathing : menjaga patensi jalan nafas Blood : memantau tekanan darah, keseimbangan cairan dan elektrolit Brain : memantau tekanan intra kranial Bladder : memantau miksi dan mencegah ISK Bowel : memantau nutrisi, mencegah konstipasi Bone and Skin: mencegah dekubitus dan kontraktur

52 PENATALAKSANAAN… Medikamentosa
Prednison 80mg selama 4 hari tap off 40mg, 20mg, 10mg tiap 4 hari Aspilet 1x80mg Carbamazepine 2x200mg Dimenhidrinat 2x25mg Betahistin mesylate 2x8mg Amitriptiline mg Sianocobalamin 2x500mcg Non medikamentosa : Edukasi keluarga Fisioterapi

53 KONSULTASI/RAWAT BERSAMA
Mata ( emetrop presbiopi, funduscopy dbn) Rehabilitasi medik Rencana konsul penyakit dalam (peningkatan enzim transaminase)

54 PROGNOSIS Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam

55 TERIMA KASIH


Download ppt "Oleh: Didit Wahyu Kuncoro Pembimbing: Dr Indriany SpS"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google