Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Kelompok IX
Baiq Mustika Imas Siwi Erni Lia Fitri
Oleh : Baiq Amarwati Tartillah 115101001111003 Imas Rubaiyah 115101000111021 Fitri puji Lestari 115101001111007 Mustika Endah Hermayanti 115101001111013 Erni dwi puji setyowati 115101001111017 Siwi Wurnaningsih 115101000111011 Lia Mei Rina 115101001111015
Visi Visi YLKI adalah tatanan masyarakat yang adil dan konsumen berani memperjuangkan hak-haknya secara individual dan berkelompok.
Misi Melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen. Memfasilitasi terbentuknya kelompok-kelompok konsumen Mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pengawas kebijakan public Mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen.
Sejarah YLKI Didirikan karena : Perhatian atas kelangkaan produk nasional yang berkualitas Kecenderungan memilih dan berbelanja produk impor perhatian terhadap perlunya pemberdayaan bangsa dan produksi dalam negeri
Pendiri Disahkan dengan Akte Notaris Loemban Tobing,S.H pada tanggal 11 Mei 1973 Oleh Ibu Sujono Prawirabisma, Ibu SK Trimurti, Ibu Soemarno serta Ibu Lasmidjah Hardi
Arti Penting YLKI Konsumen Lembaga yang menyampaikan keinginan konsumen Produsen Memberikan informasi dari konsumen
melindungi para konsumen terhadap penggunaan barang/jasa Tujuan melindungi para konsumen terhadap penggunaan barang/jasa
Undang Undang Undang-undang No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau UUPK
Strategi dan Kegiatan YLKI Advokasi Penggalangan Solidaritas Pengembangan Jaringan Penyebaran Informasi yang Tidak Memihak
Kasus-kasus yang pernah ditangani 1975 - Mendapat kesempatan dari Pemerintah DKI untuk melakukan uji komparatif barang hasil industri dengan sampel yang diambil dari pasar 1989 - Zumrotin KS menggagas Bulan Pengaduan untuk menjaring pengaduan konsumen secara kolektif
1991 - Erna Witoelar, menjadi Presiden IOCU dalam kongres di Hong Kong tahun 1991 hingga tahun 1997 1997 - Pertama kalinya YLKI mengajukan gugatan hukum untuk kepentingan publik terhadap PLN dalam kasus listrik mati se-Jawa Bali
Kasus Coca Cola 2004 - warga negara Jepang , Takasu Masaharu, melayangkan gugatan sebesar Rp 60 miliar kepada PT Coca Cola Indonesia. Ia merasa dirugikan karena dalam botol Coca Cola yang diminumnya pada 19 Oktober 2003 ditemukan obat nyamuk. Akibatnya, Takasu sempat dilarikan ke rumah sakit karena khawatir mengalami keracunan.
2003 - Mohammad Sulaiman, pada 11 Agustus 2003 ia membeli minuman Sprite kemasan botol dan menemukan sebuah batu baterai ukuran 3/AA di dalamnya. Baterai tersebut ditemukan dalam kondisi botol tertutup.
Kesimpulan YLKI merupakan salah satu lembaga yang menaungi aspirasi konsumen Indonesia, dalam memilih produk. Upaya perlindungan ini dilakukan dengan tindakan nyata berupa pemberian informasi kepada konsumen mengenai keadaan produk yang berada di masyarakat serta pelayanan konsultasi dan pengaduan konsumen apabila konsumen merasa dirugikan. Keberadaan YLKI tidak hanya sebagai pelindung konsumen tetapi juga sebagai mitra bagi produsen.
Terima kasih ^.^